Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Penyusupan Laboratorium 01


__ADS_3

Aku pun memberi kertas pemberian Luke kepada Kenji. Dan isinya adalah :


Laboratorium 01.


Ada di distrik iblis 01 bagian pusat distrik.


Bangunan 4 lantai.


Setelah membacanya, mata Kenji langsung berbinar. Siapa tahu ada sedikit atau mungkin banyak informasi bagaimana dia bisa menghancurkan seluruh bangsa iblis dari muka bumi atau cara agar Kenji bisa pulang.


"Aku harap ini benar." Gumam Kenji. Aku tahu yang dia khawatirkan. Jebakan dari Luke. Kenji memang bekerja sama untuk Luke tapi Kenji tidak menaruh sedikit kepercayaan dengan Luke.


"Lalu apa keputusanmu?" Aku tentu menanyakan kesiapan Kenji kalau misalnya ini adalah jebakan. Tapi Kenji tak bergeming. Keinginannya untuk melangkah maju tetap membuatnya ingin mencari informasi di dalam Laboratorium 01.


"Kita sudah terlibat sejauh ini. Kita tidak mungkin mundur atau bahkan kembali." Jawab Kenji mantap meremas kertas "bayarannya".


"Baiklah. Kalau begitu." kataku. Kenji kemudian menatapku lamat-lamat dengan sedikit curiga.


"Kukira kau akan menghentikanku..." Kata Kenji dengan polosnya.


"Kau sendiri yang bilang. Kita sudah sejauh ini. Lagipula aku akan selalu mendukungmu." Kataku dengan tersenyum. Kenji langsung terkejut melihatku seperti seperti orang yang sedang kerasukan iblis.


"Kenapa?" Tanyaku ketakutan sendiri. Lengang beberapa detik. Kenji kemudian tersenyum dan senyum itu senyum yang berbeda. Senyum mencerminkan rasa lega.


"Tidak..... terima kasih, Emiya." Katanya dengan tulus. Ini pertama kalinya nada bicara Kenji menjadi lembut.


"Sama-sama. Kenji." Kataku memegang telapak tangan Kenji. Kenji memberikan sentuhan lembut meskipun tangannya kasar dan sering dia gunakan untuk kekerasan.


"Jangan ada kata berpisah lagi. Bagaimanapun juga aku adalah bejanamu. Kita akan selalu bersama." Kataku dengan lembut.


Malam berganti pagi, pagi berganti siang. Kami pun melakukan pengintaian di sekitar tempat Laboratorium 01 sehingga kami bisa menyusun rencana jika terjadi sesuatu.

__ADS_1


Kenji menjadi pengintai jarak jauh menggunakan snipernya baru saja dia dapat dari hasil penjarahan gudang senjata milik Raizen Brook. Sniper yang Kenji gunakan adalah MSR. Saat ini Kenji sedang berada di gedung atau di atas bangunan.


Kau yakin bisa menembakkan sniper hanya dengan 1 tangan? tanyaku lewat sambungan empati. Sambungan empati biasanya dimiliki dari hubungan Ousama dengan Slave-nya, tapi karena hubungan pemilik sah cawan dengan cawan suci juga hampir sama maka kami juga bisa menggunakannya sebagai sarana komunikasi.


Santai saja, meskipun kurang nyaman tapi aku masih bisa menembakkan sniper walaupun dengan tangan satu. Jawab Kenji. Sedangkan aku menjadi pengamat tempat laboratorium dari dekat. Karena aslinya aku lebih cocok melakukan pertarungan jarak dekat dibandingkan Kenji.


Gedungnya berbentuk balok dengan luas halaman kira-kira sekitar 7 meter lebih lebar dari gedungnya. Disekitar halaman terdapat pagar dari semen yang mengelilingi gedung. Tingginya sekitar 3 meter dengan kawat berduri di atasnya. Di pintu terdapat 1 CCTV yang menghadap keluar. Tidak ada penjaga, tapi pintu depan terkunci,dirantai, dan terisolasi dengan garis militer.


Apakah ini sudah cukup? tanyaku. Kenji tidak langsung menjawab.


Bisakah kau pergi ke arah utara gedung laboratorium? Aku ingin tahu bangunan apa itu. Pinta Kenji kepadaku. Aku pun segera ke bagian utara gedung Laboratorium. disana tidak ada apapun selain jalan yang masih banyak dilalui orang-orang.


Hanya gedung tua, Kenji. Jawabku.


Apakah tidak ada palang mengenai gedung apa itu? tanyanya sekali lagi. Aku pun mencoba melihat di sekitar pagarnya dan tidak ada tulisan apapun.


Tidak ada. Jawabku.


Baiklah. aku pun segera menyusulnya. Hari menjelang sore. Kami menyempatkan membeli makanan untuk mengisi perut kami.


"Sepertinya lumayan sulit." Kata Kenji setelah menyesap kopinya.


"Karena dindingnya tidak ada yang berlubang,caku jadi tak bisa melihat apa yang ada di dalam. Dan juga kita tidak tahu perangkap apa saja yang mereka siapkan untuk para penyusup." Jawabku.


"Apakah kita meminta bantuan dari Luke?" Tanyaku. Biasanya Kenji langsung marah mendengarnya. Tapi Kenji justru menimbang-nimbang apa yang kusarankan.


"Tidak, kita tidak bisa melibatkannya. Aku benci berhutang budi dengan orang yang tidak bisa kupercayai. Kita lakukan dengan cara kita sendiri." Katanya setelah mengunyah makanannya. Apa yang dikatakan Kenji ada benarnya juga.


Akhirnya kami menyusun rencana sebisa kami dengan cara seadanya, alat seadanya, dan anggota seadanya. Meskipun terlihat setengah-setengah, Tapi tampak meyakinkan.


Tengah malam pun tiba. Tidak akan ada orang yang akan lalu lalang seperti ketika siang hari. Dan kami diuntungkannya lagi, Laboratorium 01 meskipun terletak di tengah distrik tapi jauh dari pemukiman. Dan yang membuatku tidak percaya lagi adalah.....

__ADS_1


"Kenapa kita lewat pintu depan?!" Bisikku dengan nada menjerit.


Kenji sudah menghancurkan CCTV menggunakan revolvernya sebelum ke depan pintu. Dan entah kenapa dia melakukannya dengan santai padahal suara tembakannya sampai menggema.


"Bukannya kau setuju-setuju saja tadi? Tenang saja. Dia akan melakukan perannya." Kata Kenji cukup meyakinkan. Kenji kemudian menghancurkan pintu depan gerbang menggunakan katananya. Semuanya hancur dalam sekali tebasan vertikal. Pintu pun hancur. Kami pun melihat patung-patung hiasan yang berjejer mengiringi jalan menuju ke pintu laboratorium.


"Ingat, tetap di dekatku. Sisanya kita percayakan kepadanya." Kata Kenji memegangi tanganku. Awalnya tanganku gemetaran tapi setelah dia memegang tanganku dengan erat aku merasa sedikit lebih tenang. Langkah awal baik-baik saja, langkah kedua juga bagus, langkah ketiga......


Suara benang kawat terputus pun terdengar dan mengakibatkan perangkapnya aktif. Patung-patung itu langsung meledak dan hancur berkeping-keping. Dalam beberapa detik aku melihat senapan mesin dari dalam patung-patung itu yang menembak secara otomatis. Seketika kami ditembaki oleh senapan-senapan mesin itu secara brutal dan durasi penembakan juga cukup lama. Debu kemudian menyelimuti debu kami akibat beberapa peluru yang tertembak ke tanah.


Senapan-senapan mesin itu pun berhenti menembak setelah 20 detik penembakan. Asap mulai menghilang.


"Aku kira aku akan mati." Kataku berkeringat dingin menyikat peluh.


"Jika bukan karena Hazard kita benar-benar mati saat ini." Kata Kenji. Ya, Hazard langsung memasang dinding daging berbentuk bola sempurna yang keluar dari tubuh Kenji lalu melapisinya dengan kulit berlian milik Ancient Scorpio untuk melindungi kami dari tembakan senapan-senapan mesin tadi.


"Hadeh jangan membuatku repot dengan hal konyol ini. Jika aku terlambat sedikit saja kau, aku, dan nona manis ini sudah berada di alam sana." Kata Hazard dari mulut yang ada di pipi Kenji.


"Maaf, kau sangat membantu. Hanya untuk kali ini saja aku ingin kau dalam keadaan aktif. Karena kami tidak tahu jebakan apa saja yang terpasang di sini." Kata Kenji.


"Kalau begitu kenapa kita tidak memutari halamannya saja?" Tanyaku mencoba mencari dalih lain.


"Aku sempat kepikiran..." Kenji kemudian menembak secara acak di permukaan tanah yang ada di pinggir jalan. Tiba-tiba permukaan tanah itu meledak dengan hebat. Ya, kalian bisa menebaknya. Ranjau tanam.


"Aku percaya kalau itu di pasang lebih dari satu ranjau." Jelas Kenji. Kami pun berjalan dengan selamat menuju pintu depan laboratorium. Di dekat laboratorium terdapat seperti panel listrik. Ada tuas yang menghadap ke bawah di dalamnya Kenji kemudian menekan tombol On menjadi Off dan menaikkan tuasnya.


"Sepertinya senapan dan ranjau itu akan nonaktif kepada orang yang tidak terdaftar sebagai anggota laboratorium 01. Karena itu dipasang CCTV di depan pintu gerbang tadi." Kata Kenji.


"Kau tahu banyak sekali soal seperti ini?" Tanyaku heran.


"Tentu, karena adegan seperti ini sering di putar di film dan tertulis di buku novel yang sering kubaca." Jawab Kenji.

__ADS_1


__ADS_2