Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Misi Pertamaku : Bagian III


__ADS_3

"Kok gitu susunannya?!!!" Seruku tidak terima akan susunan tempat duduk di mobil.


"Lah, kau tidak mau? Ya sudah begini saja... " Hisao kemudian membuka pintu mobil di bagian penumpang lalu mendorongku dengan paksa supaya aku duduk duluan kemudian Hisao duduk di atasku. Jadi posisinya terbalik dari saran Hisao yang pertama. Belum lagi cara duduk Hisao bukannya melihat ke kaca depan mobil tapi malah ke arahku.


"SAMA SAJA WOI!!!!" protesku.


"Ya ya sudah ditetapkan. Pastikan kalian membawa kantung muntah jika salah satu dari kalian mabuk darat." Victor pun masuk dan duduk di kursi kemudi. Dia kemudian menyalakan mobilnya dengan menekan sebuah tombol seketika mobil Bugatti Divo ini bergetar akibat mesinnya menyala. Semua indikator di depan kami menyela.


"Baiklah, para gadis ayo kita mulai." Ucap Victor dan mulai menginjak pedal gas sehingga mobil mulai melaju dan keluar dari parkiran. Karena mobil sudah melaju aku sudah tidak bisa mengubah posisi duduk ku karena aku tidak menyangka kalau Hisao berat....!!!


"Berapa bobotmu sih?!" Tanyaku keheranan.


"Sekitar 53 kg. Kenapa?" Ujar Hisao. Bohong banget!


"53 kg seperti ini?! Yang benar saja... " Ujarku.


"Memang kenapa?" Hisao masih saja bertanya dengan tanpa merasa bersalah setelah menindih ku dengan posisi memalukan seperti ini.


"BERAT!" Cecarku cepat-cepat.


Kami pun sampai di sebuah bangunan berbentuk tabung yang tinggi tabungnya sampai ke permukaan. Bangunan tabung tersebut memiliki pintu masuk seperti pintu garasi rumahan. Pintunya terbuka otomatis ketika kami mendekati pintunya. Victor kemudian memarkirkan mobil untuk masuk ke dalam.


"Katanya mau ke permukaan?" Tanyaku penasaran.


"Memang kan." Jawab Victor. Victor kemudian memilih lantai tujuan menuju ke permukaan aku melihat indikator bahwa ternyata di bawah underground juga ada beberapa kota bawah tanah lagi. Kota bawah tanah ini benar-benar besar bahkan jauh lebih besar dari Tandum. Dari indikator yang kulihat posisi Underground tidak benar-benar di atas Tandum tapi lebih condong ke barat. Mungkin pembangunan seperti itu untuk menghindari para prajurit yang berpatroli di bagian selokan bawah atau mungkin mereka punya alasan lain.


Setelah Victor selesai mengatur indikator tiba-tiba seisi ruangan di dalam tabung bergerak seperti layaknya bergerak di dalam lift yang membuatku sedikit terkejut. Mobil kami serasa mendapat gerakan semu yang sangat menekan.

__ADS_1


"Pantas saja par prajurit atau penjaga tidak curiga akan lift ini. Kalian menggunakan kamuflase dari pipa saluran bawah tanah ya sebagai jalur liftnya." Ujar Hisao memastikan.


"Yup, dan itu memudahkan kita dalam naik turun antara permukaan dan Underground. Bahkan kami juga memiliki beberapa agen yang beroperasi di atas sebagai mata-mata. Baiklah kita sampai." Ketika pintu terbuka kami seolah keluar dari garasi rumah seseorang.


"Kalian menghubungkan nya dengan garasi milik penduduk Tandum? Pintar juga." Puji ku.


"Sama-sama, nona. Pemberhentian selanjutnya adalah Distrik iblis timur." Victor mulai menginjak pedal gas lagi dan mobil melaju ke jalan aspal. Meskipun baru sebentar di Underground rasa rinduku terhadap dunia atas masih saja muncul. Suasananya, Bangunan-bangungan nya, Serta bintang-bintang yang menghiasi langit di malam hari yang sangat indah.


Sekitar 30 menit kami berkendara kami akhirnya sampai ditempat tujuan kami. Di sebuah lahan parkir bertingkat di dekat beberapa pabrik-pabrik bangkrut. Aku tidak menyangka kalau ada saja para remaja yang melakukan hal-hal konyol berupa balapan dengan taruhan mobil mereka sendiri.


Tempat perkumpulan nya ada tepat di lantai paling bawah alias parkiran bawah tanah. Mungkin supaya tidak ketahuan dari para penjaga shift malam. Untuk saat ini sudah jam 21.30 malam.


Victor memelankan laju mobilnya untuk mencari parkiran di sekitar mobil-mobil remaja yang ada dan kami memarkir nya di paling ujung.


"Baiklah Euphyllia. Kami sudah sampai di lokasi." Victor mengkonfirmasi kedatangan nya.


"Kenapa kau selalu saja datang ketika aku sedang balapan??!!!! Kau mengganggu konsentrasi ku!!! Baiklah, pastikan 2 pemula itu keluar dari mobilmu sehingga aku bisa melihat mereka. Sebentar lagi aku sampai di finish." Jawab Euphyllia.


"Baiklah, cantik. Aku keluar duluan." Ucap Hisao mengelus pipiku. Kami seperti pasangan lesbian dan itu hampir membuatku untuk menonjok wajah Hisao. Hisao kemudian keluar dari mobil diikuti dengan aku yang menutup pintu.


"Akhirnya......!!Wah bebas..... !! Bahkan kedua pahaku sampai kesemutan." Aku meregangkan tubuh-tubuhku.


Ada beberapa pemuda yang mendekati kami. Mereka sepertinya menyadari kalau kami orang baru disini. Mungkin mereka mencoba untuk menggoda kami.


"Oh hey sayang, kau tampak seperti.... daging baru... disini. Mau bersenang-senang?...Aku yang traktir." Ketika tangan pemuda itu hampir menyentuh rambut pirang ku dengan sigap Hisao menodongkan revolver nya ke arah kepala pemuda itu.


"Maaf bung, dia pacarku. Jauhkan tanganmu darinya." Ujar Hisao menodongkan moncong revolver-nya hingga menempel ke kepala pemuda itu. Seketika beberapa pemuda yang lain segera menjauh dan kabur. Bersyukur tidak ada yang melihat kami karena suara musik DJ yang begitu keras dan lampu disko yang menyilaukan mata.

__ADS_1


Aku juga bisa mendengar secara samar-samar kalau Victor bersiul untuk memuji perkataan Hisao tadi. ITU TIDAK KEREN, ASTAGA....!!!!


Pemuda itu seketika mengangkat kedua tangan nya yang berarti dia menyerah dan tidak akan melakukannya. Pemuda itu mundur secara perlahan.


"Pilihan yang cerdas." Ucap Hisao. Pemuda itu pun pergi dari tempat kami. Hisao kemudian menyarungkan kembali revolver-nya dengan tersenyum puas.


"Kau tampak puas ya dengan sandiwaramu tadi." Kataku dengan nada sarkastis.


"Hei, jika aku tidak melakukannya bisa-bisa jantungku digrogoti parasit yang di pasang oleh kekasihmu itu Yang Mulia. Setidaknya berterima kasihlah karena aku juga baru saja menyelamatkanmu dari pelecehan seksual dari para baji**** puber itu." Omel Hisao. Yah pembelaannya ada benarnya juga sih.


Tiba-tiba dari ujung dekat jalan menuju ke parkiran bawah tanah banyak orang yang mulai berteriak dan bersorak.


"Ada apa itu?" Tanyaku.


"Sepertinya kendaraan baru kita telah sampai. Ayo ke sana." Ujar Hisao menarik tanganku untuk mendekati kerumunan. Aku pun saling berdesakan. Dari celah-celah punggung para pemuda-pemudi yang bersorak cahaya lampu sorot yang mendekat. Setelah kami sampai di paling depan tepat saat itu 3 mobil sport itu juga berhenti.


"Pemenangnya adalah QOD!!!!!" Seseorang mengumumkan dari atas mobilnya sendiri. Sepertinya dia yang sering ditunjuk untuk jadi wasit dalam setiap balapan yang ada di sini.


Euphyllia kemudian keluar dari mobilnya. Aku begitu terkejut dengan pakaian yang dia pakai terlihat seperti anak gangster. Kaos putih dengan jaket kulit hitam yang dibuka resleting nya, dengan celana jeans ketat berwarna biru tua dan sepatu ankle boot berwarna hitam. Dia sempat melirik ke arah kami kemudian melirik ke 2 pembalap yang ada di belakangnya.


"Sesuai kesepakatan, Pablo, Santos. Berikan aksesnya kepada 2 gadis itu." Seru Euphyllia.


"Semenjak kau meninggalkan kami kau jadi sangat rakus Euphy. Apa masalahmu sebenarnya?!" Tanya salah satu orang dari 2 pembalap yang namanya disebut Euphyllia tadi.


"Bisnis, Pablo, Bisnis." Kata Euphyllia yang berjalan mendekatiku. Kemudian berbisik kepadaku.


"Ambil mobilnya, lalu kita balapan." Bisik Euphyllia dengan nada penuh kebencian.

__ADS_1


Ah sekarang semakin jelas. Jadi itu alasannya kenapa kau menugaskan ku ke sini Thers. Kau menyiapkan panggung untuk ratumu ini.


"Baiklah. Hanya kau dan aku. Kali ini jangan libatkan Hisao atau siapapun." Jawabku dengan berbisik juga.


__ADS_2