Anakku Dan Cinta Pertamaku

Anakku Dan Cinta Pertamaku
Pikirkan Arsen


__ADS_3

Dalam perjalanan hanya ada keheningan. Gina dengan perasaan takutnya dan Stefan yang raut wajahnya terlihat sangat kesal tak bersahabat.


"Kalau begitu antar aku pulang ke rumah papa."


"Apa maksudmu mau pulang ke sana?"


"Emmm ... mau ganti pakaian."


"Tidak perlu."


"Ba-baiklah. Tapi-"


"Aku sudah bilang, diam. Jangan bicara."


Tiba di kediamam Yoris.


"Ayo, turun."


"Tunggu," menahan lengan Stefan saat pria itu sudah siap keluar dari mobil.


Pria itu hanya melirik tangan Gina yang menahannya.

__ADS_1


"Aku merasa tidak enak jika mama dan papa melihatku memakai dress ini."


"Csssh, memangnya ada apa dengan pakaian itu?" Stefan melepas jaket yang dipakainya dan memghempasnya ke atas pangkuan gina.


Gina tak mengatakan apapun, ia langsung mengenakan jaket suaminya. Saat ini Gina sangat mengerti bahwa ayah dari putranya itu jelas marah soal pertemuan Gina dan Rio. Jika saja pria itu tidak sedang kesal, dia pasti akan berperilaku manis mengenakan jaket itu ke tubuh istrinya. Bukan malah memeberikannya dengan cara yang kasar.


Pasangan itu memasuki kediamannya tanpa salam atau semacamnya. Stefan melangkah pasti dengan satu tangannya menyeret tangan Gina.


"Fan, kamu sudah pulang? Gin, ada apa ini?" mama Lina terlihat kebingungan karena pasangan pengantin baru ini berjalan memasuki rumah dengan ekspresi wajah tegang.


Yang mama tahu, putranya itu akan pulang besok dari perjalaanan bisnis, tahu-tahunya malam ini ia pulang tanpa mengabari orang rumah.


"Iya, Mah. Aku baru tiba dan merasa sedikit lelah. Aku ingin langsung istirahat." ujarnya, sambil berlalu bersama Gina.


"Fan, sakit." ringis Gina, merasa pergelangan tangannya yang di genggam oleh Stefan terasa akan putus.


Pria itu tak menggubris. Dengan kasarnya melepaskan jaket yang membungkus tubuh Gina lalu ia seret istrinya itu ke kamar mandi dan tanpa basa-basi ia menyiram istrinya itu dengan guyuran air shower.


"Papa Arsen, apa yang kamu lakukan?" Gina mencoba protes tak terima.


Tidak puas hanya membuat wanita itu basah kuyup, dengan gilanya Stefan melepas dress terkutuk yang ia tahu sebagai pemberian pria lain kepada istrinya itu.

__ADS_1


"Lihat, dengan satu kali gerakan, tubuhmu akan terekspose seluruhnya saat dress ini terlepas dengan mudahnya. Apa yang kau pikirkan? Bisa-bisanya kau mengenakan pakaian seperti ini dan bertemu pria lain di luar sana, bagaimana kau akan menjelaskan ini? Bahkan kita baru saja menikah beberapa hari yang lalu."


Gina hanya menggeleng dengan air matanya yang kini turun, tak mampu mengatakan apapun.


Stefan mendekati Gina sembari menatap lekat wanita itu, dengan tatapan yang masih sama, tatapan menakutkan dan itu tentu saja membuat Gina melangkah mundur.


Bugh.


Sebuah hantaman kuat dari buah genggaman milik Stefan ia lampiaskan pada tembok tak bersalah dimana ia menghimpit tubuh istriya.


"Kau adalah istriku dan kau ibu dari anakku Gina. Dengan melakukan ini, kau membuat aku dan Arsen merasa sedih. Apa kau tidak mengerti juga? Setidaknya ... meskipun kau tidak menghargai posisiku dalam pernikahan ini, tapi ... pikirkanlah Arsen. Pikirkan perasaannya." Stefan mengatakan kalimat beruntun itu dengan nada dan volume suara yang kian melemah. Terdapat raut kesedihan disana yang tentu saja membuat Gina merasa tersentuh.


Stefan membalikkan tubuhnya lalu menjauhi Gina setelah puas mengatakan apapun yang seharusnya ia katakan pada istrinya itu.


"Papa Arsen, maafkan aku ... maaf" Gina sudah menepis gengsi dan rasa malunya dan kini ia memeluk Stefan dengan tubuhnya yang sudah setengah polos itu.


"Seperti yang pernah kau bilang, saat kita sudah menikah, kau tidak ingin aku disentuh wanita lain. Demikian juga denganku. Ah, sudahlah! Bersihkan dirimu dan singkirkan pakaian itu dari hadapanku. Jangan sampai aku melihatnya lagi."


.


Bersambung.

__ADS_1


Terimabkasih guys..🥰


__ADS_2