
happy reading all π.....
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
seakan lepas semua beban , melihat gerakan jari Syifa... mata kakang berbinar lalu memanggil manggil dokter uzi dan Vani pun tak kalah senangnya
dokter bersama perawat memeriksa Syifa
perlahan mata indah itu terbuka menampilkan manik mata bulat yg sangat mereka rindukan....
dokter memeriksa dengan detail tanpa ada yg terlewatkan, Rai dan Haikal pun sudah kembali melihat mereka di balik kaca di sela sela tirai
"Alhamdulillah..." gumam mereka ,dokter pun keluar dari sana ,
Rai dan Haikal masuk ke ruangan
Syifa merasa kebingungan dengan keadaan yg sedang terjadi
" kalian ngapain sih ngeliatin aku kaya gitu...aneh..." Syifa terheran heran apalagi melihat mata Rai dan Vani yg berkaca kaca
"Syifa.....!!!!" perasaan rindu yg sudah tak terbendung lagi sontak membuat kedua gadis ini memeluk Syifa sambil menumpahkan air mata rindu, dan kebahagiaan
" adududuhhhh...." Syifa mengaduh merasakan ngilu di bekas luka nya
" eh maaf maaf....abisnya kangen...." ucap Rai dan Vani yg nyengir mendapat tatapan tajam kang sya
" assalamualaikum ukhti...." senyum manis semanis air tebu
" wa'alaikumsalam...." Syifa mencoba tersenyum
" jelek..." goda kakang sya mencolek hidung Syifa
membuat Syifa sedikit manyun,tubuhnya masih lemas maklum saja ia baru saja tersadar dari tidur panjangnya
"cieeee sadar juga bidadari nya kakang..."goda Rai
" perasaan aku tidur nyenyak banget...memangnya aku tidur berapa lama sih sejam dua jam???" tanya Syifa dengan bibir yg terlihat kering
" tidur??...." kekeh Vani
Syifa mengangkat alisnya sebelah
__ADS_1
" anti tidur 2 bulan ,fa ...." jawab uzi
" hah???" syifa membulatkan matanya " masa???"
Syifa mencoba mencari kebohongan di mata semua yg ada di ruangan namun tidak menemukannya,ia mengingat ngingat kejadian terakhir nya,ia teringat satu hal ,syifa langsung panik menatap ke arah pergelangan tangannya
" gelang.....!!!" pekiknya tertahan saat netra nya menemukan barang yg ia cari sudah terpasang indah lagi di tempatnya
"ko...???" Syifa melihat kang sya
" gelangnya sudah kembali ,fa.... pelakunya juga sudah diganjar sesuai perbuatan nya.." ucap kakang mengambil kursi dan duduk di samping Syifa ,kakang mengambil air dan memberikannya pada Syifa dengan sendok sesuai titah dokter
" nih biar tenggorokan anti tidak kering,apa anti tidak haus selama 2 bulan tidak minum begitu bangun malah memberondong kami semua dengan berbagai pertanyaaan...."
Syifa tersenyum memang bibir dan tenggorokan nya terasa sangat kering
" uhhh kalian pasangan uwu....tunggu saja sebentar lagi kita menyusul ,benar kan Rai....??" ucap Haikal menaik turunkan alisnya pada Rai , sedangkan Rai tertunduk malu
" ya Allah...antum semua nih.... tidak melihat sikon (situasi dan kondisi)...." ucap Vani cemberut
" ekhemmm zi pin..zi...pin...bukan kode lagi..." goda kang sya ,wajah Vani dan uzi sudah memerah malu
" cieeee... banyak lope berterbangan tuh dari wajahmu, Van..." goda syifa
"oh iya bunda ,gimana???" tanya syifa lagi
" bunda baik baik saja ..." jawab Rai
kakang pamit keluar sebentar untuk memberi kabar pada keluarganya dan keluarga Syifa ,,,,karena sudah cukup sore pula Vani, Rai,uzi dan Haikal pamit pulang....
kini menyisakan Syifa dan kakang saja
setelah beberapa jam Syifa baru boleh mengisi perutnya dengan jumlah yg sedikit ,kakang sedang menyuapi syifa
" ana tau ana tampan ,fa....tapi nanti saja belum sepenuhnya halal..." Syifa melencang depankan bibirnya
" kamu jelek...kamu ga pernah mandi atau kamu ga pernah makan .... sekarang kurusan ..." jawab Syifa
" ahhh masaa ....ga apa-apa lah kan udah sold out ini.." jawab kakang membuat Syifa melayangkan jitakan di kepala kakang dan tertawa,
" tukk..."
"aww...."
tawa yang selama ini kang sya rindukan
mereka kembali terdiam merasa canggung seperti orang baru pertama bertemu
"fa,,,ana rindu....." ucap kang sya
" hey pa ustadz....jangan terlalu dalam mandangnya takut dosa...." tangan syifa mengusap lembut wajah kang sya
" kita kan sudah menjadi makhtubah...." ucap Rasya berkilah
" tapi kan tetep aja belum halal..." Syifa melipat kedua tangannya tak mau kalah dari setiap jawaban kakang
" ya udah yu....." ajak kang sya beranjak dari duduknya meraih tangan syifa , sedangkan syifa hanya melongo " kemana???"
" mau halalin anti lahhh....biar mandangnya lebih afdol..." kekehnya , Syifa memanyunkan bibirnya namun tersenyum
" yah gara gara ngobrol terus ,buburnya keburu dingin kan...." ucap kang sya yg mencicipi sedikit bubur Syifa
"ga mau juga....ga enak....mau makan ayam goreng..." Syifa merajuk...
__ADS_1
kang sya tertawa renyah melihat tingkah Syifa yg menggemaskan layaknya anak kecil " iya kalo udah dibolehin dokter kita beli ayam goreng sekalian sama mamang mamang nya atau sama restonya sekalian ...." jawab kakang mengacak rambut Syifa
tak lama keluarga pun berdatangan mereka mengucap syukur dan menangis haru apalagi tante Risa
" sa....ga usah mewek gitu ,ingus loe keluar tuh malu ma anak anak...." bisik Priscil saat Risa memeluk Syifa
Syifa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap ,agar keluarga bisa leluasa untuk membesuk...
" ege loe.....sedih gue...terhura..." mewek Risa sambil menghapus cairan hidungnya
memang bila bersama Risa Priscil bersikap biasa seperti saat mereka SMA,tak ingat umur dan tak ada jaim (jaga image)....
perdebatan kecil mereka terdengar yg lain menciptakan tawa .
"aduh ...aduh ...ibu ibu ....bisa tidak keep silent..." ucap kakang
" jadi kapan mau dilanjut ke jenjang selanjutnya.. ." tanya pak Rio ayah syifa ,sontak Syifa dan kakang tersedak ludah sendiri
"yeee uhuk..uhuk..nya barengan...." goda uzi
" seperti nya menunggu sampai syifa pulih saja ," jawab Azam
" baiklah kalau begitu..." ucap pak Rio
"huwwaaa......"
semua pandangan menatap Risa
" sayang kenapa ???" tanya Pak Rio melihat istrinya merajuk tak jelas dan menautkan kedua alisnya
" ga nyangka gue ,,,,,dulu gue sering razia loe sil... sekarang loe jadi calon besan gue.... " jawab Risa memecahkan gelak tawa " sial*n loe .... "ucap Priscil namun Azam yg sudah tau istrinya yg akan berkata apa segera membungkam mulut Priscil dengan cara membawa Priscil ke dalam dekapannya hingga ucapan Priscil tertahan tak jelas
" khumai lisannya nih.. " ucap Azam mencubit pipi yg terhalang niqab....
"astagfirullah...hubby maaf, lupa mulut khumai ga ada remnya soalnya....."
" huhhhh mau uwu uwu moment mening di kamar aja..." lirih uzi
beberapa hari kemudian Syifa sudah diperbolehkan pulang namun sudah diputuskan untuk sementara Syifa akan pulang ke rumahnya agar ada yg intens mengurusnya dan hampir setiap hari pula kakang mengunjungi Syifa sepulang sekolah , sedangkan uzi hanya bisa pasrah ditarik kesana kemari mengikuti kakang layaknya anak itik,, menjadi lalat diantara Syifa dan kang sya...
" tante ...om .... Rasya tidak bisa lama lama soalnya kerjaan masih numpuk ...." lirih kang sya melihat jam tangannya yg menunjukan pukul 3 sore ia teringat dengan beberapa berkas yg harus dikerjakannya belum lagi tugas tugas sekolahnya
" baiklah kalo begitu salam dari om dan tante untuk Bunda,yanda dan si cantik Rai...." ucap pak Rio
"insyaallah nanti ana sampaikan pah.. " ucapnya masih canggung
" wah calon mantu idaman tante udah mau pulang aja nih...." ucap Risa yg kembali bergabung datang dari dapur....
" jangan dipuji terus pah,mah....nanti idungnya terbang..." ucap Syifa menyipit melihat kang sya yg tersenyum karena pujian calon mertuanya
" cihhh bilang aja anti sirik kalo nanti yg bakal lebih disayang papah mamah itu ana " jawab kakang melengkungkan bibirnya
" dihh engga ya...." tolak Syifa
" masaa...???" colek kang sya di hidung mancung Syifa membuat Syifa mengusap usap hidungnya
" aduhhhh antum berdua ini tidak berperikemanusiaan,colek colekan di depan jomblo..." uzi yg sudah seperti patung Pancoran saja menjadi pelengkap kalo kakang dan Syifa sudah asyik berdua
"ya allah maaf mas bro ....ana lupa kalo anta masih belum ada kepastian dengan Vani..." kang sya menepuk jidatnya pelan
" cihhh. uzi berdecih ria ....
" ya sudah ana pamit... sebelum mas bro ngamuk nanti akhi meminta Vani lagi ...." kekeh kang sya....diangguki Syifa,uzi meninju pelan perut kakang ....
__ADS_1
"assalamualaikum....pah...mah..." pamit kang sya diikuti uzi....