Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
saling balas


__ADS_3

Rai mencoba mencari sesuatu untuk dilempar ia menemukan sebuah batu di samping kakinya lalu jongkok meraih nya dengan sekuat tenaga ia melemparkan ke arah poci gadungan itu


"puk......"


"ashhhh...."aduhnya


"sudah ana duga...."ia mengangkat alisnya sebelah tersenyum smirk seakan tau siapa lah dalangnya,,lalu ia meraih beberapa batu lagi dan melemparkan ke arah semak belukar yg bergerak terdengar suara mengaduh di tengah tengah suara babi hutan itu


" kalian dengar ...... "bisik Rai pada kedua kawannya


"dengar apa Rai,apa Mr.pocinya udah pergi???"tanya syifa membuka mata namun ia masih melihat sosok itu


"iya apa pocong nya sudah pergi bagaimana dengan babi ngepet nya???"jawab Vani


"mereka tidak akan pergi kalau tidak kita usir....jawab Rai tersenyum smirk


"usir... bagaimana caranya....??" tanya Vani dan syifa


"kalian mau tau bagaimana caranya....??" bisik Rai


Rai mulai membisikkan di telinga syifa dan Vani seketika wajah mereka langsung merah padam rahang mereka yg tidak terlihat mengeras menggertukan giginya sepertinya Rai sudah memberitahukan Vani dan syifa bahwa sekarang mereka tengah dikerjai oleh beberapa makhluk namun yg ini kasat mata ,mereka berbalik menyusun rencana


ketiga gadis ini yg tadinya ketakutan bangkit dan bersemangat Vani dan syifa mengambil air pada sebuah ember yg terdapat di jamb*n tadi sampai penuh dengan semangat 45 sedangkan Rai memgawasi gerak gerik mereka dan masih meneriaki membaca ayat ayat suci agar tidak di curigai karena ternyata kejahilan kakang cs sudah ketauan dan mencari 3 buah batang kayu ...dengan masih kepura puraannya mereka berjalan mendekat ke arah semak belukar tempat kakang cs berada


belum uzi meluncurkan aksinya melompat-lompat


" satu ...


" dua.....


"tiga.....


"byuurrrrr........


ketiga gadis ini mengguyurkan 2 ember air ke arah mereka bertiga hingga mereka bertiga basah kuyup


lalu mereka berlari


"ciaaa......


"buuk...buuk...buuk...."


"awwwhhh ....


" aduhhh....


" aduuhhh.....sakit ....


"rasakan.....


ketiga gadis ini menyerang dengan balok kayu sampai puas pada ketiga cogan ini

__ADS_1


"nah ini fa yg namanya perkedel pocong tuh ya begini ....."ujar Vani yg tengah puas memukuli uzi yg sudah mengaduh


"aduh udah van udah...."uzi mengelak dan menahan tangan Vani untuk menjauhkan kayu yg dipegang Vani bahkan kini uzi yg sudah keluar dari sarung berbalik menyudutkan Vani pada pohon ,jelas vani akan kalah kuat dari uzi ,tapi bukannya berkata ataupun beradu argumen seperti yg dilakukan Rai dan syifa ,,uzi dan Vani malah saling diam menatap dan mengagumi dalam diam ,apalagi baru kali ini uzi melihat Vani tanpa jilbab rambut hitam legam yg berpotongan bop sebahu kurang pipi chubby dan merona alami tanpa polesan perona pipi mata aga sedikit menyipit sukses meruntuhkan iman uzi hingga lamunan mereka berdua buyar gara gara pertengkaran keempat teman yg lain


"astagfirullah..."mereka saling membuang muka , uzi membantu Vani berdiri


"anta keterlaluan kang ....ana adukan pada bunda ..." ucap Rai


"aww Rai,syifa sakit.."pekik kang sya dan Haikal


" ini balasannya buat babi ngepet gadungan dan hantu jelek kaya antum berdua..."


" mana ada babi ngepet ganteng Rai..." pekik Haikal


kang sya meraih kayu di tangan syifa sedangkan Haikal sudah menepis kayu pada tangan Rai


"itu hukuman buat antum bertiga karena sudah menggoda Gus Ali..." jawab kang sya


"memangnya kenapa ???" tanya Syifa


"pake nanya lagi ana cemburu fa...." seru kang sya membuat syifa terdiam


"antum bertiga tau , syifa dan Vani sampai gemetaran karena takut ...."Rai mendelik dan berjalan untuk kembali ke tenda


kakang memberi kode kepada Haikal untuk menyusul adik kembarnya itu Haikal pun mengerti


"Rai tunggu...maaf ... habisnya kalian juga yg salah..."ucap Haikal


"aku suka sama kamu Rai....aku marah saat kamu sama yg lain taruhan buat mendapatkan perhatian Gus Ali..."Rai menepiskan tangan Haikal, Rai hanya diam melongo pasalnya baru kali ini ia merasakan panas di pipinya saat seorang akhi menyatakan perasaannya tapi Rai malah diam seribu bahasa dan meninggalkan Haikal ,ia tak tau bagaimana harus bersikap selama ini ia tidak pernah berurusan dengan yg namanya cinta,apa itu cinta ia pun tak mengerti apa mungkin seperti yg ia rasakan sekarang bila dekat dengan Haikal jantung nya berdegup kencang pipinya memanas,tapi tangannya mendingin rasanya sebal bila Haikal menggoda nya namun hatinya melayang senang, Haikal menatap kepergian Rai


"tenang bro ukhti memang tidak punya pengalaman sama yg beginian..sabar ...lagipula restu ku belum sepenuhnya ana berikan..."tepukan pundak Haikal oleh Rasya Haikal menoleh tersenyum getir


"lebih baik anta sekarang banyak berlatih saja pencak silat..."ucap kakang Haikal menautkan kedua alisnya tanda tak mengerti "apa hubungannya....silat sama cinta???"


"iyalah apa anta tidak malu nanti kalau Rai mengalahkan anta, lagipula jaga jaga kalau anti ngambek anta bisa bisa jadi perkedel kalau kalah jago..."tawa kakang


Vani kembali bersama syifa dengan perasaan yg masih menggelitik kini wajah uzi terpatri jelas di otaknya dari arah belakang mereka ketiga cogan ini juga hendak kembali ke tendanya


"haattchii....."mereka bersin bersamaan ketiganya sampai lupa kalau mereka basah kuyup karena siraman air oleh ketiga gadis itu... mereka saling menertawakan satu sama lain niat mengerjai malah dikerjai...


ketiga gadis ini masuk tenda dan berbaring menatap ujung tenda yg mengerucut mereka kini terjaga dan tak bisa tidur lagi beda halnya dengan tadi


"fa ......gimana perasaan mu saat kakang menyatakan perasaannya sama anti ???" tanya Rai


"gimana ya ..."syifa tersenyum geli Rai dan Vani melirik Syifa yg tengah cekikikan sendiri


"ana faham fa....begitu rupanya sudahlah anti tidak perlu menjelaskan ana sudah faham...."ucap Rai


"lalu bagaimana dengan Haikal???"tanya Syifa kini keduanya melirik wajah Rai yg memerah kala menyebut nama Haikal karena mengingat setiap moment dia yg selalu digombali Haikal geli rasanya.... Rai tidak mengiyakan namun ia juga tak pandai menyembunyikan perasaannya


di luar tenda kini sudah ada yg berjaga termasuk Gus Ali

__ADS_1


ketiga cogan ini sudah berganti pakaian dan tidur karena merasa lelah


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


subuh menjelang


mereka semua bangun


"ahhhhh....badan ana berasa remuk semua zi..." ucap kakang


"iya apalagi ana sya, zi... Rai itu tenaganya bukan tenaga gadis biasa... tapi gadis super...." jawab Haikal


"sepertinya sepulang dari sini ana akan memanggil tukang pijit kang...kal...." jawab uzi meringis


semua salat subuh lalu melaksanakan olahraga pagi dan sarapan


"Gus Ali.... fa ,,, Rai...."senggol Vani


"haaa ana sudah tidak semangat lagi van ....ana tidak mau kejadian semalam terulang lagi anti tau kan kaka kembarnya Rai itu seperti apa???" ucap frustasi syifa diangguki Rai sambil menguap


"tapi itu kan kalau ketauan kalau mereka tak ada tak apa kaleee ...."ucap Vani


membuat geliat Rai dan syifa terhenti di udara mereka seketika sumringah rasanya sayang saja kalau ada cowo setampan Gus Ali cuman dianggurin dan bukan diblueberry in hehehehe ,waduh sekali tengil pada tengil deh ngeyel nih trio cewe tengil....anak didiknya bunda priscil udah hampir nyamain guru nya saja


mereka melakukan senam pagi dengan barisan memisah namun bisa saling melihat setelah selesai Rai cs duduk di batang pohon besar istirahat dan meminum air pandangan mereka jatuh pada seorang Gus Ali yg tengah berlari kecil dam lompat lompat terkena sorot sinar matahari dengan rambut yg naik turun dan peluh yg mengucur sambil tersenyum membuat mereka melongo menahan saliva


"wuiihhh vitamin nih pagi pagi..."ucap syifa tak berkedip


"iya mood booster.....hari ini...." ucap Rai menopang dagu


"masyaallah mata Vani jadi melek nih segerrr...."tambah Vani


beberapa pasang mata melihat dengan menusuk


"ckckckckck....para ukhti ini tidak kapok...kal mesti kita apakan lagi mereka ???"tanya kakang


"tidak boleh jadi sya.....kita harus pepet terus ....tidak boleh diberi kesempatan..." kesal Haikal


"iya benar kang ..."dengus uzi terpikir sebuah ide dari Haikal membuat senyuman smirk dari ketiga cogan ini mereka bertiga mendekati Gus Ali dan berolahraga bersama Gus Ali mereka meregangkan otot bersama malah seakan menutupi pandangan ketiga gadis itu pada Gus Ali yg tergantikan dengan tubuh mereka yg membelakangi


"dihhhh rese banget sihhh.... ngerusak suasana "ucap Vani


mereka mendengus dan mengalihkan perhatian walaupun sebenarnya ketiganya senang dengan kelakuan ketiga cowo ini ,tanpa diduga kaum akhwat lain hampir semuanya mengagumi keempat akhi yg tengah olahraga bersama ini sungguh mereka akhi paling perfect semua mata akhwat tak berkedip mengagumi ketampanan keempatnya membuat ketiga gadis ini terbakar api cemburu yg dibuatnya sendiri dengan sengaja syifa ,vani dan Rai melewati mereka


"geraahhhhh.....panassss...."syifa mengibas ngibaskan tangannya dan menekankan setiap katanya membuat ketiganya terkekeh geli melihat tingkah cemburu gadis gadis ini ternyata perasaan mereka tidak bertepuk sebelah tangan namun mereka gengsi mengakuinya


"iya fa....masih pagi tapi suasananya sudah panas saja. .."ucap Vani , Rai tak berkata apapun karena ia tidak segamblang syifa dan Vani namun Rai ini lebih dilihat dari sikapnya ia malah melayangkan kedua jarinya menunjuk matanya sendiri lalu ke mata Haikal seakan berkata "aku mengawasimu..."


ketiga cowo ini tertawa puas......


hadeuhhhh anak muda........lucuuuu banget...sweeet.....

__ADS_1


__ADS_2