
Baiklah, sebagai seorang ratu dari Kerajaan ini aku harus menjawabnya. Ini bukan masalah tentang penantang atau yang ditantang tapi aku sangat ingin tahu alasan kenapa Euphyllia sangat membenciku dan dia akan menjawab ku jika aku mengalahkannya di setiap sesi latihan ku sebagai anggota Guardian.
"Baiklah, Dimana garis finish-nya?" Tanyaku menoleh ke arah Euphyllia.
"Check point-mu, Leonheart. Bagikan koordinatnya lalu kita mulai. Tidak ada orang lain, tidak ada bantuan, hanya kau dan aku." Ujar Euphyllia melirik ke arahku.
Aku kemudian membagikan koordinat check pointku kepada Euphyllia melalui alat komunikasi.
Muncul notifikasi "terkirim" setelah aku mengirimnya.
"Baiklah, kuterima tantanganmu." Aku menjawab tantangan dari Euphyllia untuk balapan. Euphyllia pun berjalan menuju mobilnya.
"Santos ya namamu?" Tanya ku ketika berjalan ke mobil yang akhirnya kami jarah. Santos adalah pria kurus dengan kulit sawo matang, memakai kemeja biru navi tanpa dikancingkan, menggunakan celana taktikal berwarna abu-abu dan memakai sepatu putih, tubuhnya dipenuhi tato, mengenakan 3 kalung berwarna emas yang berbeda-beda.
"Ya?" Ujar Santos membukakan pintu mobil di bagian kemudi. Aku dengan segera masuk dan memakai sabuk pengaman.
"Jika kalian tidak mengajakku juga maka aku duluan ya." Seru Hisao yang sudah memasuki mobil dan melaju pergi.
"Aku hanya perlu waktu sepuluh detik untuk mempelajari mekanisme mobil. Jadi cepat jelaskan." Ujarku kepada Santos.
...****************...
Semua pemuda-pemudi di tempat parkiran itu bersorak-sorak menyoraki aku dan Euphyllia. Bisa dibilang aku sedikit gugup karena pertama, aku belum pernah menaiki mobil tipe seperti ini, Santos bilang mobil yang ia pakai adalah Toyota supra. RWDnya membuat pengemudi merasa akan terpuaskan karena memiliki sideways yang sangat sempurna. Dukungan dari mesin turbo yang memiliki 6 silinder akan memuat modifikasi dari mobil ini menjadi Mobil dengan kemampuan drifting terbaik. Tentunya drift mobil akan jauh Mobil dengan kemampuan drifting terbaik.
Sedangkan mobil yang dipakai oleh Euphyllia adalah Nissan 350z. Hal terpenting dalam memilih mobil drift ini terletak pada komponen mesin sebesar V6 3,5 liter yang hanya bisa menghaislkan Tenaga sebesar 276 HP. Jelas supremasi rem, respensi, dan sasis mobil akan menambah kemudahan mobil dalam melakukan tikungan sempurnanya.
"Kau paham sejauh ini?" Tanya Santos.
"Yup, kurang lebih. Terima kasih banyak, Santos." Aku berterimakasih kepada Santos.
__ADS_1
"Hey, aku tidak tahu kenapa pemula sepertimu sampai diajak balapan oleh QOD. Tapi jika kau ingin berterimakasih, aku berharap kau bisa menendang bokong montoknya." Kata Santos.
"Eh tunggu, singkatan dari apa QOD? Queen Of Dullface?" Tanyaku penasaran yang artinya (Ratu wajah kusam). Santos bahkan menyembur dan tertawa karena sepertinya aku salah menyebut singkatannya.
"Astaga, serius non?! Queen Of Dullface? Bukan." Jawab Santos.
"Lalu?" Tanyaku lagi.
"Queen Of Drift." Jawab Santos yang artinya (Ratu Drift). Bukannya merinding atau takut aku justru malah merasa kalau nama itu untuk Euphyllia terlalu lebay.
"Julukan yang terlalu dilebih-lebihkan." Komentarku dengan satu alisku yang naik. Santos hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya dan menjauh dari kerumuman.
"Hey, kau ingin berbicara atau balapan?!" Seru Euphyllia menurunkan kaca mobilnya sehingga bisa dengan jelas melihatku.
"Aku tidak sepertimu yang sudah hidup liar dengan menaiki bak beroda 4 ini. Aku perlu arahan dari yang ahli." Ujarku. Euphyllia kemudian mengangguk ke arah laki-laki yang menggunakan setelan jas yang rapi berdiri diantara mobil kami. Pria itu juga mengangguk seolah menyetujui.
"Ready?" Ujar pria itu yang berarti (Bersedia?). Kaki kami mulai gatal menginjak pedal gas.
"Set.... " Ujar Laki-laki itu yang berarti (siap...) Laki-laki itu memberi aba-aba dengan mengangkat kedua tangannya.
"GO!!" Seru pria itu mengibaskan tangannya seolah menyuruh kami untuk memacu mobil. Ban mobil kami dengan cepat berputar dan mulai memacu mobil untuk naik ke lantai parkiran selanjutnya. Aku sempat mendengar sorakan para pemuda dan pemudi yang sudah kami tinggal jauh di belakang.
Tanpa kusadari dari speedometer mobil kecepatan sudah menunjukkan angka 200 km/jam. Terdapat belokan tajam ke kiri. Mobil Euphyllia langsung menambah kecepatan kemudian melakukan drift di belokan itu. Benar-benar mulus dan elok. Dalam sepersekian detik aku teringat perkataan Santos tentang melakukan drifting.
"Pertama keraskan kemudi sewaktu membelok untuk mempertahankan dan memulai meluncur.... " Gumamku sambil mempraktekkan apa yang kuucapkan. Tikungan semakin dekat.
"....Begitu waktu pas, penting untuk langsung membanting kemudi sebelum mobil keluar jalurnya!!!" Ujarku dengan membanting kemudi ke kiri. Tidak lupa juga Kopling diinjak bersamaan dengan hand-brake yang kemudian ditarik secara cepat untuk menghilangkan traksi. Traksi ini jika sudah hilang, kepling dapat dilepaskan perlahan. Secara cepat gas pedal ditekan sambil melakukan counter streering.
"lakukan banting-kemudi sebelum mobil keluar jalur!!!! Lakukan banting kemudi untuk mempertahankan laju luncuran!!!" Gumamku dengan keras. Tepat ketika aku melakukan drifting, karena baru pertama kali melakukannya. pantat dan bamper bagian belakang mobil terkena cagak beton sehingga membuat mobilku tidak stabil tapi dengan sigap ku stabilkan kembali.
__ADS_1
"Astaga...!" Jantungku hampir saja anjlok ke anus akibat kejadian tadi.
"Hoo... tidak buruk, Leonheart." Ujar Euphyllia melalui komunikasi. Mobil Euphyllia sudah melaju semakin jauh.
"Terima kasih atas ledekannya." Ujarku dengan nada sarkastik.
"Hanya sedikit di distrik iblis timur yang bisa menyeimbangkan mobil setelah terjadi crash seperti itu. Setidaknya biar ku puji keberuntungan mu itu." Ujar Euphyllia melakukan drifting di belokan yang melingkar menuju ke lantai atas. Aku pun mengikutinya. Ternyata cukup sulit juga.
Jarak kami mulai memendek dan mulai masuk ke jalan raya. Sudah pukul 22.00 malam. Seharusnya jalan sepi. Jarak kami dengan check point hanya 5 mil. Tidak terlalu panjang tetapi tidak terlalu pendek jika aku tidak segera menyalip nya.
Kuoper gigi mobil sehingga kecepatan bertambah menjadi 220 km/jam. Perlahan-lahan mobilku berhasil mengejar mobil Euphyllia. Setelah seluruh mobilku berhasil melewati body mobil milik Euphyllia, aku segera membelokkan nya ke jalur Euphyllia untuk menutupi jalurnya dan menambah kecepatan.
"Terlalu naif." Ujar Euphyllia membelokkan setirnya ke jalur ku tadi dan mulai menancap gas. Dengan mudahnya Euphyllia melewati ku. Tersisa 3 mil lagi. Aku melihat ke arah map untuk memastikan jalurnya.
"Eh kawan-kawan.... " Ucap Victor melalui alat komunikasi.
"Jangan sekarang Vic! Kami sibuk!" Omel Euphyllia sebelum Victor menyelesaikan kalimatnya.
"Aku cuma ingin menginfokan kalau salah satu mobil polisi diikuti oleh slave sedang mengejar kalian." Ujar Victor dengan santai.
"Apa?! Dimana tepatnya?!" Sahutku.
"Tepat di sampingmu, Emiya." Kulihat jalur yang berlawan di kiri, di bagian marka terlihat seorang pria berambut mohawk jagger berwarna hitam dengan beberapa helai rambut merah dan dikucir kuda, memakai pakaian perang yunani tanpa helm, membawa gladius di tangan kiri dan tombak sparta di tangan kanannya berlari dengan kecepatan yang sama dengan mobilku. Ini 220 km/jam lo!!!
"Slave?!!!" Seruku dengan terkejut.
Slave tersebut memutar gladius dan tombaknya lalu melompat dan menukik ke arahku. Mobilku akan terbelah menjadi dua jika dia mencoba menebasnya. Aku tidak sempat meraih pistol ku. Tamat lah sudah.
Tiba-tiba terdengar suara sniper yang sangat kencang yang entah darimana arah tembakkan nya. Slave itu kembali ke tengah garis marka. Tiba-tiba terdengar suara notif panggilan dari alat komunikasi ku dan suaranya sangat kukenal.
__ADS_1
"Seharusnya kau taati tata tertib lalu lintas ketika menyetir mobil." Ujar seseorang yang menghubungiku.