
happy reading π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"sreng....sreng...sreng...."
gesekan spatula dan katel saling beradu mengaduk masakan yg sedang di campur oleh sang chef
"Haikal itu paling suka ya ini sambel goreng kentang pake ati..... ditambah suwir ayam ...udah deh....dia bakalan anteng sendiri...." ucap tante Salsa , Rai menyimak wanita cantik ini
" kamu harus belajar bikin ini ..."tambahnya lagi "emmm...sipp udah pas..." ia mencolek bumbu yg masih panas
Rai menaruh masakan ini pada setiap tempatnya lalu menutupnya ia masukan ke tas kecil
"oke done.... Rai ga tau kenapa tante sangat berharap kalo yg nantinya akan mendampingi Haikal itu kamu " jari telunjuk lembut nya menyentuh hidung mancung Rai lalu menggenggam kedua tangan gadis ini
Rai hanya tersenyum manis bak gula aren
apa mungkin itupun harapan Rai ???
"ya sudah mari kita siap siap ,kayanya nanti sore om juga pulang...."ajak Salsa
"na'am tante...."
mereka bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi
"pak jenguk Haikal ya " ucap lantang salsa pada sopirnya lalu ia memakai syal dan kacamata hitam yg bertengger manis di hidungnya
"ayo sayang...."ajak Salsa Rai mengikuti
sepanjang perjalanan Salsa membicarakan tentang masa kecil Haikal yg menggemaskan dan konyol membuat Rai tertawa kecil ,sungguh ia nyaman dengan perlakuan Salsa padanya ,sudah seperti ibu sendiri tangan Salsa pun tak lepas menggenggam tangannya
mereka sampai di depan bangunan itu dimana Haikal berada di dalamnya
setelah meminta ijin akhir nya Haikal keluar
Salsa dan Rai membawa makanan dan baju ganti untuk Haikal
"mamah...!!" pekik Haikal Salsa menghambur memeluk anak nya walaupun tingginya dibawah Haikal
"kusem banget anak mamah .....malu maluin dong kalo gini,, semalem kamu ga tidur ya itu mata ada lingkar itemnya???" Salsa menepuk ****** Haikal namun ia hanya nyengir
"mamah bawa apa ??" tanya Haikal melihat ke arah tas yg dibawa Salsa
"masakan kesukaan mu .....plus baju ganti....plus......" Salsa tersenyum
" plus apa mah???"
"plus calon mantu mamah...." Haikal menautkan kedua alisnya
"mah Haikal ga mau dijodohin ahhh...." ucapnya aga sedikit menjauh dari ibunya mengingat Salsa itu sering menjodoh jodohkan dirinya dengan anak anak teman arisannya
"yang ini beda sayang....."
"ga mah...cukup ya mana mau dia sama Haikal yg begini..." ucap Haikal menunjukkan tangannya yg terborgol
"dia mau ko nerima kamu apa adanya.... sayang dia sholeha ko orangnya..".bujuk Salsa
__ADS_1
Haikal masih belum tau siapa yg bersama ibunya ini
"lalu Salsa berdiri dan beranjak ia menarik tangan seseorang, seorang gadis berjilbab dan berpakaian tertutup namun tampak cantik dan manis
"ya sayang ... " Salsa pura pura cemberut.." Rai ,,, Haikal nya ga mau dijodohkan nih ya sudah mungkin belum jodoh ya...." ucap Salsa menggoda Haikal dengan melengkungkan bibirnya Rai hanya tersenyum
"mah...mah....engga gitu maksud Haikal tuh engga mau tapi engga mau nolak gitu...."kilah Haikal
" ko bisa disini ???aku kira kamu sudah pulang. ???"
"belum Rai mamah tahan disini buat nemenin mamah..."
begitulah mereka berkangen kangen ria sambil Salsa yg menyuapi anaknya
ditempat lain seorang pria berperawakan tinggi nan atletis memakai stelan casual turun dari mobil mewahnya umur tak melunturkan Kharisma nya ditemani asisten pribadinya ia menapaki rumah dimana Priscil dan azam pernah bertaruh nyawa ...
"turun...!!!!!."ucap Ricko dingin tangannya mencengkram kerah kemeja si pemuda
"bawa dia ke dalam,Ko...."ia menyesap rokok yang hampir habis
"iya bang...."..ucap Ricko tunduk"ayo masuk..."
ia mengeluarkan ponsel nya dan menscroll kontak lalu melakukan panggilan
"Zam,,,loe dimana ke markas gue sekarang..." titahnya singkat
ia mengirim pesan pada istrinya " sayang ,,,,aku akan segera pulang ...."
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
" Haikal mamah sama Rai pulang dulu ya ,barusan papah WhatsApp mamah dia mau pulang..." ucap Salsa membuat Haikal dan Rai membelalakan mata entah ekspresi apa yg mereka tampilkan yg pasti mereka semakin gelisah harap harap cemas...
"apa kata papah,mah???"
"apa papah sudah menemukan si pengkhianat???"
Haikal mulai mengeluarkan senyuman smirk nya... tatapannya menajam seperti siap siap membunuh , Salsa melihat diri Gio di diri Haikal ,ya iya lah Haikal kan anaknya...ππ
"huuu mah masih kangen..."bisiknya pada ibunya
" sama mamah???"
"bukan sama gadis sebelah mamah....bilangin dong mah....kalau Haikal sayang..."ucap Haikal yg terdengar oleh Rai
"biarin kan om Azam tidak disini...."
"tapi Allah disini..." ucap Rai yg tiba-tiba menjawab
Haikal mengecup pipi ibunya "yg ini buat mamah..." ia mengecup pipi ibunya sekali lagi" dan yg ini sampaikan buat cewek yg disebelah mamah..."
Salsa tertawa melihat kelakuan konyol anaknya Rai pun hanya tersipu malu
mereka pamit saat pulang mereka sudah mendapati Priscil dan kakang sudah di rumah namun Azam tidak ada
"assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam..."
"bunda sama kakang udah pulang???"
"udah sayang ,," ucap priscil
"duhhh ngapelll terooossss......" ledek kakang
"dihhh anta sirik nih,makanya ajak syifa..."
"bun...ana niat liburan malah jadi kerja..." rengek kakang yg tengah berkutat dengan laptopnya dan berkas seabrek abrek ,itu adalah pekerjaan Azam
"hahahaha ikhlas sayang ini juga kan akan menjadi tugas anta ...." priscil mengusap lembut kepalanya kakang
"insyaallah ikhlas bun...latihan jadi imam mencari nafkah..."
"nah itu tau....masa iya syifa yg mau cari uang ...."jawab Rai
"selamat bekerja....kakang chaiyo......"
Salsa tersenyum melihat kelakuan anak anak Priscil
"loh Azam mana sil..."mereka kini tengah berada di halaman belakang
__ADS_1
"barusan bang Gio telfon ka .. sepertinya Nungki sudah ditemukan...."ucap Priscil secercah harapan tergambar jelas di wajah Salsa
"semoga semua cepat terungkap ya sil, Haikal segera pulang..."
"insyaallah ka.... do'a kan saja...."
πππππππ
Azam masuk dan bergabung bersama Ricko dan Gio ...
"assalamualaikum bang..."
"wa'alaikumsalam...."
"bagaimana bang...."
mereka masuk ke dalam ruangan dimana mereka menyekap seorang pemuda yg terikat dan sudah babak belur
" maaf pak dia sudah mengaku bahwa memang dia menyembunyikan barang tersebut di bawah jok dan beberapa bagian lain motor Haikal.."ucap seorang anak buah Gio
"br*ngs*k...." Gio melayang kan bogemannya pada wajah si pemuda lalu ditahan Azam "sabar bang...."
"akhi sudah tidak berdaya bang....kita serahkan akhi segera..."
" terbayang kalau gue hanya duduk manis menunggu polisi mencarinya,,,kapan anak gue akan bebas Zam...."
yah hanya butuh 3 hari untuk Gio menangkap Nungki yg sudah akan berpindah tempat lagi untuk menghindari kejaran polisi namun ia tidak bisa lari dari kejaran Gio
flashback on
Haikal dihubungi teman teman geng motornya
"kal ....gimana kabar loe bro ???" tanya Nungki
" baik...gimana gimana bro katanya ada balapan jajal track baru ???" Haikal memijit tengkuknya
"ada bro kebetulan,malam ini loe ikut ga??? anak anak mau pada maen kesana jajal track baru .... sekalian jajal gelar baru masa seorang Haikal ga ikut...??" ucap Nungki
"oh iya kal ...ada anak geng motor lain nantang loe... gimana loe terima ga ???" tambahnya
tanpa pikir panjang Haikal mengiyakan walaupun ia baru pulang kemarin dari AL-AMANAH tapi jika sudah menyangkut balapan tubuhnya seketika langsung mode on
Haikal sampai disana bersama beberapa temannya termasuk Andi dan Nungki,tak ada yg menyadari sejak Haikal masuk ponpes mencoba berjalan di jalan yg benar sebaliknya Nungki malah memilih jalan yg salah karena tergiur dengan uang yg tidak sedikit ia memilih mencoba menjual narkoba bahkan kini ia sudah terbilang cukup lihai ia bahkan sudah menjual 1 kg setiap transaksi dalam beberapa kantung plastik berbeda-beda
balapan hari ini merupakan strategi yg baik untuknya untuk menyamarkan transaksi gelapnya dengan dalih balapan liar,namun naasnya polisi ternyata sudah mengintainya beberapa hari yg lalu ,
balapan dimulai namun baru menjajal 3 lap terdengar suara sirine polisi dari kejauhan mereka semua terkepung disini
"sh*ttttt.....polisi lagi mamp*s gue mau disembunyiin dimana nih barang .." Nungki mondar mandir
"d*mn!!!!! kenapa ada polisi disini... "umpat Haikal
tiba tiba seorang polisi memanggil Haikal ia menengok dan membuka helmnya is menitipkan motornya di Nungki,,,saat itu juga Nungki memanfaatkan nya untuk menyembunyikan barang haram itu disetiap sela motor Haikal
"haaa disini aja lah...ga mungkin ketauan deh , lagipula kalo ketauan juga gue rasa Haikal bakal bisa keluar dengan gampang kan ayahnya orang kaya,beda sama gue kalo ketangkep..."gumam Nungki
Nungki menyelipkan tiap bungkusan dan menaruh sebagian besarnya di bawah jok
polisi memeriksa semuanya tidak terkecuali ,semua digeledah termasuk memeriksa motor saat seorang menggeledah motor Haikal polisi meraih sebuah plastik yg terselip dan
"plukk...." bungkusan jatuh
polisi mengambilnya dan memeriksanya
"sabu... Ndan..." semua tergelonjak kaget termasuk Haikal sendiri yg langsung menyangkal
"motor siapa ini...
"motor saya pak....
"ndan....masih banyak ....
semua membelalakan mata
"astagfirullah....mana mungkin gue bawa yg begituan .... bro kapan gue bawa yg begituan???tanya Haikal pada kedua temannya ini namun mereka menggidikan bahu
"astaga kal....loe jualin sabu ???ga nyangka gue kal...."ucap Nungki yg justru menjerumuskan Haikal dengan memfitnahnya
"bukan pak...bukan saya....eh Nungki jangan nuduh loe....apa jangan jangan ini punya loe...."
__ADS_1
"mari ikut kita ke kantor polisi...."
TBC π