
Baiklah, melawan 1 olympia saja sudah sangat merepotkan. Akan lebih buruk lagi jika mereka sampai keluar dari laboratorium 01 ini. Aku melihat Hisao masih tak sadarkan diri. Aku tidak tahu ada berapa Project Olympia yang tersimpan dibawah tapi yang jelas lebih dari satu.
lantai laboratorium mulai berguncang dan bergetar. Retakan pada pijakan kami mulai terlihat semakin jelas. Tiba-tiba kesadaranku denga Tsukuyomi berganti.
"Ini akan jauh lebih sulit ketika Kenji melawan HERMES jadi biarkan aku yang melakukannya." Kata Tsukuyomi. Mengingat kejadian di Banker 69 membuatku mengepalkan tinjuku. Jika Tsukuyomi menggunakan tubuhku saat itu pasti keadaan akan jauh lebih mudah.
Dari tangga bawah tanah keluar sekitar 3 tentakel sebesar tiang listrik menggeliat dengan ganas. Tsukuyomi langsung melompat membawa tubuh Hisao yang tidak sadarkan diri ketika 3 tentakel besar itu menyabet ke arah kami. Kenji yang juga ikut melompat langsung mengarahkan revolvernya ke arah 3 tentakel itu dan menembaknya. 3 tembakan pun dilepaskan untuk masing-masing tentakel.
Sama seperti HERMES, tembakan itu tidak berdampak sedikitpun. Tsukuyomi langsung melempar pedangnya ke langit-langit sehingga membuat langit-langit itu berlubang besar. Tsukuyomi menggunakan salah satu tentakel terdekat sebagai pijakannya untuk masuk ke lubang yang dia buat. Tsukuyomi kemudian meletakkan Hisao di dekat tiang dan mengikatnya menggunakan cambuk cahaya sehingga tidak kabur.
"Kenapa kau menyelamatkannya? Dia hampir membunuhku tadi." Tanya sedikit heran kepada Tsukuyomi.
"Kita perlu informasi lebih tentang Fraksi 13 Pahlawan. Kita bisa mengorek informasi darinya." Jawab Tsukuyomi melompat ke dalam lubang yang dia buat tadi sambil menarik pedangnya yang tertancap di langit-langit ruangan lantai atas.
Masih dalam keadaan menukik Tsukuyomi menebas salah satu tentakel itu yang masih mengamuk menyerang Kenji. Meskipun tidak sampai putus setidaknya memberikan dampak. Suara jeritan Olympia itu terdengar karena kesakitan.
Tiba-tiba muncul 5 tentakel lagi dari lantai bawah. Gerakannya lebih agresif sekarang. Kenji langsung langsung mencari tempat berlindung untuk mengisi ulang peluru revolver-nya. Setelah selesai mingisi, Kenji melempar 2 granat terlebih dahulu ke arah ujung pangkal tentakel-tentakel itu. Ledakan bertubi dari 2 granat itu membuat Olympia pemilik 8 tentakel ini menjadi ganas.
Getaran sangat dahsyat pun terjadi. Debu makin tebal. Lantai pijakanku pun hancur sehingga membuatku terjatuh ke lantai dimana para Olympia disimpan. Dengan reflek yang super cepat, Tsukuyomi menghindari serangan tentakel-tentakel yang mengincar kami. Karena debu terlalu tebal dan menghalangi penglihatan, Tsukuyomi mengibaskan pedangnya sehingga debu tersebut tersapu dan menghilang.
__ADS_1
Kami pun perlahan melihat wujud Olympia pemilik tentakel itu. Kepalanya berupa kuda zombie dengan bola mata merah dan gigi bertaring. Tangan kirinya berupa tangan robot yang memegang senjata berupa trisula yang sangat besar. Tangan kanannya berupa 8 tentakel yang menyerang kami diatas tadi. Dari pinggang kebawah berupa badan kuda dengan kaki 3 pasang dan ekor berupa ekor reptil.
Kombinasi yang luar biasa dalam pembentukannya. Kulit makhluk itu seperti terbuat dari air yang mengalir deras. Yang tidak terbuat dari air hanyalah tentakelnya, kepalanya, ujung kakinya, dan permukaan dadanya yang terbentuk dari batu karang dan tulang. Aku cukup heran saja kalau tubuhnya hampir 75 % terbuat dari air.
Kenji yang masih di ataspun menembakinya. Tapi seperti menembaki permukaan air yang tidak berpengaruh sedikitpun. Makhluk itu pun langsung menyerang Kenji dengan tentakelnya. Kenji pun melompat ke arah tentakel itu dan berlari di atasnya sebagai pijakannya. Makhluk ini lebih pintar dari HERMES. Belum ada 5 detik Kenji berlari diatas Tentakel, Makhluk ini langsung menggoyangkan tentakelnya sehingga membuat Kenji turun.
Kenji kemudian bersalto dan berhenti disampingku. Kenji menyipitkan matanya untuk melihat sesuatu di tangan robotnya. "P.O.S.E.I.D.O.N. salah satu dewa penguasa laut yang terkenal di mitologi Yunani." gumam Kenji. POSEIDON meringkih buas dan berlari kearah kami dan mengarahkan ujung tombak trisulanya kearah kami. Tsukuyomi dan Kenji langsung mendorong satu sama lain sehingga mereka menghindarinya.
Kenji menembakkan lagi revolvernya. Kali ini dia mengincar dada POSEIDON yang terbuat dari batu karang. Tapi tidak ada efek apapun. POSEIDON marah dan mulai mengincar Kenji. POSEIDON menringkih buas dan menyerang menggunakan gumpalan tentakel yang dia buat seperti bola dan melontarkannya ke arah Kenji.
Kenji kemudian menghindarinya. Tapi tentakel-tentakel itu langsung menyerang seperti ledakan berupa hunusan 8 tentakel ke segala arah. Membuat Kenji mengalami luka ringan di bagian lengan atasnya dan betisnya. Darah Kenji mulai mengucur deras.
"Sepertinya kita kedatangan teman bermain lagi." Kata Tsukuyomi. Dari belakang kami kami melihat wanita setengah ular yang mana dari pinggang kebawah adalah tubuh ular dengan sisik berwarna hitam mengkilat. Tangan kirinya membawa perisai bundar, dan ditangan kanannya membawa tombak. Wanita menggunakan semacam pelindung kepala berbentuk kepala ular kobra. Tentu saja dia juga menggunakan lempengan dada berupa sisik hitam kobra sebagai pertahanannya.
"Ok, kau ada cara efektif untuk melawan ular?" Tanyaku sedikit ketakutan.
"Entahlah." Jawab Tsukuyomi.
Wanita setengah ular itu pun menyerang kami menggunakan ekor ularnya. Tsukuyomi pun menghindar ke arah kanan wanita setengah ular tersebut. Diluar dugaan, wanita bersisik ini juga pandai menggunakan tombaknya. Dia bahkan bisa mengimbangi serangan Tsukuyomi di saat posisi tubuhnya tidak begitu menguntungkan baginya.
__ADS_1
Dia juga memanfaatkan tubuh ularnya sehingga bisa membuat jarak yang pas. Kemudian aku tidak sengaja membaca dibagian belakang punggungnya yang bertuliskan A.T.H.E.N.A.
Tsukuyomi pun mundur dengan bersalto kebelakang hingga akhirnya punggungnya menabrak punggung Kenji dengan sangat lembut yang sepertinya juga kuwalahan melawan POSEIDON.
"Kenji, apa yang kau tahu tentang ATHENA?" aku bertukar kesadaran sebentar dengan Tsukuyomi.
"Dia salah satu anak dari dewa Zeus. Ibunya adalah Methis seorang Titan. Zeus menelan ibu Athena saat masih mengandung dikarenakan takut kalau anak yang dikandung Methis akan menggulingkan tahtanya. Lalu Hephaestus memukul helm perang Zeus hingga terbelah menjadi dua. Dari helm itu keluar lah Athena. Dewi perang dan kebijaksanaan. Bersenjatakan Aegis yaitu perisai berkepala wanita ular yaitu Medusa."
Jelas Kenji.
"Kalau Olympia itu yang Kenji maksud maka sepertinya aku yang turun tangan." Kata seseorang yang familiar dari alam bawah sadarku. Perseus.
"Kau tahu cara mengalahkannya?" Tanyaku kurang yakin.
"Setidaknya biarkan aku melepas amarahku, nona cawan. Aku memiliki sedikit dendam dengan para Dewa Dewi Olympus. Lagipula aku tahu karakteristik Dewi Athena." Kata Perseus. Dengan memikirkan peluang menang aku mengizinkan Perseus yang menggunakan tubuhku kali ini.
Pedang Tsukuyomi berubah menjadi tombak bilah lengkung. Menggunakan pakaian ketat hitam dengan pola berwarna putih dan juga mantel putih yang hanya menutupi separuh tubuh. Mataku berubah menjadi berwarna kuning cerah.
"Yo, saudari sialan. Lama tak jumpa." Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah begitu dahsyat dari samping kami. keluar lagi satu Olympia yang merepotkan. Berkepala banteng, mulut bertaring, badan besar berotot membawa pedang di tangan kiri, dan kapak ditangan kanannya, tingginya sekitar 3 meter. Ekornya berupa ekor reptil yang bersenjatakan tulang-tulang berduri. Dibagian pelindung dadanya bertuliskan A.R.E.S.
__ADS_1