Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Kenji 3 Bulan Yang Lalu (Bagian III)


__ADS_3

Kenji mulai menyusuri benteng dari desa tersebut dengan mengendap-endap. Kenji bermaksud membersihkan parameter dari para kanibal sehingga tidak ada yang bisa mencurigai nya dari atas tembok benteng.


Kenji mengendap-endap dan akhirnya sampai di pos terdekat yang ada di atas benteng. Di dalamnya terdapat cross bow yang lumayan besar menghadap ke arah luar benteng.


"Makhluk-makhluk seperti mereka bahkan tahu cara menggunakan senjata seperti ini?" Tanya Kenji dengan heran.


"Seperti yang diharapkan dari iblis kategori 3. Jelas mereka memiliki peringkat di atas zombie yang kategorinya adalah kategori 2. Kanibal masih bisa bergerak dan berpikir seperti manusia walaupun cara kerja otaknya juga lebih lambat." Jelas Hazard.


"Mirip seperti orang yang mabuk?" Tanya Kenji menggeledah pos tersebut yang siapa tahu akan menemukan informasi dan resources yang berguna untuk ke depannya nanti.


"Mirip seperti orang yang mabuk." Hazard mengiyakan.


Kanibal yang berpatroli itu berjalan mendekat ke salah ke pos tempat Kenji. Ketika membuka pintu kanibal itu tidak menemukan apapun atau siapapun di dalamnya. Ketika kanibal itu ingin berbalik, dengan sigap dan cepat Kenji menusuk batang leher kanibal itu dari belakang. Darah dari kanibal itu menyembur deras di antara sela-sela luka tusukan Kenji tadi.


Kenji dengan segera menutup pintu pos tersebut sehingga muncratan darah dari kanibal itu tidak terlihat dari luar oleh kanibal yang lain. Kanibal itu pun akhirnya mati.


"Syukurlah masih sempat." Kata Kenji bernapas lega menyarungkan kembali katana-nya.


"Lebih baik mulai lah bergerak. Rasa aman ini hanya sementara." Ujar Hazard memberi syarat. Kenji merogoh-rogoh terlebih dahulu tubuh kanibal itu untuk memastikan tidak ada yang dia tinggal.


Kenji keluar dari post itu dengan berhati-hati. Tiba-tiba di depannya sudah ada kanibal yang berpatroli. Jika menggunakan revolvernya maka suara tembakannya akan terdengar. Dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, Kenji menarik salah satu pisau lontarnya dari holster di dadanya dan melemparkannya tepat mengenai leher kanibal itu.


Dengan gerakan yang lihai, Kenji menjegal kanibal hingga terjatuh. Kanibal itu jatuh dengan posisi tengkurap sehingga pisau yang menancap di lehernya menembus lehernya.

__ADS_1


Kanibal itu mati seketika sebelum dia mengeluarkan suara dan menjerit. Kenji dengan cepat merogoh-rogoh kembali kanibal yang barusan ia bunuh. Dan di saku kanannya terdapat semacam kunci. Kenji pun membawanya karena siapa tahu itu akan berguna.


"Gerakan yang bagus." Puji Hazard.


"Keadaan yang bisa membuatku bisa melakukan gerakan seperti itu." Kenji mencoba menyangkal pujian dari Hazard.


"Dimana tangga untuk turun ke pedesaan?" Gumam Kenji yang matanya sangat awas melirik ke kanan dan ke kiri memeriksa keadaan sekitar.


"Lihat di seberang." Kata Hazard. Kenji pun melihat ke arah yang Hazard maksud. Ternyata para kanibal menggunakan semacam katrol untuk mengangkut baik itu membawanya ke atas benteng maupun bawah benteng.


"Ini bahkan terlalu pintar untuk makhluk pemakan manusia seperti mereka." Komentar Kenji setelah melihat cara para kanibal itu menggunakan katrol.


"Mungkin ingatan dari tubuh manusia mereka masih membekas di dalam otak mereka. Bisa jadi seperti itu." Kata Hazard.


Kenji kemudian menoleh ke kiri dan kanan bagian atas benteng. Kenji juga melihat ke bagian bawah yang hanya terlihat sapi yang sepertinya sapi normal di dekat sebuah bangunan seperti kandang.


Kenji kemudian mengibaskan talinya beberapa kali sehingga grapple hooknya bisa terlepas dari bibir benteng. Kenji kemudian memasukkannya kembali ke dalam tas susunnya.


mendarat tepat beberapa meter dari sapi yang ia lihat tadi dari atas benteng. Kenji justru malah heran dengan kondisi sapi itu yang terlihat sehat dan segar sementara hewan yang pertama kali Kenji lihat yaitu singa saja bisa selevel dengan iblis kategori yang cukup tinggi. Sapi itu pun menyadari keberadaan Kenji.


Sapi itu pun menoleh ke arah Kenji dan kecurigaan Kenji pun terbukti sudah. Di sisi kanan wajah dan kepala sapi itu normal tapi di sisi kiri nya sudah terlihat busuk dan cacat seperti tidak ada kulit yang menutupinya.


"Demi Tuhan... " Gumam Kenji. Sapi itu segera mengaum dengan sangat keras. Kenji yang reflek, menarik revolver yang ada di holster nya dan ditembakkan ke arah kepala sapi itu. Sapi itu pun ambruk dan mati.

__ADS_1


Kenji juga mendengar kalau para kanibal sudah mulai bersorak-sorak dengan bahasa aneh mereka dan mulai mengepung Kenji. Beberapa dari mereka membawa garpu rumput, pisau dapur, sekop, kapak kayu, dan golok.


Kenji dikepung dari kedua sisi.


"Baiklah, siapa yang ingin bermain duluan?!" Seru Kenji dengan semangat dan senyum psikopatnya dan mengarahkan revolvernya ke dua sisi secara bergantian.


Seorang kanibal wanita yang sudah dekat dengan Kenji mencoba menikamnya. Kenji mengetahui nya dan segera menembakkan revolver miliknya ke lutut kanibal wanita itu sehingga membuat kakinya cacat dan pisau yang di bawa oleh kanibal wanita itu pun terlempar. Kenji menyarankan revolvernya dan menangkap pisau dapur itu kemudian menancapkannya ke kepala kanibal wanita itu.


Seorang kanibal kakek-kakek mencoba menusuknya menggunakan garpu rumput dari belakang. Kenji yang menyadarinya segera menangkap gagang garpu rumput itu lalu mematahkan gagangnya dengan mudah seperti biting dan menancapkan mata garpunya ke kepala kakek kanibal itu.


Kenji melihat belakangnya adalah pintu kandang menarik katana-nya dari sarungnya lalu menebas secara vertikal ke bagian sela-sela pintu berdaun ganda itu sehingga kayu pengganjal yang di dalamnya kemudian menendang pintu kandang itu sehingga Kenji bisa masuk ke dalam kandang dan berhasil menjauhi gerombolan para kanibal itu.


"Apa yang kau lakukan?!! Kau justru membuat dirimu terkurung di dalam kandang!" Seru Hazard memprotes.


"Lebih baik mendapat ruang berbau kotoran seperti kandang daripada harus diapit gerombolan kanibal yang lapar!" Balas Kenji. Kenji dengan cepat menilai situasi dan keadaannya. Kenji pun mendapat ide setelah melihat dalam kandang tersebut.


Kenji kemudian menebas pintu depan hingga hancur sehingga Kenji bisa keluar. Kenji pun bersalto dan keluar dari kandang.


Para kanibal pun mulai memasuki kandang. Kenji kemudian melemparkan flash bang ke dalam kandang. Flash bang itu meledak dan membutakan para kanibal yang ada di dalam kandang sehingga membuat mereka berhenti di tempat.


"Hadiah dariku!" Kenji kemudian menembak drum-drum berwarna merah di dekat pintu depan menggunakan revolvernya. Seketika kandang itu meledak dan ledakan itu membunuh semua kanibal yang ada di dalam kandang itu dengan sekejap.


"Itu seharusnya membunuh mereka." Kata Kenji.

__ADS_1


"Iya, tapi itu belum semuanya. Tamu mu bertambah lagi Kenji." Ujar Hazard. Kenji tanpa dia sadari saat ini berada di pusat permukiman kanibal, melihat ke sekitarnya kalau para kanibal mengepungnya dari segala arah.


"Hebat, tak kusangka akan se meriah ini." Kata Kenji dengan senang.


__ADS_2