
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
.
Syifa berbalik badan selepas kepergian kang sya menatap ranjang berukuran king size itu , tiba-tiba ia cekikikan sendiri membayangkan kalau mulai malam ini ia akan tidur bersama seorang ikhwan
" apa sih Syifa ....piktor deh..." gumamnya tertawa sendiri
ceklek...
" assalamualaikum....."
"wa'alaikumsalam......"
" sya... bosen nih...." Syifa merengut saat kang sya memasuki kamar yg mulai sekarang dihuninya bersama Syifa
" tadi manggilnya byby sekarang sya lagi ....ga pengen dapet pahala extra apa ?? " kang sya melepaskan sarung dan koko nya
" hehehehe iya maaf....abisnya aga sedikit geli juga sih...." nyengirnya menampilkan deretan gigi putihnya
" biasain nanti juga terbiasa...." ucap kang sya
kang sya duduk di tepian ranjang " oh iya ana hari ini mau keluar sebentar ada beberapa pekerjaan yg harus ana urus...."
sebenarnya beberapa waktu lalu Azam dan kang sya membuka sebuah cafe yg merupakan anak cabang dari cafe miliknya yg berada di Bandung ,kini cafe itu diurus dan dikelola oleh kang sya tanpa bantuan Azam....cafe inilah yg akan menjadi sumber nafkah kang sya untuk keluarga nya kelak ....hanya saja Syifa belum tau kalau kang sya memiliki sebuah cafe, walaupun Azam yg membangun namun dari awal kang sya lah yg mengelolanya hingga cafe ini menjadi cafe yg kini tengah happening dan digandrungi banyak kalangan terutama remaja ....
" ikutttt....." pinta Syifa ,ia merasa sangat bosan lumayan lah menghirup udara luar pesantren
" ya sudah kalau begitu ana ganti baju dulu sekalian nanti kita cari makan di luar deh itung itung ngedate...." kang sya menaik turunkan alisnya
Syifa tersenyum senang hanya dengan diajak makan saja ia sudah kegirangan
" giliran makan anti girang sekali....."
" oh iya dong makan is number wahid ....." jawab Syifa antusias
__ADS_1
" wah...wah....kalo makan no. Wahid ana nomor berapa ???ga sangka ana bakalan kalah sama martabak ....." decih kang sya
Syifa hanya tersenyum lebar sambil beranjak membawa tas selempang nya
sekilas info martabak adalah makanan kesukaan Syifa .....
" loh orang rumah pada kemana ???" tanya Syifa melihat suasana rumah yg terlihat sepi
" semuanya sedang berada di rumah ponpes ..." jawab kang sya mengambil kunci mobilnya
" ohhh pantesan sepi... jadi dari tadi kita cuman berdua ???" tanya Syifa mengangkat kedua alisnya
hanya menempuh waktu satu jam mereka sampai di parkiran yg cukup luas sebuah cafe .. kang sya turun diikuti Syifa
Syifa meneliti setiap sudut cafe ini ,cafe yg bernuansa modern, dilengkapi dengan taman dan ada juga area outdoor yg sangat nyaman ia memandang takjub " kita makan dulu ya...ko aku baru tau sih ada cafe sekeren ini ,by...bagus nih buat nongkrong..." ucap kagum Syifa
kang sya hanya tersenyum geli melihat sikap Syifa ,ukhti tak tau saja kalau cafe ini milik suaminya
kang sya menggenggam tangan Syifa memasuki cafe yg sudah tampak ramai ,
" gilaaaa rame banget...pantes aja sih toh cafe nya cozy...." ucap Syifa sekali lagi mengagumi isi cafe yg dari berbagai sudut pun terlihat instagramable....
Syifa menautkan kedua alisnya saat kang sya malah membawanya ke area belakang cafe bukannya mencari tempat duduk " by,,,kita mau kemana??"
"ikut aja..."
" byby bukan mau nyuruh ana buat cuci piring kan???" tanya Syifa
kakang terkekeh " kalau iya anti mau protes ???" godanya
namun kakang membawa Syifa memasuki sebuah pintu berwarna hitam yg menampilkan ruangan kerja yg nampak nyaman dilengkapi lemari dan sofa dan ruang pribadi untuk istirahat yg langsung menampilkan ke arah taman cafe namun hanya nampak satu arah jadi daru arah luar tidak akan bisa melihat ke dalam
" ngga....byby ga takut sama yg punya..." kakang malah semakin menggoda Syifa dengan duduk di kursi kerjanya, Syifa yg masih belum sadar juga kalau kakang lah pemilik cafe ini malah memarahi kakang
" eeeeh...by....udah yu keluar sebelum yg punya marah kita masuk tanpa ijin , bukannya byby ada kerjaan ya...yu... " ajak syifa menarik tangan kakang mengajaknya keluar ruangan
kang sya tertawa lepas " hahahah ana tak takut biar ana tantang pemiliknya ..."
tiba tiba" tok... tok...tok..."
" tuh kan by...yu keluar yu..." Syifa panik karena takut ketahuan kalau mereka sudah masuk tanpa ijin
"masuk..." lantang kakang
ceklek...
" mati gue....." Syifa memejamkan matanya ia pasrah bila harus kena amuk pemilik cafe
" pak...ini pesanannya....." ucap seorang pelayan membawakan nampan berisi beberapa piring makanan dan minuman...
" iya , syukron...." ucap kakang , pelayan itu mengangguk
" tunggu...." Syifa membuka matanya " ini gue ga salah liat dan salah denger kan pelayan itu nyebut Rasya ..pak???" batin Syifa ,,,baru sadar dirinya sedang dikerjai sang suami syifa mendekat dan langsung menghadiahi kakang dengan pukulan pukulan di punggung dan lengannya
"aduhh aduuhh udah cukup aseef...aseef sayang sakit ...." kakang mengusap ngusap bagian yg dipukul Syifa " waaaww anti ini tenaganya kaya hansip kampung,fa..." kekeh kakang sedangkan Syifa sudah manyun dari tadi
" iya maaf deh.... surprise...." pekik kakang
" telat...." gerutu Syifa mengambil segelas jus strawberry dan menyedotnya hingga tandas sambil berdiri
" fa...alangkah baiknya makan minum tuh duduk , itu ajaran Rasulullah,sayang..." kakang menangkup kedua bahu Syifa dan membawanya duduk di sofa
__ADS_1
" waduhh itu gelasnya bocor...." goda kang sya
" iya bocor ke perut...." dengus syifa masih kesal
kakang tertawa renyah ," welcome sayang...inilah tempat byby mencari nafkah ..." kakang merentangkan kedua tangannya
" ko ga bilang kalo byby punya cafe..". tanya Syifa sebal seraya memukul dada bidang kakang
" cafe ini juga baru ko ,,,baru beberapa bulan beroperasi sayang sebenarnya yanda memberikannya saat byby kelas 2 SMA kemarin saat byby mencoba untuk merambah dunia bisnis mungkin beberapa bulan sebelum mengenalmu tapi masih sekedar sebisanya saja dan masih dibantu yanda dan Bunda juga yg sudah mempunyai jam terbang yg lama...." jelas kakang
Syifa berohria " inilah sumber nafkah kita ,sayang byby kan baru merintisnya ,,, tapi insyaallah byby mampu menafkahi dan memenuhi semua kebutuhanmu..." kakang berbicara sudah seperti pria dewasa yg siap bertanggung jawab atas anak gadis orang,karena memang itulah kenyataannya
" jadi mulai hari ini ,anti jangan minta uang sama papah atau pun berkerja paruh waktu byby tidak mengijinkan...cukup belajar yg pintar dan belajar menjadi istri yg baik yg bisa menyenangkan hati suami..." hati nya bergetar mendengar penjelasan kakang ada rasa terharu ,belum lulus sekolah namun kakang sudah mengambil keputusan untuk menikahinya dan bertanggung jawab atas dirinya
"syukron byby..." ucapnya bergetar dan memeluk kang sya , Syifa menangis terharu di dekapan kakang ,baru kali ini ia merasa sangat dicintai dan disayangi oleh seseorang selain ayahnya...
kang sya menepuk-nepuk punggung Syifa dan mengecup puncak kepala Syifa
"suuuttt jangan bilang makasih...sudah menjadi kewajiban byby... sayang cukup do'akan saja byby agar kita selalu dilancarkan, dimudahkan dan dilimpahi rezeki-Nya yg halal... do'a istri itu mujarab lohh apalagi istri sholehah..." ucap kang sya menjauhkan wajah Syifa lalu mengusap ibu jarinya di pipi Syifa menghapus jejak-jejak air mata
"ini. . " kang sya menyerahkan sebuah benda kotak tipis yg ia ambil dari dompetnya ,kang sya rupanya sudah mengurus ini h-7 sebelum mereka menikah
" ATM???" tanya Syifa kebingungan
" iya byby sudah isi dengan uang jajan sayang selama sebulan , tapi maaf belum bisa memberi sayang banyak ,karena byby harus menabung dan sedekah ,cafe masih dalam tahap merintis jadi sayangnya byby hemat hemat ya...jangan boros ...." ucap kakang menyentil kening Syifa , Syifa mengangguk angguk cepat sambil tersenyum manis..." syukron byby..."masih terdengar sesenggukan...
" udah ahhh masa cewe tengil cengeng...tuh ingusnya dipeperin ke baju byby..." kekeh kang sya , Syifa mendengus dan mengusap wajahnya
"by...."
" hmmm..." gumam kang sya sebagai jawaban
" maaf ya .... Syifa masih belum istiqomah ....belum sepenuhnya berjilbab ,masih banyak kurangnya jangankan seperti Rai ataupun Hawa yg tampak sempurna ,,mengaji saja masih banyak salahnya ,...." cicitnya seraya menatap sendu,
ia meraih kedua tangan Syifa " tidak apa-apa sayang, kalau memang anti belum siap lahir bathin..."
" tapi by..Syifa malu sama keluarga byby,..." ucapnya lagi
" hey....jangan pernah berjilbab karena malu pada hamba Allah tapi malulah pada Allah SWT,,,,anti berdo'a saja semoga diberikan hidayah dan kemantapan hati ..... apa keluarga byby pernah bilang calon mantu rumahnya haruslah akhwat sempurna berjilbab syar'i dan seorang ilmu agama ....byby pun masih banyak kekurangan sayang..kita belajar sama sama ya ,belajar menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah till jannah..." tatapannya menularkan keyakinan dan kepercayaan pada Syifa
" makasih ya by, insyaallah...kasih syifa waktu Syifa bakalan berusaha..." jawabnya
" nanti byby beri pelajaran tambahan deh ,emmm satu malam anti harus menghafal 4 ayat surat surat pendek..." ucap kang sya
" hahhh!!!! tapi by..." Syifa manyun tak sependapat
" ga ada tapi tapian ,surat pendek sayang...." rayu kang sya
" itu kebanyakan by...."
" tak ada bantahan kalau sayang tak mau uang jajan sayang ,,byby potong..,,,insyaallah kalau ikhlas tidak akan terasa berat..." senyum kang sya
" loh ko gitu.... jadi ngancam uang jajan...." dengus Syifa keberatan
Syifa mengangguk terbata seperti boneka mau tak mau ia harus mau....
"ya sudah makanannya jangan dianggurin, bukannya tadi harimnya byby mau makan ....byby mau mengurus dulu pekerjaan byby yg sudah menumpuk ..." kakang beranjak menuju kursi kebesarannya dan berkutat dengan laptop dan beberapa berkasnya
sedangkan Syifa sudah menyendok makanan dengan lahapnya
tanpa mereka tau beberapa makhluk sedang berada di dalam kamar mereka di rumah merencanakan sesuatu sambil tertawa devil.....
__ADS_1