
happy reading all
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
polisi membawa Haikal beserta barang bukti begitupun Nungki
sialnya di kantor polisi Nungki memberikan keterangan palsu sungguh ular ia menyelamatkan dirinya sendiri dengan cara menjerumuskan dan memfitnah Haikal.
lalu polisi menelfon Gio
"ya hallo???"
"apa ???baik pa saya segera kesana sekarang...."
tak lama setelah memberikan keterangan palsunya Nungki dipersilahkan pulang , dengan sesegera mungkin ia pulang dan berkemas untuk kabur akhi tau kalo lambat laun semua bakal terungkap apalagi melihat ayahnya Haikal kan seorang mantan mafia gengster
akhi tidak sadar kini sikapnya sendiri lah yg justru mengantarkan nya ke dalam masalah yg lebih besar berurusan dengan Gio....
"plakkkk.....!!!!!
tamparan dan bogeman keras mendarat di wajah dan perut Haikal , siapa lagi kalau bukan dari ayahnya
"bikin maluu!!!" suara bariton itu begitu menggema di ruangan yg kecil ini, disaksikan Salsa yg menangis dan beberapa polisi.
"mas...."tangan Salsa menahan lengan kekar sang suami yg hendak melayangkan lagi tangannya ke arah Haikal.
Haikal mengelap darah yg keluar dari sudut bibir nya dan memegang perut yg di tinju ayahnya bak samsak tinju.
"pah... sumpah barang itu bukan punya Haikal " tatapannya tajam menatap mata elang dan menusuk sang ayah.
" terus kenapa barang itu ada dimotor mu... " Gio membentak anaknya.
ia tau Haikal tidak pernah berbohong sekalipun hal itu merupakan hal yg di larang oleh ayah ibunya dan membuat mereka jadi bersitegang...
akhirnya Haikal bercerita pada ayahnya tentang kronologi kejadian,tak butuh waktu lama Gio langsung melacak dimana Nungki sampai ia mendapatkan kabar bahwa Nungki di Surabaya,
"ya... Ricko...."ucapnya di ujung telfon
"sudah ditemukan...."
"oke hari ini kita jemput paket...." ia mengakhiri panggilan dan memandangi sebuah foto pemuda dialah Nungki lalu meremasnya.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
__ADS_1
Nungki tengah membeli makan disebuah warteg saat ia akan keluar badannya tertarik oleh beberapa orang bertubuh tegap dan kekar dibawa ke dalam mobil dan langsung diikat
"ehhh woyyy lepasin gue...."
Nungki dibawa ke sebuah rumah dan diikat di kursi
seorang anak buah membawa tongkat kasti dan melepaskan sabuk kulitnya kini di depannya duduk dengan menyilangkan kaki,,, dia seorang Gio , Nungki sudah membuat jiwa gengster nya keluar.
"buka penutup matanya...."
Nungki mengerjapkan matanya saat matanya menoleh ke arah seseorang yg sedang duduk santai sambil menyesap cerutu
"tap.....
"tap.....
plak...!!!!!!
entah ke berapa kalinya pipi Nungki mendapat tamparan keras dan bogeman Gio dan anak buahnya
"ampun om...." penglihatan Nungki sudah jernih ia mengenali Gio karena ia pernah datang ke rumah Haikal dan melihat foto keluarga Haikal
"gampang sekali kamu meminta ampun setelah apa yg kamu lakukan terhadap anak saya...."
"minta ampun om....saya salah saya akan mengaku pada polisi tapi bebaskan saya ...." Nungki memohon ampunan Gio sambil meringis kesakitan bagaimana tidak tubuhnya serasa remuk mendapat pukulan tongkat kasti,belum lagi bogeman mentah dan tamparan juga tendangan
setelah puas menyiksa Nungki akhirnya Gio membawa Nungki ke Jakarta,ia dibawa ke markas anak buah Gio dimana tempat itu dulu pernah dipakai Gio menyekap priscil saat terjadi kesalahpahaman,,,
"tap....tap...tap.....
langkah Azam datang ,,,ia bersama beberapa orang polisi membawa Nungki ke kantor polisi
"tenang saja bang , Haikal baik baik saja ,polisi tidak akan berani menyentuhnya untuk menginterogasi lebih lagi,, ana juga sudah minta bantuan pada Bripka Yahya" ucap Azam
"terimakasih zam...." ucapnya
"sama sama bang.. ana dan pak Yudha sudah mengurus semuanya termasuk bukti jadi insyaallah besok Haikal sudah bisa keluar ...." tambahnya lagi
"Yanda.....!!! bagaimana???" tanya Rai
"insyaallah besok Haikal bebas...."ucap Azam
"Alhamdulillah...." sahut Rai
"kang sya mana???"
"tuh....." tunjuk Rai pada kaka kembarnya yg masih sibuk dengan laptop dan berkas berkas...
"waduhhhhhh ternyata mencari nafkah memang tidak mudah ya..."gumam kakang yg tengah sibuk menatap ke laptop dan berkas silih bergantian..
Azam dan priscil tertawa melihat kelakuan anaknya ....
keesokannya Azam sekeluarga harus segera kembali ke ponpes karena ada urusan ponpes yg mengharuskan kehadiran Azam, akhirnya belum sempat Rai berpamitan dan menyambut Haikal mereka sudah harus kembali ke ponpes ada rasa kecewa di hati Rai,tapi setidaknya ia sudah bisa bernafas lega kini Haikal sudah bisa bebas ....dan mungkin akan segera kembali ke ponpes
"kamu yakin Zam ,akan kembali sekarang,???tanya bang Gio
"iya sekali lagi maaf ya bang Gio , Sal....kami tidak bisa ikut menjemput Haikal ...." sesal Azam
"tak apa Zam , insyaallah Haikal akan segera kembali ke ponpes..." ucap Gio
"yaaa....calon mantunya tante...mau pulang ,padahal tante masih kangen...." peluk Salsa pada Rai...
"ekkhhmmm calon mantu" deheman kang sya meledek Rai
"kayanya bakal ada yg dilangkahi nih Bun...."ucap Azam
" tidak bisa ... dimana-mana kaka dulu...." ucap kang sya
"dihhh...." Rai mendelik...
__ADS_1
"udah...udah....nanti bunda buatkan nikahan massal satu pesantren biar samaan biar ga ada yg berantem..."ucap Priscil menggandeng anak anaknya masuk mobil
" sepertinya anak laki-laki mu lebih seperti Priscil, Zam...." komentar bang Gio
Azam tertawa" ya sudah bang Gio, Salsa kami pamit dulu assalamualaikum...."
"wa'alaikumsalam...."
πππππππππππ
beberapa hari sudah berlalu namun Haikal belum menampakkan batang hidungnya di ponpes bahkan Vani dan syifa pun sudah kembali begitupun santri santri yg pulang mereka sudah kembali lagi ke ponpes ,hanya tinggal menunggu 3 hari lagi untuk melaksanakan tahun ajaran semester 2 ,matanya selalu menatap ke arah gerbang ponpes berharap seseorang yg sangat ia harapkan datang memanggil namanya...namun nihil tak pernah ada siapapun disana ,apa kini ia merindunya
"anti lihatin apa sih Rai???"tanya Vani
"ahh tidak ...bukan apa-apa..." ucap Rai memalingkan pandangannya lalu berjalan menuju masjid
" oh ya sudah lama aku ga denger kabar Haikal , sekarang apa kabarnya ya???"tanya syifa yg malah mengingatkan
"ga tau...." ucap dingin Rai ,bahkan tidak satupun chat yg dikirimkan Haikal untuk Rai semenjak kepulangannya dari Jakarta,hingga terkadang Rai kesal sendiri
" dasar ikhwan tak bertanggung jawab... "gumamnya pelan namun terdengar oleh Vani dan Syifa
"ikhwan siapa , Rai???" tanya mereka "siapa yg tak bertanggungjawab???"
"hah..itu...itu bukan apa-apa.... " Rai melenggang pergi , Syifa dan Vani hanya terbengong melihat Rai
hari ini Rai bersama yg lain sedang pencak silat di lapang berumput syifa dan Vani menemani di pinggir terkadang uzi dan kakang melempar senyum pada mereka , Rai melihatnya hanya berdecih iri ....ia melampiaskan nya saat sparing dengan lawan mainnya
"waduhhhh santai Rai...anti menakutkan.... "ucap uzi melihat ekspresi wajah Rai tajam menusuk menyimpan amarah.
termasuk saat melawan kang sya yg kini menjadi lawan tandingnya Rai seakan membayangkan wajah Haikal yg membuatnya kesal karena sudah menggantungkannya tak jelas dan membuatnya uring uringan
" kang sepertinya ukhti sedang ada masalah ,anti terlihat menakutkan..."bisik uzi
" anta tidak usah bisik bisik,zi,kalau mau sini anta dan kakang lawan ana sekaligus ..." tantang Rai
glek....
Azam,bang ustadz dan ustadzah Nabila hanya geleng-geleng kepala melihat sikap labil Rai
"sudah mulai saja..." ucap Azam
" kang ,berjuang lah sekarang yg anta lawan adalah orang dengan hawa nafsu amarah,bukan Rai ,kang...." bisik uzi
"insyaallah ,urang lawan ku qulhu..zi....(kita lawan pake qulhu/Al-ikhlas)"jawab kakang
pertarungan dimulai dan benar saja Rai sangat berambisi melawan kakang ,namun tetap saja kakang tidak kalah dari Rai... Rai pun harus terima kekalahan ia berjalan menghentakan kakinya di koridor membawa semua kekesalannya bersama angin sore yg menyegarkan namun tidak dapat membuat hatinya menjadi sejuk.... "astagfirullah" ucapnya berusaha meredakan amarah yg sudah beberapa hari ini bersarang di dadanya
"assalamualaikum......"
langkahnya terhenti suara yg dirindukan kembali memenuhi rongga telinganya ia membelalakan mata namun masih terdiam mematung ,setelah mengatur perasaannya ia berbalik
"haii calon jodoh....i'm back ...." Haikal merentangkan tangannya sambil tersenyum lebar
namun Rai malah berbalik menatap nya tajam seketika amarahnya sampai ke ubun-ubun dan siap meledak
"plaaakkkk......"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
maaf ya readers dua hari aku ga up diusahakan hari ini aku up 3 bab tapi nyicil oke....