Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Tambang Resource (Bagian II)


__ADS_3

Kenji mengumpulkan beberapa blue print yang tersebar di seluruh ruangan goa. Setiap blue print dan perkamen memiliki petunjuk pembuatan senjata yang berbeda-beda. Kenji mencoba mengumpulkan dan mencari blue print senjata yang yang paling cocok untuk dia gunakan di revolvernya.


"Hoo... Yang ini menyita perhatianku." Kata Kenji dengan senang. Tsukuyomi yang penasaran walaupun kurang mengerti soal persenjataan di dunia 0.1 mencoba untuk melihat blue print nya.


"Railgun? Apa itu?" Tsukuyomi membaca judul blue print itu.


"Senapan rel atau meriam rel. Dalam bahasa Inggris disebut railgun. Railgun adalah senjata yang memanfaatkan prinsip mengakselerasikan sasaran secara elektronik dengan interval 2 buah rel logam. Senjata ini mengubah Energi Listrik menjadi tekanan magnetis, dan melontarkan muatan terarah ke sasaran dengan tingkat kecepatan mendekati atau melebihi kecepatan suara. Tembakan dari senjata ini,memiliki kekuatan yang sanggup menembus berlembar-lembar lempeng baja nikel chrome molybdenum setebal 5 cm." Jelas Kenji dengan singkat, padat, dan jelas.


"Bahasa manusianya?" Tanya Tsukuyomi masih tidak paham karena penjelasannya terlalu saintis.


Ya cukup wajar, Kenji menyukai hal-hal seperti ini. Karena selain jago dalam bidang IT baik itu software ataupun hardware. Kenji juga paham sedikit tentang sains elektronik dan militer.


"Bahasa manusianya railgun adalah senjata yang mematikan. Aku perlu mengambil beberapa barang, bahan, dan alat untuk membuatnya. Aku akan segera kembali." Kenji meninggalkan ransel besarnya di dekat meja yang penuh dengan blue print dan perkamen untuk mencari apa saja yang dia butuhkan dalam membuat senjata railgun.


Tsukuyomi pun terheran-heran dengan bagaimana Kenji bisa paham dengan tulisan perkamen dan blue print serumit ini. Bahkan Tsukuyomi sampai tidak tahu harus membacanya darimana.


"Otakmu itu isinya apa sih? Rumus matematika?" Gumam Tsukuyomi dengan terheran-heran.


Sementara itu Kenji mencoba mengumpulkan beberapa batu dan logam. Kenji mencarinya di gerbong kereta, di pojok sudut dinding goa, kadang Kenji perlu menggunakan alat bantu seperti belencong untuk menghancurkan bongkahan baru yang di dalamnya terdapat item logam yang Kenji cari.


Kenji sengaja mengumpulkan bahan lebih banyak karena ada kemungkinan juga senjata rakitan dan modifikasinya akan gagal. Tsukuyomi pun memanfaatkan waktu untuk bermeditasi selama Kenji memperbaiki dan memodifikasi senjatanya.


...****************...


"Dan butuh berapa lama Kenji saat itu dalam merakit dan membuat senjata di sana?" Tanyaku kepada Tsukuyomi yang tanpa kusadari kalau aku memotong ceritanya.

__ADS_1


"Setiap 1 senjata menghabiskan waktu 1 minggu. Kenji perlu membuat Revolver versi railgun, memodifikasi katana-nya, membuat peluru untuk revolvernya sebanyak mungkin, dan beberapa flash bang dan granat. Jadi sekitar 4 minggu alias 1 bulan lebih kami habiskan hanya untuk di dalam goa itu. Karena setidaknya Kenji mengalami kegagalan dalam rakitannya sebanyak minimal 3 kali." Jelas Tsukuyomi.


"Buseet! Bagaimana dengan makan kalian?" Tanyaku seperti orang yang baru mendengar kalau ada teori laki-laki juga bisa hamil.


"Aku sesekali keluar goa untuk mencari buah-buahan dan hewan buruan yang belum terinfeksi sepenuhnya untuk ku masak. Dan kadang sesekali Kenji yang keluar tapi sering-seringnya aku yang melakukannya." Jawab Tsukuyomi.


"Benar-benar laki-laki sekali, terkadang Tuan Franko juga seperti itu. Jika mereka sudah serius dalam mengerjakan sesuatu mereka bahkan lupa akan diri mereka sendiri, terutama dalam merawat diri mereka." Ujarku dengan nada memaklumi.


"Tapi setahuku aku tidak pernah tahu kalau di goa seperti itu memiliki sumber daya yang berkualitas tinggi seperti itu dalam 200 tahun yang lalu. Apakah karena efek dari bencana yang mengubah kenampakan alam setelah aku tertidur panjang ya?" Tanyaku.


"Bisa jadi seperti itu. Alam juga akan menyesuaikan diri dengan kondisinya. Mungkin efek dari bencana yang disebabkan bangsa iblis mengakibatkan beberapa struktur molekul dan atom pada alam menjadi berubah." Kata Tsukuyomi.


Tapi bencana berskala dunia seperti itu siapa yang bisa melakukannya?


...****************...


"Tambang sumber daya ya? Jika jatuh di tangan pihak lain kita bisa kerepotan." Kata Theresa.


"Kekaisaran Tandum dulunya belum semaju sekarang, kenapa ada perkamen dan blue print dengan senjata modern di goa itu? Aku yakin bangsa iblis maupun manusia Tandum bukanlah penemunya di saat itu." Kata Theresa.


"Memang bukan. Penemunya adalah para manusia dari balik benteng Tandum yang hidup di luar sana." Kata Kenji.


"Mustahil." Sergah Theresa.


"Bagaimana kau bisa bilang seperti itu sedangkan kau dan Underground sendiri masih hidup menggunakan informasi seadanya dari Tandum?" Tanya Kenji. Seketika itu juga Theresa serasa dibungkam.

__ADS_1


"Jihan adalah salah satu manusia yang berhasil bertahan hidup di luar dinding. Jika kau tidak percaya, kau bisa memindai seluruh Tandum untuk mencocokkan dan melihat riwayat sidik jarinya dengan seluruh rakyat Tandum. Kau tahu apa artinya itu?" Kata Kenji. Theresa pun menyipitkan matanya menandakan dia tertarik.


"Itu menandakan ada koloni atau setidaknya pemukiman di luar Tandum yang berhasil bertahan walaupun itu hanya satu koloni. Jika kau bisa menjalin kontak dengan mereka itu akan membuat Underground selangkah lebih maju dari Fraksi 13 pahlawan maupun pihak gereja. Aku yakin mereka saat ini sudah mencoba mencarinya." Theresa kemudian mengambil posisi berpikir.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Theresa.


"Mungkin akan sangat sulit mencari mereka tapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dicoba." Kata Kenji.


Dari gelagat Theresa, Kenji merasa ada yang aneh dengannya. Seolah para pendiri Tandum ini menutup mata akan dunia luar. Seolah mereka mencoba untuk tidak mau mengingat kembali. Padahal jika dilihat dari kronologinya juga rancu. Kronologi kejadian dan apa yang keluar dari mulut mereka tidak selaras. Seolah ada informasi yang hilang dari kepala mereka. Itu yang membuat Kenji curiga.


"Keputusanku akan kubulatkan setelah ceritamu berakhir. Lanjutkan." Pinta Theresa.


...****************...


(Kembali ke 2 bulan lalu.)


1 Bulan telah berlalu. Kenji pun selesai membuat senjata seperti yang dia inginkan. Yang pertama adalah Railgun Revolver : Senjata modifikasi yang membuat revolvernya memiliki daya tembak yang besar seperti Railgun. Dengan menggunakan keunggulan dari beberapa material yang digunakan untuk merakitnya. Energi listrik yang digunakan untuk memantik energi magnetik dihasilkan dari batu Hitam yang berfungsi sebagai mesin pengubah energi cahaya menjadi listrik.


Untuk memperkokoh revolvernya, Kenji menggunakan batu Obsidium yang sangat keras sehingga daya ledak ketika pelatuknya di tekan tidak akan menghancurkan pistolnya. Dan dibuat revolvernya dengan panjang 35 cm agar pelurunya tidak mudah meleset dan meningkatkan akurasi walaupun dalam hal recoil sangatlah tidak bagus.


Bahkan Kenji mengatur tingkatan suhu energi railgunnya menjadi berwarna hijau untuk meningkatkan damagenya. Yang dimana warna hijau termasuk dalam warna "Ultraviolet Catastrophe" Warna yang tidak mungkin dilihat dan dihasilkan oleh sebuah benda panas karena suhunya sangat tinggi. Tapi karena ini bukanlah bumi yang sama seperti bumi milik Kenji jadi beberapa material di bumi 0.1 ada yang bisa menahan panas ultraviolet itu yaitu batu Obsidium.


Selanjutnya adalah katana. Katana-nya dibuat menjadi sangat ringan menggunakan batu yang berwarna emas bernama Aurumunium dan Obsidium yang juga jauh lebih kuat dari berlian dan ringan. Kenji juga mengoleskan pedang katana-nya dengan darah iblis sehingga bisa digunakan untuk memotong iblis kategori yang tinggi.


Peluru Revolver Railgunnya juga dibuat sama tidak berotak-nya oleh Kenji. Yaitu peluru yang terbuat dari Tungstenium dengan campuran Aurumunium sebagai campurannya. Sehingga bisa peluru tidak hancur ketika ditembakkan dengan panas energi listrik yang sangat tinggi.

__ADS_1


Benar-benar senjata pembunuh masal yang tidak berotak spesifikasinya, pikir Tsukuyomi.


__ADS_2