
"happy milad sayang "ucap Priscil dan Risa
syifa masih melongo tak percaya semua orang terdekat nya ada disini
"makasih mah...bunda....."peluk syifa lalu syifa melirik pada ayahnya selama ini hubungan mereka selalu bersitegang namun kini hubungan kedua ayah anak ini kembali harmonis
"happy milad fa... "ucap Rai dan Vani,mereka berpelukan,mereka bergantian mengucap selamat lalu makan bersama
"udah belum pelukannya,ana lapar nih..." ucap kakang sya
"iya lama banget pelukannya...." tambah uzi
"ya udah bunda siapin dulu ya kayanya anak anak bunda udah pada berkotek minta makan nih ...."
priscil masuk ke dalam diikuti Risa
"oh iya kalian makan duluan saja yanda mau anter pak Rio berkeliling pondok dulu " ucap Azam
"iya habisnya papah penasaran kapan lagi papah kesini..."
" mari pak..." ajak Azam,mereka berlalu menuju pondok pesantren
"sil sekarang loe jago masak ya...."ucap Risa mencomot makanan dan memuji makanan buatan priscil
"enak aja dari dulu kali ..."bela priscil
"aduduh sil perut gue...."Risa mengaduh
"sa ...loe kenapa??" priscil panik hahahaha tapi boong..." kekeh Risa
"kampr*t loe.... gue pikir beneran loe mau lahiran..." dengus priscil dengan centong sayur di tangannya
"sorry sorry gue becanda lagian masih 2 minggu lagi ko HPL nya " serunya
priscil kembali menghidangkan piring makanan
kali ini Risa merasakan perutnya sakit "sil..."ucapnya terengah-engah...sambil memegangi perutnya yg besar
ia memegang kursi dan meringis menahan sakit
"apa sih sa....udah ga lucu ahhh..."priscil hanya melirik sekilas menganggap Risa tengah menggodanya lagi
"awwww sil... sakit ....sil...ini air apa???" ucap Risa yg melihat cairan bening mengalir dari pangkal pahanya
priscil menatap malas hingga
"haaa astagfirullah...sa loe beneran itu.....itu air ketuban????" kaget priscil ia panik hingga salah tingkah
"aduh sill ....sakit ...."kini butiran peluh membanjiri kening Risa
"duduk dulu sa.... tarik nafas....."
kehebohan priscil dan Risa membuat keenam muda mudi ini ikut masuk
" mamah kenapa???"
"tante Risa kenapa...??"
tanya mereka heboh... kini mereka pun ikut panik
"gimana dong bun ...." tiba tiba Risa meraih tangan orang yg didekatnya yaitu syifa dan kakang mereka memekik saat tangan mereka di cakar Risa
"awwwww....sakit tante...
"awww sakit mah....." lalu Risa berpegangan pada lengan kakang dan yg satu lagi pada lengan Syifa ..
" waduh ..." ucap Haikal ...."kayanya mau lahiran tuh bun...."
"iya bun...." anggukan Rai dan Vani
__ADS_1
uzi hanya ikut meringis melihat kakang dan syifa di cakar dan dipelintir Risa
"sakit kang???" tanya uzi
"sakit lah...!!!!!" jawab kakang dan syifa
"ya udah bunda ambil kunci mobil dulu sebentar..."
"panggil saja ayah syifa dan yanda bun..." ucap Haikal
" kelamaan...." jawab syifa dam kakang bersamaan lagi
sedangkan Risa dari tadi sudah meringis...mereka lebih panik lagi saat dari pangkal pahanya Risa mengalir darah
"astagfirullah....darah ....bunda...!!! cepat bun..." pekik kakang yg sudah sangat panik wajahnya memucat dengan terbatuk-batuk karena kini lengan risa melingkar di leher kakang sedikit mencekiknya dan menjambak rambut kakang
"yuuu mobil sudah siap zi... buka pintu gerbang..."pinta priscil...
"siap bun..." ia berlari ke depan
"Vani Rai kalian ke pesantren susul yanda dan om Rio... bilang kita ke rumah sakit duluan "
"ayooo...."
syifa dan kakang mengangkat tubuh Risa dibantu Haikal juga...
Risa sudah menarik nafas cepat dari tadi dengan kedua tangannya mencengkram rambut kakang dan rambut syifa dan kerah baju mereka
priscil tancap gas "bismillah...."
"bruumm...bruummm...."
disepanjang perjalanan terdengar teriakan Risa,kakang dan Rai
"ahhhh... issshhh sakit..."
"awww sakit mah....sobek baju syifa mah..." ucap syifa
"tiitt.....". klakson mobil dibunyikan kala terjadi penumpukan kendaraan di depan priscil memutar kemudi dan berbelok lalu melaju dengan ngebut
"aahhhhh bun...pelan pelan ...bawanya...." ucap kakang yg kini semakin memekik karena cakaran Risa dan mobil yg dilajukan berasa ugal ugalan
"ya Allah ana masih ingin hidup....fa kalau kita mati disini ana ingin ijab Qabul sekarang juga fa..."ucap kakang sambil meringis
"Rasya.....!!!!!lagi kaya gini mikirin kawin lagi..."
"aduuhhhh kalian tuh berisik awww....sakit...." bentak Risa
priscil malah tertawa
tak lama mereka sampai di rumah sakit dan membawa Risa dengan blankar lalu masuk ruang bersalin
"tante bisa lepasin tangannya masa ana ikut masuk ana bukan makhromnya "gidik kakang yg sudah ada di ruang bersalin bersama syifa dan Risa juga priscil
"mah.... syifa ga kuat liat darah mah geli ihhh pusing..." gidik syifa yg ingin muntah
akhirnya Risa melepaskan pegangannya
"kalian keluarlah biar bunda yg temani Risa..." mereka berdua segera keluar dan duduk di bangku panjang depan ruang bersalin
"haaa astagfirullahaladzim....ana lelah...."kakang menyenderkan kepalanya di sofa....
"aduhhh....bajuku sobek....tanganku sakit " syifa melirik baju dan tangannya yg penuh cakaran dan merah merah karena pelintiran Risa begitupun kakang penampilan mereka sungguh kacau dengan rambut yg berantakan
di ponpes
"Yanda.....!!!"pekik Rai yg berlari bersama Vani
"astagfirullah kenapa jangan lari lari...." ucap Azam yg tengah melihat lihat kolam ikan dan perkebunan pesantren bersama pak Rio
__ADS_1
"Tante Risa om... yanda.... tante Risa melahirkan...."jawab Vani
"apa???" pekik mereka yg langsung terburu buru kembali ke rumah
"setau saya masih 2 minggu lagi hpl nya..." ucap ayah syifa
"iya mereka sudah berada di perjalanan menuju RS bersama kakang sya dan Syifa...." jawab Rai
"iya bunda yang bawa mobil...." tambahnya lagi
"hah!!!!!" pekik Azam lagi
"astagfirullah....ini yg lebih bahaya ,ayo pak kita susul mereka" mereka menyusul menggunakan mobil ayah syifa
"Rai dan Vani ikut ...." ucap mereka berdua
"ana dan haikal juga Yanda..." ucap kakang
akhirnya mereka semua pergi ke RS, saat mereka sampai di depan ruang bersalin sudah ada kakang dan syifa yg terduduk lemas dengan penampilan acak acakan
"ini kenapa sama kalian...antum berdua habis ikut tawuran???"tanya Azam
sedangkan yg lain menertawakan
"antum berdua habis masuk kandang singa???" tanya Haikal
"bukan kal tapi masuk lubang buaya....." ucap uzi dengan kekehan
"berisik...." ucap keduanya mendengus
ayah syifa masuk
"aaaaa astagfirullah.....!!!" suara dari dalam
"bukannya itu suara bunda ya???" tanya Azam
"iya...."setuju uzi
"ini yang lahiran siapa yg jerit jerit nya siapa sih..." tanya Vani
"kamu coba saja sendiri....ikut masuk van..." jawab Syifa
"Rai nanti kalau kamu lahiran kaya gitu ga ,,,aku harap kalau kamu kalem kalem aja ya...." ucap haikal yg mendapat pukulan keras Rai
Azam nanya geleng-geleng kepala
di dalam priscil mengaduh saat Risa menggigit tangannya
"karena sudah ada mas Rio aku keluar ya sa...." priscil melepaskan cengkraman Risa
"terima kasih Priscil...."
"sama sama ..."
priscil keluar
"bunda...." Azam mendekat"sakit by...." Azam melihat tangan priscil "ya Allah ini kenapa bisa berdarah??" tanya Azam khawatir
"digigit Risa...huu..huu...huu...." tapi Azam malah tertawa "hubby pun seperti itu dulu sayang saat khumai melahirkan kakang dan Rai..." jawab Azam mengusap usap kepala istrinya itu dan mencium puncak kepalanya
" ya Allah ini anak bunda kenapa berantakan gini..." priscil mengelus elus pipi dan tangan kang sya ia baru sadar kalau sedari tadi kakang dan syifa lah yg menderita...
"iya om Rio yg bikin ana yg dicakar cakarnya bun..." ucap kakang " issshhh " senggol syifa...
akhirnya Azam menyuruh perawat mengobati priscil dan kakang juga syifa yg terluka ringan
akhirnya seorang bayi perempuan kecil lahir Risa dipindahkan ke ruang rawat inap
TBC π
__ADS_1