Anakku Dan Cinta Pertamaku

Anakku Dan Cinta Pertamaku
Pengakuan


__ADS_3

“Maaf? Aku meminta penjelasan dan kau hanya bisa meminta maaf? Gina, aku bertanya kenapa kau melakukan ini padaku? Apa motivmu sejak awal? Apa yang kau rencanakan? Hah?”


Merasa semakin terpojokkan, akhirnya Gina memberanikan diri membuat pembelaan. “Semua itu terjadi karena dia.” menunjuk kearah Helena.


“Hah? Aku? Hei! Kenapa jadi aku?” Helena reflek meninggikan nada.


“Kau tidak merasa?” menatap tajam Helena, “Dia mencintaimu setengah mati” Gina menunjuk Stefan, namun tidak melepaskan tatapannya pada Helena. “Tapi kau ingin pergi dan terlepas darinya karena ingin mengejar laki-laki kaya!” tuduh Gina, dengan nada sedikit lantang, membuat siapapun terdiam. “Apa aku salah? Yang ku katakan benarkan? Helena?”


Stefan? Terkejut? Ya ... Tapi, terlihat pria itu hanya fokus menatap Gina. Ia bahkan menaikkan salah satu alisnya dengan bibir sedikit menyunggingkan senyum. Entahlah ekspresi apa itu. sepertinya pria itu tertarik akan penjelasan Gina.


“Kau jangan asal menuduhku. Gara-gara malam itu, aku terpaksa meninggalkan Stefan karena dia berkhianat.”


“Heh, begitukah? Ya! Bahkan itulah yang diyakini kekasihmu ini, mengira telah mengkhianatimu.” Gina memutar pandangannya, beralih menatap Stefan. “Apa kau lupa, kaulah yang mengatur semuanya? Membayar seorang wanita penghibur untuk tidur dengan pacar yang sangat mencintaimu, hanya agar bisa meninggalkannya.”


DEG


Perkataan Gina benar-benar mengenai sasaran. Jantung Stefan pun terkena imbasnya. Bagaimana tidak, Gina menatakan itu dengan mata tajamnya menatap wajahnya.


Wanita itu kembali menatap Helena. “Aku masih ingat malam itu dengan sangat jelas. Kau bahkan sedang asik bermesraan dengan pria lain saat wanita suruhanmu berhasil menyeret kekasihmu ke sebuah kamar. Apa kau ingin melihat buktinya Helena?” Gina mulai menyunggingkan seringai jahat dari wajahnya.


‘Siaall’ umpat Helena dalam hati. Kali ini, dialah yang merasa terpojokkan.


“Lalu kenapa kau bisa mengetahi semua itu Gina? Apa kau memata-mataiku? Atau kau ... memang ingin merebut Stefan dariku?”


“Iya! Kau keberatan?”


Deg.


Lagi-lagi jawaban lantang Gina membuat jantung Stefan berdetak tak karuan. Mungkiin, disini hanya Stefan yang mempertanyakan kata (Ya) yang Gina ucapkan. (Ya) untuk memata-matai Helena, atau (Ya) untu tuduhan ingin merebut dirinya dari Helena?


“Smuanya, kalian dengarkan? Dia mengakuinya. Dia yang merencanakan semuanya sejak awal” ujar Helena.


“Lalu kenapa jadi kau yang tidur dengan putraku itu Gina? Kemana wanita yang kau sebut wanita penghibur itu pergi? Kenapa kau yang menggantikannya?” ny. Yoris melontarkan pertanyaan beruntun itu, dengan sikap tenang namun tetap terkesan tegas. Ia merasa harap-harap cemas menantikan jawaban Gina.


Gina terlihat ragu untuk mengatakan alasannya. Sangat terlihat ekspresi wajah Gina yang mulai tidak percaya diri.


“Kenapa? Menjawablah! Kau menyukai kekasihku! Benarkan?”


“Ya!”

__ADS_1


DEG.


Stefan yang hanya diam, terlihat menaikkan kembali salah satu alisnya, menatap Gina yang saat ini hanya berani menurunkan pandangan mata. Pria itu melipat kedua tangan diatas perut. Tak dapat dibohongi, perasaan Stefan sangat senang mendengar satu kata (Ya) dari Gina, membenarkan bahwa Gina menyukai Stefan. Tn. Yoris pun terlihat tak percaya, namun ekspresi wajah pria tegas itu menggambarkan kelegaan.


“Jadi karena kau menyukai putraku Gina?” bahkan ny. Yoris ingin memastikan pendengarannya.


“Bukan hanya menyukai, tapi dia ... adalah cinta pertamaku.” Dengan ekspresi datar.


Lagi-lagi, ekspresi Stefan terlihat seperti sedang mendapatkan surprise.


“Aku sudah jatuh cinta padanya sejak aku masih remaja. Aku bahkan tau semua tentang dia dari pada siapapun. Aku mengikuti jejaknya sampai ke Universitas. Aku tetap melihatnya meskipun tahu dia sudah punya wanita yang dia cintai. Aku marah saat tau dia akan jatuh ke tangan wanita yang tidak dia cintai. Tanpa rasa menyesal aku merelakan mahkotaku diambil olehnya dalam ketidaksadarannya”


‘Apa? Tidak sadar? Hei! Kau salah Gina, aku bahkan masih ingat rasanya’ Stefan membatin, terlihat semakin tertarik dengan pengakuan Gina.


“Aku bahkan tidak memikirkan akibatnya. Bahwa sesudah itu aku hanya menjadi seseorang yang di buang oleh ayahku sendiri.” Gina merendahkan tubuhnya, berlutut dihadapan keluarga Yoris itu.


“Maafkan aku Tuan, Nyonya, kak Stefan, maafkan aku” ucapnya tulus, dengan nada bergetar.


‘Kak Stefan? Benar ... aku ingat! Gadis yang bersamaku malam itu memanggilku kak Stefan,’


Stefan tersenyum dalam hati.


“Lalu kau? Kau meninggalkanku karena mengira aku pria miskin?”


Degh.


Perkataan Stefan itu telak membuat Helena membisu.


“Nak,” Farel mendekati Gina. “maafkan Papa-mu ini, berdirilah nak, jangan seperti ini.”


“Sekali lagi, maafkan aku telah mengacaukan hidupmu kak Stefan,” Gina masih berlutut, memohon ampunan.


“Aku terpaksa meninggalkan tanggung jawab anak itu padamu, karena waktu itu aku sedang sakit. Aku benar-benar mengira akan segera mati. Ku mohon percayalah, awalnya aku tidak pernah berniat mengacaukan hidupmu dengan mengirim anak itu padamu. Tapi aku terpaksa karena keadaanku. Sekali lagi, maafkan aku. Aku menyesal”


‘Apa? Menyesal?’ Stefan merasa seolah tak terima dengan kata (menyesal) itu.


Gina tiba-tiba berrdiri dan mengambil sesuatu dari tasnya. “Ini, ini adalah riwayat penyakitku. Dan ini adalah pernyataan dokter bahwa aku sudah sembuh.” Memperlihatkan beberapa dokumen kepada keluarga Yoris.


Ketiga anggota keluarga Yoris itu terdiam mengetahui kebenaran menyedihkan tentang Gina.

__ADS_1


Hening..


“Tuan, Nyonya, aku mohon, maafkan aku” lagi-lagi Gina mengucapkan itu dengan wajah memohonnya.


“Baiklah. Kau dimaafkan Gina.”


“Terima kasih Nyonya, terima kasih. Aku berjanji akan merawat Arsen. Aku, janji akan membawanya dan merawatnya sendiri. Aku pastikan keberadaannya tidak akan menjadi beban untuk nama baik keluarga Yoris. Aku janji.”


“Apa Gina? Kau berencana membawa pergi putraku?” Ucapan Gina benar-benar tak masuk akal bagi Stefan.


“Kau bermaksud menelantarkan cucu berhargaku Gina?” Tn. Yoris ikut melontarkan nada protesnya.


“Kau harus tanggungjawab Gina” Ny. Yoris mendekati Gina dan menghapus airmata yang mengacaukan kecantikan wanita itu.


“Tanggung jawab? Yang bagaimana maksud anda nyonya?”


“Menikahlah denganku Gina, hanya itu cara agar kau bisa bertanggungjawab.”


“Ap-apa?” Gina terlihat tak percaya. Tatapan sedih diwajahnya auto menghilang entah kemana, diganti dengan ekspresi gingung, heran, mendengarkan yang Stefan katakan.


Stefan lalu mendekati Gina. Mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku celanyanya, kemudian membukanya, dan memperlihatkan isinya. “Kau ... pasti pemilik gelang dan anting ini kan?”


Gina semakin terlihat syok. Pasalnya, gelang peninggalan ibu kandungnya yang ia pikir telah menghilang, ternyata berada aman bersama Stefan. Memang benar, anting itu sengaja Gina tinggalkan. Tetapi untuk gelang itu, dia tidak sengaja menghilangkannya.


“Aku melamarmu dengan dua benda ini”


Air mata Gina seketika kembali keluar dari tempatnya. Gina tidak mengerti, apa yang membuatnya terharu. Gelang itukah atau ... lamaran darurat itu.


Stefan memasang kedua benda itu pada tempatnya. Herannya, Gina hanya pasrah menerima itu. “Kau mengatakan mencintai aku kan? Jadi ... menikahlah denganku, buat aku jatuh cinta padamu.”


'Menikah? Dengannya? Bagaimana mungkin?'


.


.


Bersambung.


Besok lagi ya😊

__ADS_1


__ADS_2