Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Penyerbuan Lantai Atas Laboratorium 01


__ADS_3

" Tuan Kenji memiliki healing factor, Emiya. Karena itu aku tidak bergerak." Kata Tsukuyomi yang masih tenang. Aku kemudian memandanginya. Aku sebenarnya sempat penasaran selama ini mengenai hal itu.


"Maaf, aku tadi membentakmu tadi. Aku lepas kendali." Kataku sedikit menyesal. Tsukuyomi hanya diam membisu dan tidak merespon.


"Bolehkah aku bertanya, Tsukuyomi?" Tanyaku.


Tsukuyomi kemudian menoleh ke arahku.


"Apakah kau tidak kesal atau dendam kalau kau di bunuh oleh Kenji? Kau bahkan bisa menggunakan tubuhku untuk menjadi perantara agar bisa membunuhnya, tapi kau malah tidak melakukannya dan malah membantunya dengan memberikan kekuatanmu kepadaku." Tanyaku. Tsukuyomi tidak langsung menjawabku. Dia sempat melihat ke depannya kemudian berbalik lagi menghadap ke arahku.


"Sebenarnya yang membunuhku secara keseluruhan bukanlah Kenji." Jawab Tsukuyomi. Aku mulai bingung.


"Apa maksudmu "secara keseluruhan"? Tanyaku kebingungan dan heran.


"Sebelum aku bertemu dengan Kenji aku sudah terluka parah di daerah desa kanibal. Aku memang berencana bertemu dengan Kenji saat itu. Tapi ada satu slave yang tiba-tiba menyerangku dari belakangku ketika aku lengah saat itu. Tidak beruntungnya aku tidak sempat melihat wujud slave tersebut dan karena aku seorang Dewi aku perlu perantara menggunakan tubuh manusia sehingga keabadian direnggut dariku dan sangat rapuh untuk diserang. Setelah slave itu menyerangku dia kemudian pergi begitu saja. Aku sekarat dan terjatuh ke tanah. slave yang menyerangku tahu kalau aku adalah wasit dalam perang mitologi ini dan tahu kalau aku seorang dewi sehingga dia menggunakan elemen cahaya sehingga bisa munusukku dari belakang. Serangannya tidak menyakiti tubuh pemiliknya tapi serangan itu membuatku tidak mengendalikan tubuh wanita itu lagi."


"Aku pikir aku gagal untuk menemui Kenji. Tapi sepertinya takdir masih berpihak kepadaku. Kami bertemu beberapa detik semenjak penyerangan itu. Kenji kemudian berusaha menolongku dengan tenang. Tapi bangsa Invest yang menempel ditubuhnya mengatakan kalau aku tidak bisa di selamatkan. Meskipun wajahnya dingin aku bisa melihat setitik penyesalannya karena tidak bisa menyelamatkanku di matanya. Aku kemudian membuat kesepakatan dengan Kenji sehingga dia menjadi penengah di perang mitologi ini dan beberapa syarat lain."

__ADS_1


"Dia menerimanya dengan satu syarat, aku harus membantunya untuk mencari jalannya untuk pulang ke dunianya. Aku pun menerimanya. Aku meminta Kenji untuk membunuh tubuh host wanita ini sehingga aku bisa berpindah tubuh. Kenji kemudian menembak dada kanan wanita inangku dua kali. Karena tidak ada tubuh lain, Kenji menggendongku dan menghanyutkanku ke sungai dengan harapan aku bisa merasuki tubuh pahlawan ketika mereka melakukan ekspansi ke luar benteng. Hingga akhirnya kau menarikku dari sungai, Emiya. Karena itu aku tidak dendam kepadanya atau bahkan membencinya. Dan sesuai janjiku kepadanya sekarang, aku membantunya melalui perantara tubuhmu." Jelasnya. Kaki langsung lemas.


"Kenapa dia tidak mau jujur masalah sepenting ini kepadaku?" Tanyaku dengan sedih.


"Itu karena dia tidak ingin kau terbebani akan janjiku kepadanya. Karena itu dia berbohong. Aku harap kau bisa lebih mengerti Kenji sekarang." Jelas Tsukuyomi.


...*******...


Beberapa prajurit yang sudah naik ke lantai kami segera mengepung dan mengamankan area. Tsukuyomi segera memanggil pedangnya dan bersembunyi menggunakan wujud roh. Satu prajurit mulai mendekati kami. Dengan cepat, Tsukuyomi menampakkan wujudnya dan menusuk tulang belakangnya hingga tembus ke depan. Kematian instan. Tapi Tsukuyomi segera memapah tubuhnya agar tidak terbanting. Dia meletakkan mayatnya dengan hati-hati dan berubah menjadi wujud roh kembali untuk bersembunyi.


Ada satu prajurit yang sadar akan rekannya yang tergeletak dan terbujur kaku, segera menyiapkan senjatanya dan mencoba memeriksanya. Dengan gerakan super kilat, Tsukuyomi mencekram mulut prajurit tersebut kemudian menusuk kan pedangnya hingga menembus jantungnya. Prajurit itu sempat meronta tapi tidak lama dan akhirnya mati. Tsukuyomi kemudian meletakkan mayatnya dengan hati-hati.


Dengan cepat Tsukuyomi menusuk black key ke dalam senapan milik prajurit tersebut hingga merusak komponen dalamnya hingga tidak bisa digunakan. Karena panik, prajurit itu langsung meneriakkan kata "musuh". Dengan reflek yang super, Tsukuyomi segera menarik black key yang tertancap di lubang M4A1 milik prajurit tersebut dan menusukkannya ke tenggorokan prajurit tersebut hingga tewas.


Mendengar peringatan rekannya, semua orang langsung menghidupkan night vision sehingga bisa melihat dalam gelap. Dengan cepat, Tsukuyomi mengeluarkan 6 black key dari belahan roknya dan mengeluarkan bilahnya. Para pasukan pun mulai menembaki kami. Tapi ketika aku melihat tembakan-tembakan tersebut aku bisa melihat pelurunya yang berjalan sangat lambat. Apakah ini efek dari tubuhku yang dirasuki slave?


Tsukuyomi segera berlari menghindari tembakan dan melemparkan black key ke beberapa prajurit. Semuanya tepat sasaran. ada yang mengenai batang leher, ada mengenai mata, ada juga yang mengenai jantung. Para prajurit semakin brutal menembaki kami. Tsukuyomi langsung menjadikan mayat prajurit terdekat sebagai tameng. "Jangan berhenti! terus tembak! tembak!" Bentak salah satu prajurit. suara tembakan begitu nyaring ditelinga sekarang.

__ADS_1


Sambil berlindung dibalik mayat, Tsukuyomi segera mengambil granat yang ada di pinggangnya dan menarik pin-nya. Tsukuyomi langsung mendorong mayat tersebut dan melompat untuk berlindung di balik meja. Ditengah tubuh kami di udara, Tsukuyomi melemparkan granat tersebut ke arah tempat yang jumlah prajurit di sana sangat banyak. Ledakan tersebut menewaskan 5 prajurit.


Para prajurit yang tersisa masih menembaki kami. Tsukuyomi kemudian berkonsentrasi dan memejamkan matanya. Tangannya membentuk sebuah simbol. "Kokina Tochi : Tsukuyomi no Miya". Setelah melafalkan kalimat itu, semua ruangan di lingkup sebuah tudung hitam gelap. menyisakan Tsukuyomi, dan prajurit yang tersisa.


"Apa ini?!" Kata Salah satu prajurit yang kebingungan.


"Apa yang kau lakukan?!! tembak wanita itu!!" Tapi ketika menarik pelatuknya senjata mereka tidak memuntahkan pelurunya. Mereka segera mengisi ulang senjata mereka dan mecoba menembak lagi. Dan hasilnya sama. Tidak berfungsi.


"Kenapa ini?! Senjata kita tidak bisa digunakan!"


"Gunakan pisau kalian!" Perintah salah satu dari prajurit.


Tiba-tiba permukaan mulai terendam air setinggi lutut. Para prajurit menjadi tidak bisa melangkah seolah kaki mereka tersangkut. Tiba-tiba gundukan tanah pijakan kami meninggi hingga sekitar 3 meter. Kabut-kabut mulai membentuk kuil yang melingkupi kami. Pohon-pohon sakura juga mulai keluar dari permukaan air. ribuan kelopak bunga menggenang dan menghiasi permukaan air.


"Tubuhku!....tidak....bisa digerakkan!" Keluh salah satu prajurit.


Bulan pun muncul di atas kami. Besar, sempurna dan sangat terang. Itulah bulan purnama. Obor-obor kuil mulai menyala dan menerangi kuil dengan api berwarna biru terang."Kau bersamaku di kegelapan malam yang abadi. Dimana hanya menemukan keindahan bintang-bintang dan bulan purnama tiada henti. Aku akan menemanimu sebagai pelindung dan janji. Malam bulan Purnama abadi." Rapal Tsukuyomi.

__ADS_1


Setelah merapal kalimat itu, Tubuh para prajurit tersebut langsung terbakar hangus terkena api yang sama yang ada di obor. Api itu tidak bisa padam meskipun ada prajurit yang menjatuhkan dirinya ke air. Mereka semua tersiksa dan terbakar hingga mati. Mayat-mayat mereka pun terendam air dengan api yang masih menyala di sekujur tubuh mereka.


Jadi ini salah satu kemampuan hebat Tsukuyomi, Kokina Tochi...


__ADS_2