Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
mengejutkan


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" kang nanti siang, Syifa mau ijin jalan boleh ??" tanya Syifa sambil mengeringkan rambutnya yg masih basah ,hanya tinggal memakai sepatu saja kakang sudah bersiap untuk bermain basket di lapang yg terletak di rumah ponpes , rencananya mereka akan melakukan pertandingan bersama keluarga besar AL-RAZZAM.. yg sudah berumur vs yg muda ...


" mau kemana ???" tanya kang sya ...


" mau membeli kebutuhan bulanan Syifa udah mulai pada abis " Syifa menunjukan botol botol kosong lotion dan shampoo nya ,kakang mengangguk


" tapi nanti ana mau ke cafe soalnya ada masalah sedikit..." kakang berhasil mengikat tali sepatunya


" tak apa kang biar nanti Syifa sendiri saja belanjanya ... " ujar Syifa tak mau merepotkan.


" ya sudah nanti kakang antar , pulang nya kakang jemput..."


" na'am...."


______________


" hey yg sudah tua tua sebaiknya jangan terlalu bertingkah nanti encoknya kambuh..." pekik ummah...


mereka kini sedang heboh di belakang ,sekalian hari Minggu pagi mereka habiskan untuk acara keluarga.


" beres umi....umur boleh tua tapi skill jangan ditanya,yg muda mah lewat..." pekikan bang ustadz tak kalah lantang


"huuu...." disoraki kaum milenial


" go..abiiii!!!!" pekik Hana


" heh bocil berisik....." sarkas kakang ....

__ADS_1


Hana malah memeletkan lidahnya." ueeee...."


"kang..ih...apa sih..." tahan Syifa yg hendak mengejar Hana.


semuanya memiliki pendamping Abi Rahman,a Farhan, Yanda Azam, begitupun Haikal dan kang sya hanya Uzi saja yg tampak sendiri .


" yahhh katanya sehati masa yg satu nikah yg satu betah menjomblo..." pekik Farhana meledek Uzi .


" awas ya anti Han... sini anti....!!" Uzi berlari mengejar Hana


" ampun a Uzi....umi tolong Hana mi...." pekik Hana yg langsung berlindung di ketiak uminya teh Nurul .


pertandingan di mulai dengan perbandingan skor yg beda tipis ,sorakan para kaum akhwat di rumah ini yg hanya beberapa sudah seperti teriakan satu RW...


" ayo hubby semangat...." pekik Priscil saat Azam berbalik ia menautkan tanda luv di jarinya dan dari tengah lapang Azam menangkapnya di kejauhan membuat yg lain tergelak sekaligus sirik dengan keuwuan mereka yg tetap terjaga..


" uhhh so sweet... kalo bunda lewat yg lain minggir dulu....." ucap Farhana.


" iya dunia serasa milik berdua ...." tambah kakang


" yg lain kang ???" tanya Uzi


" yg lain mah cuman figuran ....lewat lewat doang..." jawab Haikal ikut menambahkan..mereka tertawa puas


" wahhh tak boleh kalah nih sama Priscil" gumam teh Nabila " ayo sayang.... uhhibuka fillah....suamiku... "


" ya salam....ini malah yg tua tua yg keladinya,berasa kaya penganten baru..." ucap Abba yai yg duduk di teras belakang menikmati suasana pagi yg hangat bersama anak dan cucu ditemani sang istri tercinta di samping nya ...ia bergumam mengucap syukur kepada Allah SWT, diberikan kesempatan dan rejeki juga keberkahan yg berlimpah....


para pengantin muda malah terlihat malu malu kucing ..


halaman belakang sangat riuh....sampai sampai dari tadi orang yg datang dari arah depan tidak terdengar


" masuk saja neng....tak apa apa mereka semua sedang di halaman belakang jadi tidak akan terdengar...." ujar seorang nyai pada dua orang santriwati....


mereka lalu berjalan sungkan hingga ke pintu halaman belakang


" ihhh ramenya ,ana malu ...." ucap seorang santriwati


" shoot....."


bola masuk ke dalam ring " yeeeee ....!!!" Uzi berhasil memasukkan bola ke dalam ring .


"assalamualaikum....!!"


" wa'alaikumsalam.....!!!"


" Vani ...!!"


permainan terhenti saat Vani datang bersama Desi teman sekamarnya ,wajah Desi berseri seri ketika melihat Uzi uzi yg menatap ke arah mereka tepatnya pada Vani mengulum senyum ,

__ADS_1


" Uzi senyum sama ana Van..." bisik Desi


Desi lah teman sekamar Vani yg menyukai Uzi,ukhti juga merupakan sepupu Vani.


Vani hanya menunduk tersenyum getir , wajahnya tertekuk lesu bukan karena ukhti mengetahui bahwa sepupunya ini menyukai Uzi sama seperti dirinya namun karena map yg sedang ukhti pegang ,,,,,ia berfikir apa hanya sampai disini saja kah ????ukhti menghela nafas saat Azam sudah maju melangkah ke arahnya


" mari Vani ke ruangan ana...."


semua terbengong melihat Vani pikiran mereka traveling hal apa yg membuat Vani sampai harus datang ke rumah ponpes apalagi wajahnya tertekuk masam matanya pun sedikit bengkak .


" huffff. ...kenapa Fikri harus memutuskan saat anti sudah masuk tahun akhir....." gumam Azam membuka laci meja kerjanya.


" anti yakin Van ???"


" ana tak tau... ustadz insyaallah....." ucapan Vani bergetar sambil terbata


" sangat disayangkan anti sebentar lagi lulus ...." Azam berucap meyakinkan Vani ,namun tekadnya sudah kuat....


" anti bisa ijin ...." tawar Azam kembali....


" syukron ustadz tapi ana tidak enak pada yg lain ..ana tidak mau merasa diistimewakan..." ucapnya tak berani menatap wajah datar Azam


"na'am.... AL-AMANAH akan selalu terbuka untuk anti, Van..." Azam mengambil map dari tangan Vani lalu Vani dan Desi pamit undur diri ..


Azam kembali ke halaman belakang ...


Priscil yg sudah tau maksud kedatangan ikut menyambut Azam " sudah fix ,by???" Azam mengangguk lalu Priscil mengejar Vani,ukhti sudah merasa Vani seperti anaknya sendiri ,


"loh bunda mau kemana , Yanda ???"


"bunda mau ke ponpes menyusul Vani ...."


semua mengerutkan dahinya ,,memangnya ada apa sampai bunda Priscil menyusul Vani apakah ada yg penting


" sebaiknya kita sudahi saja mainnya, Yanda masih ada urusan..." Azam mengambil botol minum dan handuk kecilnya


perasaan Rai, Syifa dan yg lain menjadi tak karuan


" ada apa sih kang ???" tanya Syifa menyodorkan botol minum,kakang menggidikan bahu


" antuma kan dekat dengan Vani masa antuma tidak tau...??" tanya Haikal yg menerima handuk kecil dari Rai


" Yanda ,,ukhti kenapa ???" tanya Uzi menghentikan tegukan Azam lalu menaruh botol minum di samping nya .


" Vani keluar dari pesantren..." ucap Azam menimbang nimbang


" apa !!!!!!" pekik mereka serentak


sejenak hanya keheningan yg terasa lalu Uzi membuyarkan kebingungan mereka dengan hentakan bola basket yg dilempar sekeras nya ,,,lalu akhi berlari begitupun Syifa dan Rai....

__ADS_1


__ADS_2