Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Monster Penyelamat


__ADS_3

"Ke-Kenji? itukah kau?" Tanyaku setengah ketakutan dan setangahnya lagi bercampur aduk. Kenji menoleh dan memperlihatkan mata monsternya yang berwarna merah darah dengan bola mata berwarna hitam. Dia tidak menjawab pertanyaanku.


Monster raksasa itu menyerang Kenji dengan cakarnya. Gelombang dahsyat terjadi karena tangan monster itu menghancurkan lantai pijakan Kenji. Debu pun mengepul sangat tebal. Membuatku menggunakan lengan tanganku untuk melindungi wajahku dari kerikil-kerikil dan debu. Terdengar suara gemuruh seperti ada sesuatu yang besar terjatuh.


Debu pun mulai menghilang. Aku semakin terkejut melihat apa yang ada didepanku. Tangan monster raksasa itu tergeletak tepat di depanku. Tangan monster itu terpotong. Bagaimana bisa?! Aku bahkan tidak melihat satu gerakan pun. Tapi tangan monster itu benar-benar terpotong. Dan ketika aku melihat tangan kanan Kenji, terdapat bercak darah berwarna kuning busuk pada pedang yang ada di punggung lengan atasnya. Sang monster mengaum sekencang-kencangnya. Membuat gelombang kejut yang sampai-sampai kobaran api di dalam banker 69 padam seketika menyisakan terangnya lampu LED.


Monster itu mencoba meregenerasi lenganya yang terpotong. Belum sempurna bentuknya, Kenji melompat lalu memotongnya lagi dengan sangat cepat. Sang monster menggunakan salah satu kaki laba-labanya untuk menusuk Kenji. Ketika ujung kaki itu meluncur dengan cepat ke arah Kenji kaki laba-laba itu terhenti. Hanya dengan satu tangan. Kenji menangkapnya hanya dengan satu tangan. Tidak berhenti disitu serangan monster tersebut. Dia mengarahkan seluruh 7 kaki laba-labanya untuk membantu kakinya yang tertangkap oleh Kenji.


Dengan mudahnya Kenji memotong kaki laba-laba yang dia tangkap kemudian menjadikan kaki tersebut menjadi pedangnya. Dia menepis semua kaki laba-laba tersebut dengan mudah. Kenji pun melompat menjadikan salah satu kaki laba-laba yang dia tepis tadi sebagai pijakannya. Kenji berlari mendekati monster itu melalui kaki laba-laba yang ia susuri. Lidah belut tersebut telah tergerenasi kembali dan mulai menyerangku. Aku tidak sempat bereaksi sedikitpun. Kenji melempar kaki laba-laba yang dia lempar sebagai tombak hingga mengenainya tepat di batang leher belut lidah tersebut dan tertancap diatasku.

__ADS_1


Serangan bertubi-tubi dilancarkan monster itu. Kaki laba-labanya dia goyang-goyangkan agar Kenji terjatuh. Tapi Kenji masih seimbang diatas kaki laba-laba tersebut bahkan masih bisa melanjutkan larinya. Ketika sudah hampir mendekati tengkuk sang monster raksasa tersebut, Kenji melompat dan mengincar leher monster itu. Ketika cakarnya di pertajam dan diperpanjang 5 tentakel meliliti tubuh Kenji dan membantingnya dengan sangat keras ke tanah.


Itu sangat telak dan terelakkan. Tapi dari balik kepulan asap bekas Kenji terjatuh, Kenji masih bisa berdiri. Ketika asapnya menghilang aku hampir saja menjerit tapi kututup mulutku rapat-rapat. 6 tulang rusuknya keluar, tangan kanannya membentuk sudut-sudut ganjil, salah satu kakinya sudah tidak berwujud lagi seperti di cucian yang telah diperas hingga kering, rahang bawahnya bergeser ke kanan, darah membasahi seluruh tubuhnya dan mengalir deras seperti pipa air yang bocor.


Tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup jika kehancuran tubuhnya separah itu. Satu tentakel meluncur seperti bor ke arah Kenji yang tubuhnya sudah tidak berbentuk normal. Tapi tentakel itu berhenti dan bergetar. Dari tangan kiri Kenji yang tidak utuh tumbuh separuh badan singa yang menggigit tentakel itu hingga berhenti. Aku mengingat singa itu. Itu singa zombie yang dimakan oleh Kenji kemudian yang dia jadikan mantel zirah yang sering dia pakai. Kenji pun meregerenasi tubuhnya. Tulang-tulang rusuknya masuk kembali ke dalam tubuhnya, Tangan kanannya kembali pulih kebentuk semula walaupun terdengar suara tulang yang sedang dipatahkan, rahangnya bergeser kembali ke tempatnya, Kakinya juga kembali ke bentuk awalnya.


Aku sangat heran bagaimana bisa dia memasukkan katana sebesar,setajam, dan sepanjang itu di dalam tubuhnya. kemudian katana itu menyusut ke bentuk semula. kecil tetapi tetap panjang dan tajam. Sang monster raksasa tidak juga menyerah memberikan serangan. Monster raksasa itu kali ini menyerang Kenji dengan 8 tentakel dan 7 kaki laba-labanya. Kenji dengan cepat dan mudahnya memotongnya seperti daging cincang menggunakan katana itu.


Semuanya terpotong tak tersisa dan menyisakan setengah tubuh monster yang sekarat di dekat tembok banker. Katana putih itu masuk kembali ke tubuh Kenji melalui tangannya. Kedua ekor naga Kenji terangkat dan teracuni ke arah monster tersebut. Kedua ekor Kenji membentuk ekor kalajengking. Yang satu berbentuk pedang dengan bilah yang dilumuri racun cairan asam, dan satunya seperti pantat lebah yang siap menembakkan cairan hijau asam. Dan itu adalah ekor kalajengking raksasa yang Kenji lawan ketika menuju ke banker 69, Ancient Scorpio.

__ADS_1


Ekor yang berbentuk bilah kemudian menyabet tangan sang monster raksasa tersebut. Tapi monster itu berhasil menangkapnya meskipun dengan susah payah dan terluka parah. Lukanya mengeluarkan nanah yang begitu menjijikkan dan menetes ke tanah. Karena perhatian sang monster tertuju dengan ekor berbentuk bilah pedang, Kenji menusukkan ekor yang berbentuk pantat lebah ke tengah dada sang monster raksasa tersebut. Sang monster meraung kesakitan hingga mulutnya berbusa hebat.


Sepertinya Kenji menyuntikkan cairan asam itu ke dalam tubuh monster tersebut. dari tubuhnya monster tersebut keluar banyak sekali cairan asam yang Kenji suntikkan. Gerakannya mulai melemas dan tangannya mulai melepaskan ekor bilah pedang tersebut. Tak lama kemudian, monster itu meledak seperti balon yang meletus karena terlalu besar. Daging-daging tesebut berceceran ke mana-mana disertai cairan yang menjijikkan. Tubuh monster tersebut menjadi tidak berbentuk.


Kenji kemudian mengembalikan wujud kedua ekornya ke bentuk semula. Aku pun akhirnya bisa benar-benar bergerak. Aku mencoba mendekati Kenji. Tapi ada yang aneh dengan tingkah Kenji. Dia seperti kehilangan kendali atas kesadarannya. Dari kejauhan aku melihat matanya yang melotot ke arahku. Kenji mengaum dengan sangat keras. Suaranya seperti monster yang mengaum. Ketika aku mencoba mendekatinya satu langkah.


Kenji dengan tanpa ragu menyerangku dengan membabi buta dengan tatapan yang mengerikan. Aku pun tersandung karena terpeleset seongkok daging yang licin. Aku hanya berpikir satu hal. Kematian.


Tapi takdir belum mengizinkanku untuk mati, setidaknya untuk saat ini. Ada 2 pasukan roh berwarna keemasan yang menangkis cakaran Kenji. "Siapa yang memperbolehkanmu untuk menyakitinya, anjing liar?!" Kata Hamato yang sudah berada didepanku dengan bersedekap.

__ADS_1


__ADS_2