Anakku Dan Cinta Pertamaku

Anakku Dan Cinta Pertamaku
Bergetar Takut


__ADS_3

“Bisa anda jelaskan yang terjadi sebenarnya? Bagaimana situasi yang sebenarnya? Apa yang terjadi?” pertanyaan itu secara acak keluar dari mulut mama Veni, sang ibu tiri.


Wanita itu merasa penasaran. Pasalnya, waktu itu jelas, bahwa Gina berada di rumah keluarga ini sebagai pengasuh. Ini sungguh membingungkan bagi Veni.


“Tolong temukan Gina terlebih dahulu. Dia yang harus menjelaskan semua ini.” Sahut ny. Yoris.


“Maaf, tapi ... kenapa, kalian mencarinya? Mungkin saja dia memang tidak menginginkan anaknya itu, sehingga pergi meninggalkannya. Maaf, jika saya lancang” Helena bertanya kemudian memberikan sedikit opininya.


Perkataan Helena seketika memancing emosi Stefan. “Apa katamu? Dia tidak menginginkan putranya? Lalu untuk apa dia tinggal dengan kami selama ini dengan merahasiakan hubungan antara dia dan Arsen?” menatap tajam Helena.


“Ehmmm.” Nio berdehem, membuat fokus semua orang beralih tertuju padanya. “Jika ... kakakku ditemukan, apa yang akan kalian lakukan padanya?” menatap lurus ke arah Stefan.


“Meminta pertanggungjawabannya. Dia harus mengurus putranya sendiri.” Jawab ny. Yoris, mantap.


“Ya! Itu yang harus dia lakukan.” sambung Tn. Yoris.


Ayah Stefan itu pun menjelaskan bahwa Gina telah meninggalkan putranya itu diam-diam di depan gerbang kediaman keluarganya.


“Jadi ... maksud kedatangan kalian kemari adalah ingin mengembalikan anak itu padanya? Meminta dia membawa pergi dan mengurus anaknya sendiri?” tanya Farel, yang menduga bahwa keluarga ini pun tidak menginginkan putrinya.


“Tentu saja dia harus bertanggungjawab dengan cara menjadi istriku.” Jawab Stefan, dengan santainya.


“Fan, tapi ... bukankah kau mencintai aku?” tanya Helena yang langsung menyambar, tak terima dengan perkataan Stefan.


“Iya, tapi itu dulu.” Jawab Stefan, singkat.


“Kami akan memaksanya untuk masuk ke keluarga Yoris. setidaknya, kami tidak akan membuangnya seperti yang keluarga ini lakukan.” Ujar Toni Yoris.


Perkataan Toni itu benar-benar menancap ke hati Farrel. Membuatnya semakin merasa bersalah terhadap putrinya. “Maafkan saya Tuan” ucapnya, tulus.

__ADS_1


“Berani sekali anda menelantarkan seorang perempuan yang sedang mengandung cucuku. Setidaknya, sebagai seorang ayah, anda harus mencari pria yang telah menghamilinya, bukan malah melemparnya ke jalanan.”


“Maafkan saya Tuan, saat itu, saya tidak bisa berpikir jernih. Yang saya pentingkan hanyalah menyelamatkan nama baik saya.” Tutur Farel dengan nada menyesal.


“Aku tahu dia dimana. Ikutlah denganku.” Nio Fernando bangkit dari duduknya.


‘Maafkan aku kak, tapi kakak harus kembali kepada orang yang kakak cintai.' sambungnya dalam hati.


Nio yakin, setelah ini, Gina akan kecewa padanya. Tapi yang Nio inginkan adalah, kakak tersayangnya itu harus bahagia, bukan hidup bersembunyi dari keluarga Yoris dengan rasa takut. Karena yang Nio dengar adalah, sang kakak sangat takut jika diketahui sebagai ibunya Arsen, mengingat konsekuensi yang akan ia terima karena telah mengacaukan kehidupan pewaris tunggal keluarga itu.


Di apartement.


Gina sudah bersiap dengan kopernya, siap untuk berangkat. Baru saja, Nio memberitahukannya bahwa hari inilah watunya akan pergi dari kota ini.


Ia menunggu kedatangan adiknya itu dengan perasaan harap-harap cemas. Berharap bahwa semuanya bejalan dengan baik dan aman, namun cemas jika saja akan ketahuan.


CEKLEK


“Nio, kamu sudah datang, kakak juga sudah siap.” Tuturnya, tanpa menoleh, menatap lurus layar televisi di depannya.


“Ginaa”


Degh... sebuah suara datar memanggil namanya, Gina pun menoleh.


Terkejut? Sudah pasti.


Ternyata tidak hanya ada Nio, akan tetapi orang-orang yang ingin Gina hindari, termasuk orang yang telah membuangnya juga ada di sana.


“Nak,” Farel mendekati Gina, namun Gina malah reflek menghindar.

__ADS_1


“Nio! Apa maksudnya ini? Kamu mempermainkan kakak?” mendekati Nio dengan tatapan tajam. Gina dapat merasakan seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.


“Maaf kak, Nio hanya mau mengembalikan kakak ketempat dimana seharusnya kakak berada.” Ucap Nio dengan menatap sendu wajah kakaknya.


“Hah? Apa? Memangnya dimana tempat seharusnya yang kamu maksudkan? Apa kamu pikir kakak punya tempat? Hem?” airmata wanita itu turun membasahi pipinya, menghiasi tatapan marahnya itu. “Aku kecewa denganmu Nio” sambungnya.


“Apa kau kira bisa lari setelah mengacaukan hidupku Gina?”


Degh...


‘Jadi, dia sudah tau?’ batin Gina.


“Jelaskan, kenapa kau lakukan ini pada putraku Gina” sambung ny. Yoris tegas, tak seperti biasanya yang Gina dengar.


“Jangan lari dari tanggungjawabmu Gina. Urusan kita belum selesai” Tn. Yoris menimpali.


Detik ini, Gina merasa tersudutkan. ‘Apa hidupku benar-benar berakhir sekarang?’


“Jelaskan. Kenapa kau meniduriku dan setelah kau lahirkan anakku, kau malah meninggalkannya, membuat semua orang bingung kenapa aku tiba-tiba menjadi seorang ayah!” Stefan kembali memperdengarkan nada tegasnya.


Hening...


Hening...


Gina menundukkan kepalanya dihadapan keluarga itu. “Mmmaaa-maafkan, aku.” Hanya itu yang mampu gina ucapkan, dengan nada bergetar.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....😁


__ADS_2