
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
gumshield terlempar dari mulut Rai ,
"Rai...!!!!"
hampir semua penonton akhwat menutup mulut mereka dengan tangan sontak Azam, Haikal,kakang dan kedua teman Rai.. Vani dan Syifa langsung berdiri
ustadzah Nabila dan Azam berlari menuju arena namun masih diluar garis pembatas
"Rai.. anti baik baik saja..??" tanya ka Nabila
"insyaallah,umi ....."
"anti kenapa Rai???"tanya Azam khawatir
"ana tak apa Yanda..."
Rai kembali tegak mengambil gumshield nya lalu memakainya kembali ukhti menghembuskan nafas panjang menenangkan pikirannya
ia kembali memasang kuda-kuda....
" prittt.......!!!!"
untuk awalnya Rai memang kembali memimpin ia menendang memutar lalu mengunci lawannya tepat di leher
"gubrakkkk...."
lawan pun jatuh
namun netra nya melihat Haikal yg menatapnya khawatir ,hatinya pun terasa tak jelas lagi saat itupun Rai kembali tak fokus kembali mendaratkan tendangan di perut Rai hingga Rai terpelanting aga jauh
"Rai...!!!" kini Haikal tak tahan untuk tak maju melihat Rai ditendang orang lain hatinya bergemuruh panas walaupun itu hanya pertandingan dan wajar....
Azam menahan Haikal "anta mau kemana ,kalau anta masuk Rai didiskualifikasi..." ucap Azam
"tapi om..." potong Haikal
Rai kembali bangun ia menenangkan hatinya dan mencoba fokus sampai ia kembali unggul ,lawan merasa kehabisan akal dan jurus melawan Rai ternyata si gadis itu mencoba melakukan cara yg curang dan dilarang ia menyasar area yg tidak boleh menjadi sasaran serangan , dan tepat kena sasaran lalu ia pun tak menunggu jeda ia malah menggunakan pukulan telak pada bagian tulang ************ Rai
"trakkk......"
"awwwww........"
Rai terjatuh memegangi bagian tubuh yg diserang
wasit menghentikan dan hanya memberi peringatan dan penalti pengurangan poin pada lawan yg kini tersenyum smirk, wasit memberikan waktu istirahat untuk Rai
"Rai...!!!!."ustadzah Nabila membantu Rai ke pinggir arena ia di dudukan
kakang, Vani dam syifa ikut menghampiri
keringat Rai bercucuran sambil meringis menahan sakit,kedua gadis ini terlihat panik
"Rai....anti tak apa apa???ya allah...."ustadzah Nabila menangkup keponakannya ini , sedangkan Azam meraba bagian yg terkena serangan
"awwwww....sakit,yanda....!!!" sebulir air mata tergenang dipelupuk mata Rai
"ini tidak bisa diteruskan ..." ucap Azam
__ADS_1
"apa???" kaget semuanya termasuk Rai
"kaki anti sepertinya cedera ,bagian tulang selangka anti sepertinya ada masalah serius,yanda tidak mau ambil resiko ...." jawab Azam
"astagfirullah...." kakang mengusap wajahnya kasar sedangkan Haikal yg sudah terpancing emosi hendak meluapkan kemarahannya pada pihak lawan namun dengan segera ditahan kakang,dan uzi
"kurang aj*r.... mereka curang harus diberi pelajaran.. " Haikal hendak menghampiri
"wooww...tahan..tahan ,bruhh .....sabar...." tahan kakanh dan uzi
"astagfirullah...." ucap Haikal
"engga yanda,ana masih mau bertanding...itu tanggung.... beberapa menit lagi...." pinta Rai
"jangan Rai,udah ya ga usah diteruskan .."pinta Haikal " aku ga mau kamu kenapa-napa..." wajahnya sangat panik dan khawatir.
"Laa.....ana tetap mau diteruskan ..." kekeh Rai
"Rai....ga usah anti teruskan ini cuma piala ,kan taun depan anti masih bisa bertanding lagi yg lebih penting itu keselamatan diri anti sendiri...." kakang menahan Rai , akhi tau adik kembarnya ini memang lah keras kepala
"yanda ...."pandangan Rai mengarah ke ayahnya
"terserah anti saja...tapi hati hati..."Azam tau anak gadisnya ini seperti dirinya yg keras kepala... walaupun akhi tau nanti sang istri akan memberi respon seperti apa saat tau anaknya ini dalam kondisi seperti ini ....
"yanda..."
"om ustadz...."
"aa bro....."
gumam mereka atas keputusan Azam,rai mengangguk ia mencoba berdiri walaupun kesusahan,ia mencoba mengatur nafasnya menahan semua rasa sakitnya walaupun keringat yg semakin membasahi wajah cantiknya ....
"bismillah....."ia memantapkan hatinya
langkahnya yg sedikit tertatih,maju melangkah ke tengah lapangan melihat tatapan lawan yg meremehkannya
"kamu siap???"tanya wasit, Rai mengangguk
priitttt...!!!!
mata si gadis terus mengarah ke area yg sudah cedera , Rai tau itu karena saat ini itulah yg menjadi titik kelemahan Rai,namun Rai mencoba berfikir tenang ia kali ini fokus menahan rasa sakit memang tidak mudah namun ia harus bisa...
ia menangkis semua tendangan dan pukulan lawan hingga saat yg tepat ia melayangkan pukulan dan tendangan sambil menahan rasa sakit namun telak membuat lawannya terpundur beberapa langkah dan menskak nya hingga
"bukkk......"
lawan terjatuh dan terkunci .....
waktu pun habis ,poin Rai pun lebih unggul dari lawan nya
"yeeeeee......" pertandingan yg dramatis dimenangkan oleh Rai ,para santri bersorak atas kemenangan Rai , begitupun Rai sendiri
"selamat ya..." ucap dingin si gadis
"syukron....."ucap tulus Rai
Rai hendak turun namun
" bruuukkkk....."
Rai terjatuh karena tulang selangkanya yg cedera semakin sakit tak bisa lagi menahannya
para panitia bagian unit kesehatan pun dan pihak pesantren membawa Rai keluar lapangan dengan cara di tandu ke ruang unit kesehatan..
mereka berlari menuju ruangan dimana Rai berada
"assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam...."
" bagaimana dok ...." tanya Azam
"bisa bicara sebentar pak...." ucap dokter membawa Azam menjauhi Rai yg ditemani ustadzah Nabila sedangkan yg lain di luar dam beberapa si tempat arena
"saudari Raisya harus dirujuk ke RS untuk memastikan, prediksi saya tulang nya retak ataupun engsel bergeser....." ucap si dokter
tak menunggu lama Azam dan pihak panitia membawa Rai ke RS menggunakan ambulan yg sudah disiapkan di tempat bertanding
Azam pergi bersama ustadzah Nabila , Vani dan Syifa sedangkan yg lain menunggu di arena sampai acara selesai,
"om Haikal ikut...." ucap Haikal yg khawatir
"tidak usah kalian kan akan menerima piala , sebaiknya disini saja bersama ustadz Rahman dan wakili Rai,nanti kalau sudah selesai kalian bisa menyusul.... " Azam yg buru buru sambil mencoba menelfon priscil
"ya sudah yanda hati hati,nanti kami menyusul..."ucap kakang
__ADS_1
"drrrttt....."
"drrrttt....."
"assalamualaikum by...."
"wa'alaikumsalam.....sayang...khumai bisa datang ke RS xxxxx sekarang??"
"kenapa memangnya by,,,,siapa yg sakit ???"
belum Azam menjawab "tunggu hubby lagi dimana ini kenapa itu kedengeran suara sirine by??" priscil mulai panik
"iya khumai ..... Rai dibawa ke RS..."
"apa!!!! Rai masuk RS kenapa ???" tanya Priscil yg terkejut dengan nada intonasi yg tinggi
apalagi sekarang priscil sedang berada di rumah ponpes
"astagfirullah.... Rai kenapa sil ??"tanya umi ,abi dan teh Nurul
Priscil menutup panggilan dari Azam
" mi ,, A'a bilang Rai masuk RS karena cedera sekarang priscil mau kesana mi,bi ,teh...." priscil segera mengambil kunci mobil
"umi ikut sil....."
" sebaiknya umi di rumah saja ,kita tunggi kabar dari mereka" jawab Abi
"mari teteh temani saja,sil..."
priscil mengangguk ,"teteh ambil tas dulu...."
tak lama mereka pun pergi
"by...gimana Rai??"
"Rai sedang di rontgen,khumai ...."
"assalamualaikum A'a...." ucap teh Nurul
"wa'alaikumsalam teh...."
"iya lupa salam khumai by,,," priscil nyengir
Azam mencubit hidung yg tertutup niqab ,ia sudah tau letak hidung sang istri
"assalamualaikum by"
"wa'alaikumsalam...."
"kenapa bisa masuk sini by???"
Azam menceritakan semua kejadian yg menimpa Rai
ruangan terbuka mereka masuk dokter menjelaskan kalau Rai mengalami retak tulang pada bagian ************ lalu sendinya sedikit bergeser kemungkinan Rai harus melakukan operasi
"apa operasi dok???" matanya membelalak
"by...."priscil mengalihkan pandangan nya
"ya sudah dok lakukan saja yg harus dilakukan ..."ucap Azam
Rai masuk ruang rawat inap ,beberapa jam kemudian Haikal,kakang, uzi datang ke RS sedangkan yg lain pulang ke ponpes
"assalamualaikum...."
ketiga cogan ini melihat Priscil yg sedang mendumel sambil menyuapi Rai buah buahan sedangkan Rai hanya sambil senyum-senyum sendiri di omeli ibunya malah ia memeluk pinggang sang ibu , ukhti tau inilah cara sayang ibunya , Azam pun hanya duduk menjadi penonton
"ya Allah bunda....itu ngomongnya ga pake titik koma..."ucap kakang
" abisnya Rai harus sampai dioperasi ....."
"operasi ???" pekik ketiga cogan ini
"hah kaget kan antum bertiga....??" tanya priscil
"kenapa bisa gitu bun???"
Azam menjelaskan kenapa Rai harus dioperasi
"khumai ,hubby lapar...."
Priscil pamit keluar bersama Azam dan teh Nurul hanya tersisa mereka berenam
"kal....bisa bicara sebentar...."
__ADS_1
ucap Rai.....