
Di ruangan Theresa.
"Para kanibal bersenjata alat rumah tangga dan pertanian, Para kanibal bersenjata abad pertengahan, Ejecutor, dan 2 monster kembar bertanduk." Kata Theresa mengabsen setiap monster yang Kenji kalahkan yang diceritakan Kenji saat ini.
"Kau memakan semua daging setiap monster ini?" Tanya Theresa.
"Sejauh yang kuceritakan yang kumakan hanya 2 monster banteng dengan tinggi 7 meter itu. Mereka memiliki kemampuan yang bagus untuk dimanfaatkan untuk bertahan hidup. Apalagi pelindung berupa sihir perlindungan dari salah satu mereka." Ujar Kenji menyesap Kenji.
"Dan ini?" Tanya Theresa mengangkat sebuah buku yang sangat tebal dengan cover yang keras berwarna hitam.
"Itu mungkin Alkitab yang diajarkan oleh mereka mungkin ketika para pendeta dan dokter mendatangi mereka untuk memberikan bantuan." Jawab Kenji.
Theresa membuka buku itu secara sekilas dan dengan membaca cepat.
"Covernya sama dengan Alkitab kami tapi di dalamnya terdapat banyak sekali perubahan." Ujar Theresa.
Kenji kagum bagaimana Theresa bisa tahu adanya perubahan di Alkitab itu.
"Kau hafal Alkitab?" Tanya Kenji.
"Versi paling awalnya, iya. Karena aku yang menulisnya juga selama Yang Mulia Fiona masih memerintah." Jawab Theresa meletakkan kembali Alkitab.
"Seseorang mencoba membuat agama baru dari cara dia mengubah subjek dan objek dalam pola kalimat di setiap ayat yang ada di Alkitab ini." Kata Theresa menarik kesimpulan dari yang dia baca sekilas di Alkitab itu.
"Bagaimana kau bisa tidak tahu adanya pergerakan menyimpang di agamamu ini?" Tanya Kenji dengan penasaran sambil menyesap teh miliknya.
"Itu salah satu kesalahanku. Aku terlalu fokus dalam membuat organisasi dunia bawah Underground saat itu sampai-sampai aku kurang memperhatikan dunia atas." Ujar Theresa dengan menyesal.
__ADS_1
"Tapi padahal kau punya sumber daya militer sebesar ini. Kenapa tidak kau gunakan untuk melakukan ekspedisi keluar Tandum?" Tanya Kenji.
"Dunia ini luas Kenji. Sebanyak apapun sumber dayaku jika aku tidak memiliki informasi dari luar dinding maka akan berakibat kehancuran bagi Underground. Banyak pahlawan yang gugur dari generasi ke generasi di setiap pemanggilan dalam melakukan perluasan wilayah dan ekspedisi. Hanya sedikit sekali yang selamat. Salah satunya adalah para leluhur The Guardians. Kami ingin mencoba fokus ke Tandum lebih dulu kemudian keluar Tandum. Jadi keberadaanmu di sini, di pihak kami yang merupakan satu-satunya penjelajah solo di dunia iblis bisa menjadi kunci kemenangan kami." Jelas Theresa.
Kenji tahu itu. Mereka hanya bisa mendapatkan informasi dari kabar dan informasi curian dari Tandum semenjak bencana iblis memusnahkan seluruh peradaban manusia selain Tandum. Dan mungkin mereka hanya memiliki informasi lawas sebelum kejadian pemusnahan manusia itu. Sekalipun mereka punya koneksi dari luar itu juga memiliki kemungkinan yang kecil karena eksistensi di luar tembok sangat tidak memungkinkan. Mereka bisa beruntung tepat ketika Kenji berhasil meretas jaringan mereka sehingga Kenji bisa menghubungi Underground.
"Jadi setidaknya kau ingin tahu musuh jenis-jenis apa saja sejauh yang kutahu. Yah cukup wajar sih kalau baik itu Tandum maupun kalian saja masih kalah meskipun memiliki teknologi yang sangat canggih." Kata Kenji.
"Aku selalu menerima laporan dari mata-mataku di pangkalan militer Tandum kalau setiap pasukan udara yang dikirimkan oleh Tandum tidak pernah kembali. Kau tahu sesuatu soal itu?" Tanya Theresa.
"Kurang lebih. Dan dulunya aku pernah punya pemikiran sepertimu." Kata Kenji.
...****************...
(Kenji melanjutkan ceritanya selama 3 bulan di luar tembok Tandum.)
Kenji yang berhasil mengalahkan dua monster itu pun segera menguliti mereka dan mengambil daging-daging mereka untuk dikonsumsi untuk dirinya.
"Aku juga menemukan sesuatu yang sama seperti yang kau pegang." Kata Tsukuyomi mengangkat sebuah bola kasti tapi warnanya putih mengkilat dari mayat monster satunya. Tsukuyomi juga membantu Kenji dalam menguliti 2 monster itu.
Kenji kemudian melihat kembali ke arah gerbang batu yang masih tertutup rapat itu. Terdapat sebuah gambar ukiran dimana gambar itu seperti manifestasi dari 2 monster yang barusan dia kalahkan kemudian di gambar bagian dada mereka terdapat semacam 2 lingkaran yang terkikis dan terhubung ke sebuah jalur diatas mereka.
Kenji kemudian mencoba apa yang ada di pikirannya dengan meletakkan bola hitam itu ke salah satu lingkaran itu. Tiba-tiba bola hitam itu tertarik seperti magnet dan menempel di salah satu lingkaran itu. Tepat setelah menempel terdapat sebuah cahaya yang mengikuti jalur-jalur ukuran yang tergambar di gerbang batu itu.
"Owh jadi begitu." Tsukuyomi yang melihat apa yang dilakukan Kenji mengikuti teladannya dengan menaruh bola putih mengkilapnya ke lingkaran satunya.
Sama seperti Kenji. Beberapa jalur dari ukiran yang ada di gerbang yang belum dilewati cahaya kini menjadi terang karena cahaya dari terpasangnya batu bola satunya. Pintu batu itu merespon dengan beberapa bagian permukaan yang bergeser seolah mencoba menyusun ulang puzzle.
__ADS_1
"Ternyata permata yang tertanam di dekat organ jantung monster-monster ini yang menjadi kunci gerbang ini. Para iblis itu pandai juga dalam membuat perangkap. Walaupun agak klise sih." Kata Kenji dengan kagum.
Dari permukaan pintu batu itu setelah selesai menyusun ulang tiba-tiba menjatuhkan sebuah lempengan berbentuk lingkaran tepat di dekat kaki Tsukuyomi.
Tsukuyomi mengangkatnya dan membersihkannya dari tanah dan debu yang melekat di permukaan lempengan itu.
"Ini kan?!" Kata Tsukuyomi reflek terkejut.
"Lempengan emblem kedua. Tersisa 1 lempengan terakhir yaitu yang kedua." Kata Kenji dengan yakin.
Pintu batu di depan mereka pun bergeser sedikit dan terbuka.
"Ayo kita masuk." Kata Kenji masuk dengan tanpa ragu. Tsukuyomi pun mengekori Kenji dari belakang sambil memasukkan lempengan emblem kedua ke dalam ransel Kenji.
Suasana di dalam pintu sangatlah pengap, lembab, dan gelap. Kenji pun mengeluarkan lentera yang dia temukan di reruntuhan dekat tembok Tandum dan menghidupkannya.
Ternyata di dalam pintu batu ini terdapat banyak alat-alat tambang dan rail kereta pengangkut barang tambang.
"Mari kita jelajahi tempat ini." Ujar Kenji. Kenji berjalan perlahan-lahan untuk memastikan dirinya tidak tersandung karena meskipun menggunakan lentera sebagai penerangan, penglihatan mereka tetap terbatas.
"Bagaimana bisa ada tambang di luar tembok? Peninggalan zaman sebelum kepunahan?" Gumam Kenji.
"Bisa jadi." Jawab Tsukuyomi.
Tiba-tiba Kenji menabrak pelan sesuatu di depannya. Sebuah meja. Kenji meletakkan lenteranya di atas meja itu dan ditemukanlah beberapa perkamen dan blue print yang membuat Kenji semakin semangat.
"Astaga, tidak sia-sia aku membuang waktuku untuk membuka pintu batu itu." Kata Kenji dengan senyum psikopatnya yang tanpa sengaja terbentuk di mulutnya.
__ADS_1
"Memang apa itu?" Tanya Tsukuyomi dengan penasaran.
"Perkamen dan blue print pembuatan senjata." Jawab Kenji.