Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
menguping ???


__ADS_3

happy reading all 😍


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


.


" hah ana ???" tunjuk Fayeez pada dirinya sendiri.


begitupun yg lain sangat tercengang dengan sikap Haikal


" kal apa yg anta lakukan???" bisik kang sya .


tapi Haikal hanya memandang lurus ke arah Fayeez


" Haikal .... sepertinya Fayeez tak bisa bertarung lagi pula akhi bukan anggota ....." jawab ustadz Rahman.


" afwan ustadz tak apa-apa , insyaallah saya coba..." Fayeez memang tak terlalu jago bela diri namun ia juga tidak begitu bod*h dalam hal itu ,akhi akan mencobanya bukankah menolak permintaan tuan rumah sangatlah tidak sopan.


Fayeez membuka sepatu nya yg menyisakan kaus kaki berwarna gelap lalu membuka kemeja lengan panjangnya yg menyisakan t-shirt putih lalu berdiri di atas matras ,akhi menghembuskan nafas kasar


Haikal maju mengetatkan belitan di perutnya dan memasang kuda-kuda.


" bismillah...."


tendangan Haikal tujukan dengan penuh kekesalan ...tepatnya kini Fayeez bertarung dengan amarah Haikal, walaupun awalnya Fayeez dapat mengelak setiap serangan Haikal namun kini akhi terlihat kewalahan,mungkin besok-besok akhi harus lebih belajar lagi pasal bela diri .


" bugghhh"


Haikal meraih kaos Fayeez dan membantingnya cukup keras sambil berbisik " mengganggu istri orang ,inilah akibatnya..." Fayeez hanya melongo mendengar pernyataan itu, beberapa kali Fayeez tersungkur walaupun Haikal tidak sepenuhnya menggunakan tenaganya, yg menonton hanya bergidik ngeri melihat Fayeez yg selalu kena serang.


" bukkkk.....!!"

__ADS_1


tendangan Haikal tepat menslading yg otomatis menjatuhkan Fayeez dan tak butuh basa basi Haikal sudah berada di posisi hendak meninju wajah Fayeez.


" stoppp....!!!" pekik Rai ,lalu menggeleng dan pergi .


Haikal yg melihat itu kini tersadar apa yg dilakukannya sudah terlewat batas " astagfirullah..." ia berdiri


" aseef Fayeez, sorry....!!" ucap Haikal lalu pergi menyusul Rai, meninggalkan semua yg terbengong melihat kepergian mereka


kang sya menhghela nafas dan menggelengkan kepalanya .


" Rai heyy..hey... tunggu sorry....." Haikal sampai di ruang tamu ,lalu menarik tangan Rai dan memeluknya awalnya Rai berontak namun tenaga Haikal lebih kuat.


" maafkan aku .. Rai..." ucapnya yg masih menahan Rai di dalam dekapannya


" apa yg anta lakukan ,kal???" gumam Rai pelan yg terlihat sendu .


" apa anta sedang marah ???tidak seharusnya anta begitu kal...." ucap Rai menunduk , Rai merasa ada sesuatu yg Haikal rasakan terhadap Fayeez .


" iya ana marah..." Haikal kembali dilanda rasa cemburu akhi melepaskan pelukannya di tubuh Rai.


" sudah lah...sudah mau maghrib sebaiknya kita bersih bersih..kita pergi sama sama ke masjid..." ucap Haikal,lalu pergi ke kamarnya bersama Rai.


Haikal marah ????kenapa ????apa yg akhi lihat ???


kini semua pertanyaan itu berputar di pikiran Rai,jadi begini kalau akhi marah akhi akan lebih banyak diam dan mendiamkan orang sekitarnya,aneh rasanya....lebih baik marah marah sekalian daripada harus didiamkan seperti ini tanpa tau apapun yg terjadi....


" Rai ...kenapa ???tuh mulut udah kaya bebek...??" Priscil mengelus puncak kepala Rai ,hari ini Rai hanya melaksanakan shalat maghrib di rumah saja, rasanya ia tak bersemangat untuk melakukan apapun mengingat Haikal yg kini menjadi suaminya sedang mendiamkannya ,akhi marah...bukankah kini neraka sudah lebih dekat selangkah lagi dengannya,murkanya suami bagi wanita yg sudah menikah merupakan dosa besar... untuknya ...


Rai menyandarkan kepalanya di pelukan ibunya menutup matanya sejenak "bunda apa benar Allah akan murka jika suami murka atau marah ???"


" yah...???"


Rai mendongak " oh.. tentu saja sayang ,bunda masih ingat tuh hadist nya ,gara gara beliau selalu bicara hadist ini pada bunda sampai kupinh bunda panas sampai bunda Khatam...." lihatlah dimana keberadaan mu di dalam pergaulan mu dengan suamimu ,karena dia adalah surga dan nerakamu..." (HR. Thabrani) ." suatu hari Rasulullah SAW pernah berkunjung melihat penghuni neraka dan sebagian besar penghuninya adalah kaum hawa ,lalu ada seorang akhwat bertanya mengapa demikian ya Rasulullah???lalu Rasulullah menjawab karena mereka durhaka pada suaminya diantara membuat suaminya tersinggung ataupun marah.."(HR Muslim Bukhari)"


" memangnya kenapa anti bertanya seperti itu ??"


wajah Rai yg memucat hanya menggeleng dan tersenyum getir " ahhh tidak bun...." fix ukhti tidak mau menjadi salah satu penghuni kerak neraka hanya masalah sepele ..mungkin ????...ukhti berfirasat Haikal marah karena ada hubungannya dengan Fayeez ..


" assalamualaikum....."


" wa'alaikumsalam....."


Haikal langsung melengos menuju kamarnya di lantai atas , Rai menyusul


" kal....maafkan ana kal....please jangan diamkan ana seperti ini ...." Rai tertunduk, walaupun sampai saat ini ukhti tidak tau kenapa Haikal sampai marah begini ukhti akan tetap meminta maaf , Haikal hanya mengulum senyum melihat sikap Rai yg menurut nya sangat manis .


akhi meraih lengan istrinya itu , tentu saja akhi harus memberi penghargaan pada Rai yg mau minta maaf padahal akhi tau Rai memiliki gengsi yg tinggi ,


" maafkan ana juga...ana yg salah anti tak salah ana yg terlalu berlebihan dan terbawa hawa nafsu,sampai sampai ana lupa diri...." jelas Haikal Rai mendongakkan kepalanya menatap Haikal

__ADS_1


"jangan diam seperti ini kal...." mata Rai sudah berkaca-kaca.., Haikal yg melihat hal itu panik dan merasa bersalah karena sikapnya yg kekanakan istrinya merasa bersalah hingga menangia sungguh bukan sikap seorang imam yg ia ingin lakukan namin apa daya akhi hanya ingin menenangkan pikirannya sejenak


" heyy jangan sedih...maafkan ana Rai tidak ada maksud untuk mendiamkan anti ,ana hanya sedang menenangkan diri mencoba interopeksi diri justru harusnya ana yg malu Rai..." jelas Haikal


" jujur ana cemburu pada Fayeez ,akhi begitu dekat dengan anti dan keluarga anti...ana mau tanya apa yg kalian lakukan di belakang ana ???" mata Haikal menatap Rai penuh interogasi,,ingin mendengar kejujuran itu langsung dari mulut istrinya.


jujur lebih baik ,dan Rai memilih itu, ia dan Haikal sudah berkomitmen tak ada kebohongan diantara mereka ,mereka akan membangun rumah tangga yg didasari kejujuran, usia muda tidak menjadikan tolak ukur kedewasaan seseorang .....


" iya kal mohon ampun , sebelum nya ana tidak bercerita ." ucap Rai lalu tersenyum lebar "ana lupa...." kekehnya.


Rai mulai bercerita dari awal hingga akhir tak ada satupun yg ia lewatkan...


" maafkan ana , Rai...." Haikal kembali memeluk Rai


" ana cemburu....ana mengambil kesimpulan tanpa bertanya dahulu yg sebenarnya..." sesal Haikal, Rai mengusap lembut punggung Haikal ,hatinya terasa lega setelah tau apa yg terjadi , sebenarnya ukhti senang Haikal cemburu padanya namun bila ujung ujungnya harus didiamkan begini ukhti lebih memilih tidak dicemburui sama sekali.


______


Rai kembali mengubah posisi tidurnya,semenjak menikah ukhti jadi kesulitan untuk tidur mungkin karena ukhti belum terbiasa dengan kehadiran Haikal yg satu ranjang dengannya , setidaknya perasaan malu,was was selalu ada padahal Haikal sudah menjadi suaminya


" Rai.. anti belum bisa tidur ???" tanya Haikal yg ternyata belum tidur juga


" belum .....!!ana belum mengantuk " ucap Rai


lalu mereka saling berhadapan " bagaimana kalau kita bermain permainan saja yg kalah dihukum...." ucap Haikal , Rai mengambil posisi duduk mengiyakan usul Haikal lumayan lah mengusir rasa bosan siapa tau setelah bermain games rasa kantuknya mulai datang


Haikal mengambil kartu dan mulai mengocoknya membagi kartu nya sama banyak tak lupa ia mengambil jepitan jemuran sebagai hukuman bagi yg kalah...


__________


Syifa bangun dari tidurnya ia merasa haus lalu ia keluar kamar menuju dapur dengan wajah bantalnya ia sesekali menguap setelah menuangkan air ke gelas ia meminumnya sambil kembali ke kamarnya dan kakang yg berada di ujung melewati kamar Rai.


" awww...kal...sakh..hit....." desah Rai,sontak Syifa melotot saat tengah minum ia sampai tersedak


" uhuukkk....!!" ia langsung membekap mulutnya jantung nya berdegup kencang ,jiwa ke kepoannya mulai keluar ,ukhti tidak melanjutkan langkahnya namun berhenti tepat di depan pintu Rai ,


" menguping sedikit tidak akan membuatnya dosa " pikirnya


" mereka lagi ngapain coba malem malem pake desah desahan sakit segala .." Syifa cekikikan lalu menempelkan daun telinganya di pintu


" kalll ...pelan pelan kal...anta semangat banget liat ana tersiksa...."


Syifa makin melotot ....." ya Allah Haikal garang...." gumamnya tanpa bersuara " kenapa jadi gue yg deg degan sii..." ucap syifa kembali menguping.


" fa..."


deg.......


" mampuss gue....."

__ADS_1


__ADS_2