
Gina berusaha menepis tangan Stefan yang sedang menahannya.
“Kak Stefan! Kau kenapa? Lepaskan aku” bentaknya.
“Ini hukumannya karena kau berani menghianatiku dan Arsen”
Zzzzep... meluumat kasar bibir Gina.
Terkejut? Tentu saja Gina terkejut!
“Hummpp” Gina berusaha melepaskan diri, menggeliatsekuat tenaga.
Bukannya sadar akan tindakannya, reaksi Gina hanya membuat ******* Stefan semakin terasa menuntut.
Air mata wanita itu bahkan keluar dari tempatnya. Ia merasa sedih diperlakukan seperti ini. ‘Tuhan, tolong aku’ batinnya berteriak.
BRUUaaakkk.
Pintu tiba-tiba terbuka.
“STEFAN!” teriak nyonya dan tuan Yoris.
Degh..
“Pa, Ma,” dengan sigap menutup tubuh Gina yang menurutnya sexy itu.
“APA YANG KAU LAKUKAN?”
“APA PAPA MENGAJARIMU MENYAKITI PEREMPUAN?”
“Ma-maaf Pa, Ma, aku ... tidak bermaksud.”
PLAK
PLAK
Kedua orang tuanya itu memberi tamparan kuat di wajah putra satu-satunya.
“Dasar anak kurang ajar. Mungkin itu sebabnya ibu kandung anakmu tidak mau muncul, karena takut padamu” teriak ny. Yoris.
“ternyata begini caramu memperlakukan wanita? Itu sebabnya kau sampai menghamili seseorang karena rupanya kau seperti ini?” bentak Tn. Adrian Yoris.
Mendengar itu, Gina jadi merasa bertambah sedih. Saat dua orangtua ini menyinggung tentang ibunya Arsen, Gina tentu saja kembali merasa tertampar.
“Keluar kamu dari kamar ini Fan, mama tidak bolehkan kamu bertemu Gina lagi.”
Setelah ny. Yoris mengatakan itu, suaminya menyeret paksa Stefan dari sana.
“Stefan hanya bisa menatap Gina yang sedang murung. ‘Maafkan aku Gin, aku benar-benar hilang kendali. Aku sangat marah kau bertemu pria lain.’ Batinnya.
Mama Lina mendekati Gina. “Gin, ada apa tadi? Kenpa dia seperti sedang memaksamu?” tanya-nya, hati-hati.
__ADS_1
“Nyonya, ada foto saat saya bertemu adik saya ditaman. Entah kenapa dia sangat marah. Dia bahkan mengatakan aku menghianati dia dan Arsen. Katakan padaku nyonya, dibagian mana aku menghianati mereka? Dia melakukan itu karena marah” Gina menangis.
‘FIX. Putraku cemburu. Dia tidak ingin kehilangan Gina’
Nyonya Yoris memeluk sayang Gina, menenangkan wanita itu.
\=\=
Keesokan harinya.
‘Sepertinya, aku harus segera pergi dari rumah ini. Membawa Arsen bersamaku. Ya ... itu tidak apa. Arsen adalah putraku. Aku yang melahirkannya.’ Tekad Gina dalam hati.
Sementara ditempat lain,
Sepagi ini, Stefan sudah berada di ruang kerjanya. Pria itu sudah tak berselera untuk menyantap sarapan di rumah, karena kedua orang tuanya tidak mengizinkan pria itu untuk bertemu Gina.
Drrrt drrrrt
Seseorang menghubungi ponsel Stefan. Setelah melihat siapa si penelpon, segera pria itu menjawabnya.
“Iya, halo”
“halo bos”
‘Iya, bagaimana?”
“Pria yang bersama Gina tadi malam bernama Nio Fernando bos"
“saya kurang yakin pria itu kekasihnya bos. Karena usia mereka terpaut cukup jauh.”
“Berikan berita yang jelas padaku. Jangan mengira-ngira.”
“Baiklah boss. Oia, Nio adalah anak dari pemilik GN Restoran yang terkenal itu. tepatnya, Nio anak dari tuan Farel Yares.
“Cari tahu secepatnya ada hubungan apa diantara Nio dan Gina.”
“Siap boss”
Panggilan pun tertutup.
Kembali ke kediaman Yoris.
“Mama... kita jalan-jalan yuk,”
“Mau kemana Arsen sayang?”
“Mau ke taman Mah”
“Taman? Oke deh” Gina mengambil dompet dan memasukkan ke dalam tas miliknya. 'Apa ini saatnya membawa Arsen pergi?'
Tiba di taman.
__ADS_1
“Mama ... kenapa wajah mama sedih?”
“Eh? Tidak apa sayang.” Tersenyum.
“Arsen, lihat mama”
“Ya ma?” Arsen menatap Gina.
Gina mengambil tangan Arsen. “Arsen, mama mau bilang. Mama Gina ini, mama yang melahirkan Arsen” meletakkan tangan kecil anak itu di dadanya, Gina mulai menitikkan airmata, tak kuasa dengan apa yang telah ia akui pada putranya itu.
“Benarka?” tanya anak itu, entah dia mengerti atau tidak.
“Iya sayang, Arsen mau kah pergi dengan mama sekarang?”
“Mau kemana Mah?” dengan tatapan polosnya.
“Pergi ke tempat yang jauh, sangat jauh dari Papa.”
“Huuuuwaaaaaa” anak itu tiba-tiba menangis.
“Arsen gak mau tinggalkan papa”
“Sayang, mama akan menyayangi kamu sama seperti papa, hemm?”
“Tapi Arsen gak mau tinggalkan papa. Hiks hiks hiks”
“Ah, anak ini lebih memilih kak Stefan”
Tiba-tiba-
Drrrt drrrrt.
"Stefan?" Gina pun menjawab. "Ya?"
"Gina, ayo makan siang bersama. Ada yang ingin aku katakan padaamu."
"Aku rasa, kita tidak perlu bertemu dulu"
"Gin, ayolah, ini penting!" dengan nada memohon.
"Oh, baiklah. Apa ajak Arsen juga?"
"Terserah padamu"
Tut tut tut.
panggilan berakhir. Gina dan Arsen menunggu jemputan supir Stefan.
'Apa yang kira-kiran ingin dia katakan? Apa tentang tindakannya semalam?'
STEFAN.
__ADS_1
"Arrrgh, ini sungguh menyiksaku. Ya ... aku harus akur lagi dengannya dan meminta maaf baik-baik. Dia adalah pengasuh putraku. Aku harus berhubungan baik dengannya." Stefan bergumam.