
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
"assalamualaikum pak....maaf....huf..huf..huf..." pak Maman mengatur nafasnya saat mendapati orang yg dicarinya sedang asyik mengobrol dengan anak anaknya
"astagfirullah...kenapa lari lari pak???" tanya Rai
" anu pak maaf ....." ia masih mengatur pasokan udara nya ...
"ini minum dulu deh pak...." ka Nabila menyodorkan segelas air mineral
"terima kasih Bu..." ia meminumnya dalam sekali tegukan antara cape,kaget ,panik dan bingung
" duduk ,pak...." ucap Azam memberikan sebuah kursi
" ada apa ???" tanya Azam
"maaf pak ,ibu dirampok....dan seorang gadis ditusuk...." ucapnya dengan hati hati ,pak Maman yg masih belum mengetahui Syifa adalah calon nyonya bos nya juga hanya mengucapkan gadis saja tanpa menyebut namanya...
"apa????" sontak semua yg berada disitu langsung kaget ,,,
"dimana pak???" tanya Azam panik bersama yg lain
"siapa gadis itu pak???"
__ADS_1
" apa itu Syifa ,yanda???" tanya Rai
"tak mungkin...." kang sya berucap mengenyahkan segala pikiran buruknya,ia hanya ingin berfikir kalau Syifa baik baik saja ....
"cepat kalian susul bersama pak Maman Yanda ambil mobil dulu ,a Farhan ... A'a sama teteh bawa saja abi dan umi pulang..." ucap Azam panik
" iya a hati hati..ya...." ucap Abi,umi ,dam Teteh
Azam dan bang ustadz segera mengambil mobil masing masing
sedangkan kakang sudah dari tadi ia berlari keluar bahkan mendahului pak Maman
dari kejauhan ia melihat kerumunan di pinggir trotoar kakang semakin mengencangkan larinya hatinya berdebar ,takut kalau gadis itu ternyata Syifa nya ....
Priscil tak henti hentinya menangis ,polesan make up tak menutupi wajah yg semakin memucat raganya sudah semakin melemas,bahkan pegangan tangannya di tangan sang calon mertua sudah mulai mengendur
"fa... Syifa ...anak bunda stay with bunda sayang...tetaplah terjaga .... " ucap Priscil sesenggukan dibalik niqabnya
"bun..da... tangan syifa udah makin kebas...." ucapnya seperti berbisik
" lantunin shalawat dong bun...." pintanya yg semakin membuat Priscil sesenggukan
bukan karena Priscil yg ga bisa melantunkan shalawat ya guys... hehehehe
kakang langsung bersimpuh saat matanya nya menangkap sebuah pemandangan yg mungkin akan menjadi mimpi buruknya
"Bunda.... " kakang tak mampu berkata-kata saat kenyataannya memang Syifa lah yg tergeletak tak berdaya ,gadis dengan dress berwarna peach pastel dgn wajah yg sudah sangat lama selalu menghiasi mimpi mimpi indahnya itu terbaring di pangkuan ibunya , matanya makin membelalak ketika netranya mendapati pakaian Priscil di penuhi dengan noda darah Syifa ,,,pakaian Syifa???jangan ditanya sudah seperti gaun pengantin berdarah kayanya ππππ judul film thor itu mah
" kang mana Yanda???"
kakang masih merasa ini seperti mimpi , apa kah ini sungguh nyata???
"astagfirullah..... Syifa!!!" pekik Rai dan uzi yg menyusul di belakang, melihat keadaan tragis ini
"tiitt....tiit...." Azam memencet klakson pertanda kakang harus segera menggendong Syifa ke dalam...
kakang lalu menggendong Syifa ke mobil bersama dengan Priscil yg sudah masuk duluan , Rai dan uzi menyusul di belakang bersama bang ustadz dan ustadzah Nabila
dengan sisa kesadaran yg Syifa miliki ia hanya ingin menatap seseorang saja sebelum matanya benar benar menutup ya orang itu kang sya ,ikhwan yg baru beberapa saat mengkhitbah nya
manik mata hitam kakang yg sangat ia rindukan ,,," fa... bertahan ukhti....." air matanya menggenang di pelupuk walaupun tak menetes
seorang lelaki gentle bukan tak pernah menangis bukan .....????
Syifa menarik senyuman manis ," bila ini memang yg terakhir ya Rabb insyaallah hamba siap ,sya aku tak pernah menyesali setiap waktu yg kulewati bersamamu ,bahkan saat kamu melempar bola tepat pada kepalaku itu adalah salah satu momen terindahku dari sekian kenangan terindah ,yg pernah kualami selama hidupku karena itu adalah awal dimana aku mengenalmu ,jika Allah memang akan mengambilku ijinkan aku mengucapkan uhhibuka fillah,,," batin Syifa yg berucap namun bibirnya sudah sangat kelu untuk bersuara
matanya semakin mengabur dan suasana menjadi hening untuk nya hingga ia benar benar menutup matanya.....
__ADS_1
tangan Syifa sedikit sedikit mulai merosot dari genggaman kakang
luka sobekan hasil karya penjahat jalanan berhasil membuat lubang pendarahan di perut sepanjang 7 cm karena pisau yg sudah ditusukkan di cabut sembarang....
"fa.....fa.... " kakang menepuk nepuk pipi Syifa pelan namun tak ada respon dari gadis itu
"bun.... "kakang mendongak melihat ke arah bundanya
Azam yg melihat dari spion pengemudi menambah kecepatan jaguar besi nya
tak sampai 10 menit mereka tiba di RS dengan segera sebuah blangkar didorong ke ruangan UGD
lalu mereka menunggu di luar
" khumai.....khumai tidak apa-apa???" Azam memegang tangan sang istri yg bergetar dipenuhi noda darah yg hampir mengering
"Alhamdulillah tidak apa-apa ,by...." senyum getir Priscil
Azam memeluk Priscil menyalurkan kekuatan untuk meredakan ketegangan dan ketakutan sang istri,ia paham priscil pernah mengalami kejadian seperti ini dulu
"bunda....bunda tidak papa???mana yg sakit ??"tanya Rai panik yg baru datang
Priscil menggeleng .....
dering ponsel Azam berbunyi ,ia mendapatkan kabar dari security hotel kalau si perampok sudah berhasil dibekuk polisi beserta barang bukti gelang khitbah syifa dan pisau yg dipakai untuk menusuk Syifa , Azam diminta datang bersama Priscil untuk mengurus kasus ini ,tidak lupa Azam menghubungi keluarga Syifa untuk mengabarkan apa yg terjadi...
" bang ustadz ,ana minta tolong , bisa titip urusan disini....ana akan mengurus kasus ini..." ucap Azam
"insyaallah silahkan aa.....jangan khawatirkan urusan Syifa semoga ukhti tak apa...."
" kang , do'akan saja ukhti .....semoga ukhti baik baik saja....." ucap Rai menenangkan sang kaka kembar yg dari tadi diam mematung menunggu di depan pintu ruang UGD....
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC π