
“Aaaaahhhh akhirnya aku selamat. Nio, apa benar kakak sudah aman disini?”
“Iya kak, tidak ada yang tahu kalau aku membawa kakak kesini. Jangan takut”
“Berjanjilah untuk tidak memberitahukan kepada siapapun, termasuk keluargamu Nio,”
“Keluarga kita kak, bukan keluargaku saja.”
“Kau mungkin tidak tahu Nio, tapi ... mereka telah membuangku.”
“Kak, kau ini, jangan bicara begitu!” memberi pelukan hangat pada kakaknya itu.
Nio dan Gina adalah kakak beradik satu ayah tapi beda ibu. Keduanya sangat dekat. Namun, ketika kala itu Gina pergi dari rumah, Nio saat itu masih tergolong sangat muda, sehingga tidak dapat melakukan sesuatu untuk menolong sang kakak.
Saat ini, Gina hanya berharap bantuan Nio untuk membantunya lolos dari kejaran keluarga Yoris. "Kakak sangat takut dengan keluarga itu Nio, kakak benar-benar takut."
"Kak, kenapa tidak coba berani dan jelaskan tentang semuanya?"
"Nio, itu tidak mudah. Papanya Arsen sangat membenci wanita yang telah membuatnya jadi ayah. Bukan dia saja. Bahkan ayahnya sangat marah. Kakak tidak mau berurusan dengan keluarga itu Nio."
'Ternyata kakakku memang pengecut. Dia tidak dewasa. Dia tidak berani menghadapi masalahnya sendiri.' terus memeluk kakaknya dengan rasa iba.
\=\=\=\=\=
Di tempat lain. Stefan masih setia berada di dalam mobilnya dengan perasaan tak menentu.
Drrrt drrrrt
Panggilan masuk dari orang suruhan Stefan.
“Halo boss”
“Iya, bicaralah”
“Wanita itu sangat pintar bos, posisinya tidak bisa dilacak. Sepertinya ... dia telah mempersiapkan persembunyiannya.”
“Sial, cari terus sampai dapat”
“Boss, satu lagi”
“Apa itu?”
“Gina adalah wanita yang sama, malam itu?”
__ADS_1
“Apa? Apa maksudmu? Bicara yang jelas”
“Wanita yang ... bersama anda malam itu. saat perayaan kelulusan.”
“Apa?” Stefan menegang.
“Kau yakin? Cepat kirim bukti yang nyata. Segera infokan padaku”
“Siap boss”
Tut tut tut.
“Gina? Jadi ... kau adalah ... dia?”
“Arsen! ... ya ... aku harus bicara dengannya.”
Terlukis pancaran kelegaan menghiasi wajah pria tampan itu, karena ingin mempercayai bahwa Gina benar adalah wanita yang telah melahirkan Arsen. segera ia melajukan mobilnya menuju kediamannya.
Tiba di rumah, Stefan berlari masuk untuk segera bertemu Arsen, sembari berharap akan kenyataan bahwa benar Gina adalah ibu kandung putranya itu.
“Stefan, tunggu!” papa mencegat Stefan. “kamu harus melihat ini nak.” Menyerahkan sebuah amplop coklat.
“Apa ini pah? Dimana Arsen?”
“Buka amplop itu sekarang Fan, maka kau akan tahu sesuatu disana.”
“Pa ... apa ini tentang Gina? Arsen?” dengan tak sabaran, Stefan membuka amplop tersebut.
“Tunggu, apa ada yang kamu ketahui tentang Gina Fan?” tanya Tn. Yoris.
“Entahlah, aku hanya berharap, dia adalah ibu dari anakku,” Stefan berterus terang, dengan wajah seperti menahan tangis. Stefan kembali membuka amplop itu.
Ternyata ... itu berisi keterangan medis yang menyatakan tentang kecocokan DNA antara Gina dan Arsen.
“Jadi benar, dia yang telah melahirkan putraku?”
Wajah Stefan tampak sangat bahagia, namun terlihat kesedihan juga diwajahnya.
“Maaf Fan, Papa telah diam-diam melakukan tes untuk keduanya. Papa hanya iseng, tapi ... itulah yang terjadi.” Terang papa dengan wajah tenangnya.
“Fan, kamu tahu, mama sangat senang mengetahui tentang ini sayang,” ny. Yoris menimpali dengan wajah sumringahnya.
Stefan terdiam dengan wajah menangis, masih menatap kertas putih yang adalah keterangan DNA dua orang yang dicintainya itu. Ada rasa takut jika ini hanyalah mimpi. Khawatir jika tulisan 99.9% itu berubah ataupun menghilang.
__ADS_1
‘kenapa Gin, kenapa aku terlambat mengetahui ini?’
“Arsen! Pa, Ma, aku harus menemui Arsen.” Stefan berlari menuju kamar putranya itu.
Ternyata, bocah tampan itu tertidur dalam keadaan menangis. Tampak air mata telah mengering di kedua belah pipi bocah itu.
“Boy,”
“kau pasti mencari-cari mama yah?”
“Maaf boy,” mengusap kepala bocah itu.
“Papa akan bawa mama kembali boy, setelah ini, anak papa akan jadi anak yang paling bahagia.”
Penglihatan Stefan tertuju pada benda kecil yang ada dalam genggaman Arsen, kemudian mengambil benda itu.
‘Ini seperti sebuah recorder?’
Klik,
Stefan pun membuka rekaman suara itu. suara serak Gina setengah berbisik, memberi pesan pada putranya.
.
Sementara di ruang tengah, seorang suruhan mendatangi kediaman Yoris.
“Bicaralah, jika ada yang perlu kau sampaikan.”
“Tuan, Gina adalah putri dari Farel, pemilik GN Restoran yang terkenal itu.”
“Benarkah? Apa kau yakin?”
“Yakin Tuan,”
“Lalu apa lagi yang kau tahu?”
“Gina di usir oleh ayahnya saat tahu bahwa ... Gina hamil diluar nikah Tuan.”
Mendengar penjelasan anak buahnya itu, Tuan Yoris menarik napasnya dalam. “baiklah, terima kasih informasi berharga ini.”
.
Bersambung....
__ADS_1