Anakku Dan Cinta Pertamaku

Anakku Dan Cinta Pertamaku
Titip Kiss


__ADS_3

Malam harinya.


Drrrrt drrrrt drrrrt.


"Papa-nya Arsen? Dia ingin bilang apa, memghibungiku? Apa tentang aktingku siang tadi?"


Gina pun menjawab:


(Ha-halo,)


Stefan:


(Selamat malam, mama Arsen sayang,)


degh.


'Dia ingin meledekku'


Gina:


(Ya, ada apa?)


Stefan:


(Aku menelponmu karena kau merindukanku)


Gina:


(Ya? Tidak. Siang tadi aku hanya bercanda.)


Stefan:


(Tapi aku memganggapnya serius. Jadi kau harus tanggungjawab)


Gina:


(Tanggung jawab yang bagaimana?)


Stefan:


(Panggil aku dengan nama itu lagi)


Gina:


(Nama apa?)


Stefan:


(Jangan pura pura lupa Gin. Seperti yang kau perdengarkan saat menyapaku tadi pagi. Apa kau tahu, saat kau menelpon aku sedang ada meeting penting dengan para investor.)


Gina:


(Jadi apa mereka merasa terganggu?)


Stefan:


(Itu tidaklah penting. Cepat panggil aku dengan nama itu lagi.)


Gina:


(Oke, oke ... papa Arsen, saaayaang!)


Dengan usilnya Stefan meminta Gina untuk mengulang panggilan itu sampai lima kali.


Stefan:


(Bagus. Kau sangat penurut, mama Arsen sayang. Mulai sekarang, kita gunakan panggilan itu. Sepakat?)


Gina:


(Terserah padamu.)


Stefan:


(Beralih topik, apa anak kita sudah tidur?)


Gina:

__ADS_1


(Iya, dia sudah tidur)


Stefan:


(Bisakah kau memberinya kiss sekarang?)


Gina:


(Oke, tapi dia sedang di kamarnya.)


Stefan:


(Apa? Jadi dia tidak tidur denganmu?)


Gina:


(Tidak. Mulai sekarang dia tidak ingin tidur dengan kita lagi. Katanya dia sudah besar.)


Stefan:


(Bagus! Aku senang mendengarnya.)


Gina:


(Senang?)


Stefan:


(Tentu saja. Biar aku bisa tidur berdua saja dengan mama-nya Arsen.)


Gina:


(iiiiiiiiih, apa ... maksudmu?)


Stefan:


(Maksudku itu ..., ingin mengulang yang 6 tahun lalu)


Gina:


(Beristirahatlah. Kurasa kamu kelelahan. Bicaramu mulai tidak beres. Aku akan tutup ya,) ☺🤭


Stefan:


Gina:


(Apa?)


Stefan:


(Aku titip kiss untuk bocah itu.)


Gina:


(Baiklah, akan aku lakukan.)


Gina berjalan menuju kamar Arsen.


Stefan:


(Mmuuah, mmmuuuaah, mmmuuuaahhh).


Gina:


(Tunggu, aku baru saja tiba di kamarnya.)


Stefan:


(Tak apa, itu titipan kiss. Sekarang sampaikan ke anak itu, kiss dia sekarang.)


Gina:


(Sudah aku sampaikan)


Stefan:


(Aku tidak mendengarnya.)

__ADS_1


Gina:


(Ya? Apa harus kedengaran? Baiklah, dengar baik-baik, emmmuah emmuaah emmmuuah. Puas?)


Stefan:


(Satu lagi.)


Gina:


(Apa lagi?)🤔


Stefan:


(I Love you)


degh...


wajah gina memerah, malu.


Suara Stefan kembali terdengar.


(Gina, kamu dengar?)


Gina:


(I ... love you ... too.)


Stefan:


(Yah? Gin, kau bilang apa? Tidak jelas. Sampaikan itu ke Arsen.) dengan nada usil.


'Apa? Jadi yang dia maksud Arsen?' Gina mulai geregetan lalu mengakhiri panggilan itu sepihak.


"Arsen, papa bilang dia cinta kamu."


Gina pun keluar dari kamar Arsen, dengan perasaan sedikit kesal. "Bisa-bisanya aku lagi-lagi terlihat bodoh? Dia pasti sedang menertawaiku saat ini."


Beralih ke Stefan.


Pria itu sedang menatap ponselnya sembari tersenyum puas.


"Dia bilang I Love you too bukan? Aku tidak mungkin salah dengar."


Gina ... tidak penting ucapan cinta. Yang terpenting kamu merasa nyaman bersamaku, itulah cinta."


Stefan bergumam sendirian.


Drrrt drrrrt drrrt.


Stefan lalu menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya.


(Ya ... bagaimana?)


Seseorang itu hanya mengatakan (Saya pastikan semuanya akan beres besok sebelum matahari terbenam)


(Apa kau yakin?)


(Sangat yakin boss)


(Baiklah, aku sudah tidak sabar melihat hasilnya)


tuut tuut tuut.


Stefan terlihat menyeringai kecil. "Sekarang aku bisa tidur nyenyak" gumamnya lagi.


\=\=\=


Pagi-pagi sekali Gina sudah mendapatkan sebuah paper box yang di kirimkan ke alamat rumah papa Farrel.


Si mbok yang bekerja di rumah itu baru saja mengabari Gina.


"Dasar pria pengecut. Mengirimkan sesuatu untukku ke alamat papa? Dia pasti takut rencananya diketahui Stefan."


'Semoga saja suamiku tidak mengetahui pertemuanku dengan pria gila itu. Aku tidak perlu takut. Nio akan menjagaku dari kejauhan. Ini tidak bisa disebut dengan rencana perselingkuhan.'


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2