
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" fa...anti jangan jorok ihh..." Rai bergidik geli melihat Syifa menjilati jari jarinya yg banyak sisa lelehan coklat karena hangatnya jari jari tangan mulusnya.
" anti lupa .... Rasulullah pernah bersabda" jika salah satu diantara kalian makan,maka janganlah ia bersihkan tangannya sehingga ia jilati atau ia minta orang lain menjilatinya." perilaku ini hukumnya sunnah karena perilaku ini untuk menjaga keberkahan makanan itu,kan kita tidak tau dimana letak keberkahan makanan itu sendiri..." jelas Syifa sambil berfikir keras untuk mengingatnya
" na'am ana lupa ,kalau begitu sekalian aja sama bungkus bungkus nya ,fa...." sukses membuat Syifa berdecih
" oh ya anti dan Haikal kapan ke Bali ??" tanya Syifa yg penasaran ,dalam hatinya ukhti juga sangat menginginkan liburan seperti Rai sepertinya seru apalagi ia sangat menyukai pantai , rasanya ia sudah bisa merasakan sentuhan ombak dan pasir di kakinya,tapi seketika bibirnya merengut mengingat kakang tidak akan mengijinkan ,ukhti ingat saat periksa minggu lalu bahwa di trimester pertama kehamilan masih sangat rawan membuatnya tidak boleh bepergian jauh ,tapi kan liburan semester pertama masih 3 bulan lagi otomatis usia kandungan nya sudah menginjak 5 bulan kehamilan, namun Syifa tak yakin kakang bisa mengerti mengingat betapa overprotektif nya suaminya kini sudah seperti tuan crab kalo dimintain duit ,ngegas langsung berucap no way in millions ways...
" insyaallah saat liburan semester ganjil...." jawab Rai.
" hufftt....pengennnnn!!!" ucapnya sendu, Rai yg tau isi hati kakak iparnya itu tertawa kecil " sabar ya fa...nanti kalo anti ngeyel tanduknya keluar..."
" assalamualaikum ukhti ...."
" wa'alaikumsalam....."
seorang santriwati junior menghampiri kedua nya sambil menunduk malu malu , Syifa dan Rai saling menatap heran
ni anak cacingan apa kesambet ,apa perlu gue sembur... Syifa bertanya " ada perlu apa ??"
" anu....afwan..." ia tiba-tiba menyodorkan sepucuk surat berwarna merahmuda dengan banyak lambang hati .
Syifa dan Rai mengernyit
" ukhti berdua kan dekat dengan akhi Rasya ,ana pun tau teteh Raisya itu adik kembar akhi..." ia tersenyum senyum sendiri, membuat Rai ngeri
apakah ukhti itu gila...tunggu Rasya. Rai menaikkan alisnya sebelah dan melirik ke arah Syifa ia mengulum bibirnya mencoba untuk menahan setiap kata godaan yg akan meluncur bukan pada tempat dan waktu yg tepat, bagaimana tidak Syifa mulai mengeluarkan culanya..
__ADS_1
" lalu ???" Rai meminta santriwati itu meneruskan maksud dan tujuannya..
" ana minta tolong ,sampaikan surat itu pada akhi..." ucapnya tersenyum lagi.
betulll sepertinya ukhti ini mau cari mati dengan tersenyum senyum seperti itu , Rai segera menyela agar tidak terjadi perang yg akan terjadi selanjutnya bila ia biarkan
" insyaallah ya ..kami pamit ukhti... assalamualaikum...." Rai segera membawa Syifa dan memasukkan surat tersebut di saku bajunya.
" ayo fa..!!"
" mau cari mati dia...." gumam Syifa yg sudah menatap horor
" fa..ingat debay fa....nanti dia sawan kalo denger mamahnya marah marah...." Rai menepuk nepuk Syifa
" kita lihat saja apa yg akan ana lakukan Rai...hoff...hoff..." ucapnya sambil berlalu meninggalkan Rai
" ya salam..." Rai menggelengkan kepalanya
.
.
.
.
.
" clebbb...." garpu menancap kuat di potongan buah sampai garpu dan piring terdengar bergesekan,karena saking kuatnya , Rai dan kakang yg tau sebabnya menelan ludah berat.
" hayoo loh fa...makanya rantein tuh biar ga dilirik orang ..kalo bisa kresekin aja mukanya.." Haikal yg malah mengompori tertawa melihat ekspresi wajah kakang yg sudah memucat auto jatah malamnya di babad habis oleh Syifa atau mungkin mulai malam nanti akhi akan tidur berteman nyamuk malam .
" fa...sayang , sueerr ana tak tau lagipula kan asrama santriwan dan santriwati terpisah mana ada ana main lirik lirikan .. "
" alasan ..." gumam Syifa melirik ,sudah seperti akan menelan orang ,yuuppp senggol bacok mode on...!!
" Rai, coba mana sini kita bacakan suratnya ...!!"
" tapi fa ..." tatapan elang Syifa menghentikan ucapan Rai,tak ayal Rai memberikan surat yg tadi ada di sakunya secara ragu , Syifa mengambilnya,nyawa kakang sudah diujung tanduk sekarang
" fa..udah ya..tidak usah dibaca..."
" anta diem..!!" intonasinya memang tidak terlalu tinggi namun penuh penekanan
to : Rasya β€
" pake love....!!!" sarkas Syifa. Syifa membaca dengan sesekali membelalakan matanya tak percaya dengan isi surat yg terkesan lebay ,ingin sekali ia memuntahkan buah buahan yg sudah masuk melewati kerongkongannya dan mengumpat ,
assalamualaikum ya akhi , bersama datangnya surat ini, ana ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini hanya dipendam dalam hati , perasaan yg semakin hari semakin bertambah, walaupun jarang menjumpai wajah rupawanmu tapi akhi selalu terbayang-bayang di pikiran dan itu membuat jantung ana berdegup kencang ....
" jantungan kali.... periksa sana.." sela Syifa di tengah isi surat.
nama mu ada di setiap do'a ku....bila kita suatu hari berjumpa maukah anta menjadi kekasih halal ku ,???syukron wasallam... tertanda Mutia.
__ADS_1
" kekasih halal...???!!!!" Syifa menarik sebelah alisnya ke atas.
" pfffttt " Haikal tak kuasa menahan tawanya yg sedari tadi sudah membuat mulutnya pegal.
" bby sebaiknya kita menjauh bby , gunung berapi sudah mau meletus..,nanti kita terkena lava pijarnya." Haikal beranjak dan mengajak Rai keluar
" kal... Rai...masa ana ditinggal sendiri..??" terlihat kakang yg memohon
" aseef kang tapi ini masalah anta dan ukhti ,ana tak mau ikut kena imbasnya...." langsung mengambil langkah seribu.
" aseef fa...tapi kan itu bukan salah ana fa ..ana saja tidak tau yg mana orang nya...."
" fa...." rengek kakang yg meraih tangan Syifa,namun Syifa mengibaskannya ukhti tau ini bukan salahnya namun perasaannya akhir akhir ini sangatlah sensitif mungkin bawaan orok..
" anta yg salah !!!....siapa suruh punya wajah ganteng...besok besok ga usah tebar tebar pesona sama kaum akhwat..!!!" intonasinya meninggi sambil menjewer kuping sang suami .
" adudududuh fa sakit fa..."
apa ukhti bilang ia menyalahkan wajah tampan ana ,lalu itu salah ana fa ,ya salammm sabar sabar mungkin bawaan si junior....
" terus ana harus bagaimana fa???apa harus ,ana tulisi jidat ana milik Syifa..." tanya kakang setengah meringis.
" kalo memungkinkan ,kenapa tidak !!!" tangannya belum melepaskan cuping kuping kang sya
" hah !!!" ya salammm .....kata bunda harus sabar iya kan saja....
" iya sayang....kan Syifa tau cinta kakang cuma buat Syifa seorang..." menaik turunkan alisnya berharap bisa meluluhkan hati Syifa.
" dasar gombal....!!!buaya...!!" gumamnya sedikit keras
" salah lagi..." gumam kakang yg tak sadar bibir Syifa sedikit melengkung karena gombalan recehnya, semurah itu Syifa...
" ya sudah ana kan sudah menikah ,sebentar lagi juga akan mempunyai junior ,mana mungkin lirik sana sini kalau di rumah saja sudah punya bidadari sendiri..."
bibir Syifa semakin melengkung,hatinya kini menghangat....
" jangan marah ya sayang..." kakang menarik Syifa yg kali ini tidak melakukan perlawanan lalu memeluknya ,itu artinya ukhti sudah tidak marah.
.
.
.
.
" bwahahahahahahah ..." tawa Haikal dan Rai membahana saat kakang membawa bantal dan selimut ke tengah rumah ,rayuan mautnya ternyata tak cukup ampuh meluluhkan calon ibu muda itu, Priscil dan Azam pun kini seperti tertawa diatas penderitaan anak laki-laki nya yg sebentar lagi akan menyandang status baru...
flashback on
Syifa merogoh saku celananya yg terselip surat cinta dari fans suaminya lalu membacanya kembali membuat darah Syifa kembali bergejolak..kakang memeluknya dari belakang namun Syifa berontak " ga usah peluk peluk malam ini kakang tidur di luar "
sontak kakang mengernyit , dikira sudah luluh ternyata semudah itu moodnya kembali berubah "surat malapetaka..."
__ADS_1
kakang mencari surat itu lalu menyobeknya dan membakarnya...hingga menjadi abu.
" hoffff..." ia menarik nafas berat..." apa ana pakai sarung saja ke ponpes biar wajah ana tidak terlihat biar sekalian dibilang ninja..."