Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
syafakallah kakang


__ADS_3

happy reading all 😍


bismillah


Syifa segera bangkit lalu mengambil air hangat di dapur ia juga mencari cari obat penurun panas , kira kira seperti itulah pertolongan pertama yang ia tahu untuk mengobati demam, ia melirik jam besar yg menempel di dinding rumah " jam 12 malam..." gumamnya , setelah dirasa cukup ia bergegas kembali .


" kang.... " ia mengguncangkan tubuh kakang hingga kakang mulai membuka matanya .


" minum dulu obatnya ya..badan kakang panas...." ucapnya penuh dengan nada khawatir .


kakang tersenyum tipis" ana tidak apa-apa,fa tidak usah khawatir...."


" sini Syifa bantu ..... "Syifa membangunkan kakang hingga kini posisinya terduduk dan menyender di kepala ranjang,dengan cekatan Syifa memberikan obat .


" nih minumnya..."


" bismillah...."


" tidur lagi ya..." kakang hanya menurut saja karena kepalanya sudah terasa berat tubuhnya pun lemas... Syifa mengambil handuk kecil dan membasahi dengan air hangat yg ia bawa tadi menempelkannya di kening kakang .


kakang mengulas senyuman samar " syukron jamilati.. " gumamnya dalam hati seraya menutup matanya untuk kembali tidur tubuh yg terlalu lelah membuatnya tak bisa untuk tak tidur lagi ,dengan telaten Syifa mengganti handuk dan kembali menempelkannya pada kening kang sya , walaupun katanya sudah tak bisa menahan kantuk yg mendera namun ia memaksanya untuk tetap terjaga , Syifa duduk di samping kakang menyenderkan kepalanya di kepala ranjang sesekali matanya menutup namun ia langsung tersadar lagi ukhti menatap wajah teduh suaminya yg kuyu ,betapa tidak berat tanggung jawab yg sekarang sedang kakang pikul ,umur boleh muda namun sikapnya begitu dewasa...


" makasih kang sudah menjadi suami yg baik buat Syifa,dan maafin Syifa selalu merepotkan.... "


akhir akhir ini pekerjaan kakang begitu banyak belum lagi kegiatan sekolah yg menguras tenaga wajar saja kalau akhirnya kang sya sakit ..


Syifa mengerjapkan matanya beberapa kali masih dalam posisi tertidur ,ia melirik jam di meja disamping nya sudah pukul 4 pagi,ia menempelkan punggung tangannya di kening kakang ,seulas senyuman lega di wajahnya .


"Alhamdulillah.....udah turun..." ia mengambil handuk kompresan dan menaruhnya di wadah,ia hendak beranjak namun tiba-tiba.


" greupp....." tangan kakang meraih dan menarik tangannya hingga ukhti jatuh di samping kakang ,akhi memeluknya .


" kang. .." hembusan nafas kang sya yg hangat menerpa wajahnya yg mulai merona .


" biarkan dulu seperti ini ,fa .....anggap saja ini obat selain medis tapi mujarab ....." gumam kakang yg matanya masih menutup , Syifa tak menolak ia malah semakin merapatkan tubuhnya mencari posisi yg enak dan pas ,ia masuk ke dalam selimut yg sama di dalam dekapan imamnya itu jarinya terasa gatal ingin menyentuh setiap lekukan wajah kakang dari mulai kening ,bulatan mata, hidung hingga turun dan berhenti di bibirnya entah setan mesum darimana yg datang sepagi ini ukhti mengusap bibir merah delima itu mensave di otaknya ,bibir yg akhir akhir ini selalu mengecupnya dan menghisapnya tanpa permisi .


" cup...."


bibir nya mengerucut atas kecupan singkat kakang " dih sakit juga masih inget aja...."


" oh jelas ....karena ana demam saja bukan sakit amnesia...." jawab kakang yg mulai membuka matanya .


" syukron obatnya ,,,"kekehnya


" udah sembuh???" tanya Syifa


" belum katanya pipinya ngiri belum di kiss.... " jawab kakang memelas


" cup..cup..cup..."

__ADS_1


Syifa mengecup setiap inci wajah kakang hingga membuat si empunya tertawa " wahhh kalau begini insyaallah ana langsung sembuh..."


tatapannya masih terlihat sendu ,menyiratkan keadaan tubuhnya yg masih lemah


" jangan sakit lagi...." cicit Syifa..


"ana tak janji ,sakit,rezeki,jodoh,maut tidak ada yg tahu selain Allah bahkan Malaikat pun tak tahu....tapi ana usahakan untuk menjaga kesehatan..." jawab kakang .


Syifa mengangguk dan menyerukkan wajahnya ke leher kakang menyesap aroma candunya yg tak terganggu walaupun sudah tercampur keringat kakang semalam kakang tetap saja masih tercium wangi....


"lagipula sakit itu penggugur dosa ,sayang....lumayan lah biar ga condong ke kiri...." candanya lagi sambil tertawa .


" na'am kang... insyaallah ya.....yg penting kakang jaga kesehatan jangan terlalu cape..." ucapnya terlihat begitu khawatir.


kakang mengangguk " siap kapten..." membuat keduanya tertawa .


hari ini kakang ijin sekolah tadi bunda sudah menelfon pihak sekolah , walaupun demamnya sudah turun namun tetap saja tubuhnya masih lemas untuk melakukan kegiatan


" aaaa...."


Syifa sedang menyuapi kakang bubur buatannya sendiri dengan dibantu bunda Priscil .


" enak ???" tanya Syifa ,kakang mengangguk Syifa tersenyum lebar mendapatkan jawaban itu .


" syukron sayang...." kakang mengacak rambut Syifa , menyarangkan tatapan sayang nya ,


" ceklek....."


pintu dibuka membuyarkan suasana lovey dovey mereka , beberapa makhluk pengganggu masuk ke dalam dengan santainya.


" assalamualaikum..... "


" oeyy satu satu masuk nya ahhh...." ucap Uzi ketika mereka hendak masuk bersamaan .


" tau nih anta juga zi..ladiest first...." ucap Rai


" masih pagi udah ribut,,,kalau cuma mau merusuh meningan pergi aja...." ucap Syifa.


" sambutan macam apaan tuh...."


Rai nyengir...


" sya anta sakit apa ???ana dengar dari Uzi anta sakit???" tanya Haikal .


" ahh hanya demam biasa..." jawab kakang .


" lah anta ,zi kenapa masih disini bukannya berangkat " tanya kakang menautkan alisnya melihat Uzi yg sudah berseragam rapi namun belum berangkat.


" sebentar lagi,kang ana mau lihat anta dahulu..." jawabnya duduk di sofa dekat jendela.

__ADS_1


" kal...anta ijin dari ponpes sampai bisa kesini??" tanya kakang .


Haikal nyengir lebar " engga gue langsung aja kesini,ijin dulu ribet..." ucapnya enteng yg mendapat cubitan sayang dari Rai,si santriwati teladan...


"aww....sakit yang.. " aduh nya


paling juga kena hukuman ,ya kan kal..." ucap Syifa yg masih setia menyuapi kang sya, Haikal mengangguk , Rai mendaratkan lagi cubitannya di pinggang Haikal, mereka berdua lah langganan list santriwan santriwati yg sering bermasalah dengan BK.


" aww...garangnya calon makhrom..." godanya membuat Rai merona malu ,ia mengerucutkan bibirnya.


" kalian kapan sih menikah....mesra gini ga takut dosa??" pertanyaan itu lolos dari mulut Syifa semuanya memandang Rai dan Haikal bergantian selama ini mereka berdua anteng anteng saja tidak terdengar kabarnya lagi semenjak terakhir orangtua Haikal datang melamar .


keduanya saling melirik dan bertukar tatapan mencurigakan.


" ga usah kode kodean antum berdua.... beritahu saja....lagian sudah tinggal sebentar lagi juga..." dumel kakang yg selama ini menyimpan sesuatu namun menyimpannya.


" lusa sebelum ujian keluarga akhi akan datang mengkhitbah..." ucap Rai sambil menunduk , Haikal hanya mengulum senyuman mendengar pernyataan Rai yg terkesan malu malu...


"apa???!!!!! " pekik Syifa, Vani dan Uzi yg baru mengetahuinya.


" yang benar anta ,kal..." tanya Uzi pada Haikal yg berada di sampingnya, Haikal mengangguk" yap..."


" ko dadakan...ko aku ga tau..." tanya Syifa mewakili pertanyaan Uzi dan Vani.


" lha...ini udah tau ...." ucap Haikal.


Uzi menoyor kepala Haikal" ishhh bahlul..."


" wahhh ada yg mau nyusul nih trus kapan nikahnya..." tanya Vani girang .


" setelah ujian selesai...." jawab Haikal yg menatap Rai yg hanya diam...


" harusnya anti tanya Uzi, Van....kapan akhi mau melamar anti.. ." goda kakang membuat keduanya sama-sama menunduk malu membuang tatapan ke lain arah .


" dihh malu malu meong...lagi..." ledek Rai.


" ekhemmm sudah ahhh ana sudah terlambat ini..." ucap Uzi mengakhiri suasana yg jadi canggung ini ,kakang tersenyum geli melihat tingkah Uzi..


" anta cepatlah sehat kang,,, tim basket butuh sang kapten....sebentar lagi ujian pula,ana pamit....." Uzi melangkah keluar setelah sebelumnya menghampiri kakang dan menepuk pundaknya, sebelum benar-benar pergi ia membalas kakang " oh ya cepat kembali ke sekolah sebelum Cindy yg datang kesini..." Uzi langsung berlari ,sontak kakang dan Syifa membulatkan matanya.


" assalamualaikum..." Uzi berlari ...


" waalaikumsalam... Uzi sini anta ana habisi anta " pekik kakang .


" tidak fa...ana tidak pernah melirik lirik Cindy..." ucap kakang mengibaskan kedua tangan di depan wajahnya melihat tatapan menguliti Syifa


" sumpah... sueerrr...."


"wahhh seperti nya bakal ada perang...." Rai segera menarik tangan Vani diikuti Haikal yg segera keluar kamar

__ADS_1


" kami pamit syafakallah kang,,, assalamualaikum....."


"waalaikumsalam...."


__ADS_2