Alternative/Zero One

Alternative/Zero One
Penyusupan Laboratorium 01/ Olympus Project


__ADS_3

Kami akhirnya masuk ke dalam gedung laboratorium 01. Aku tidak menyangka kalau di dalam lebih lebar dari yang kukira.


"Tetap di dekatku. Kita tidak tahu apakah ada perangkap yang aktif atau tidak?" Kata Kenji mengeluarkan Revolver-nya.


"Sepertinya tempat ini sudah lama di tinggalkan. Apa yang mereka kerjakan di sini?" Tanyaku yang masih saja penasaran.


"Entahlah. Tapi apapun itu, kita akan menemukannya. Tetaplah waspada." Kata Kenji. Kami berjalan berdekatan dan berjalan dengan pelan-pelan. Kami pun memeriksa sebuah ruangan yang mirip seperti lobi rumah sakit. Hanya saja lebih berdebu, gelap, dan berantakan. Apakah dulu tempat ini adalah rumah sakit? Kami pun menuju ke meja resepsionis. Di belakangnya terdapat banyak sekali alat-alat penelitian dan gelas-gelas kimia yang sudah berdebu.


Kenji pun membuka beberapa rak dan menemukan beberapa kertas. Tapi tidak ada yang menurutnya berguna.


"Aku tidak menemukan apapun di sini. Ayo kita masuk lebih dalam lagi." Kata Kenji meletakkan kertas-kertas yang dia pegang.


"Kurasa firasatku benar meminta Jihan menunggu di gereja. Tapi apa kau yakin menitipkannya ke gereja?" Tanyaku. Aku masih tidak tenang menitipkan Jihan kepada Luke.


"Santai saja. Jihan adalah anak yang pintar dan kuat. Lagipula aku sudah memberinya sesuatu jika terjadi sesuatu yang mengancamnya." Balas Kenji mengamati sekitar.


Kami pun masuk lebih dalam lagi. Kami menemukan tangga menuju ke atas dan ke bawah. Kenji sedang menimbang-nimbang kemana kita akan pergi. Kemudian aku menemukan papan denah yang sudah tertutup debu. Aku pun mengelapnya sehingga tulisannya terlihat. Di denah tertulis, jika kami ke atas kami akan menemukan gedung untuk dokumen sedangkan kebawah adalah gedung penelitian.


"Bagaimana sekarang?" Tanyaku.


"Kita ke atas terlebih dahulu. Jika kita terpaksa meruntuhkan gedung ini maka kita ambil dokumen-dokumen penting yang ada disini dahulu." Kata Kenji langsung melangkah ke tangga dan berjalan ke atas. Kalau dilihat dari keadaan gedung bagian dalam sepertinya tempat ini memang sudah lama di tinggalkan bukan karena serangan bangsa iblis. Kami pun sampai di ruangan yang penuh dengan buku-buku dan rak. Keadaannya sama seperti di ruang lobi yaitu berantakan dan berdebu.

__ADS_1


Kenji kemudian berjalan ke arah komputer di meja paling pojok kanan. Kenji mencoba menghidupkannya dan berhasil. Kami sangat beruntung kalau komputer yang digunakan ternyata memiliki baterai cadangan. Kenji segera membuka password-nya dengan mudah dan membuka semua dokumen yang penting di sini.


Aku juga ikut membacanya. Ternyata ruang fasilitas ini mencoba meneliti tentang perkembangan senjata biologis. Meskipun kebanyakan dari penelitiannya gagal tapi sebelum hari laboratorium ini di tutup mereka berhasil membuat satu senjata bilogis bernama Olympus Project. Yaitu desain dari tentara super yang mereka kembangkan melalui penelitian antara tubuh manusia dengan tubuh iblis.


"Aku tidak menyangka kalau di dunia ini ada juga hal semacam makhluk SCP." gumam Kenji tiba-tiba.


"SC- apa?" Tanyaku tidak mengerti.


"Tidak. aku hanya bergumam." Balas Kenji cepat-cepat.


"Jadi mereka melakukan uji coba ilegal menggunakan manusia sebagai uji cobanya? Siapa kelompok mereka ini?" Kenji semakin penasaran. Kenji kemudian membuka dokumen lain. Tidak lupa Dokumen yang telah dia baca tadi dia salin kedalam hardware kecil.


"Olympus? Mungkin ini ada kaitannya." Kataku tiba-tiba teringat sesuatu di dalam tas Kenji. Aku pun mencoba membongkarnya. Dan ketemukan potongan baja yang bertuliskan H.E.R.M.E.S. di plat baja tersebut.


"Hermes. Salah satu dewa di Olympus. Dewa pembawa pesan, dewa pengelana, dewa orang berjudi, dan yang terakhir dewa pengantar orang mati kepada dewa kematian yaitu Hades. Jadi makhluk yang kita lawan itu adalah salah satu dari bagian Project ini." Kenji mencoba mencari kesimpulan.


"Jadi makhluk itu adalah senjata biologis yang dimaksud di dokumen ini?" Aku mencoba memahaminya. Kenji pun mengangguk.


"Tunggu dulu, jika mereka menggunakan manusia sebagai objek berarti gedung di sebelah adalah...." Kenji kemudian melihat ke arah gedung yang ada di seberang jalan melalui jendela yang kotor.


"gedung...penjara. Mereka menggunakan narapidana sebagai kelinci percobaan?!" Aku langsung paham dan sekaligus terkejut.

__ADS_1


Kami mencoba menelusuri lebih jauh lagi. Tapi kami hanya menemukan dokumen tentang laporan harian dan mingguan dari project ini.


"Berarti Fraksi 13 Pahlawan tidak dipihak kerajaan Tandum?" Aku mencoba menyimpulkan data yang kami dapatkan.


"Kurasa fraksi 13 Pahlawan bukan bekerja sama. Tapi memanfaatkan Tandum dari belakang." Kenji mencoba menjelaskan.


"Jika mereka berhasil membuat satu senjata mereka gunakan untuk melawan siapa?" Tanyaku.


"Untuk melawan Pihak Gereja. Karena Pihak Gereja dianggap pemberontak dari sisi kerajaan dan pengganggu dari sisi Fraksi 13 Pahlawan maka senjata itu dituju kepada mereka. Mungkin mereka juga kesal dengan kita karena telah membunuh 2 slave yang ada dipihak Fraksi 13 Pahlawan. Maka dari itu mereka mengirim Hermes kepada kita untuk menghabisi kita." Jelas Kenji.


Aku pun langsung teringat dengan kata-kata Kenji bahwa slave yang pertama kali kuserap adalah kelas Coordinator yang perannya seperti wasit. Yaitu Dewi Tsukuyomi. Berarti jika sebagai penengah. Maka ada dua kubu yang saling bertolak belakang. Yaitu Pihak Gereja dengan Fraksi 13 Pahlawan. Jadi perang mitologi disini bukan untuk untuk melenyapkan OVERLORD saja tapi juga seleksi siapa saja diantara dua kubu ini yang pantas melawan sang OVERLORD. Dan apabila kedua itu sudah terpenuhi maka cawan suci akan menjadi hadiahnya. Karena pihak wasitnya dibunuh maka orang yang membunuh itulah yang sementara ini memegang kendali hak atas cawan suci.


"Itu benar, Emiya. Aku tahu yang kau pikirkan. Tapi aku tidak tertarik dengan perang mitologi atau perselisihan bodoh dari kedua kubu ini. Aku cuma ingin pulang dan hidup tenang sebagai orang biasa diduniaku." Jelas Kenji tahu. Dia menggunakan sambungan empati setelah wajahku menjadi pucat karena memikirkannya.


"Maka dari itu aku tidak akan menyerahkan lmu kepada siapapun meskipun itu kepada pihak pemenang sekalipun dari perang mitologi ini." Kata Kenji.


Setelah menyalin beberapa dokumen kami pun berencana untuk langsung Turun ke gedung penelitian. Tapi kami tiba-tiba dengar suara langkah kaki yang sangat banyak.


"Sepertinya akan ada sedikit hiburan setelah kita belajar." Kata Kenji dengan senyum psikopatnya.


"Ledakan dari ranjau darat, dan suara tembakan dari mesin senapan di halaman. Sepertinya mereka menyadari kalau tempat ini dimasuki." Kataku memutar Trisulaku. Pasukan Tandum pun sampai di lantai kami berada.

__ADS_1


__ADS_2