
"Emiya, kau urus kroco-kroconya. Aku akan menangani sisanya." Kata Kenji. Aku mengangguk. Dengan cepat kusiapkan 1 pistol dan trisulaku lalu keluar dari jubah bulu Kenji. Ada sekitar 7 mayat yang diubah menjadi vampir. Meskipun mereka tampak agresif tapi gerakan mereka mudah untuk di tebak.
Hanya untuk memastikan, kutembak dulu bagian jantung dan paru-paru kepada salah satu vampir. Ternyata langsung tumbang dan mati. Baiklah kali ini lebih mudah. Tiba-tiba ada suara desingan pisau lontar dari belakangku. Aku pun segera menghindarinya. Ternyata mereka masih bisa menggunakan senjata-senjata sama seperti kanibal.
Vampir yang melempariku pisau langsung mengayunkan 2 pisau yang ada ditangannya seperti orang yang mabuk. Meskipun terkesan mabuk tapi gerakannya masih semahir ketika dia masih menjadi manusia. Kutangkis beberapa serangan menggunakan trisulaku.Aku melihat celah, kutebas 2 pisaunya hingga terjatuh. Kutodongkan pistolku lalu menembak kepalanya. 2 vampir mati.
Tersisa 5 vampir lagi. Karena mungkin lengah, vampir yang membawa senjata kusarigama (senjata khas Jepang) mengikat tangan kananku yang membawa trisula dengan rantai. Ikatannya cukup kuat sampai membuat tanganku tergores dan berdarah. Kucoba untuk menembak rantainya tapi karena kesakitan tembakan ku meleset dan hanya mengenai permukaan tanah. Si vampir pembawa kusarigama menarikku untuk mendekat. 2 vampir yang lain mencoba menyerangku dengan pedang dan tombak.
Aku pun mencoba untuk konsentrasi dan tenang. Kutahan napasku lalu menembak 2 jantung dari 2 vampir tersebut. pedang vampir tersebut terlempar dan berputar-putar di udara. Ku gigit pistolku lalu melompat untuk menangkap pedang tersebut. Kutarik rantainya ketika aku berada di udara lalu memotong nya. Kulemparkan pedang tersebut ke arah vampir yang membawa kusarigama tapi dia menangkisnya dengan mudah. Ku todongkan pistolku lagi lalu kutarik pelatuknya. Tak kusangka pelurunya habis secepat ini.
Si vampir pembawa kusarigama melompat ke arahku untuk menggigitku. Dengan reflek yang cepat, kulempar trisulaku ke arah kepalanya hingga kepalanya tidak berbentuk. Aku pun mendarat ke tanah dengan sempoyongan. darah yang keluar dari tangan kananku terlalu banyak. Pandanganku mulai kabur. 2 vampir yang tersisa berlari untuk menyerangku. Setidaknya aku harus melawan tapi darah sudah terlalu banyak terbuang.
"Kau bisa menyerahkannya padaku, Emiya." Kata gadis berambut hitam. dia tersenyum padaku. Kejadian ini sama ketika aku terkepung oleh para kanibal. Aku bermimpi bertemu dengan gadis berambut hitam panjang seumuranku di ruangan putih. "Siapa kamu?" Tanyaku. Akhirnya aku bisa bertanya dengannya.
"Apakah kamu lupa? Kamu menyelamatkanku di sungai saat itu. Kau terus memberiku harapan untuk hidup. Tapi karena takdir, aku tetap mati. Tapi ketika aku tersadar kita bertemu lagi di sini." Katanya. Senyumnya selalu membuatku kagum. Ya, aku baru mengingatnya. Dia adalah wanita yang kutemui dalam keadaan sekarat di sungai, menjadi kilauan emas dan masuk ke dalam tubuhku.
"Tunggu? di tempat ini? Kita berada dimana?" Aku malah semakin bingung.
Wanita itu itu menahan tawanya dengan wajah imut. "Tepatnya, di sini." Katanya sambil menyentuh dadaku.
"Aku akan jujur sekarang. Aku adalah Slave kelas Coordinator. Dewi Tsukuyomi. Maukah kau menjalin kontrak denganku, cawan suci?" Tanyanya dengan senyumnya yang lembut.
Aku mencoba berpikir rasional dan hati-hati.
__ADS_1
"Apa keuntungannya menjalin kontrak denganmu?" Tanyaku sedikit curiga.
"Apakah kau tidak ingin menyelamatkannya?" Tiba-tiba Kenji berada di samping Tsukuyomi.
"Kenji." Kataku.
"Dia sudah mati-matian memperjuangkanmu. Sekarang bagaimana? Bukankah tujuanmu adalah bersama dengannya? Apa yang terjadi jika tujuanmu hancur? Alasan untuk hidup itu sudah tidak ada lagi?" Tanyanya.
"Aku tidak tahu apa rencanamu. Tapi jika berkaitan dengan Kenji akan kulakukan apapun. Kuterima Kontrakmu dengan satu syarat." Kataku tegas.
"Apa itu?" Tanyanya.
"Jangan berani-beraninya kau menyentuh Kenji. Aku tahu kau yang mengambil alih tubuhku saat melawan kanibal tempo hari lalu. Jika mengambil alih tubuhku dengan niat melakukan sesuatu dengan Kenji. Aku tidak akan segan membunuhmu." Kataku reflek.
Dari ruangan putih tersebut menjadi danau jernih dan ribuan kelopak bunga sakura yang mengambang di permukaannya dengan langit terdapat bulan purnama yang sangat indah.
Ketika aku kembali ke alam sadarku. semuanya menjadi berhenti. Sepertinya waktu yang berhenti. Kuhentakkan kakiku. Gelombang ledakan terjadi dengan dahsyatnya. Kedua Vampir tersebut langsung terpental dan terbakar habis akibat gelombang tadi.
"Hoo...Jadi itu kekuatan dari cawan suci?" Kata Vlad. Dia melihat ke arahku.
"Kau tak seharusnya memalingkan wajah mu dariku!" Kata Kenji. Dia menembakkan revolvernya.
Sang Vlad mengeluarkan galah galahnya dari bawah tanah untuk menjadi tameng. Kuserang Vlad III menggunakan Trisulaku yang berubah menjadi tombak raksasa berwarna putih dengan bilah tombaknya berbentuk kerucut sepanjang 140 cm dengan hiasan ukiran berwarna hitam dan kuning. Gelombang kejut pun terjadi. Tanah pijakan kami hancur. Kami pun bertarung dengan kecepatan abnormal. Mungkin manusia biasa tidak akan bisa melihat kecepatan kami.
__ADS_1
Tapi karena pertama kalinya aku menggunakan mode Tsukuyomi aku kurang bisa mengendalikan kecepatan ku. Tiba-tiba Vlad berhenti bergerak dan menangkis sesuatu.
"Jangan mengganggu! Wahai pemilik sah cawan!" Bentak Vlad III. Aku pun segera bersalto ke belakang dan mendekati Kenji.
"Asal kau tahu saja. Aku bukan musuh yang bermartabat yang tidak akan mengganggu pertarungan seseorang." Kata Kenji.
Vlad terdiam sebentar. Sepertinya dia sedang fokus untuk mendengarkan sesuatu.
"Cih! Kali kubiarkan kalian menang. Di kesempatan selanjutnya aku pasti akan membunuh kalian." Kata Vlad kemudian menghilang menjadi kilauan emas.
"Dia mundur?" Tanyaku masih bersiaga.
Kenji pun menyarankan kembali revolvernya.
"Ayo. Kita masuk." Katanya mendekati gerbang.
"Kau bisa mengubah wujudmu kembali, Emiya." Kata Kenji.
Apa? Wujud? Aku melihat diriku sendiri dari cermin kilauan tombakku. Aku menggunakan pelindung wajah berbentuk bulan sabit berwarna perak, menggunakan gaun dengan rok panjang yang terbuka di bagian Kanannya berwarna hitam dengan motif berwarna putih, mengenakan pelindung tangan berupa plat baja dan sarung tangan setinggi siku dan menggunakan pelindung siku yang terbuat dari baja, memakai plat baja di bagian perut, dan memakai stoking hitam dengan sepatu hitam dengan hak berlapiskan baja di ujungnya.
Didalam hatiku, apakah benar ini aku?
Tapi Kenji tidak memperhatikanku sama sekali dan hanya peduli dengan sesuatu yang berada di balik semak-semak. tiba-tiba wujud Tsukuyomi menghilang begitu saja. Mungkin karena pertama kali pemakaian jadi hanya bertahan sekitar 10 menit. Aku bersyukur Vlad tidak melanjutkan serangannya. Aku mendekati Kenji. Apa yang dilihat Kenji hingga dia berlama-lama di dekat semak-semak.
__ADS_1
Baiklah ada banyak kejadian tidak terduga pada hari ini. Kami menemukan anak perempuan berambut putih panjang dengan sedikit bercabang, bermata oranye, dan sangat imut dan cantik.