Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Kenji 3 Bulan Yang Lalu (Bagian II)


__ADS_3

Kenji benar-benar terpojok dengan 3 mayat hidup berkepala tentakel pedang itu. Setiap tembakan yang dilancarkan oleh Kenji selalu berakhir ditebas oleh tentakel-tentakel mereka.


Mereka semakin mendekati Kenji meskipun dengan berjalan lambat.


"Ini sama saja membuang peluru." Kata Kenji mengisi ulang revolvernya. Kenji pun melompat dan bersalto ke belakang untuk hinggap di atas pohon. Kenji mencoba membidik lagi. Kali ini sasaran Kenji adalah bagian ubun-ubun mereka.


Kenji menembak 2 kali ke arah ubun-ubun mereka dan ternyata berhasil mengenainya meskipun tidak langsung tumbang. Kenji pun menembakinya hingga peluru nya habis. Tepat ketika pelurunya habis, zombie itu juga tumbang. Tersisa 2 lagi.


Ketika Kenji mencoba melakukan reloading, Kedua zombie itu dengan sangat lincah memanjat pohon di sekitarnya menggunakan tentakel-tentakel mereka layaknya kaki laba-laba.


Salah satu tentakel dari zombie itu mencoba menebas Kenji. Dengan reflek Kenji menggigit revolvernya lalu menarik katana yang dia simpan dari sarungnya dan menebas tentakel itu hingga terpotong. zombie yang satunya berada di belakang Kenji dan mencoba menyerang Kenji dari belakang menggunakan dua tentakelnya.


Kenji dengan segera menggunakan skillnya yaitu Double Acceleration yang membuatnya bisa bergerak menjadi 2 kali lipat dari kecepatan maksimal manusia normal untuk melompat dengan bersalto untuk menghindarinya.


Serangan 2 tentakel itu hanya mengenai dahan pohon pijakan Kenji tadi. Kenji yang masih di udara menembak kedua tentakel itu dengan posisi terbalik dan mengenainya. 2 tentakel itu hancur.


"Jadi begitu ya." Gumam Kenji mendarat di badan zombie yang menyerangnya dari depan. Kenji mengambil kesempatan itu untuk menusukkan katana miliknya ke dalam leher zombie itu dan itu berhasil membuatnya tumbang.


Kenji dan mayat zombie itu pun terjatuh ke tanah. Tepat setelah mendarat ke tanah Kenji melemparkan flash bang ke arah zombie yang ada di belakangnya. Ledakan cahaya yang menyilaukan pun terjadi. Seketika zombie yang satunya juga terjatuh dari pohon. Kenji pun mencoba mendekati zombie itu untuk memastikan nya.


"Kelemahan mereka adalah cahaya yang terlalu terang. Mereka juga tidak bisa melindungi ubun-ubun mereka ketika posisi bertahan. Dan ketika mereka menyerang, pertahanan mereka menjadi sangat kacau." Gumam Kenji menendang-nendang mayat zombie itu.


"Jangan-jangan mereka adalah kanibal. Sangat berbeda dengan yang ada di perpustakaan Tandum. Di buku tidak dijelaskan kalau kepala mereka bisa berubah menjadi tentakel-tentakel menyebabkan seperti tadi." Lanjut Kenji.


"Para pengeksplor tidak mendapat waktu yang cukup untuk membuatkan data inseklopedia untuk mereka." Kata Hazard.


"Jika mereka disini biasanya sarang mereka juga ada di dekat sini juga. Berarti ada pemukiman mantan-manusia di daerah ini." Ujar Hazard.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Ayo kita ke sana." Kata Kenji menyarungkan kembali katananya dan mengisi ulang revolvernya.


"Untuk apa? Cari mati?" Tanya Hazard.


"Katamu dulunya mereka adalah mantan manusia kan. Mereka pasti menyimpan beberapa buku dan jurnal di rumah-rumah mereka ketika masih manusia bukan. Setidaknya mereka menyimpan beberapa informasi yang mungkin berguna dan itu layak untuk dicoba." Jawab Kenji sambil memeriksa kelima mayat kanibal itu.


Menurut Kenji tidak ada yang bisa diambil dari barang-barang yang mereka bawa. Tapi Kenji menemukan sebuah kalung dengan simbol aneh.


"Kalung? Simbol apa ini?" Tanya Kenji dengan bergumam.


"Entah lah. Lebih baik kau membawa yang satu ini. Mungkin bisa berguna." Jawab Hazard memberikan saran. Kenji pun memasukkan kalung itu ke saku celananya dan mulai berjalan melanjutkan perjalanan.


Setelah berjalan selama 10 menit. Kenji mendengar suara air yang mengalir deras. Kenji pun mendekati pusat suara air itu. Mungkin terdapat sungai di sekitar sini dan dugaan itu benar. Ada sungai yang cukup lebar dan lumayan deras airnya.


"Lebih baik kau susuri sungainya. Biasanya sebuah permukiman dibangun di dekat sungai." Kata Hazard.


Tak lama kemudian Kenji melihat permukiman berupa desa di dekat sungai. Tapi di dekat sungai Kenji juga menemukan beberapa kanibal yang sedang memancing dan memasang jaring di sungai. Ada 1 kanibal di masing-masing sisi sungai.


Kenji pun segera mencari semak-semak untuk bersembunyi dan mengendap-endap mendekati mereka.


"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Hazard.


"Menikam mereka dari belakang." Jawab Kenji menarik gagang katananya.


Kanibal yang berada di sisi seberang pergi. Setelah dilihat cukup jauh dan disaat itulah Kenji beraksi. Dengan cepat Kenji memenggal kepala kanibal itu dari belakang kemudian menusukkan katananya ke dalam saluran tenggorokan yang terpotong seperti menyarungkan pedangnya.


Itu Kenji lakukan demi mencegah keluarnya tentakel-tentakel yang keluar dari pangkal lehernya. Tubuh kanibal itu pun tergeletak dan Kenji segera menyembunyikan jasad nya ke semak-semak.

__ADS_1


"Selamat malam." Ujar Kenji ke mayat kanibal itu kemudian mulai berjalan dengan hati-hati ke salah satu sisi benteng dari permukiman.


"Lebih tinggi dari yang kulihat dari jauh. Ini juga terlalu tinggi untuk dilompati." kata Kenji dengan berkacak pinggang.


Kenji pun meletakkan tas raksasanya dan mulai merogoh-rogoh isi tasnya. Kenji mengeluarkan semacam tali tambang dari tasnya.


Kenji kemudian mengumpulkan beberapa potongan baja yang berserakan dan menyusunnya sehingga membentuk grapple hook. Kenji mengikatkan pangkal grapple hook itu dengan tali tambangnya.


Setelah terpasang dengan kencang, Kenji memutar-mutar grapple hook nya seperti seorang koboi dan melemparkannya ke bibir benteng dan berhasil tersangkut. Kenji mencoba menarik-narik talinya untuk memastikan kalau grapple hook nya tersangkut dengan kuat. Setelah dirasa cukup kuat Kenji mulai memanjatnya dan itu sangat sulit menggunakan satu tangan.


Kenji pun sampai di atas benteng kayu itu. Di atas ada beberapa kanibal yang membawa cross bow. Kenji pun membunuh yang terdekat dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Kenji kemudian memeriksa sekitar dan ternyata cukup aman. Kenji sempat untuk menggulung kembali tali tambangnya dan menyimpan grapple hook nya ke dalam tas ranselnya.


Kenji mencoba melihat ke dalam benteng. Ternyata terdapat desa kecil di dalamnya. Meskipun mereka kanibal tapi kehidupan dan kegiatan mereka juga hampir sama dengan manusia jika tidak ada ancaman.


"Woi, Kenji. Coba lihat ke bawah ke arah dekat gereja tua itu." Ujar Kenji. Kenji dengan segera melirik ke sana.


Di dekat gereja terdapat salib yang dimana di tiang salib itu terdapat mayat yang seperti dari tim eksplorasi Tandum yang biasanya mensupport para pahlawan dunia lain. Dan dibawah tiang salibnya terdapat banyak sekali mayat-mayat yang memiliki seragam yang serupa dengan orang yang disalib. Jika ditotal kemungkinan ada sekitar 1 batalion.


Dari pintu gereja keluar seseorang berpakaian aneh yaitu mengenakan jubah mantel berwarna ungu dengan lambang di bagian belakangnya yang sama seperti dengan simbol di kalung yang di bawa Kenji dan diikuti dan ditonton banyak sekali warga kanibal disana. Mereka bersorak dengan bahasa yang aneh.


"Ini semacam ajaran sesat bagiku." Kenji berkomentar. Mayat itu kemudian dibakar dan mayat itu menggeliat seolah kesakitan. Ternyata para kanibal belum membunuh mereka dan sengaja dibiarkan hidup untuk dibakar nantinya. Teriakkan mereka memekakan telinga.


"Para kanibal biadab." Kata Kenji.


"Ternyata sisi manusiawimu masih ada di dalam sana. Kau sendiri bagi mereka juga adalah orang biadab yang telah membunuh sesama mereka." Kata Hazard memprovokasi.


"Itu sudah lain persoalan. Ini akan cukup sulit. Aku harap aku tidak kehilangan anggota badanku lagi setelah tangan kiri ini." Kata Kenji.

__ADS_1


__ADS_2