
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
Haikal mendongak menatap serius ke arah Rai ,tak menghiraukan suara bising dari perdebatan kakang ,dan yg lainnya yg sudah biasa terjadi .
tatapan Haikal sebenarnya sulit diartikan bagi Rai apakah sekarang ia marah,kesal atau sedih yg jelas membuat Rai menjadi ciut untuk berkata-kata.
"kenapa apa kamu sekarang puas , setelah keadaan mu seperti ini membuat semua orang khawatir???" ucap dingin Haikal
" apa kamu senang sudah membuatku merasa seperti orang bodoh yg hanya diam saja melihatmu di sakiti orang lain???" Rai mengerjapkan matanya tanda tak percaya dengan apa yg ia dengar
ia tau Haikal tengah marah karena sikap keras kepala nya ,ikhwan itu sangat mengkhawatirkannya
"maaf...." suara lirih gadis ini menyesal
"maaf ??apa kamu tau jantungku hampir saja copot melihat mu jatuh dan kesakitan???" intonasi Haikal meninggi seakan membentak membuat yg sedang asyik berdebat pun ikut terdiam
" tidak bisakah kamu tidak keras kepala ,bagaimana kalau kami sampai kenapa-napa???kamu akan membuatku membenci orang yg sudah menyakitimu dan menjadikan ku mungkin seseorang yg pendendam dan mampu menyakiti orang lain...." Haikal berbalik badan dengan rahang yg mengeras dan meninggalkan ruangan Rai dengan sedikit membanting pintu ,mereka semua tergelonjak kaget kakang, Syifa,uzi dan Vani saling berpandangan .
Kakang dan uzi pamit menyusul Haikal sedangkan Syifa dan Vani mengusap punggung Rai yg sedang diam mematung melihat sikap Haikal
"sabar ya Rai.... Haikal mungkin sangat khawatir sama anti ..... tadi pun saat anti diserang bahkan meneruskan pertandingan akhi terlihat kecewa dan sangat khawatir ,saat menerima piala pun akhi langsung buru buru turun podium lagi tak sabar untuk kesini" ucap Vani
"Rai....kami harus tenang ya , sekarang pikirkan saja dulu operasi yg akan kamu jalani ..." tambah Syifa menenangkan
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Haikal menendang nendang udara dan batu batu kecil yg dapat ia tendang di taman RS lalu mendudukkan dirinya di bangku taman dengan kasar , terlihat beberapa pengunjung,perawat dan pasien yg tengah berada di taman ,kakang menepuk pundak Haikal
__ADS_1
" Rasulullah bersabda "orang yg kuat bukanlah orang yg jago berkelahi namun orang yg kuat adalah orang yg mampu melawan hawa nafsunya sendiri saat marah..."
Haikal mendongak namun masih dengan tatapan yg sama " duduklah,kalau belum hilang rasa marahmu berbaringlah kalau masih belum hilang juga berwudhu lah...."
Haikal lalu menuruti perkataan kakang ia melangkah kan kakinya menuju mushola RS lalu berwudhu,ia kembali ke bangku taman tadi ,kakang sudah memegang dua buah botol air mineral
" nih anta minumlah ,ana tau dari tadi sejak selesai bertarung anta belum meminum air seteguk pun...anta terlalu sibuk memikirkan akhwat keras kepala itu...." kekeh kakang memberikan botol minum pada Haikal yg duduk
"glek...glek....glek...."
hanya beberapa tegukan saja air dalam botol sudah habis diminumnya
"ukhti memang keras kepala ,kal....yanda dan bunda pun tidak bisa mengalahkan si kepala batu itu...tapi ana yakin lambat laun anta akan bisa mengendalikannya...." ucap kakang
" om ustadz dan bunda saja tidak bisa apalagi gue..." jawab Haikal
" ana yakin anta bisa ...."
"uzi mana???bukannya barusan akhi disini??" tanya Haikal yg kini tidak melihat uzi
"uzi pulang mengantarkan umi Nurul, Syifa dan Vani...." jawab kakang
" oh ya Rai akan menjalani operasi nanti malam .... sebaiknya anta temani dan bicara pada ukhti ....." kakang berjalan duluan
" kakang dan Haikal berada di luar pintu ruangan lalu membukanya ,disana Rai sedang berbaring ditemani priscil di sampingnya dan Azam yg sedang duduk di sofa
ceklek.....
"kakang ,,, Haikal...." sapa priscil
" assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam......"
netra Rai tertuju pada Haikal ,mereka berdua duduk di sofa di samping Azam
"Haikal,anta tak pulang ke ponpes???"tanya Azam
"nanti saja om....ada sesuatu yg harus Haikal lakukan...."
Azam mengangguk saja sambil melihat jam tangannya "na'am yanda dan bunda ada janji bertemu dokter yg akan mengoperasi Rai...kakang, Haikal yanda titip Rai sebentar..." ucap Azam mereka berdua mengangguk
"assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam.....kakang adiknya dijagain jangan digodain...." Priscil mewanti-wanti kakang
"na'am bunda...." kekeh kakang
setelah kepergian Azam dan priscil kakang menyenggol lengan Haikal akhi pun mengerti
akhi mengambil posisi di samping Rai ,mata Rai mengikuti pergerakan Haikal
"kenapa apa anta mau marah marah lagi???" tanya Rai
__ADS_1
Haikal menggeleng " aku minta maaf....aku terlalu kesal pada kekerasan kepala mu....aku khawatir kamu kenapa-napa...." ucap Haikal , pandangan mereka bertemu
" na'am ana maafkan,justru ana yg minta maaf pada anta karena sudah membuat anta khawatir...."Rai menunduk Haikal mengelus kepala yg tertutup jilbab itu
"ya sudah lain kali jangan ulangi...." jawab Haikal, tatapan nya meneduh alhasil Rai tersenyum manis
"ekhhmmm ekhemm...... memang ya kalau orang jatuh cinta itu berasa dunia milik berdua yg lain mah ngekost...." deheman kakang membuat mata Rai menatapnya sinis
" ye orang sirik tanda tak mampu....."jawab Rai
"Syifa nya keburu pulang...." tambah Rai melengkungkan bibirnya
" tak apa ... silahkan saja anti meledek ana , silahkan kalian berdua saling memandang yg akan menghasilkan dosa ,karena bukan mahram nya ....." jawab kakang
"oalah...kang begitu saja marah maaf maaf...." jawab Rai
"maaf maaf ini bukan lebaran ...."jawab kakang menirukan ucapan dan gerakan priscil kalo marah membuat Rai dan haikal tertawa
"ooooo......ada yg pengen dijewer rupanya...." tak disangka Priscil masuk bersama Azam ,priscil menjewer kuping kakang
"adududuhhhh bun sakit...sakit...."
"terusss bun ayo bun.....yg kencang...." Rai jadi kompor
" bun...kalo kuping ana putus nanti ana tidak bisa dengar lagi bun,nanti tidak ganteng lagi...." jawab kakang , Priscil melepaskan kuping putra nya
"lagian Rai sama Haikal pandang pandangan seperti tidak ada orang lain saja bun...ana dianggap apa ???" jawab kakang
"cicak cicak di dinding....." jawab Rai
"seperti anta dan Syifa tidak pernah saja...."tambahnya
"ini nih bun... ukhti belum tau.... " kakang melipat kedua tangan dan mendekati adiknya itu
"apa belum tau apa???" Haikal dan Rai bertanya
sedangkan Priscil dan Azam diam saja
"ana akan melamar Syifa...." bisik kakang diantara Rai dan Haikal
"apa????" mereka sontak melotot
"biasa aja mukanya..."kakang mengusap wajah Haikal dan Rai menggunakan tangannya
"ihhhh...." ucap Rai
"loe yg bener sya???" tanya Haikal
kakang mengangguk " betul masa anta saja sudah melamar ukhti ,lah ana....???" tunjuk kang sya pada Rai
"apa benar yanda???" tanya Rai
"insyaallah rencana nya begitu ,,, daripada nanti timbul fitnah.....anti seperti tidak tau kakang mu saja yg tidak tau malu menggoda anak orang...." jawab Azam yg cool
__ADS_1