Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
Isra Mi'raj part 2


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" bunda mau kemana pagi pagi???" Syifa melihat mertua kesayangannya itu sudah sibuk menuju rumah ponpes ....


" oh...itu bunda mau bantu bantu umma yai menyiapkan hidangan untuk ibu ibu kampung yang mengaji hari ini di area masjid ponpes ,hari ini kan masih dalam rangka merayakan isra Mi'raj makanya hari ini santriwan dan santriwati bersiap siap membantu pihak ponpes untuk mengadakan acara shodaqoh...."


" oh infaq gitu ya...." Syifa berohria lalu menyeruput kembali susu coklatnya


" beda fa....." pungkas kakang yg datang dari arah tangga .


keduanya menoleh ke arah kakang


" kalau infaq hanya sebatas harta benda saja kalau sedekah itu mencangkup semuanya termasuk benda non materi seperti senyum,ucapan terimakasih bahkan ilmu....kita mengundang ustadz dari luar untuk menyampaikan tausyiah....nanti anti bantu bantu lah disana..."


Syifa manggut manggut dengan penjelasan suaminya seraya menyiapkan sarapan berupa roti dengan selai dan susu coklat kesukaan kakang .


" anta sekolah ,kang ???" tanya Rai di sebrang meja ,kakang mengangguk " sekolah cuma ngasih libur sehari ,mana nanti sore basket lagi...." kakang mulai memasukkan roti ke dalam mulutnya.


" jadi hari ini ga ke cafe???" tanya Syifa


" sepertinya ke cafe tapi sebentar... insyaallah ana pulang setelah maghrib ya ,fa...."


" lama banget..." Syifa merengut yg jelas keberatan .


kakang mengusap rambut Syifa yg tergerai ," soalnya kan ekskul basket jam 2 selesai jam 5 setelah itu ana ke cafe...." senyumnya memberi pengyakinan pada Syifa.


Syifa menghela nafas pendek " na'am hati hati.....jangan kecapean...."


" cihhhh....manjanya ,ana berasa lagi nontonin sinetron..." decih Rai.


" nanti juga anti merasakan kebucinan yg haqiqi sama Haikal..." jawab Syifa .


" no way...." tolak Rai.


" belum..., sekalinya manja Haikal tak bisa keluar..." potong kakang menggoda sang adik .

__ADS_1


" dihhh...LA......!!!!" sarkas Rai ,dasar si cewe gengsian...


" kalo sedekah jariyah itu yg kaya gimana ???" tanya Syifa melerai perdebatan tentang Haikal,yg bahkan orangnya saja tidak tau sedang diperdebatkan.


" kalo sedekah jariyah itu amalan yg tak pernah putus pahalanya,misalkan anti bersedekah membangun sumur air ,atau saluran air atau bisa juga masjid ,nah itu sampai anti inalillahi pun tetap akan menjadi ladang pahala buat anti ,ingat Rasulullah SAW bersabda apabila seseorang mati terputus lah semua amalannya kecuali 3 perkara yaitu shodaqoh jariyah ,ilmu yg bermanfaat,dan anak sholeh sholeha yg akan mendo'akannya..."


berasa kaya lagi nontonin tausyiah pagi pagi cuman bedanya ini live dari ustadz yg gantengnya nusuk nusuk ke hati....bagaimana tidak kakang memakai seragam putih abu nya dengan mengeluarkan bagian bajunya lalu dasi yg sedikit longgar , aroma maskulin yg menyeruak menenangkan ditambah rambut acaknya, menjadi nilai plus, dilengkapi dengan jam tangan dan anting hitam yg ditempel ,,melekat di tubuhnya ...membuat siapa saja kaum akhwat ingin dihalalkan..sayangnya sudah ada yg punya .


"Syifa pikir acara peringatan isra Mi'raj nya cukup sehari kemarin.... ga nyangka semeriah ini"


" harus dong...masa orang orang saja memperingati tahun baru Masehi pada heboh sampai liburan ,,,ini isra Mi'raj loh perjalanan spiritual nya baginda Rasul ....saat mendapat perintah shalat 5 waktu.... perjalanan beliau ke jannahnya Allah...." antusias Rai.


kakang melihat ke arah jam, jarumnya sudah menunjukkan tepat pukul setengah tujuh pagi ...


"ana harus berangkat sekarang, takut telat...." kakang beranjak dari kursi sampai saat Uzi masuk ketiganya menoleh.


" assalamualaikum...ya ahli kubur...." sapa Uzi yg jelas mengagetkan Rai dan Syifa namun sudah biasa bagi kakang.


" astagfirullah...!!!Uzi ...." pekik keduanya mengurut dada.


" serem amat panggilannya ahli kubur....ga usah bawa bawa kuburan kalee ,zi dipikir Syifa kunkun apa..." gerutu Syifa.


disambut kekehan oleh kang sya dan Uzi..


" anta ,zi...." Rai mencibir


" masa ada kunkun secantik ini..." goda kakang mencolek dagu Syifa . yg sontak saja membuat Syifa merasa malu dihadapan kedua jomblo di depannya


" Syifa sudah seperti sabun saja dicolek colek..." ujar Uzi.


" memang ucapan ana benar kan kita semua calon calon penghuni kubur nantinya ....." jelas Uzi


" udah ahhh , Syifa ....,anti mau ikut ke ponpes tidak kalo kelamaan ngobrol sama duo rusuh ini ana bisa kecepatan jadi penghuni si 2 x 1 meter nya...."


kakang dan Uzi tergelak mendengar omelan Rai.


" bentar Syifa pake jilbab dulu...." ia mengambil jilbab yg disampirkan di sofa lalu mencari cermin ,namun belum juga memakai kakang sudah merebut jilbabnya.


" sini kakang pakaikan...." ia meraih jilbab berwarna putih itu lalu memakaikannya menutupi aurat Syifa bagian kepala tak lupa mengaitkan peniti.


" bisa kang...??" Syifa yg sedikit takut ...ukhti tak yakin kalau kakang bisa memakaikan jilbabnya terlebih saat mengaitkan peniti salah salah leher putihnya tertusuk peniti.


" insyaallah ....."


tak disangka,dengan jahilnya kakang memberi sentuhan akhir


" cuppp....."


bibirnya mengecup bibir Syifa yg terlihat menggoda di depan Rai dan Uzi,sontak mereka berdua menutup matanya .


"astagfirullahaladzim....pagi pagi sudah bikin hareudang....sadar oeyyyy....ada human disini...." sarkas Rai dan Uzi.


Syifa memukul lengan kang sya tak terima kang sya mencium nya di depan orang lain ,


" morning kiss...." jawabnya polos


" alesan banget...sana pergi gihh ntar telat...." ukhti mendorong pelan bahu suaminya itu

__ADS_1


Syifa teringat satu hal yg membuatnya sedikit geram " inget kang, kalo ada Cindy ga usah diladeni, pura-pura ga liat aja kalo dipanggil pura pura tuli aja....pokonya ga usah deket deket ntr gatel...." nada bicaranya sarat ancaman.


kakang tergelak melihat kecemburuan istri nakalnya ini "siap komandan...." jawab kakang


" oh iya kang.... anta masih punya hutang sama Syifa..." adu nya . Kakang mengerutkan dahinya "apa???"


" hadiah kemaren???" tanya Syifa mengingatkan


" oh iya astagfirullah ana lupa tapi hutang ana bukan sama Syifa ... seharusnya untuk Rai...apa ana salah??"kakang melengkungkan bibirnya dan mengangkat alisnya sebelah,akhi sudah tau kecurangan istrinya itu.


" ihhhh kan yg berucapnya Syifa .....masa ga ada rewardnya sih atas keberanian Syifa..." Syifa memanyunkan bibirnya tak terima.


" ihh gemes jadi pengen makan...." ucapnya gemas mencubit hidung Syifa "ya udah nanti kakang kasih hadiahnya , sekarang kakang berangkat dulu ya... assalamualaikum...."


" wa'alaikumsalam....."


Syifa menatap mobil yg semakin menghilang dari pandangan.


" fa,ayo nanti kita telat bantu bantunya...bawa Al-Qur'an juga , sekalian kita ikut mengaji bareng yg lain..." pinta Rai, Syifa menurut.


di ponpes Vani sudah menunggu dengan setia


" wahhhh rame ya...." Syifa berdecak kagum ,berapa tahun ia melewatkan acara seperti ini dengan ketidaktahuannya, beruntung ia mengenal kang sya ,kalau begini ia menyesal kenapa bukan dari orok saja ia mengenal keluarga Rasya..


" iya fa...pasti rame lah... kan banyak orang..." jawab Vani polos ,sontak mendapat tepukan pelan di lengannya oleh Rai.


gerbang ponpes yg biasanya tertutup bak penjara tanpa teralis ,kini terbuka lebar menyambut kedatangan warga dan mobil mobil yg membawa anak anak dari panti asuhan ,acara yg didominasi kaum ibu ini membuat suasana ponpes begitu ramai nan hangat , walaupun tidak sedikit juga kaum ikhwan yg mengikuti acara ini.


terlihat para pimpinan ponpes dan pengajar tengah sibuk menyambut tamu ,para santriwan dan santriwati tak kalah sibuk menyiapkan sarana dan tempat ,


Rai mengajak Syifa dan Vani ke arah dapur ponpes para nyai sudah disibukkan dengan hidangan ,kudapan untuk para tetamu yg datang ,acara ini selalu digelar setiap tahunnya ...


beberapa puluh paket bingkisan sudah berjejer rapi di sudut ruangan dapur .


" Bunda...!!!" pekik Rai saat melihat ibunya sedang sibuk memasukan berpuluh-puluh lipat amplop di tas yg diselempangkan nya .


" assalamualaikum bunda...." salim mereka .


" waalaikumsalam.....kenapa masih disini ...ayo segera ke masjid ,,antum bertiga sudah punya wudhu kan???" tanya Priscil.


" sudah,bun...." angguk ketiganya.


" ya sudah ayo acaranya sudah mau dimulai...."


mereka mengekor ,selintas Rai melihat Haikal yg tengah sibuk bersama teman santriwan lainnya membantu terselenggaranya acara ,ia menyunggingkan senyumnya " Alhamdulillah.....calon imam..." gumamnya sangat pelan hingga tak terdengar .


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2