
happy reading all π
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
" assalamualaikum Raisya....labbas???" senyumnya begitu ramah menyapa
" wa'alaikumsalam....bikhir ....." Rai mengangguk tanpa ekspresi ,ukhti begitu kaget dengan kedatangan hampir 10 tahun tak bertemu ,
tanpa melepas tatapan nya pada Rai ,Fayeez mengucapkan kata yg sebenarnya tak perlu akhi ucapkan " jamilati...."
" hah ...??" Rai hampir tak mendengar ucapan Fayeez.
Haikal yg sudah menyala alarm peringatan nya berdiri menghampiri Rai bersama tamunya yang ia fikir sudah dengan kurang aj*rnya memandangi istrinya.
" hallo... sorry,, siapa yang...??? " Haikal meraih pinggang Rai posesif membuat si empunya terjengkat kaget ,dan refleks hendak menjauhkan tangan Haikal namun percuma, Rai yg tak biasa diperlakukan mesra begini merasa malu apalagi dihadapan tamu mereka,Fayeez mengernyit kebingungan dengan sikap posesif Haikal yg tak ditolak Rai.
" kal...kenalkan akhi Fayeez teman ana dan kakang saat di Maroko dulu ...." ucap Rai mendongak yg mendapat tatapan menginterogasi dari Haikal , Rai merasakan aura dingin dari Haikal.
" Fayezz kenalkan akhi Haikal akhi.....my hubby...." cicit Rai,sontak saja Fayeez langsung terkejut pasalnya ia tak tau akan pernikahan Rai
Azam membawa tamunya ke rumah pribadinya
" afwan Ahmed , Anissa,Fayeez silahkan duduk ...." dengan langkah gontai Fayeez duduk bersama kedua orangtuanya
Haikal selalu disamping Rai apalagi radarnya menemukan keberadaan Fayeez yg mungkin akan mengancam kesehatan rohaninya dari penyakit cemburu dan dengki.
terang saja Fayeez mengerti bahasa Indonesia karena ibunya Anissa adalah asli orang Indonesia..
" jadi ini suami Rai???" tanya Annisa tersenyum namun tersirat sebuah kekecewaan .
"iya tante..." jawab Rai
" Haikal..." jawan Haikal mengatupkan tangannya .
__ADS_1
kang sya mengambil alih pembicaraan bersama Fayeez dan kedua orangtua,mereka mengobrol ini dan itu mengingat Fayeez ternyata memilki kesamaan dengan kakang ,seorang pelajar dan pebisnis muda mungkin karena memang sifat dan didikan para orangtuanya.
.
.
.
.
.
Rai sudah memakai stelan hitam hitamnya
" astagfirullahaladzim....." Rai terjengkat kaget saat dua tangan melingkari pinggangnya dari belakang , Haikal terkekeh lalu menumpukan dagunya di bahu gadis itu .
" kaget ya ???" ucapnya
hembusan nafas Haikal membuat kulit Rai meremang , wajahnya memanas , jantungnya berdebar ,ukhti belum pernah seintim ini dengan seorang akhi ,seakan tubuhnya langsung lemas saking gugupnya .
" kal...ihh..anta nih..bikin kaget saja.." ucapnya terbata menyembunyikan kegugupannya
Haikal membalikan tubuh Rai hingga kini mereka saling berhadapan , Haikal dapat melihat wajah merona Rai yg menatap nya sambil sesekali memalingkan wajahnya, tampak jelas ukhti sedang mengusir kegugupan nya , Haikal tertawa... akhi sangat menyukai wajah Rai yg gugup, terlihat sangat menggemaskan dengan mata bulat dan pipi yg sudah memerahnya.
"ihhh...senangnya gangguin anak gadis orang " gerutu Rai yg memajukan bibir tipisnya , tangannya menepuk dada Haikal .
" cieee...malu ya..abisnya anak gadis nya minta digodain...sih..." jawab Haikal yg mencolek dagu Rai ,yg melotot pada Haikal.
mata sipit Haikal menatap manik mata Rai dalam,, menghipnotis si pemilik mata bulat di depannya ,ia meraih dagu sang pacar halal nya menariknya mendekat .
Haikal semakin menarik dagu Rai,hingga kini kulit mereka dapat merasakan deru nafas masing-masing , Haikal meraih dan mengalungkan tangan Rai di lehernya tanpa sadar Rai pun ikut melangkahkan kakinya tepat di depan kaki Haikal meniadakan jarak diantara keduanya ,kedua insan yg sudah berpakaian serba hitam ini pun larut dalam suasana romantisme yg diciptakan nya sendiri , Haikal memiringkan kepalanya ke kanan netranya terfokus ke bibir tipis nan merah menggoda milik gadis remaja yg belum pernah terjamah oleh siapapun , nalurinya sebagai lelaki sudah membuncah sedari tadi ,sungguh Rai terlihat sangat manis saat ini , walaupun sebenarnya Haikal selalu senang saat melihat Rai mode garang lebih terlihat menggemaskan dan seksi katanya minta di lahap...
jarak yg sudah setipis kulit ari ,membuat Rai dan Haikal memejamkan matanya pertanda akan segera menikmati rasa yg mungkin akan membuat keduanya terbuai .
" tok tok tok...."
" Haikal...buruuuu!!!!!"
gangguan yg tak disangka sangka datang di saat yg sudah tanggung ini...
siapa lagi orang yg mampu melakukan ini kalau bukan ARRASYA AL-RAZZAM si dewa Loki pesantren AL-AMANAH si malaikat tampan pencabut ketenangan pesantren AL-AMANAH.....
" ya salam..." gumam Haikal, pikiran yg sudah melayang di atas awan berganti menjadi sebuah kekesalan yg teramat
sepertinya Haikal kini tau yg dimaksud kesabaran yg berlebih itu seperti apa ,
" jawab dulu tuh...kalau anta tak mau akhi nekat masuk..." kekeh Rai yg malah menggoda Haikal.
" cuppp...."
Haikal mengecup benda kenyal merah itu sekilas " kita teruskan nanti malam...." senyum smirknya melihat wajah bulat yg kini sudah diam membatu akibat ulahnya barusan .
__ADS_1
" honey...ana duluan ke lapang bareng kakang membantu akhi menyiapkan peralatan...anti mau bareng atau menyusul nanti bersama Syifa ???" tanya Haikal yg mengencangkan kembali sabuk bela diri di pinggangnya...
" nanti saja menyusul bersama Syifa..." ucapnya yg masih mengumpulkan potongan potongan kesadaran nya
" ya sudah ana pergi dulu... assalamualaikum...."
" wa'alaikumsalam..."
Rai menatap wajahnya di cermin mengingat kejadian singkat itu , tangannya meraba bibir tipis nan merah nya " yang tadi tuh apa ???" gumamnya pelan , wajahnya kembali merona , sepertinya mulai sekarang ia harus periksa kesehatan jiwanya ,yg sering tersenyum senyum sendiri.
"astagfirullahaladzim...." ukhti menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil
" udah gila gilaan nya ??? telat nih.."
matanya membelalak mendengar suara dari ambang pintu kamarnya yg ternyata tidak tertutup , bagaimana ukhti bisa sebodoh ini... ,memang benar kata orang cinta bisa membuat siapa saja menjadi bodoh....
demi apa ??rasanya kini Rai ingin memasukkan wajahnya ke kantong kresek dan membuangnya jauh karena malunya ,kalian tau siapa Rai kan si ukhti yg menjunjung tinggi image dan ke jutekannya .
" siapa yg gila sih..ngarang anti...ayo ahh telat.." Rai segera merapihkan pakaiannya dan mendorong Syifa ,menutup pintu kamarnya lalu merangkul Syifa .
" cieee...tenang penyakit ini hanya berlaku saat awal awal pernikahan...dan memburuk di atas pukul 9 malam..." ucapan Syifa yg seakan tanpa ada saringannya.
"bahkan nanti bibir mu yg tipis ini bakal kaya bibir Angelina Jolie..." tambahnya lagi sontak mata Rai membola ia menutup mulutnya dengan tangannya, dan Syifa tertawa akan hal itu betapa polosnya adik iparnya itu.
dan sekali lagi ia membuktikan omongan orang kalau wanita baik baik untuk laki laki baik baik begitupun sebaliknya,,,, Kakang dan Syifa memang cocok sama sama usil sama sama orang yg senang menganggu ketenangan orang ,tadi akhi sekarang ukhti .....
" masa sih fa ??sampe kaya gitu ???diapain ???" tanya Rai penasaran...
Syifa berniat menggoda Rai " mau tau ???" tanya nya berbisik , Rai mengangguk
langkah mereka terhenti di koridor pesantren " dengerin baik baik... " Rai kembali mengangguk dan menajamkan pendengarannya
" k..e...p..o...." bisik Syifa lalu berlari
" Syifa....!!!anti minta dihajar " pekik Rai
mereka berlarian saling berkejaran
" bukkk....."
brak....
"awww......"
" afwan...aseef....." ucap Rai meringis
" Raisya???anti tak apa ???"
" Fayeez..!!"
" sorry...."
__ADS_1
" no problem...." , menatap Rai dengan sendu akhi ingin meraih dan menolongnya namun keinginan itu harus akhi kubur dalam dalam mengingat kalau kini Rai bukan lagi seorang gadis tanpa pemilik,ukhti sudah berstatus sebagai istri ,sampai sekarang akhi belum percaya jika penantiannya selama sepuluh tahun harus sia sia , gadis yg di sukainya kini sudah menjadi milik orang .
Rai berdiri dan menepuk nepuk pakaiannya " Raisya boleh kita bicara sebentar....ada yang ingin ana sampaikan pada anti..." ucap Fayeez dengan tatapan harapan ....