
Kenji dan Tsukuyomi mendekati gerbang batu yang ada di kaki bukit dataran tinggi yang ada di depan mereka. Ternyata gerbang batu itu jauh lebih lebar dan lebih tinggi dari yang mereka duga.
"Besar juga." Gumam Kenji melihat secara detail gerbang batu raksasa itu.
"Entah ini dibuat oleh manusia atau bangsa iblis. Tapi mengesampingkan itu mereka tetap membuatku kagum." Kata Tsukuyomi dengan berkacak pinggang.
Kenji memperhatikan baik-baik simbol-simbol yang ada di permukaan gerbang batu itu. Kenji mencoba mendorongnya tapi tidak mau terbuka.
Kenji kemudian melihat di setiap sisi gerbang.
"Ini mah mirip seperti di film-film." Ujar Kenji.
Kenji kemudian mengeluarkan granat dan mengaktifkannya dengan menarik pin nya. Kenji kemudian melemparkannya ke gerbang. Tsukuyomi yang masih sibuk melihat ke samping gerbang terkejut dengan suara ledakan granat yang dilempar Kenji barusan.
"Bisakah kau memberi peringatan jika kau ingin melempar granat?!!" Bentak Tsukuyomi. Karena Tsukuyomi menggunakan tubuh Mai sebagai wadahnya, mengingatkannya pada kelakuan Mai jika sedang dijahili Miyuki.
Tiba-tiba tanah bergetar seperti gempa. Kenji yang sudah tahu apa yang akan terjadi mengeluarkan revolvernya.
"Gempa?!" Tsukuyomi tampak sedikit panik. Dari dalam hutan di sebelah kanan gerbang banyak burung-burung yang beterbangan menjauh.
"Bukan. Sesuatu yang lebih klasik dari itu." Kata Kenji yang tiba-tiba satu tangan monster raksasa mencoba menggencetnya. Kenji dengan reflek supernya menggigit revolvernya dan menggunakan tangan kanan satu-satunya untuk menarik kerah pakaian Tsukuyomi dan melompat menjauh demi menjaga jarak.
Dari dua sisi gerbang bebatuan mulai runtuh. Ternyata di balik bebatuan di 2 sisi gerbang itu terdapat 2 monster raksasa yang keluar dari reruntuhan itu.
Monster itu memiliki tinggi jika berdiri sekitar 7 meter ke atas bertanduk seperti kerbau, bermata satu, memakai pelindung berupa besi yang melindungi lengan bawah dan tulang kering, memiliki ekor seperti kadal dan berduri. Sepertinya termasuk kategori iblis tipe 6.
__ADS_1
"Monster?! Dari balik reruntuhan?!" Tsukuyomi terkejut.
"Perdikit kagum, perbanyak aksi!" Seru Kenji menembak monster yang ada di sisi kanan tapi tembakan Kenji seolah terpental karena terdapat semacam barrier di sekitar monster itu. Barrier itu muncul tepat setelah monster itu menyilangkan kedua tangannya ke dada.
Monster itu kemudian mengaum keras dan menyerang Kenji dan Tsukuyomi dengan kibasan ekornya yang mencoba menyapu mereka berdua. Kenji dan Tsukuyomi pun menghindarinya. Monster yang dari sisi kiri pun membantu menyerang dengan menembakkan semacam konsentrasi manna dari mata nya kemudian menembakkannya seperti laser ke arah Kenji dan Tsukuyomi.
Tsukuyomi pun berpindah posisi ke depan Kenji dan menangkis serangan laser manna itu dan memantulkannya ke danau menggunakan pedang sucinya. Kenji mencoba menembakkan monster di sisi kiri tapi monster di sisi kanan bergerak dan menghalau setiap peluru Kenji menggunakan tangannya. Tembakan Kenji mengenai pelindung tangannya.
Monster yang di sisi kanan itu mulai maju dengan menarik pohon-pohon yang ada di sisi kanan gerbang lalu ia gunakan sebagai pemukul. Tepat sebelum tebasan dari monster itu Tsukuyomi memotong ujung gagangnya sehingga pukulan dari monster itu tidak berhasil mengenai mereka.
Monster itu kemudian menoleh. Mengetahui dia sudah terlalu jauh dari gerbang, monster itu melompat mundur. Monster yang di sisi kiri pun menembakkan laser manna lagi ke arah Kenji dan Tsukuyomi lagi.
Tsukuyomi dan Kenji semakin terpukul hingga akhirnya mereka mundur untuk menghindari laser manna itu dan hanya mengenai tanah kosong.
"Kombinasi mereka kompak. Tapi di jarak tertentu mereka tidak akan menyerang kita. Seperti di jarak ini." Ucap Tsukuyomi dengan menggaris tanah depan Kenji dengan maksud memberi tanda.
"Monster sisi kanan ahli dalam pertarungan jarak dekat-menengah dan memiliki semacam sihir pertahanan. Untuk monster sisi kiri memiliki kemampuan dalam memanipulasi manna dan menembakkannya melalui matanya dari jauh dalam bentuk laser." Tsukuyomi menganalisa.
Kenji kemudian meletakkan tas ransel susunnya dan menarik katana dari sarungnya.
"Kesempatan kita cuma sekali. Ikuti aku!" Seru Kenji yang dengan cepat berlari meninggalkan Tsukuyomi di belakang.
"Apa?!" Sergah Tsukuyomi sambil ikut berlari mengikuti Kenji.
"Apa rencananya woi?!" Tanya Tsukuyomi kebingungan.
__ADS_1
Kenji berniat untuk melawan monster yang ada sisi di sisi kiri terlebih dahulu. Monster yang ada di sisi kiri mencoba menembaki Kenji dan Tsukuyomi dengan mata lasernya tapi semuanya meleset karena ternyata Kenji berlari sangat cepat, bahkan bisa melebihi Tsukuyomi. Apakah karena efek melepas ranselnya ya dia menjadi sangat cepat?, Pikir Tsukuyomi dengan terkesima.
Monster yang ada di sisi kanan mulai mendekati mereka berdua.
"Jangan terpancing! tetap fokuslah kepada yang kiri!" Seru Kenji. Tsukuyomi percaya dan menuruti kata-kata Kenji. Si monster sisi kanan mencoba menyabetkan ekornya ke arah mereka lagi tapi Kenji dan Tsukuyomi berhasil menghindarinya.
Mereka pun sampai di kaki monster yang ada di sisi kiri. Sang monster kebingungan dimana letak 2 mangsanya itu karena gerakan mereka berdua sangat gesit dan lincah.
"Panjat monster ini!" Kenji menyusuri ekor monster itu dan mulai memanjat melalui punggungnya.
Setelah sampai dipundak si monster di situlah rencana licik Kenji dimulai. Kenji menembakkan Revolvernya ke langit untuk mengundang perhatian monster yang ada di sisi kanan gerbang untuk menoleh ke arah Kenji.
Monster sisi kiri mulai menyadari dirinya sudah dipanjat dan mulai meronta-ronta untuk menjatuhkan Kenji dan Tsukuyomi dari tubuhnya. Mata lasernya diaktifkan sehingga menembak ke segala arah. Kenji dengan cepat mengambil tindakan dengan menusukkan katananya ke leher belakang si monster.
Monster itu semakin menjadi-jadi dalam meronta dan menembakkan laser dari matanya.
"Tancapkan pedangmu ke lehernya juga!" Seru Kenji.
Tsukuyomi sedikit kesulitan dalam melakukannya karena dia bergelantungan di duri-duri yang ada dipunggung monster itu dengan satu tangan. Tapi dengan gerakan yang praktis, Tsukuyomi menebas salah satu duri di punggung monster itu lalu memandangnya dan tepat mengenai leher monster itu sendiri tepat di samping katana Kenji.
Kenji pun mengendalikan monster itu dengan katananya yang menancap dileher monster itu sebagai tali kekangnya. Kenji menusukkan katananya lebih dalam sehingga sang monster menembakkan laser dari matanya ke segala arah.
Si monster yang ada di sisi kanan mencoba menenangkan temannya itu tapi karena kesakitan dan dikendalikan dari belakang, monster sisi kiri itu tanpa sengaja menembakkan laser matanya ke mata monster yang ada di sisi kanan dan membuat monster di sisi kanan itu ambruk dan mati.
Kenji pun berpijakan di atas katananya dan diatas duri yang Tsukuyomi tancapkan di leher monster itu lalu melompat dan salto dan mengaktifkan Double Acceleration untuk melompati kepala monster itu.
__ADS_1
Dengan seluruh dunia yang bergerak lambat, Kenji berhasil menembakkan satu peluru tepat di bola mata monster sisi kiri sebelum matanya menyemburkan laser.
Kenji pun berhasil mendarat dengan selamat dan menonaktifkan Double Acceleration. Monster sisi kiri itu pun ambruk tepat di belakang Kenji dan mati.