Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Pemukiman Iblis (Bagian I)


__ADS_3

"Kejadiannya adalah kemarin. Pemilik tubuh wanita ini terus saja berdoa kepada dewa-dewi Shinto. Memohon agar kau baik-baik saja dan meminta kami agar bisa melindungimu dimanapun kau berada." Jelas Tsukuyomi. Tapi Kenji tidak percaya begitu saja.


"Yang menyebabkan wanita ini bisa berdoa adalah karena temannya." Kenji mengimbuhi. Tsukuyomi sedikit terkejut akan pernyataan Kenji barusan.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Tsukuyomi.


"Karena teman dari wanita ini adalah kakak angkatku. Mungkin wanita ini sengaja mengorbankan tubuhnya sebagai wadahmu untuk menebus kesalahannya dimana dia tidak bisa membela dan menolongku di masa lalu." Jawab Kenji. Benar-benar to the point.


"Sejauh ini aku paham. Jadi apa keperluanmu sampai jauh-jauh turun ke dunia manusia untuk menemuiku?" Tanya Kenji sambil berjalan-jalan ke dalam rumah para kanibal untuk menjarah. Tsukuyomi hanya mengekor di belakang Kenji.


"Karena di dunia ini akan terjadi perang mitologi dan aku diutus sebagai pengawas dari perang tersebut." Jawab Tsukuyomi.


Kenji kemudian menemukan beberapa peluru magnum yang cocok di dalam lemari kaca.


"Perang Mitologi?" Meskipun Kenji berfokus menjarah tapi dari nada Kenji bertanya Kenji tampak sedikit tertarik.


"Perang yang dilakukan sepasang Ousama dan Slave yang bekerja sama dalam battle royale melawan Ousama dan Slave yang lain hingga tersisa 1 pasangan. Tujuan perang ini adalah untuk membunuh OVERLORD yang bersembunyi di dunia ini untuk mengembalikan dunia dalam keseimbangan." Jelas Tsukuyomi.


"Lalu... " Kenji pun membuka pintu untuk keluar dari rumah kanibal tersebut dan berjalan menuju rumah yang lain untuk menjarah barang-barang yang bisa ia gunakan untuk bertahan hidup.


"... Apa kaitannya perang itu denganku?" Tanya Kenji menendang pintu rumah kanibal berikutnya hingga pintunya roboh.


Tiba-tiba dari balik lemari ada satu kanibal yang masih hidup dan mencoba menyerang Kenji tapi dari belakang Tsukuyomi menggerakkan pedangnya menggunakan kekuatan psikisnya dan menusuk kepala kanibal itu hingga mati.


"Tato di pelipis kanan dan kirimu lah jawabannya. Tipe segel kontrak yang unik. Kau melakukan ikatan kontrak dengan wadah cawan suci." Jawab Tsukuyomi.


"Cawan suci? Apa yang kau bicarakan?" Ujar Kenji tampak tidak peduli. Tiba-tiba Kenji mendapatkan semacam Alkitab aneh. Karena penasaran Kenji memasukkannya ke ranselnya untuk dia baca nanti.


"Kamu bertemu dengan seorang wanita berambut pirang kan? Wanita itu adalah wadah cawan sucinya dan kamu secara tidak langsung menjalin ikatan kontrak dengannya sehingga menciptakan tato di kedua pelipis mu itu." Ujar Tsukuyomi.

__ADS_1


"Wanita itu sudah tidak bersamaku lagi. Dia menjadi warga Tandum dan hidup tenang disana sekarang. Maaf nona Tsukuyomi." Kenji mendapat peluru lagi dari loker meja.


"Cawan suci memiliki kekuatan maha dahsyat yang bahkan bisa mengabulkan permintaan apapun yang menjalin kontrak dengannya, Kenji. Alasanku turun kemari adalah untuk menjaganya dan membawanya ke kayangan untuk diamankan." Tsukuyomi menjelaskan dengan nada tinggi untuk memberitahu kalau itu adalah masalah serius.


"Kau bilang permintaan apa saja bisa dikabulkan ya..." Kata Kenji yang akhirnya mau menatap dan menghadap Tsukuyomi.


Kenji memojokkan Tsukuyomi ke tembok kayu rumah.


"Bagaimana kalau begini. Kugunakan kekuatan dari cawan suci itu untuk pulang ke duniaku setelah itu aku akan mengembalikannya kepadamu untuk diamankan. Bagaimana?" Tanya Kenji membuat kesepakatan.


"Apa?! Kau berencana menggunakan cawan suci itu untuk pulang?! Kekuatannya tidak stabil bahkan tidak bisa diprediksi. Sekalipun itu oleh wadahnya maupun kami para dewa." Tsukuyomi cukup terkejut dengan tawaran Kenji.


"Kau tampak tidak puas sepertinya." kata Kenji membaca mimik wajah Tsukuyomi.


"Jelaslah! Aku tidak mau membahayakan alam semesta berskala besar hanya untuk membantumu untuk pulang." Sergah.


"Baiklah, kubuat kesepakatan yang lebih bagus. Aku akan menggunakan cawan suci sebagai opsi terakhir untuk pulang. Sebagai gantinya bekerja samalah denganku untuk mencari cara jalan pulang kembali ke dunia asalku. Aku juga akan mengembalikan cawan sucinya kepadamu tepat setelah aku pulang nanti. Lebih menarik bukan?"


"Jika aku tetap menolak? Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Tsukuyomi.


"Mudah saja. kubunuh kau saat ini juga." Kenji menodongkan revolver nya ke dagu Tsukuyomi.


"Lalu akan kuambil cawan suci itu dan mencari cara untuk mengaktifkan nya dan kugunakan untuk pulang. Aku tidak peduli jika itu berefek sampai vacuum decay sekalipun." Lanjut Kenji. Tsukuyomi berkeringat dingin. Entah kenapa aura Kenji sangat mengerikan ketika dia mencoba mengancam Tsukuyomi.


"Lalu kenapa kau tidak melakukan itu dari awal?" Tanya Tsukuyomi sekali lagi untuk memastikan.


"Yang jelas alasanku tidak ada kaitannya denganmu." Jawab Kenji.


Tsukuyomi pun dengan perlahan menelan ludah untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah, sepakat." Kata Tsukuyomi. Tato di pelipis Kenji berpendar merah lalu meredup kembali.


Kenji dengan reflek menembak kanibal yang mencoba mengganggu nya yang sedang bermesraan dengan Tsukuyomi.


"Tidak mengherankan kau bisa menjalin kontrak dengan roh ilahi sepertiku. Manusia biasa pasti akan mati. Tapi karena kau saja bisa menjalin kontrak dengan kekuatan yang bahkan diluar akal manusia maka aku memakluminya." Tsukuyomi menjelaskan.


"Jadi begitu. Rasanya hampir sama ketika aku melakukan kontrak dengan Emiya." Gumam Kenji.


"Jadi sekarang bagaimana?" Tanya Tsukuyomi.


"Kita telusuri permukiman ini. Siapa tahu kita bisa menemukan petunjuk dari buku-buku dan kertas-kertas yang mereka pernah tulis di masa lalu." Kata Kenji.


Mereka berdua pun mulai memasuki rumah satu persatu untuk mereka jarah dan untuk mereka periksa. Jika ada barang yang berguna maka mereka akan mengambilnya dan jika terdapat dokumen atau sebuah catatan mereka akan membaca dan menyimpannya. Informasi dan wawasan adalah senjata karena semua itu akan berguna disaat genting maupun negosiasi.


Tak jarang pula mereka menemukan kanibal yang masih di dalam rumah. Tapi karena jumlah mereka di setiap rumah paling banyak hanya 3, Kenji dan Tsukuyomi berhasil menumpas mereka dengan mudah.


"Apakah di pemukiman ini tidak ada gudang ya?" Tanya Kenji.


"Hei nak, coba kau periksa di dalam bangunan di dekat gereja. Kurasa itu adalah rumah dari kepala desa sekaligus gudang mereka tempat menyimpan barang-barang." Saran dari Hazard.


Mereka berdua berjalan mendekati gudang tersebut dan memeriksa pintunya.


"Terkunci." Kata Tsukuyomi memastikan. Tanpa peringatan Kenji menembak gembok yang mengunci pintu tersebut. Tsukuyomi menatap Kenji dengan sebal.


"Benar-benar tidak ada peringatan ya." Kata Tsukuyomi dengan nada menyindir.


"Ini lebih cepat daripada harus mencuri kuncinya dulu." Kenji kemudian mendorong pintu gudang itu. Tiba-tiba terdengar suara menggeram. Karena di dalam gudang gelap dan hari sudah mulai malam Kenji terpaksa menghidupkan senter nya.


Tepat ketika lampu senter menyorot ke depan ada sosok yang sangat mengerikan yang disimpan di dalam gudang.

__ADS_1


"Benar-benar pemukiman iblis." Kenji berkomentar.


__ADS_2