
Pagi hari pun tiba. Kenji berjaga dari akhir tengah malam sekitar jam 1 pagi sampai terbitnya matahari. Kenji masih ingat menyimpan stok daging dari rusa putih kemarin yang mereka buru, jadi Kenji memutuskan untuk membuat sarapan berupa daging rusa yang dipotong tipis kemudian dipanggang di atas api unggun.
Tsukuyomi terbangun karena mencium bau daging panggang yang begitu harum. Tsukuyomi kemudian merenggangkan tubuhnya untuk menyegarkan kembali tubuhnya. Tsukuyomi kemudian menarik kantung serut yang ada di pinggang Kenji untuk mengambil beberapa daun mint untuk dia makan.
"Bau harum apa ini? Sepertinya enak." Kata Tsukuyomi memasukkan 2 daun mint ke dalam mulutnya.
"Sarapan kali ini daging panggang. Nih." Kenji menyodorkan satu potong daging yang tipis tapi lebar kepada Tsukuyomi menggunakan pisau lontarnya.
Tapi ketika Tsukuyomi ingin mengambilnya Kenji menarik kembali dagingnya.
"Hey!" Protes Tsukuyomi.
"Dengan satu syarat. Jawab beberapa pertanyaanku dulu. Aku mendengar dari uskup agung di Tandum kalau kami dipanggil ke dunia 0.1 ini menggunakan kekuatan panggilan dari dewa. Bagaimana kalau kau cerita soal itu?" Tanya Kenji.
Tsukuyomi pun memegang dagunya dengan ekspresi wajah berpikir.
"Setahuku ada. Tapi aku tidak yakin kalau beliau yang memindahkannya. Karena beliau biasanya hanya memilih mentransfer jiwa orang mati saja yang baginya pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua walaupun di dunia lain. Aku kurang tahu soal pemanggilan manusia dari dunia utama atau prime yang masih hidup ke dunia alternatif yang lain." Jawab Tsukuyomi.
Kenji kemudian menyodorkan daging panggang itu kepada Tsukuyomi. Tapi sekali lagi Kenji menarik kembali dagingnya yang sekali lagi ketika Tsukuyomi ingin menerimanya dan itu membuat Tsukuyomi cukup jengkel.
"Apalagi...?!" Ujar Tsukuyomi dengan geram.
"Satu lagi. Tadi malam ketika shift jagamu, kau membongkar beberapa isi di dalam tasku kan?"
Dari mana orang ini tahu kalau tasnya barusan dibongkar?!! Pikir Tsukuyomi. Yah, tidak ada gunanya juga berbohong. Ousama juga bisa memaksa Slave-nya untuk berbicara melalui segel kontrak yang menempel di tubuhnya. Contohnya seperti di bagian pelipis kanan dan kiri Kenji yang melintang sampai ke leher belakang melewati atas telinga.
Tsukuyomi mendesah dan berusaha bersikap sabar kepada Ousamanya yang usil imi. "Iya, pak Hakim. Aku sempat melakukannya karena tadi malam tidak terjadi sesuatu yang seru. Karena itu aku iseng membuka tasmu untuk membaca perkamen yang kita pungut saat di gereja. Ngomong-ngomong kuakui kalau kemampuanmu dalam menganalisa perkamen itu sangat cepat." Jawab Tsukuyomi sambil mengangkat kedua tangannya seolah dia menyatakan tanda menyerah.
__ADS_1
"Baguslah kalau kau jujur. Kali ini sungguhan nih." Kenji menyodorkan piring berisi 3 lapis daging rusa panggang itu kepada Tsukuyomi. Tsukuyomi pun menerima piring berisi daging itu.
Kenji dan Tsukuyomi pun makan bersama dengan menu yang sama.
Daging panggang itu cukup enak ketika disantap meskipun dengan bahan seadanya. Kenji masih sibuk memakan daging panggangnya dengan melihat perkamen petunjuk dari 3 medalion itu.
"Kau tahu maksud dari tanda tengkorak itu?" Tanya Tsukuyomi.
"Tidak sepenuhnya, tapi yang jelas kita mau tidak mau harus mengikuti jalur sungai yang terhubung dengan danau telaga ini untuk bisa masuk ke dalam goa. Karena satu-satunya akses kita untuk masuk hanyalah menggunakan perahu. Padahal aku berusaha untuk menghindari jalur air." Ujar Kenji melihat ke permukaan danau dengan was-was.
"Mungkin kita bisa memilih untuk menggunakan perahu untuk lewat pesisir danau saja daripada langsung lurus ke depan. Itu jauh lebih aman walaupun memakan waktu lebih." Kata Tsukuyomi memberi saran.
"Menghindari ikan yang memiliki kebiasaan berenang di tengah danau.... Layak untuk dicoba." Kata Kenji dengan sedikit anggukan.
Setelah Kenji dan Tsukuyomi selesai makan dan siap, mereka mulai mencari sampan atau perahu yang ada di dekat dermaga para kanibal sudah mereka bantai kemarin setelah berburu rusa.
"Semuanya hampir kosong. Sebelum sampai ke mulut goa, perahunya pasti sudah tidak bisa bergerak atau jalan karena kehabisan bensin." Ujar Kenji setelah membuka 3 tanki dari masing-masing perahu.
"Pasti ada sesuatu di antara gubuk-gubuk sekitar dermaga ini yang bisa digunakan untuk mengisinya. Lebih baik kita mulai untuk mencarinya." Tsukuyomi menyarankan.
Mereka mulai menelusuri dan mencari di setiap gubuk kayu di dekat dermaga. Di dalam setiap gubuk yang mereka temukan hanyalah barang-barang dan alat penangkapan ikan yang sudah tua. Di setiap box atau lemari es yang digunakan untuk menaruh ikan yang ditangkap berisikan ikan yang sudah membusuk dan dikerubungi belatung.
Sudah 4 gubuk mereka mencari bahan bakar untuk mengisi perahu dan semua gubuk nihil akan bahan bakar.
"Ini akan memakan waktu lama." Ujar Tsukuyomi dengan meraup wajahnya dengan tangan kirinya setelah mendapati ikan busuk di atas meja.
"Berhenti menggunakan mulutmu untuk mencarinya tapi gunakanlah mata dan tanganmu untuk mencarinya." Ujar Kenji meletakkan tanki berisi penuh dengan bensin di depan Tsukuyomi.
__ADS_1
Tsukuyomi hanya bisa terdiam melihat tanki plastik bensin itu.
"Ayo. Kita sudah mendapatkan apa yang kita cari." Kata Kenji berjalan menuju keluar gubuk.
Mereka pun berjalan menuju ke 3 perahu mesin yang ada di tepi danau. Kenji kemudian mengisi salah satu perahu yang tanki bensin di mesinnya paling banyak. Setelah terisi penuh Kenji dan Tsukuyomi naik di atasnya. Kenji mulai menarik per recoil stater kapal itu dan ternyata berhasil dinyalakan.
Seperti saran dari Tsukuyomi, Kenji mengarahkan laju kapal di jalur pesisir danau untuk menghindari kontak dengan apapun yang tinggal di tengah danau. 400 meter sudah ditempuh oleh mereka berdua dan semuanya masih aman terkendali.
10 meter lagi mencapai mulut goa.
Tepat ketika mereka mulut goa tiba-tiba perahu mereka menyenggol sesuatu. Terdengar seperti kawat putus walaupun samar kemudian disusul suara seperti detektor sonar yang sedang aktif.
"Suara apa itu?" Kenji dan Tsukuyomi bisa mendengar suara kawat putus itu karena mereka berdua memiliki pendengaran super.
Mereka tetap menjalankan perahunya masuk ke dalam goa walaupun secara perlahan. Suara detektor sonar itu semakin lama semakin kencang setiap mereka melaju kapal ke dalam goa.
"Ada yang tidak beres." Kata Kenji dengan semakin curiga.
Tiba-tiba air di dalam goa menjadi berubah arah dan mendorong kapal mundur menjauh dari goa.
"Airnya berubah arah!" Kata Tsukuyomi dengan bersiaga. Kenji mencoba memacu perahu tapi karena ditakutkan bensin di dalam mesin berkurang drastis Kenji mengurungkan niatnya itu.
Kapal mereka berdua ditarik keluar goa.
"Bagaimana bisa air sungai berubah arah dengan sendirinya?!!" Ujar Tsukuyomi dengan panik.
"Aku rasa aku tahu jawabannya." Kata Kenji menoleh ke belakang.
__ADS_1