
Setelah berjalan sekitar 15 menit kami pun sampai digereja milik Luke. Ketika kami masuk, Luke sudah ada di salah satu bangku gereja dengan tangan yang sedang memanjatkan doa. Aku dan Kenji pun duduk selisih 3 bangku di belakang Luke. Tepatnya di arah jam 4 Luke.
"Bagaimana? Kau menemukan yang kau cari?" Tanya Luke setelah selesai berdoa. Tapi Kenji diam menatap Luke dengan tajam. Kenji pun menghela napas seperti orang kelelahan.
"Kau memang licik, pendeta brengsek. Kau berniat untuk membunuhku secara tidak langsung melalui project olympus itu ya? Kau tahu ada senjata mematikan seperti bangsa iblis buatan disana." Kata Kenji dengan nada kesal. Luke pun berbalik menghadap Kenji. Kenji kemudian menodongkan revolver nya ke arah Luke tapi Luke masih saja tenang.
"Apa rencanamu jika kami membiarkan mereka keluar ke permukaan kota? Apa yang sebenarnya yang kau rencanakan?" Tanya Kenji. Aku mulai ketakutan merasakan hawa intimidasi dari Kenji. Luke dengan tanggap bertepuk tangan kecil seperti memuji.
"Seperti yang diharapkan oleh seorang pahlawan dunia lain. Kau memang pandai menilai situasi. Karena kau sudah membongkar kedokku. Dari awal kami pihak gereja sudah berniat merampas cawan suci darimu. Tapi karena kau terlalu berbahaya maka kami menggunakan jalan tengah melalui kesepakatan kita." Jelas Luke.
"Membuatku terbunuh disetiap "imbalan" yang kau berikan?" tebak Kenji memutus penjelasan Luke.
"Benar. Karena adanya seorang pemilik sah cawan suci maka terciptalah pihak ketiga di perang mitologi ini. Yaitu kau sendiri, Kenji. Seseorang yang seharusnya bertindak sebagai orang netral malah memanfaatkannya demi kepentinganmu sendiri. Kami pihak gereja pun tidak tinggal diam." Kata Luke.
"Terlebih lagi...." Kata Luke. seseorang datang dari balik pintu dibelakang altar. Aku begitu terkejut dan marah melihatnya.
"JIHA-!!?" Sebelum aku menyelesaikan teriakanku, Kenji membungkamku dengan tangannya. Apa yang dia pikirkan?!
"Aku memiliki tawanan disini." Ancam Luke. Kenji bahkan masih saja tenang melihat Jihan yang lehernya sudah tertempel bilah black key.
"Kita barter, Kenji. Jika kau berikan cawan suci itu maka akan kubebaskan gadis kecilmu ini." Ancam Luke.
"Kalau aku tetap tidak menyerahkannya?" Tanya Kenji.
__ADS_1
"Gadis ini akan mati." Kata Luke. Jihan yang mendengarnya meronta-ronta dengan air mata berlinangan di pipinya. Tapi reaksi Kenji membuatku bingung. Kenji malah tertawa kencang.
"Lalu apa yang kau tunggu?! Bunuh dia!!" Kenji pun berteriak dengan wajah psikopat. Aku begitu terkejut dengan apa yang dikatakan Kenji.
"Kenji! Apa yang kau!!!??-" Sebelum aku berhasil mencongkel tenggorokan Kenji. Tiba-tiba ada seseorang yang jatuh dari atas langit-langit dan memecahkan atap gereja. Seseorang itu kemudian menukik dan menyerang Luke dengan sangat cepat. Luke yang tidak siap bahkan sempat menghindari serangan tersebut meskipun pipinya tergores. Orang tersebut kemudian menendang kepala salah satu anggota pihak gereja yang menyandera Jihan sehingga terlempar jauh dan membentur Altar dengan sangat keras hingga hancur. Dengan cepat orang itu juga membawa Jihan menjauh dari Luke.
"Oh, tak kusangka anggota fraksi 13 Pahlawan masih ada yang punya hati manusia untuk menyelamatkan gadis kecil." Luke cukup terkejut melihat seseorang yang mencoba menyerangnya tadi.
"Jangan salah paham. Aku bereaksi hanya karena pria sialan itu. Lagipula apakah kau lupa denganku, pendeta?" Kata Hisao. Luke pun menyeringai sambil melirik Hisao.
"Ya. wajahmu sama seperti orang yang kujadikan tumbal untuk menampung jiwa Vlad dracula." Apa?!! Tunggu dulu?! Jadi ritual yang dimaksud oleh Hisao saat itu adalah ritual pemanggilan slave? Dan ayahnya ditumbalkan menjadi wadah dari roh legenda Vlad?
Hisao merubah tangan dan kakinya menjadi monster dan menerjang Luke dengan sangat cepat. Tapi Luke dengan mudahnya menangkisnya dengan pedang yang ia sembunyikan di balik jubah biarawannya. Mereka pun salih terkunci.
"Siapa juga yanng peduli?" Aku tidak menyangka. Kalau Luke bisa bergerak segesit dan selincah itu. Dengan mudah Hisao dibuat kuwalahan hanya dengan beberapa kali gerakan. Kenji yang tidak mau kehilangan kesempatan untuk membunuh Luke segera menarik pelatuk revolvernya. Diluar dugaan. Luke bahkan menangkis peluru Kenji bersamaan menghadapi Hisao.
Hisao yang tahu kalau berada di jangkauan bidakan Kenji segera membawa Jihan kepada kami.
"Kakak, aku takut!" Jihan memelukku dengan sangat keras. Jelas dia sangat ketakutan.
"Jika ingin menembak setidaknya tunggu aku sampai diluar jangkauan bidikmu." Oceh Hisao.
"Terlalu lama." Kata Kenji menembaki Luke dengan sisa peluru yang ada. Tapi Luke dengan mudah menepis dan menangkis semua peluru yang ditembakkan Kenji. Padahal peluru itu dapat menembus pertahanan milik manusia kaleng yang kami lawan tadi.
__ADS_1
"Kau memiliki pedang yang bagus." Kata Kenji mengisi ulang revolvernya. Luke mengambil kesempatan itu untuk menyerang Kenji. Luke melemparkan 3 black key-nya ke arah kami. Hisao kemudian melindungi kami dengan menangkap semua black key yang dilempar Luke. Hisao kemudian menerjang Luke lagi.
Pertarungan antar pengguna pedang dengan tangan kosong sangatlah tidak seimbang. Hisao banyak terkena serangan dibandingkan Luke. Hisao kemudian bersalto kembali ke tempat kami.
"Ada yang aneh." Kata Kenji.
"Ya, gerakannya terlalu bagus jika jadi ukuran patokan manusia." Timpal Hisao yang sedang kehabisan napas.
"Kenapa? Bukankah kalian ingin membunuhku?" Kata Luke memasang kuda-kuda. Tanpa ragu, Kenji menerjang dan menyerang Luke. Kali ini Kenji mulai menggunakan katana pemberian nona Miyuki. Aku ingin membantu tapi dihalangi dengan para kroco-kroco Luke.
"Pedang yang bagus, Kenji. Mari kita lihat seberapa mahir kau menggunakannya." Kata Luke dengan penuh percaya diri. Dengan mudah, Luke memecahkan pertahanan Kenji dan menendangnya hingga terlempar menuju pintu masuk gereja. Di detik-detik tubuh Kenji terlempar, Hisao mengambil revolver milik Kenji dari sarungnya. Dengan tanpa ragu, Hisao menembakkan revolver Kenji ke arah Luke.
Dan hebatnya, Luke berhasil menebas semua peluru yang dimuntahkan oleh revolver. Bahkan pedangnya tidak hancur sedikitpun. Hisao pun berlari dengan mengambil salah satu bangku gereja dan melemparkannya ke arah Luke. Luke dengan mudahnya menebas bangku itu seperti memotong kertas menjadi berkeping-keping. Ketika Luke melihat ke sekitarnya ia tidak menemukan sosok Hisao.
"Kau lihat kemana, pendeta!!!" Kata Hisao tepat diatas udara dan sedang menukik ke arah Luke. Luke pun mengambil posisi kuda-kuda. Hisao sudah memusatkan seluruh Manna miliknya ke tangan kanannya untuk memukul Luke.
"Kau ingin menyerangku secara langsung. Itu juga boleh." Kata Luke.
"Jangan terlalu percaya diri dulu!!" Bentak Hisao.
"Ini demi ayah dan ibuku!!" Bentak Hisao sekali lagi.
Ledakan energi Manna yang luar biasa terjadi akibat pukulan tinju milik Hisao dengan sabetan pedang Luke yang membuat seisi ruangan hancur dan berantakan.
__ADS_1