Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
diimami di sepertiga malam


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


"grepppp....!!!"


" wangi....sudah mandi ???" tanya kakang yg memeluk Syifa dari belakang dan menyerukkan penciumannya ke leher dan tengkuk Syifa menghirup rakus aroma istri nakalnya.


Syifa yg merasa kegelian ,menggeliat geliat kecil lalu memutar tubuhnya dengan masih dalam pelukan kang sya.


"nih....." Syifa menyodorkan sebuah amplop berwarna merah maroon berpitakan gold,kakang mengernyitkan dahi nya "apa???"


" undangan Salwa....." jawabnya berbinar.


kakang melepaskan pelukannya lalu meraih dan membuka undangan itu membaca nama calon mempelai.


"bisa kan???" tanya Syifa mendongak , tatapannya menyiratkan harapan besar kakang akan menyetujuinya,lalu jawaban melegakan yg ukhti dapat kakang mengangguk "ini acaranya setelah ujian kan ??? insyaallah..."


" yeeee , syukron hubby....."


sudah lama ia tidak mengunjungi kota kelahirannya yg sudah hampir 2 tahun ini ia tinggalkan.


" syukron doang nih???"kakang mengangkat alisnya sebelah,


" dihhh pamrih..." ucapnya ,Kakang terkekeh " sekali sekali ga apa-apa lah... kan nikmat nya buat berdua..." jawabannya membuayt mata Syifa bukan lagi melotot bahkan kini seperti mau keluar dari tempatnya, Syifa mencubit pinggang kakang membuat si pemilik pinggang mengaduh lalu tergelak


.


.


.


.


.


" sayang.....bangun yukkk...!!!" kakang mengguncangkan tubuh Syifa yg tengah asyik dengan dunia mimpinya ,sekali lagi ia berbisik pelan " yang.....shalat tahajud yuu...."


Syifa menggeliat ia yg mendengar sayup sayup suara kang sya ,mengerjapkan matanya beberapa kali lalu terduduk mengucek matanya, dulu jangankan untuk bangun hanya untuk sekedar membuka matanya saja tak bisa ,matanya seperti sudah dibubuhi lem super glue.....namun kini berbeda ,justru shalat malam seperti ini yg ia nantikan apalagi berjamaah dengan diimami oleh suami sendiri bagaikan mimpi para wanita yg terwujud,dulu untuk mendapatkan suami yg sholeh saja Syifa tak berani berkhayal...tapi kini ...,inilah bukti sayangnya Allah pada dirinya .


"na'am kang,, tunggu dulu Syifa ngumpulin nyawa dulu masih pada terbang..." sontak kakang tertawa mendengar pernyataan Syifa " anti masih mimpi,fa???"


" ana duluan mengambil wudhu...." kakang menggulung celana training nya lalu berjalam ke toilet.


.............

__ADS_1


Hamparan sajadah di lantai kamar menandakan bahwa sang pemilik kamar akan segera melaksanakan shalat nya di sepertiga malam kakang memasangkan mukena pada Syifa, memasukkan anak rambut yg mengintip keluar dari dalam mukena putih berbordel itu , Syifa mengerjap lucu beberapa kali membuat kakang gemas dan sesekali mencubit pipi chubby itu ,wajah Syifa menghangat diperlakukan seromantis itu bagaimana tidak kini hidupnya begitu sempurna , sepertinya adegan adegan romantis yg selalu menjadi pembicaraan para santriwati yg pikirannya nya teracuni otak sinetron ia dapatkan dari suami tampannya itu."nikmat Tuhan mana lagi,fa yg kamu dustakan...."


"ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta 'aalaa....."


.


.


.


.


.


.


.


menghalalkan seorang akhwat bukanlah sebatas mampu untuk melafazkan ijab Qabul lalu malam pertama, dan menafkahi kehidupannya namun artinya lebih dari itu,akhi harus mampu menjadi imamnya di dunia maupun di akhirat agar bisa membawa keluarganya menuju jannah nya Allah SWT...


Syifa meraih tangan kakang dan mencium punggung tangan kang sya ,kakang tersenyum melihat wajah Syifa yg terlihat mengantuk tidak biasa melakukan shalat tahajud,


" belajar terbiasa ya sayang... " ucapnya mengelus kepala Syifa yg tertutup mukena ,ukhti lebih banyak diam dan mengangguk .


"insyaallah barang siapa pasangan yg saling mengingatkan untuk shalat di sepertiga malam maka mereka akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yg banyak berdzikir kepada Allah SWT (HR Ibnu Majah) " sedikit sedikit kakang memberikan pencerahan kepada istri nakalnya itu...


" memangnya apa kelebihannya shalat tahajud kang dibandingkan shalat yang lain ??" tanya Syifa yg bertanya


" setau kakang ...shalat tahajud itu salah satu amalan yang bisa membantu kamu di akhirat nanti,itu tertuang di Qur'an surat Az-zariyat ayat 17-18 dan masih banyak lagi fa,,,bahkan shalat tahajud adalah salah satu ibadah shalat yg dimana kalau kita berdo'a niscaya Allah akan mendengar dan mengabulkan do'a hambanya,ini juga salah satu amalan yg bisa menghapus dan mencegah dosa...." jelas kakang sambil melipat sajadahnya


" anti mau diteruskan hafalan atau....."


" hoaammmm !! astagfirullah.....!!" Syifa menutup mulutnya saat menguap .


.


.


.


.


.


.


.


hari ini adalah ujian akhir semester genap ,kakang dan Uzi sudah memasuki hari terakhir ujian di sekolah maupun di ponpes ,namun sepertinya otak cerdas nya ia dapatkan dari ayahnya membuat kakang tidak terlalu kepayahan mengerjakan semua soal ujian . Keadaan beda dirasakan oleh Syifa walaupun ukhti selalu menghafal bersama dengan suami tengilnya itu tapi sepertinya otak pintar bukanlah sebuah penyakit menular ......


" suuttt Rai......nomer 3....." Syifa melempar Rai dengan kertas kecil sambil sesekali matanya menoleh pada guru pengawas yg berubah menjadi killer bak emak emak yg ditagih hutang oleh rentenir,matanya menyorot tajam mengawasi gerak-gerik setiap santri...


Rai yg sadar dari tadi kerudung nya dijadikan sasaran lempar kertas menoleh mendapati Syifa yg tengah olahraga mulut memberinya kode bahwa ia sedang SOS.....


mau tak mau Rai membuat kunci jawaban di sebuah kertas kecil lalu menggulungnya matanya memutar malas lalu menjatuhkan dan menendang gulungan kertas itu ke arah belakang , Syifa yg tau bahwa adik ipar pintarnya yg tak kalah dengan Albert Einstein ini memberikan dirinya kunci jawaban yg akan menyelamatkan nyawanya tak tinggal diam


" plukkk...."


" ehhh pulpen ana jatoh..." alasan basi sejagat raya dilancarkan Syifa berharap guru pengawas polos dan lurus ,tak tau trik trik receh kaum siswa non teladan...


semua mata menoleh ke arah Syifa yg bersuara memecah keheningan dan ketegangan ruangan.


Syifa membungkuk lalu meraih pulpennya yg sengaja ia jatuhkan tak lupa gulungan kertas dekil yg akan menyelamatkan nilai dan uang sakunya ,terang saja kakang mengancam kalau sampai nilai Syifa hancur uang sakunya bulan ini kakang pangkas hampir 50 persen nya...raja tega memang ,itulah kakang yg sesungguhnya setiap malam saja syifa harus harap harap cemas berharap lidahnya tidak keseleo saat melafalkan setoran suratnya salah salah ia mengucap 15 ribu melayang bayangkan jika dalam sebulan ia selalu salah sudah 450 ribu uang jajannya dipangkas....ohh...tidak tidak....tidak bisa Fernando....

__ADS_1


Syifa dengan cepat membuka gulungan kertas itu lalu membacanya " wani pirooo???"


" kentang...!!!" pekik Syifa tak sadar


" kenapa Syifa....???" tanya ustadzah Mia sang guru pengawas , Syifa yg awalnya tak sadar segera duduk kembali menahan malu dan juga takut , sedangkan Rai mengulum senyum menahan tawanya , begitupun yg lain terheran heran melihat tingkah Syifa dan menertawai nya .


" afwan...aseef... ustadzah....ana tak sengaja...." ucao Syifa meringis,vani tergelak begitupun yg lain.


" suuttt hey..sudah sudah....."


" lain kali kalau anti mengantuk jangan masuk... jadinya mengigau ,,ini sedang ujian Syifa..." ucap ustadzah Mia.


" na'am ustadzah,aseef sekali lagi...."


" sana wudhu anti..."


untung saja ustadzah Mia memiliki anggapan kalau Syifa tertidur dan mengigau ,kalau sampai ketahuan yg sebenarnya ,,,fix besok ia akan mengubur dirinya hidup hidup saja....mengingat hukuman yg akan ia terima dari pihak ponpes maupun dari suaminya juga jangan lupa rasa malu....


.


.


.


.


.


.


.


.


" ayo fa....sudah siap ??? nanti keburu kesorean .." pekik kang sya .


" iya kang sebentar ...." pekik Syifa dari dalam


" aduhhh bisa tidak jangan teriak teriak yg bagus tuh disamperin...." ucap Rai terganggu dengan teriakan Syifa dan kakang yg sudah bersiap untuk pergi ke Jakarta...


" kalian mau menginap atau gimana???" tanya bunda


" sepertinya bun...soalnya kan acaranya besok kayanya kita bakal menginap tapi di rumah Haikal ,,,, soalnya semalam Haikal bilang om Gio dan tante Salsa menyuruh kita berdua menginap disana saja katanya" jelas kakang yg duduk di kap mobil menunggu Syifa.


"yuu....." Syifa yg sudah keluar dengan gaya casualnya telah siap dengan tas selempang nya.


"bun kita berdua jalan dulu ya...." kakang dan Syifa menyalami Bunda Priscil .


" salamkan pada om Gio dan tante Salsa...."


" na'am Bun,,, sampaikan juga pamit kami pada Yanda.. " ucap kakang karena Azam kini tengah sibuk rapat bersama para pengurus pesantren.


"assalamualaikum...."


"wa'alaikumsalam....."


.


.


.


"kang tunggu sampaikan salamku juga untuk calon mertuaku...." Rai berlari lalu memeluk posesif lengan bundanya.

__ADS_1


" iya ah bawel....bentar lagi juga ketemu sama camer,bakal ganti status ni ye ..." goda kakang membuat Rai menahan kedutan di bibirnya "apa sehhh lebay..."


__ADS_2