Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Misi Pertamaku : Selesai


__ADS_3

"Dia pergi." Kataku dengan lemas. Meskipun luka tusukan itu sembuh tapi untuk darahnya tidak. Penyembuhan tadi tidak membuat darahku pulih kembali. Melihat genangan darah yang ada di aspal cukup banyak berarti cukup wajar jika aku terkena anemia ringan.


"Dalam pertarungan tunggal pertamamu, lumayan juga kau bisa membuat roh legenda seperti Achilles terluka dan mundur." Ujar seseorang yang sedang duduk di pembatas jalan. Aku pun menoleh ke orang itu dan orang itu adalah Kenji.


Jadi selama pertarungan tadi dia menggunakan kemampuan bunglonnya sehingga menjadi tidak terlihat dan hanya menonton pembantaian ku terhadap Achilles tadi. Memang benar-benar orang satu ini....!!


"Bisa-bisanya kau duduk dengan santai seperti itu sementara aku hampir saja terbunuh tadi?!!" Seruku dengan sedikit kesal.


"Setidaknya hampir." Ujarnya dengan santai. Kenji pun mendekati mobil Euphyllia. Dengan mudahnya Kenji membalikkan posisi mobil itu ke posisi semula yang awalnya terbalik. Sebagai pahlawan dengan job class avenger tidak bisa dianggap main jika sudah mendapatkan potensi dari kekuatannya.


Euphyllia bahkan sampai mengeluarkan wajah heran melihat Kenji membalik mobilnya dengan sangat mudah seolah mobilnya adalah meja lipat kecil yang diberdirikan menggunakan satu tangan.


"Kalian masih ingin balapan lagi? Masih ada 1 mil lagi untuk menyelesaikan balapan kalian." Tanya Kenji menduduki cap mobil Euphyllia.


"Tidak, kami bisa lakukan di lain kesempatan. Untuk malam ini sudah cukup." Ujar Euphyllia. Euphyllia kemudian merogoh saku celanaku dan mengambil sesuatu dari sakuku. Kunci mobilku.


"Bawa pacarmu ke klinik kesehatan dan jauhi pantat kotormu dari cap mobilku." Ucap Euphyllia melemparkan kunci mobilku ke arah Kenji.


Kenji pun segera berdiri dan menjauhi mobil milik Euphyllia. Euphyllia kemudian menuntunku kepada Kenji. Kenji dengan sigap merangkul pinggang hingga aku terangkat. Entah kenapa rasanya sangat jantan sekali dan aku menyukainya. Tapi karena dilakukan di depan Euphyllia entah kenapa aku merasa sedikit malu.


"Kita selesaikan masalah kita di lain waktu Leonheart. Persiapkan dirimu." Euphyllia kemudian melaju mobilnya meninggalkan kami berdua setelah mengatakan itu.


"Tentu." balas ku dengan lemas.


"Lebih baik kita segara pergi. Waktu menunjukkan pukul 03.30 pagi. Para polisi akan segera datang dan jalanan mulai digunakan. Ayo." Ujar Kenji. Daripada dibilang dituntun, Kenji lebih ke arah menggendong ku ke mobil.

__ADS_1


"Kau bisa memakai sabuk pengamannya kan?" Tanya Kenji.


"Tentu saja. Kau pikir aku tidak mengenakannya tadi ketika balapan?" Jawabku. Entah kenapa semenjak Kenji mengetahui identitas asli ku sebagai ratu dari negeri Tandum dia memperlakukan seperti anak kecil.


Kenji pun masuk ke tempat duduk kemudi. Kenji kemudian menghidupkan mobilnya dan melaju dengan kecepatan normal. Tidak terlalu kencang ataupun terlalu lambat.


"Kau pernah menyetir mobil sebelumnya?" Tanyaku penasaran.


"Belum. Tapi aku sering memainkan game bertemakan mobil jadi aku cukup paham secara teorinya. Ternyata cukup mudah." Jawab Kenji.


"Untuk saat ini tetaplah terjaga. Aku akan meminta Theresa untuk mengosongkan jadwalmu hari ini. Jika kau sampai tertidur disaat kau kehabisan darah akan membuatmu kehilangan kesadaran." Pinta Kenji.


Memang cukup sulit jika kehabisan darah ketika malam hari. Kau harus tetap terjaga sehingga kesadaranmu tidak hilang atau mungkin bisa lebih buruk lagi yaitu bisa mengakibatkan kematian.


Kami pun sampai di check point yang sudah ditentukan oleh Victor. Titik temunya adalah bangunan bengkel mobil yang terlihat sudah tua dan cukup kumuh. Kami pun di perbolehkan masuk ke dalam bengkel mobil tersebut dan astaga meskipun luarnya terlihat bobrok dan tidak terawat tapi dalamnya cukup bersih, higienis, bahkan rapi. Banyak peralatan canggih yang dipakai dalam memodifikasi disini.


"Bagian pemasok?" Tanya Montir tersebut. Dan Kenji menjawabnya dengan mengangguk.


"Tolong diparkir di sana tuan dan letakkan di sana saja. Dari sini biar kami yang mengurusnya." Ujar si montir tadi.


Kenji memarkirkan mobil ini ke tempat yang sudah ditentukan.


"Oh iya aku hampir lupa." Kenji merogoh kantong sakunya.


"Pak!" panggil Kenji dengan nada tinggi. Bapak-bapak yang tadi memberhentikan kami pun menoleh. Kenji melemparkan kuncinya ke arah bapak montir tersebut. Bapak montir tersebut menangkap kunci tersebut dan memberikan isyarat jempol seolah dia dan Kenji adalah teman akrab. Kenji juga membalas isyarat jempol juga. Tiba-tiba terdapat notifikasi pesan berupa broadcast massage.

__ADS_1


"Hei Ken, Emiya, Hisao, Euphy. Jika kalian mendengar pesan ini berarti ini aku mengirimkan kalian broadcast massage. Maaf aku tidak bisa secara langsung berterima kasih kepada kalian. Ini upah atas misi kalian tadi malam. Jika kalian membutuhkan rujukan klinik kesehatan akan kukirimkan koordinatnya untuk kalian." Ujar Victor melalui alat komunikasi. Dari notifikasi alat ini Victor mengirim 1.500.000 credit. Lumayan.


Kami pun diarahkan menuju ke sebuah lift untuk pulang kembali ke Underground. Setelah sampai Kenji menggendong ku ke bagian klinik kesehatan untuk diperiksa.


Dokter yang kami temui terlihat cukup tua. Tapi jika Victor sampai merekomendasikan kami untuk kemari berarti kualitas dari klinik ini bukanlah isapan jempol belaka.


Setelah ku beritahu semua keluhanku. Dokter tua itu segera memberikanku sebotol pil yang mana besar pilnya separuh dari ibu jariku.


"Yah nona. Anda hanya mengalami anemia ringan. pastikan kau meminum ini sebelum tidur." Ujar si dokter memberikan resep obatnya.


"Terimakasih dokter. Ini uangnya." Aku pun memberikan uang sesuai tarif harga yang diberikan oleh dokter tersebut.


"Banyak-banyak istirahat nona. Semoga lekas sembuh." ujar dokter. Aku dan Kenji pun keluar dari klinik. Kami sampai di tengah kota Underground.


"Tidak ada Jalan-jalan. Kau harus istirahat. Setelah ini aku ada jadwal. Akan kupastikan kau tetap di rumah." Jelas Kenji. Dia pikir dia ayahku apa?! Bisa mengatur ku sesuka hatinya.


"Oh ya.... siapa yang bisa memastikannya selain diriku?" Tiba-tiba kesadaranku diambil alih oleh Tsukuyomi. Rasanya seperti dilempar ke hamparan putih yang keras seperti es dan di depanku sudah ada Tsukuyomi yang bersedekap.


"Mohon bantuannya Tsukuyomi. Kau tahu jalan pulang kan?" Tanya Kenji.


"Tentu tuanku." Ujar Tsukuyomi.


"Baiklah. Kalau begitu aku duluan. Pastikan Emiya untuk beristirahat ya." Ujar Kenji membalikkan badan dan berjalan menjauh.


"HEY KAU SENDIRI BAHKAN JARANG TIDUR DAN SEKARANG KAU MENYURUHKU UNTUK ISTIRAHAT?!!! DASAR JAMBUL AYAM!!!" Bentak ku melalui alam bawah sadarku. Aku berusaha mengambil alih tubuhku kembali. Tapi karena tubuhku cukup lelah, aku bahkan tidak bisa melepaskan diri dari kuncian Tsukuyomi.

__ADS_1


"Sudahlah. Lebih baik kau mendengarkannya atau dia akan membuatmu menangis seperti bayi sama ketika kau pertama kali pulang dari pasar." Jangan diingatkan dong ih~!


"TSUKUYOMIIIIIIIIII~!!!!!" bentak ku dari alam bawah sadar dengan malu.


__ADS_2