
Hamato melihatku dengan teliti seolah ada yang salah diwajahku.
"Kau bukan anjing betina yang kukenal. Siapa kau?" Tanya Hamato dengan angkuh.
Apakah dia tidak tahu kalau yang memakai tubuhku ini adalah seorang Dewi. Tsukuyomi menatapnya dengan tajam.
"Kau bahkan memiliki tatap mata yang lebih busuk dari anjing betina yang kukenal. Atau bahkan dengan anjing gila yang ada di belakangmu itu." Hamato secara tidak langsung melihat ke arah Kenji yang masih berlutut karena kuwalahan melawan POSEIDON dan ARES tadi.
Tanpa diduga Tsukuyomi langsung menyerang Hamato dengan pedangnya. Tapi tentu saja itu bukan ancaman bagi Hamato. Hamato menangkisnya menggunakan satu tangan roh raksasa dari bawah tanah kemudian menangkap pedang Tsukuyomi.
"Kau gila ya, menyerangnya?! Dia bahkan masih sempat meladenimu sambil menahan ARES dan POSEIDON." kataku mencoba untuk memperingati Tsukuyomi dari alam bawah sadarku.
"Apa yang dikatakan oleh Ousama itu benar. Kau menggunakan roh legenda untuk memanfaatkan kekuatannya. Bahkan roh legenda dari seorang Dewi." Mendengar perkataan itu. Tsukuyomi menarik pedangnya dari genggaman tangan roh yang ada didepannya kemudian mencoba menebas leher Hamato. Hamato mengeluarkan salah satu prajurit rohnya yang menggunakan caping dan membawa katana untuk menghalangi Tsukuyomi.
"Kau menghalangi!" Tsukuyomi bahkan menebas roh itu dengan tebasan bertubi-tubi hingga roh itu terpotong-potong dan menghilang.
"Kau cukup lihai juga menggunakan mainan itu." Puji Hamato yang masih bersedekap di depan Tsukuyomi dengan santai.
"Bagaimana bisa kau ada disini?! Jawab aku!" Tanya Tsukuyomi menodongkan pedangnya ke wajah Hamato.
"Karena kau sedang berbicara melalui anjing betina ini maka akan kumaafkan kelancanganmu ini." Kata Hamato.
"Jawab pertanyaanku!!!" Bentak Tsukuyomi. membuat satu ruangan ini bergema akan suaranya. Hening beberapa detik. Senyum angkuh Hamato juga menghilang seketika. Ada sesuatu yang tidak beres disini.
Sesuatu yang buruk.
__ADS_1
Hamato dengan sangat cepat membungkus tangannya dengan tangan roh raksasa dan menepis pedang Tsukuyomi hingga terlepas. Dengan cepat Hamato memeluk Tsukuyomi dan menggulungkan satu tangannya ke pinggang Tsukuyomi.
Gerakannya sangat cepat bahkan aku baru sadar ketika Hamato sudah memeluk Tsukuyomi.
"Kau pikir kau tahu segalanya?! Bahkan kami yang sudah menaati peraturan perang Mitologi ini masih saja diperlakukan tidak adil." Kata Hamato berbisik di telinga Tsukuyomi. Tidak hanya Tsukuyomi, aku pun merasakan hawa yang sangat tidak mengenakkan ketika Hamato merangkul kami.
Roh yang menahan POSEIDON dan ARES hancur karena tidak cukup kuat menahan mereka. ARES dan POSEIDON langsung mengincar Hamato yang posisinya membelakangi mereka. POSEIDON mencoba menyerang Hamato dengan menabrakkan dirinya kearah Hamato.
Tapi serangan itu justru membuat POSEIDON mengalami luka fatal. Dadanya malah tertusuk oleh tanduk kuda yang merupakan roh panggilan dari Hamato.
"Ternak sepertimu sepertinya cocok jika kujadikan daging guling." Kata Hamato. Tsukuyomi mencoba melepaskan diri tapi pelukan Hamato terlalu kuat.
Hamato kemudian memanggil 5 roh pejuang Spartan disekitar POSEIDON. Masing-masing roh tersebut menghunuskan tombak mereka ke tubuh POSEIDON. Tapi tubuh POSEIDON terbuat dari air sehingga serangan itu tidak berpengaruh. POSEIDON makin mengamuk. Tubuhnya membesar kepalanya bertambah menjadi 4 kepala, dipunggungnya keluar begitu banyak tentakel dengan duri-duri dipermukaannya sebagai senjata.
Tangan POSEIDON yang terpotong langsung beregenerasi. Kali ini kedua tangannya membawa 2 trisula. Dari pinggang kebawah tubuh POSEIDON seperti air terjun yang sangat besar.
Lantai mulai direndam oleh air. Kenji masih belum bisa bangkit akibat serangan tadi. Tentakel-Tentakel POSEIDON pun mulai mencambuk ke segala arah. Aku dan Hamato terlindungi oleh Barrier yang Hamato buat tapi tidak untuk Kenji.
Kenji pun terkena serangan cambukan itu dan terpental ke tembok cukup keras sehingga meninggalkan kawah.
"Kenji!!!" Teriakku dari alam bawah sadar. Aku mencoba meminta Tsukuyomi untuk bertukar tapi kami tidak bisa melakukannya. Tsukuyomi terlalu takut untuk bertukar denganku.
POSEIDON semakin mengamuk dan menjadi-jadi. Tentakel-tentakel yang ada dipunggungnya menyabet kesegala arah. Tapi tanpa aku sangka, serangan cambukan dari tentakel-tentakel itu pun berhenti. Tetesan air merah darah turun seperti hujan. Membuat air permukaan menjadi banjir air darah.
ARES yang mungkin secara langsung melihat sosok yang membuat hujan darah ini langsung menyerangnya. Tapi tanpa dia sadari kalau jantungnya sudah hilang dari tempatnya. Tidak sampai disitu, tubuh ARES yang sempoyongan langsung diserbu oleh makhluk itu layaknya piranha yang kelaparan. Makhluk itu menusuk ARES dengan puluhan tentakel kemudian membantingnya ke lantai dan mulai menyantapnya seperti makanan. ARES yang meronta pun tidak membuahkan hasil. Beberapa potongan tubuh ARES mengapung dan ikut terbawa arus air.
__ADS_1
Aku sempat melihat potongan jari dan tangannya. Makhluk apa yang memakan Project gila dari Fraksi 13 Pahlawan ini?!! Karena air POSEIDON membuat listrik menjadi padam maka sisi ruangan ini gelap. Hanya menyisakan lampu emergency merah yang berkedip tanpa suara.
POSEIDON pun melemparkan Trisulanya ke arah makhluk itu. Hening sekitar 10 detik. Makhluk itu kemudian melempar kembali trisula itu ke arah POSEIDON. Tapi trisula itu sudah dililiti sesuatu.
Tak terduga, ledakan kejutan listrik dengan skala besar terjadi. Membuat air menjadi terpanggang oleh aliran litrik tersebut. Cahaya dari ledakan listrik itu memperlihatkan sosok makhluk yang membantai ARES tadi.
"Tidak..." Kataku lirih dari alam bawah sadar. Tsukuyomi bahkan memapahku karena aku tiba-tiba lemas di alam bawah sadarku sendiri.
POSEIDON mati terpanggang karena hampir 90 % tubuhnya adalah air. Kejutan listrik sebesar itu jelas membakarnya. Tubuhnya ambruk dan jatuh menjadi air biasa. Karena aku dan Hamato berada di bawah Barrier yang Hamato buat maka kami tidak terkena efeknya bahkan satu cipratan airnya sekalipun.
Makhluk yang baru saja membantai ARES dan POSEIDON itu berjalan perlahan ke arah mayat ATHENA. Makhluk itu meliliti dan memotong mayat ATHENA seperti daging cincang. Makhluk itu kemudian memakannya. Bahkan tulang belulangnya juga dimakannya sampai tak tersisa sedikit pun.
Mendengar suara dia mengunyah dan menelan daging para Olympia membuatku merinding. Tidak mungkin. Ini perasaan yang sama. Ketika Kenji membantai HERMES di Banker 69.
"Kukira kau hanya makhluk mengerikan yang haus akan darah dan pertarungan. Ternyata kau juga memiliki sesuatu yang menarik, anjing liar." Kata Hamato.
"Begitu ya. Aku juga tidak menyangka bakal sebebas ini ketika partner baruku ini sedang putus asa. Aku bahkan bertemu lagi dengan kawan lama. Bukankah kau seharusnya menghilang ketika Fiona mati, Hamato?" Tanya makhluk itu yang berjalan mendekat ke arah kami.
"Oh, kau mengingatku." Hamato begitu tersanjung mendengar kata "kawan lama" dari makhluk itu.
"Kau seharusnya mati saat itu! Hamato, bukan Anunnaki.." Mendengar kalimat itu Tsukuyomi langsung terkejut.
"Anunnaki...." Kata Tsukuyomi dengan nada ketakutan.
"Siapa Anunnaki?" Tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Dewa kuno Babylonia. pencipta peradaban manusia pertama di Mesopotamia. Salah satu Bangsa Invest yang disembah sebagai tuhan atau dewa di Babylonia. Dalam mitologi Ibrani dia adalah manusia yang mengajarkan sihir pertama kali di peradaban pertama Babylonia. Seorang Primordial. Eksistensinya bahkan diatas dewa itu sendiri." Jelas Tsukuyomi.