
"Ken?!" Ujarku dengan heran melalui alat komunikasi ku yang barusan tersambung oleh Kenji.
"Sama-sama, Emiya." Jawab Kenji dengan yah... seperti biasanya. Datar.
"Sayang, bagaimana bisa kau ada disini?" Ujarku dengan gembira.
"Kau lupa kalau akulah yang mengizinkanmu untuk ikut misi ini. Dengan syarat aku sendiri yang akan mengawasi. Dan ketika cawanku sedang diganggu. Aku tidak akan membiarkan pengganggunya." Jawab Kenji menembak sekali lagi ke arah slave yang berada di samping kiriku tapi berhasil di tangkisnya menggunakan gladius nya.
"Darimana serangan proyektil itu?!" Omel Slave itu.
"Aku kira kau masih marah dengan kebohongan ku.... " Ucapku dengan menyesal.
"Aku memang marah." Balas Kenji tanpa rasa bersalah dengan blak-blakan.
"Terus terang banget!" Seruku.
"Tapi bukan berarti membuatku berhenti menyukaimu. Sekarang cepat kejar lawan balapanmu." Kata Kenji.
Mobil polisi yang diberitahukan Victor berhasil menyusulku dan berada di samping kanan. Aku tidak bisa kemana-mana dan pindah jalur.
"Pembalap liar! Hentikan mobil kalian dan keluar dari mobil! Ini peringatan!" Polisi itu memberi peringatan melalui mikropon.
Euphyllia yang sudah ada di depan cukup jauh melakukan rem mendadak sehingga bagian mobil belakangnya menabrak bagian depan mobil polisi tersebut sehingga membuat mobil polisi itu terhempas ke depan dan berguling dengan sangat keras. Euphyllia kemudian menghindari mobil polisi itu yang sudah terbakar di bagian cab mobilnya tak lama kemudian mobil tersebut meledak.
"Terima kasih Euphyllia." Aku berterimakasih kepada Euphyllia melalui alat komunikasi.
"Jangan senang dulu. Slave di sampingmu masih ada. Fokuslah. Jika dia bisa berlari sekencang itu kemungkinan besar job class nya adalah Chariot." Ujar Euphyllia.
"Gunakan nitro kalian. Buat slave yang mengejar kalian mengalami tekanan mental karena tertinggal dalam balapan." Saran Victor.
__ADS_1
"Ide bagus." Jawabku. Aku kemudian mencari indikator nitro. Kemudian kutemukan saklar kecil dengan tulisan nitro di bawah nya.
Ku pindah arah saklar nya lalu menekan tombol merah di sebelahnya. Mobilku dengan segera melaju lebih kencang.
"Ini berhasil Vic! Tapi kencang sekali!" Seruku. Bahkan kemudi yang kupegang sampai bergetar. Euphyllia pun mengikuti saran Victor dan menyalakan nitro nya. Slave yang mengejar kami tertinggal sangat jauh. Itu sangat terlihat dari kaca spion.
"Sepertinya dia berhenti mengejar kalian. Dia menyerah." Kata Victor.
"Bagianku sudah selesai. Aku duluan." Ucap Kenji mengkonfirmasi melalui alat komunikasi.
"Terima kasih sayang." Ujarku. Aku melihat ke arah map. Tersisa 2 mil lagi menuju titik temu. Aku harus segera menyalip Euphyllia.
Lagu yang kuputar sekarang berganti menjadi Bassnectar - Speakerbox ft. Lafa Taylor cover by **********. Entah kenapa lagu ini membuat situasi balapan kami makin menegangkan dan memicu adrenalin.
Body depan mobil kami mencoba saling mendahului. Tapi tiba-tiba dari belakang kami terdapat cahaya biru terang yang sangat kencang melaju dari belakang kami.
Sebelum Victor sempat menjawab cahaya itu menyalip kami dengan sangat kencang. Bahkan angin hempasan nya membuat mobilku sedikit bergoyang. Dan tiba-tiba mobilku terciprat air asin ketika cahaya biru itu melewati kami.
"Air?" gumamku keheranan. Kuhidupkan tuas pembersih kaca untuk membersihkan air yang mengenai kaca depan.
"Kecepatan macam apa itu?!!" Bahkan Euphyllia sampai terheran melihat cahaya itu menyalip kami yang sedang dalam keadaan kecepatan penuh. Aku sedikit menoleh ke arah spion. Aku bahkan hampir tidak percaya dengan apa yang kulihat. Aspal jalan yang dilewati cahaya biru tadi hancur membentuk sebuah parit kecil.
"Konsentrasi energi manna nya sangat luar biasa." Ujar Victor.
Didepan kami sekitar 1 km didepan kami terdapat kobaran cahaya biru yang menghalangi jalan raya. Setelah semakin dekat kami dengan cahaya biru terang itu aku melihat semacam siluet dari kobaran cahaya biru terang itu.
"Apa itu? kereta kuda?" Gumamku.
"Kita tidak punya waktu untuk meladeni hal seperti ini." Euphyllia dengan sangat canggih melakukan drifting ke kanan untuk memutari kobaran cahaya biru terang itu. Tapi tanpa diduga pemiliknya menusukkan tombaknya ke bagian cab mobil milik Euphyllia dan mengangkat mobilnya sehingga membuat Euphyllia bergerak. Gila! Sekuat apa slave ini?!!!
__ADS_1
"Woi! Mobil ini barusan kucuci!" Seru Euphyllia memprotes. Aku melakukan hal yang sama seperti Euphyllia. Slave itu mencoba melempar pedangnya ke arah ban mobilku tapi aku membanting setir sehingga mobilku menghadap ke belakang sehingga pedangnya meleset.
"Sial! Meleset ya." Cecar slave itu kepada kemampuannya sendiri.
"Leonheart! pergilah! Untuk slave ini biar aku yang kau tangani! Selesaikan misimu!" Seru Euphyllia melalui alat komunikasi.
"Dan meninggalkanmu sehingga bisa memenangkan balapan ini?! Itu percuma saja! Kau tidak akan hidup untuk menceritakan soal kesalahanku dimasa lalu yang tidak kuingat jika aku melakukannya!" Balas ku. Aku pun melepas sabuk pengaman ku lalu keluar dari mobil.
"Dasar bodoh! Apa yang kau pikirkan?!!! Cepat pergi!!!" Bentak Euphyllia.
"Tidak jika tanpamu." Jawabku. Aku bisa melihat Euphyllia tepuk jidat dari dalam mobilnya. Padahal dari map tersisa 1 mil lagi kami untuk sampai.
"Bagaimana kau bisa menemukanku? Dari pihak mana kau?" Tanyaku sambil menodongkan pistol ku. Slave itu kemudian tersenyum sombong.
"Jika sumber dari perang mitologi berasa sedekat itu bagaimana bisa aku mengabaikannya. Siapa tahu aku mendapat hiburan maka dari itu aku mencoba melacakmu. Dan dengan asyiknya kalian melakukan balapan mobil di wilayah pengawasan ku. Bagaimana bisa aku membiarkan keasyikan itu terlewatkan." Jelas slave itu.
"Wilayahmu? Berarti kau berasal dari Fraksi 13 pahlawan. Tunggu sebentar! Kau kan yang dulu ada di banker 69 itukan?! Berarti kau berasal dari pihak gereja." Tanyaku memastikan. Karena satu-satunya yang memiliki kekuasaan dalam hal wilayah di Tandum hanyalah Fraksi 13 pahlawan. Slave itu kemudian menatapku lekat-lekat.
"Oh iya aku baru ingat. Kau adalah si gadis pirang yang menghadapi leluhur ku si Perseus. Aku bahkan bisa merasakan keberadaannya di dalam tubuhmu. Sebagai cawan suci, kau menyerap jiwanya ya." Kata Slave itu. Aku melihat ke arah kereta kudanya.
Kereta kuda yang terbuat dari emas dengan 2 roda berwarna perak yang ditarik 2 monster kuda bersisik dengan napas es dan 1 ekor kuda biasa di tengahnya. Ekor kedua kuda bersisik itu adalah ekor ikan alih-alih ekor reptil. Dari kibasan ekor dan hentakan kaki kedua kuda bersisik itu mengeluarkan air yang cukup deras. Jadi air yang menciprati kaca depanku itu berasal dari situ...
"Lalu kenapa? Kau menyesal karena bukan kau yang membunuh Perseus?" Tanyaku mencoba memprovokasi.
"Tidak. Hanya sangat disayangkan saja kalau dia sampai jatuh di tangan lawan. Tapi itu tidak masalah. Aku juga penasaran, sebagai pahlawan terhebat di Yunani apakah aku bisa membawa pulang cawan suci sepertimu sendirian atau tidak." Slave itu kemudian meletakkan mobil Euphyllia dalam keadaan terbalik sehingga mobilnya tidak bisa melaju.
"Kau mau mencoba keberuntunganmu? Job class Chariot memiliki stat paling bawah dari setiap job class yang ada." Tanyaku yang dengan sekejap menggunakan mode Perseus. Slave itu kemudian terkekeh.
"Kau pikir kelas ku adalah Chariot? Ya itu tidak salah sih. Tapi jika kau mengetahui legendaku kau seharusnya tidak meragukan kemampuanku dalam perang dimana dewa-dewa Olympus berbalik ke Yunani dan membantu musuhnya. Tapi santai saja aku akan menahan diriku. Kau tidak perlu takut. Aku tidak akan menggunakan tunggangan ku. Jadi jangan mati sebelum kau berhasil membuatku serius, Perseus." Ujar slave itu.
__ADS_1