
Kami benar-benar terpojok. Bahkan sampai tidak ada kesempatan untuk bergerak sedikitpun. Kami dihujani ribuan peluru tanpa henti oleh monster bertangan Minigun itu. Yang bisa kami lakukan hanyalah berlindung.
"Emiya, tunggu disini! Lindungi Jihan!" Kata Kenji mencoba mengalahkan suara desingan mesin Minigun. Aku menebak ini bukan sesuatu yang bagus. Kenji mencoba untuk nekat menjadi umpan dan aku tidak menyukainya.
"Kenji kurasa itu bukan ide yang bagus. Makhluk itu pasti akan kehabisan pelurunya dan dia tidak bisa bergerak bebas karena beban peluru di ranselnya dan berat Minigun yang dia bawa. Kita harus menunggu!" Jelasku mencoba mengalahkan suara desingan mesin dari Minigun yang menembaki kami.
"Justru itu yang membuatku curiga! Kenapa dia tidak nenembaki kita sambil mendekati kita! Kita juga tidak tahu apa yang terjadi jika dia sudah kehabisan peluru! Bangsa iblis terkadang memiliki lebih dari 1 kemampuan. Tidak ada juga bangsa iblis yang cukup pintar menggunakan senjata api kecuali iblis kategori Joker." Bantah Kenji. Sebelum sempat kami berdebat lagi, Kenji melempar flash bang ke udara. Makhluk itu terkena dampaknya. Kenji pun segara turun dari pesawat dan berlari ke arah countainer-countainer untuk bersembunyi.
Aku terpaksa mengikuti rencana gilanya. Ketika efek dari flash bang meredup, makhluk itu kembali menembakkan Minigun-nya ke arahku. Sepertinya dia tidak tahu kalau Kenji sudah berpindah tempat. Aku melihat Kenji dari jauh. Dia berlari mengitari makhluk itu sambil menggigit revolver-nya dan melemparkan 4 granat ke makhluk itu. Makhluk itu tidak menghiraukannya. Ledakan terjadi begitu dahsyat. Asap mulai mengepul. Aku tidak bisa melihat apapun apa yang terjadi dibawah sana.
__ADS_1
Tembakan dari makhluk itu juga berhenti. Tapi aku tetap di posisi yang sama. Aku tidak bisa memprediksi apakah dia sudah mati atau belum. Aku berharap dia mati dengan ledakan dari 4 granat itu saja tapi sepertinya tidak akan semudah itu. Makhluk itu masih sehat wal Afiat hanya saja jubah miliknya terbakar begitu juga di daerah sekitarnya. Api itu berasal dari ledakan granat Kenji tadi.
Makhluk itu masih menatap lurus ke depan. Dari jauh, aku melihat Kenji memberiku semacam sandi Morse. Tuan Franko juga sempat mengajariku tentang sandi Morse, Aku pun mencoba menerjemahkannya. Dia.....masih..punya.......se......kitar......600.....peluru. Katanya melalui sandi Morse. Dari mana dia tahu? Makhluk itu kemudian melihat ke arahku tanpaku sadari. Dia kemudian melihat ke arah Kenji berada. Bodohnya aku!!! Makhluk itu memprediksi arah penglihatanku kemudian menemukan Kenji. Tapi Kenji belum menyadarinya. Sebelum sempat aku memberitahunya makhluk itu sudah mengarahkan tangan Minigun-nya dan menembakinya.
Tapi dengan kecepatan dan reflek diatas nalar manusia milik Kenji dia berhasil menghindarinya. Semua countainer Kenji gunakan sebagai tameng tapi masih saja tembus. Kenji terpaksa berlari. Makhluk itu tidak memberinya kesempatan sedikitpun. Jika yang dikatakan Kenji benar mengenai jumlah pelurunya maka ini pertarungan batasan. Entah itu Kenji yang kelelahan lebih dulu atau makhluk itu yang lebih dulu kehabisan pelurunya. Makhluk itu berhenti menembaki Kenji dengan Minigun-nya. Mendengar suara puluru yang berhenti menembakinya Kenji memiliki waktu untuk mengambil napas.
Kenji pun melompati countainer yang melindunginya dari tembakan dan mulai mengarahkan revolvernya ke arah makhluk itu ketika berada di udara. Kenji melepaskan 3 tembakannya. tembakan pertama meleset sedangkan tembakan kedua dan ketiga mengenai pundak dan perut makhluk itu. Meskipun tembakan itu meninggalkan lubang di tubuhnya makhluk itu tampak tidak kesakitan sedikitpun. Kenji pun mendarat dan mengarahkan revolver-nya lagi dan kali ini akan mengarah ke kepalanya. Kenji pun menembaknya lagi sebanyak 3 kali lagi sehingga membuat slot pelurunya kosong.
"Itu...Itu..." Kataku terputus karena saking syoknya.
__ADS_1
"Granade Launcher." Kata Kenji sampai aku bisa mendengarnya.
Aku tidak menyangka kalau makhluk ini memiliki senjata lain. Makhluk itu menodongkannya ke arah Kenji. Tanpa ragu makhluk itu menembakkan Granade Launcher itu. Peluru itu meledak menabrak countainer yang ada di belakang Kenji dan menghasilkan ledakan yang lumayan besar. Tapi Kenji malah memperpendek jaraknya dengan makhluk itu. Tak lupa Kenji mengisi slot pelurunya. Makhluk itu menembakkan Granade Launcher lagi kepada Kenji yang lagi-lagi hanya mengenai permukaan tanah dan countainer-countainer.
Sudah sekitar 6 peluru Granade Launcher dia habiskan dan tidak mengenai Kenji satupun. Aku melihat kaki Kenji berubah menjadi kaki monster bersisik. Mungkin itu alasannya dia bisa bergerak dengan sangat cepat. Kenji pun dengan cepat berlari ke arah monster itu untuk membunuhnya. Ketika beberapa meter lagi untuk membunuhnya, makhluk itu mengeluarkan Minigun-nya lagi. Mesin pun mulai mendesing dan memuntahkan peluru lagi. Kenji yang kaget dan tersentak langsung mundur sesegera mungkin. Dengan jarak sedekat itu tidak mungkin manusia biasa menghindarinya. Tapi pengecualian untuk Kenji meskipun sepertinya dia terkena beberapa serempetan peluru karena jaraknya yang hampir mustahil untuk menghindar dari tembakan itu.
Kenji pun melompat dan bersembunyi lagi di balik countainer-countainer lagi untuk menyembunyikan kehadirannya agar tidak diketahui dari makhluk pembawa Minigun itu. Makhluk itu masih saja menembaki Kenji dengan minigun-nya sambil mengisi ulang Granade Launcher miliknya. Sejauh ini makhluk ini masih tetap unggul baik itu dari caranya bertarung maupun kondisi dan tempatnya. Sedangkan Kenji hanya memiliki satu keunggulan dari pertarungan ini. Yaitu dalam hal kecepatan dan melarikan diri.
Apakah makhluk ini tidak kehabisan peluru sih?! Aku bahkan aku masih sempatnya bersungut-sungut. Tidak mungkin di dalam tas itu isinya tidak terbatas. Kurasa bukan tidak terbatas tapi jumlah pelurunya yang enggak ngotak. Tapi seharusnya jumlah peluru di tas kotak berwarna putih itu sudah mulai berkurang. Sekarang dengan countainer-countainer ini Kenji lebih diunggulkan. Karena dari tadi Kenji berpindah-pindah tempat dengan mode kamuflasenya seperti bunglon. Tapi mode itu tidak tahan lama. Tapi setidaknya dengan itu makhluk itu tidak mengetahui dimana Kenji dari balik countainer-countainer itu.
__ADS_1
Makhluk itu menghentikan lagi penembakan nya menggunakan Minigun. Aku sebenarnya penasaran. Kenapa dia harus mengganti jenis senjata yang dia pakai? Justru seharusnya jika di pertahankan menggunakan Minigun, dapat membuat Kenji semakin terdesak. Tapi kenapa dia harus berhenti melakukan pergantian senjata?
Aku masih belum memahaminya.