Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
Haikal sakit


__ADS_3

setelah selesai olahraga mereka semua sarapan semuanya mengantri untuk mengambil makanan termasuk Syifa, Rai dan Vani


mereka mengambil piring ,lalu menyiuk nasi beserta lauknya saat duduk mereka melihat Rasya dan uzi mengambil nasi namun dimana Haikal


"Rai itu kakang , uzi, Wildan sama Diki tapi berasa ilang satu ...."ucap syifa , Rai meneliti memang iya lah si bule depok kemana pikirnya


" lah Haikal kemana ???" tanya Vani


"kenapa tidak ikut makan ???" tanya nya lagi


"apa akhi sakit???" tanya Syifa ,, pertanyaan Syifa mengingatkan Rai pada kejadian semalam sewaktu Rai menyiram nya dengan air sungai yg dingin saat malam lalu memukulinya habis habisan bisa saja akhi melawan namun nyatanya tidak ,tapi rasanya tadi pagi saat olahraga akhi tidak apa-apa,,, Rai jadi merasa bersalah ingin rasanya ia bertanya pada kakangnya namun rasa gengsi dan malunya lebih besar....ia urungkan


namun kakang yg duduk berseberangan dengan Rai memberikan kode dengan menunjuk dagunya pada tenda kakang seakan tau pikiran adik kembarnya itu , Rai menautkan kedua alisnya pura pura tidak mengerti kakang pun menghampiri nya dan menarik Rai ke pinggiran tenda


"Haikal sakit....ini gara gara antum bertiga ,nyiram kita malem malem udah gitu digebukin" ucap kakang


"ya maaf kang abisnya ana kesal sama kelakuan antum bertiga ....." gerutu Rai


"ya sudah anti nanti antar makanan pada akhi sekalian obat..."


"lahhh kenapa harus ana...kan kakang ada ..." Rai membantah dan melipat kedua tangannya


"yang buat akhi sakit siapa???anggap saja permohonan maaf nanti kakang yg temani...."tawar kakang dalam hatinya ia tertawa ,memang Rai ini harus dibeginikan dulu baru ia melirik Haikal "huffft Rai.. Rai... terbuat dari apa hatimu jadi akhwat hatinya batu sekali...."benak kakang


Rai kembali duduk ia mengaduk aduk makanannya ,,, sesekali menatap kang sya yg tengah makan sambil bercanda bersama yg lain


"kenapa Rai ???" tanya syifa dan Vani


"Haikal sakit...."jawab Rai


"hahhhh???" pekik mereka yg langsung mengatupkan mulut


"apa karena semalam....??"sesal Vani dan syifa yg melirik kang sya dan uzi


mungkin bila dibandingkan kakang dan uzi kondisi Haikal sedang tidak fit ....


akhirnya mau tidak mau Rai mengambil sepiring nasi dan lauknya juga minum setelah sebelumnya kakang meminta obat pada Gus Ali untuk Haikal


"sebaiknya Haikal pulang saja ke ponpes agar istirahat..."ucap Gus Ali pada kakang


"ana tidak apa apa Gus...hanya pusing sedikit saja..."


"baiklah sebaiknya anta istirahat saja lagipula setelah kegiatan di sungai nanti kita pun akan kembali ke ponpes..."lalu Gus Ali keluar dari tenda kakang tak lama Rai pun diajak kakang masuk membuat Haikal mengambil posisi duduk


"Rai....ko kamu disini..."


"udah ga usah dipaksain bangun ...."lalu ia melirik kakangnya yg bersidekap


Rai duduk "anta sudah makan???" Haikal menggeleng " ya sudah nih...."Rai menyendokkan makanan ke mulut Haikal tentu Haikal menerimanya kapan lagi Rai bersikap manis padanya ...


"ga usah senyum...."ucap Rai tanpa melihat Haikal yg sedang tersenyum manis


" makasih ya jodoh...." jawabnya membuat kakang terkekeh sebenarnya tawa nya ingin sekali meledak melihat adik kembarnya yg digoda habis habisan namun tidak bisa melawan seperti biasanya, wajah Rai pun sudah memanas....


Rai dengan telaten menyuapi Haikal sampai suapan terakhir


di luar tenda syifa dan Vani mengintip dari lubang yg terdapat di tenda kakang


"Van,geserr....."bisik Syifa


"ih sempit fa ga keliatan..." jawab Rai

__ADS_1


mereka menungging dan saling menempel mata mereka


"van.... giliran ku..."ucap syifa


"bentar fa...." jawab vani


saat mereka asyik mengintip dari arah belakang uzi memandang dan menggelengkan kepala menahan tawanya


"antuma sedang apa???ketauan ya ..." ucap uzi yg mendekat kan wajahnya ke telinga mereka membuat Vani dan syifa kaget dan tak sengaja menginjak batu dan mereka terhuyung


"bruuukkk.......


"awwww.......


uzi tak sempat menolong


"suara apa itu "kakang, Rai dan haikal menoleh ke arah luar


kakang membuka tirai tenda dan melihat syifa dan Vani yg tengah terduduk bertindihan Rai pun mengekor


"astagfirullah.....antuma sedang apa ???" uzi membanti Vani dan kakang membantu Syifa ...


mereka gelagapan apalagi saat Rai keluar


"kita...kita... sedang..."Vani melirik syifa bingung mencari alasan


" kita sedang nyari cicak...." syifa berucap spontan ditepuk Vani


"mmppffftt..."uzi menahan tawa dengan keabsurdan syifa dam Vani yg sudah jelas ketauan


" iya cicaknya itu sekarang sedang gelagapan karena ketauan mengintip ,,,antuma ngintip???" tanya Rai yg sudah menyipitkan mata dan melintingkan lengan bajunya bersiap siap berkacak pinggang


"perasaan ku tak enak nih van..."gumam syifa


uzi dan kakang menahan tawa siap siap melihat tontonan seru


"iya fa mening kita kabur..." ucap Vani melihat Rai mulai mengepalkan tangannya dan meniupkan hawa nafasnya pada bogeman kosong nya


"satu.....dua..... assalamualaikum..."syifa curang belum selesai berhitung dia sudah lari duluan meninggalkan vani


"fa...anti curang.....tunggu...."vani tersentak dan sontak ikut berlari


"heyyy antuma jangan lari ...."Rai mengejar mereka berdua "fa vani....sini antuma.... "


"ampun.... Rai abisnya kita kepo...." Vani dan Syifa yg terus berlari


kakang dan uzi tertawa terpingkal melihat kelakuan mereka bertiga....


pukul 10 kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan di sungai Gus Ali dan ustadzah Fatya menjelaskan manfaat sungai dsb.....


tapi bukannya fokus kakang yg berada di belakang posisi Rai cs


"fa... bisa ngobrol sebentar....tak perlu jauh jauh disini saja...."


"kenapa sya???"


"ana hanya mau bertanya soal perasaan anti pada ana fa???"


syifa langsung terdiam seakan jantung nya berhenti berdetak dam wajahnya seketika memerah" kenapa harus nanya disini sih sya...." ucap syifa


"memangnya kenapa fa....ana hanya ingin memastikan saja kalau memang anti juga membalas perasaan ana, apa ana bisa percaya sama anti fa...ana minta jaga hati anti cuma untuk ana ..." ucap kang sya pelan namun lugas

__ADS_1


jlebbbb......


seakan dihujam langsung ke jantung kata kata kang sya begitu mengena di hati syifa....


untuk kali ini Syifa memikirkan kata-kata kang sya berulang kali dengan serius ,kata katanya selalu terngiang-ngiang....


pelajaran tadabbur alam ditutup dengan hamdalah dan beres beres tenda dan semua perlengkapan....


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"assalamualaikum....."


"wa'alaikumsalam.... anak-anak bunda sudah pulang..." ucap priscil menyambut keduanya


Rai membaringkan tubuhnya di sofa namun kepalanya di paha ibunya dan memeluk pinggang nya sedangkan kakang di samping priscil yg lain dam menyenderkan kepalanya di bahu ibunya sambil memeluk lengannya


"cape.....???"tanya priscil


kedua nya mengangguk


"Rai itu bukan cape tadabbur alam tapi cape ngurusin Haikal..."ucap kakang cekikikan


"kakang!!!!"Rai langsung bangkit


"loh ko.... hemmm ada apa ini...??"tanya Priscil


"ga tau tuh kakang yg nyuruh...."jawab Rai melototi kakang


"iya lah ukhti harus belajar tanggung jawab...gara gara anti .... Haikal sakit...."ucap kakang


"apa ?? Haikal sakit???"


Rai mengangguk "ko bisa??tunggu kenapa Rai yg harus tanggung jawab...??"tanya Priscil bingung


"ialah Haikal masuk angin bun....semalam disiram Rai pake air sungai habis gitu dipukuli..."


"astagfirullah...!!!" ucap priscil


"Rai apa itu benar???"tanya Azam yg turun dari lantai atas


keduanya salim pada Azam" aseef benar Yanda, maafkan Rai habisnya kakang , uzi sama Haikal menjahili Rai, Syifa dan Vani sampai vani sama syifa gemetaran kelewatan akhi....." Rai balik mengadu


" apa betul kakang sya???" tanya Azam kakang mengangguk " berarti semuanya salah...."


"kenapa kakang gitu???"tanya bundanya


"abisnya Syifa, Rai sama Vani saingan buat dapetin perhatian Gus Ali...."cicit kakang


Azam dam priscil mengerti permasalahannya sekarang


"ohhh jadi semua ini karena cemburu...."


"ya sudah kalian istirahat lah...bunda dan yanda mau lihat keadaan akhi ke pondok..."


"na'am yanda....."


"eitts tapi jangan harap kalian bisa lolos dari hukuman bunda...."ucap Priscil


mereka berdua menarik nafas menuju kamar masing-masing.....


maaf ya guysss aku sering telat up soalnya usahaku di dunia nyata sedang sibuk sibuknya nih.....tapi kakang sya Rai dan keluarga tetap akan up ko diusahakan secepatnya bisa up lagi ya..... Syukron guyysss........

__ADS_1


__ADS_2