Anakku Dan Cinta Pertamaku

Anakku Dan Cinta Pertamaku
Janda Muda


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama, Arsen sudah tertidur pulas. Membiarkan ayah dan ibunya kini saling menatap dalam diam.


'Ohwwh, ya ampun, dia bahkan sudah jadi suamiku, tapi kenapa aku masih merasakan gugup saat dia menatapku?'


"Tidurlah. Kamu pasti lelah kan?"


Gina mengangguk dengan wajah canggungnya.


'Csshh. Dia malu-malu.'


.....


Keesokan harinya.


Stefan terbangun mendapati pemandangan yang sedikit mengusik, akan tetapi penuh kehangatan.


Arsen dan Gina tertidur dan dengan nyamanya anak tampan itu berada diatas lengan ibunya, saling menerima dan memberi kegangatan, membiarkan Stefan kedinginan sendirian tanpa selimut. "Kalian berdua selalu membuatku cemburu." gumamnya pelan.


"Sen, hei ... mama bisa pegal kalau kamu tindih begitu." menyentil tubuh bocah tampan itu, perlahan. Bukan Arsen yang terbangun, akan tetapi malah ibunya, yang kini menggeliat malas.


Sebelum wanita itu benar-benar membuka mata, Stefan segera beranjak dari tempat tidur seolah acuh dan biasa-biasa saja. Pria itu masuk ke kamar mandi, tentu saja ingin menyapa pancuran air hangat yang memercik dari saluran shower.


Keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan wangi, Stefan lalu menggapai ponselnya yang berada diatas nakas, tanpa menyapa Gina yang sudah bangun namun tetap betah berada disamping Arsen.


"Sayang, bangun. Mmmuuah" Gina membangunkan Arsen yang sepertinya enggan untuk membuka mata. Lagi-lagi kecupan selamat pagi untuk Arsen membuat ayah bocah itu merasa sedikit terganggu. 'Heran, aku selalu merasa cemburu pada putraku sendiri.' batinnya.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu membuat Gina beranjak dari tempat tidur.


Ceklek.

__ADS_1


"Pagi, sayang."


"Pagi, Ma ...,"


"Mama ingin membangunkan cucu mama." melangkah masuk melewati Gina. "Apa dia mengganggu malam pertama kalian?" tanya Mama, basa-basi.


"Tentu saja, Ma. Dia memisahkan aku dan istriku di malam pertama." jawab Stefan asal, sembari mengambil dasi untuk ia kenakan.


"Ahh, sudah mama duga. Arseeen, bangun sayang. Kamu kan harus bersiap sekolah. Hei ... bangun."


"Hmmmmmmmmmm" anak itu mulai menggeliat. "Nenek, apa ini sudah pagi?"


"Hei ... cucu nenek, ini sudah waktunya bangun. Arsen harus sekolah kan sayang."


Bocah itu menjawab dengan anggukan lalu merentangkan tangannya.


"Baiklah, nenek akan menggendongmu, sayang."


"Apa kamu pikir mama ini sudah tua? Hei ... Mama baru 49th dan masih sangat kuat." ujar nyonya Yoris dan kini benar-benar menggendong tubuh cucunya itu. "Gin, bantu pakaikan dasi suamimu. Lakukan itu setiap pagi sebelum dia ke kantor." titah mamah tak terbantahkan, lalu pergi bersama Arsen.


"Nih, lakukan seperti perintah mama." Stefan tiba-tiba sudab berada di depan Gina.


"Ehm, baiklah." Gina berdehem mengusir kegugupannya. Tangannya dengan cepat menyambar dasi dari tangan Stefan lalu memakaikannya.


Stefan menikmati service pertama kali sebagai suami dengan memandang wajah Gina yang saat ini sangat dekat. Pria itu memainkan lidahnya didalam mulut, menahan senyum dan pikiran nakalnya.


"Ada apa di wajahku? Kenapa kau menatapnya begitu?" tanya Gina, merasa sedikit terusik mengetahui wajahnya ditatap.


"Ada wanita yang malam itu diwajahmu." jawab Stefan, pelan.


"Yah?" Gina mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Wanita yang waktu itu bersamaku membuat Arsen."


Srreeet.


"Uhuk, uhuk, uhuk," Stefan tercekik oleh ikatan dasi yang sengaja Gina eratkan dilehernya.


"Gin, kau berusaha mencekik-ku? Ingin membuatku mati?" menatap Gina tak percaya, sembari meraba lehernya.


"Jangan pernah mengingatkan aku tentang malam itu." ketus Gina. Setelah mengatakan itu dengan nada setengah membentak, spontan Gina berlari ke arah kamar mandi dan menghilang di balik pintu.


"Apa yang pria itu pikirkan sepagi ini? Dia benar-benar tidak tahu cara berbasa-basi." Gina bergumam sembari tersenyum.


Tok tok tok.


"Gin, jangan bersembunyi setelah apa yang kau lakukan. Kau berencana jadi janda muda, hem? Keluarlah dan minta maaf padaku." Stefan tersenyum jahil.


'Janda muda? Enak saja.'


"Aku akan mandi. Oke, aku minta maaf," teriak Gina dari dalam."


"Ini belum selesai. Aku harus menghukummu, Mama Arsen."


.


.


Bersambung dulu guys.


Jadi karena hari ini special ultah othor, maka othor bakal up 3 kali hari ini, kalian tggu saja ya.😊


thanks readers.

__ADS_1


__ADS_2