Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
Syifa cemburu Rai yg marah


__ADS_3

maaf ya guys otor dari kemarin sedikit sibuk jadi belum keburu buat up biasalah kalo menjelang ramadhan suka sibuk sana sini ....


happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


ada yang beda memang setelah kepergian Vani , serasa kehilangan...namun dimanapun ukhti berada mereka akan selalu mendo'akan yg terbaik.


karena awal tahun ajaran baru banyak sekali santri baru yg memutuskan untuk mondok di AL-AMANAH ,dan layaknya sekolah formal pada umumnya pesantren disini juga menyelenggarakan pentas ajang pengenalan berbagai kegiatan ekstra,semua santri senior sudah sangat sibuk sejak seminggu kemarin begitupun para pengajar


pengenalan kegiatan ekstra ini bisa disebut juga sebagai ajang pembuktian diri dan pesantren tentang kegiatan yg dapat diikuti oleh para santri, bahkan beberapa diantaranya sudah menyabet gelar diajang kejuaraan tingkat daerah maupun Nasional,dengan santri bintang disetiap bidangnya .


" masyaallah...!!! kakak akhi itu ganteng sekali...makin betah aja mondok disini.... "


"iya ... sepertinya nanti ruang BK akan penuh dengan santriwati yg menjalani hukuman soalnya rela manjat tembok asrama cuman buat liat akhi..."


" mungkin akhi calon imamku..."


begitulah bisik bisik pengagum baru kang sya dan para santri senior lainnya .


" aku mau ikutan ekskul pencak silat aja biar bisa melihat akhi..."


" krreeekkkk......." matanya memicing mengkilat jari jarinya menggenggam botol air mineral yg sudah habis ,kasihan sekali nasib botol itu yg sudah tidak menentu wujudnya.


" ngeri ana ....kalo jadi botol ....!!" ucap Rai yg melirik Syifa .


" fuhhhhh....."


" pletokk....!!"

__ADS_1


permen karet yg sudah tak manis menggelembung dan pecah begitu saja di mulut Syifa


" mau cari mati mereka...." ujar Syifa


" sabar....fa....kan mereka semua tidak tau kalau akhi sudah ada yg lebel..." kekeh Rai yg duduk di samping Syifa dengan memakai stelan hitam hitam kebanggaan nya .


" anti yakin tidak akan mengikuti demo pencak ???" tanya Rai.


Syifa menggeleng " ana hanya ikut demo band saja..kakang tidak mengijinkan ,Rai.." ucap Syifa.


"katanya mulai sekarang kakang lah yg akan menjadi guru private bela diri ana .." tambah Syifa , Rai hanya ber o ria tanpa bersuara , bersyukurlah ukhti , Haikal tidak begitu... masih membebaskannya untuk mengikuti kegiatan pesantren dengan leluasa....


" sudah ..... ayo kita ke belakang saja ,ana tidak mau kalau setelah botol itu benar benar hancur selanjutnya leher ana yg anti patahkan... Rai menepuk-nepuk pantatnya yg kotor lalu mengajak Syifa ke ruang anak anak pencak sudah berkumpul .


" tenang saja ,fa .... walaupun kakang tengil tapi akhi setia ko....ana yakin...100% " Rai mengucapkan sambil sesekali tertawa melihat wajah tertekuk Syifa .


namun tawanya langsung berubah saat melihat pemandangan yg tersuguh di depan mereka , Syifa melirik ke arah Rai yang sudah berubah,, bagai buah simalakama perkataannya berbalik .


" sabar Rai... insyaallah Haikal setia ko...." kekeh Syifa mengusap usap bahu sang adik ipar yg kalau dijelaskan..tangan mengepal kuat ,air wajah yg sudah tidak bersahaja lagi layaknya Hulk yg siap berubah menjadi hijau.....


terang saja di depan, Haikal sedang menerima sebotol air mineral dari dua orang akhwat juniornya sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya.


" braakkkk.....!!!"


" astagfirullahaladzim....!!!" pekik Syifa begitu pun orang orang di depan yg tengah ,mereka tergelonjak kaget .


Rai menendang tong sampah yg ada disampingnya hingga isinya berhamburan plastik plastik bekas snack dan juga sampah sampah yg lainnya.


" Syifa lantas tergelak, Haikal yg menyadari bahwa kini nasibnya berada di ujung tanduk menghampiri Syifa .


" fa, Rai kenapa ???" tanya Haikal dengan wajah yg polos


" loe nanya Rai ke gue ,meningan loe tanya sama tuh cewe dua ....." tunjuk Syifa menggunakan dagunya .


" astagfirullahaladzim...salah paham itu...." Haikal berlari mengejar Rai.


kakang dan Uzi datang menyusul karena melihat Syifa disana .


" duhhh....yang banyak pengagum nya. . ...seneng ya..." ledek Syifa


kakang dan Uzi saling menatap tak mengerti


"ga usah kura kura dalam perahu anta kang...sini....!!" Syifa menarik cuping kuping kakang dan menariknya untuk mengikuti Syifa ,sebagai saudara yg berbudi Uzi dengan senang hati menertawakan kakang yg sudah meringis namun tetap menurut...


______________________


" udah dong marahnya ,yang...." Haikal meringis menatap Rai yg masih tidak mau berbicara padanya semenjak kejadian tadi Syifa dan kakang merasa canggung berada di situasi ini.


Yanda dan bunda memutuskan untuk makan malam di rumah ponpes menemani Abba yai yg sedang sakit


" diam...." Rai mendelik sinis ia mengangkat garpu di tangannya lalu mengarahkan ke mata Haikal bergantian ke matanya..

__ADS_1


" anta sih kal main terima saja pemberian akhwat....pake dibonusin senyum senyum segala lagi..." cicit kang sya pada Haikal


" anta juga sama kang...." ujar Syifa


" ana tidak begitu fa..." geleng kang sya


" anta juga tebar tebar pesona ,,,sama junior ..." ucap sinis Syifa.


kakang mengatupkan bibirnya , sebaiknya akhi diam saja kalau tidak mau berujung seperti Haikal .


sampai makan malam selesai Rai hanya mendiamkan Haikal ...


sudah berbagai cara ia lakukan agar Rai tidak marah lagi...namun nihil, pendirian Rai tetap teguh ,ukhti menghampiri Syifa yg sedang duduk di teras depan .


Syifa tengah asyik merasakan semilir angin malam menerpa wajah dan tubuhnya,rambut panjang nya yg bergelombang mengalun lembut tersapu angin malam .


" Rai, anti masih marah ???" tanya Syifa,ia menyadari kehadiran Rai, Rai pun duduk disamping Syifa mengambil sebuah gitar dan memainkannya .


Rai menggeleng " tidak tau fa ....ana hanya merasa marah dan kesal saja kalau melihat Haikal, selalu teringat kejadian tadi siang..." cicitnya .


" maafkan saja...mungkin akhi hanya merasa tidak enak saja kalau tidak diterima takut di sebut sombong, kan mereka tidak tau kalau status Haikal sudah menikah dan Haikal tidak mungkin juga melakukan itu, secara nanti viral lah pesantren ini karena memiliki santri yg sudah menikah " jelas Syifa ,memang ada benarnya juga namun tetap saja ukhti masih belum bisa terima senyuman manis Haikal ditujukan untuk akhwat lain selain dirinya.


" fa...ko anti bisa sabar sih fa.. secara kakang lebih sering begitu,akhi banyak yg suka... ,kakang juga terkenal tengil dan suka bercanda" tanya Rai menaruh kepalanya menyamping di tubuh gitar yg dipangkunya .


" hmmm kepercayaan...." jawab singkat Syifa seraya menutup matanya lagi merasakan angin yg kembali menerpa wajahnya dan rambutnya yg tersibak ke belakang.


Rai mengangguk anggukan kepalanya hingga matanya tertuju ke satu arah


" subhanallah...fa leher anti kenapa???apa iritasi ataukah alergi???" tanya Rai yg langsung menegakan kepalanya dan menyentuh bagian yg nampak kemerahan itu .


" ashhh " Syifa sedikit meringis....


" mana sihh???" tanya Syifa , kemudian ukhti mengambil ponsel lalu bercermin dari kameranya matanya membola saat ada beberapa cap RW di sekitaran lehernya


siapa lagi kalau bukan hasil karya ARRASYA AL-RAZZAM.......


" kakang. " gumam Syifa menggeretakan giginya


" ada apa sama kakang ,fa ???" tanya Rai yg belum menemukan sambungan kabel di otaknya .


Syifa berdiri lalu berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya...


" awas saja kang..."


selepas Syifa masuk Rai yg kembali memetik senar gitar nya baru menyadari .


" subhanallah...!!!!" matanya yg bulat seperti mau keluar dari tempatnya ia menutup mulutnya yg menganga dengan sebelah tangannya.


" apa itu ulah kakang....???" Rai mengipas ngipasi wajahnya yg menghangat...


" apa kakang dan Syifa sudah...?? arrggghhhhh ...mesummmm!!!!" tanpa sadar Rai memekik

__ADS_1


" siapa yg mesum ???" Haikal ternyata sudah berdiri di ambang pintu memperhatikan tingkah Rai....


__ADS_2