Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
hello Kitty


__ADS_3

"aduh dimana sih ....." syifa mengobrak abrik isi tasnya bahkan lemari dan juga tempat tidurnya


"aduhh..aduhhh....ini kamar atau pesawat yg baru jatoh berantakan ....." Vani mengaduh kesal melihat penampakan kamar mereka layaknya kapal pecah


"aduh van ,kamu liat jam tangan aku ga???aku taruh dimana ya...." syifa garuk-garuk tak gatal sambil mondar-mandir


Vani menggidikan bahunya "ana tidak lihat fa , terakhir anti taruh dimana ???" vani balik bertanya


"coba ingat-ingat....."


syifa duduk di tepian ranjang mengingat ingat dimana terakhir kali ia menaruh jam tangan kesayangannya


"astaga.....maksud ku astagfirullah.....van anter aku yuuu...." syifa panik dan menarik tangan Vani


"eh...fa kemana ???" ucap Vani ug tersentak kaget


"aku lupa van....jam tanganku aku taruh di batu besar di sungai sewaktu tadi siang ...." syifa yg panik takut jam itu hilang ia masih berharap jam itu masih berada disana ,,,,itu adalah jam tangan kesayangannya pemberian almarhumah neneknya...


dengan segera Syifa dan Vani meminta ijin pada Gus Ali dan ustadzah Maryam untuk mencari jam tangannya


"apa kalian perlu ditemani ???" tanya Gus Ali


"ahhh tak perlu Gus... "ucap Syifa cepat mendahului Vani yg sudah mangap karena ia akan tau jawaban Vani apa,,, sedangkan syifa merasa tidak enak hati terhadap Rasya ia ingin menjaga hatinya sesuai permintaan Rasya...


" na'am kalau begitu antuma hati hati..."


"syukron Gus, ustadzah.... assalamualaikum....." mereka pamit dan bergegas...


"ayo Van...cepat nanti keburu ada yg ngambil...." syifa menarik tangan Vani terburu buru...


"iya bentar fa baru aja dari sana harus balik lagi jauhhh faaa....capeee....." rengek Vani


"Syifa...vani....!!!" pekik uzi yg kebetulan masih di ponpes mereka menoleh


"antuma mau kemana???" melihat Syifa dan Vani yg keluar dari gerbang ponpes


"kita mau cari jam ku zi... ketinggalan di sungai...." ucap Syifa


"di sungai ???itu kan jauh fa ..ya sudah ana antar fa kita pakai mobil ana saja kebetulan masih disitu ...tunjuk uzi pada mobilnya yg jarang ia pakai lalu mereka pun naik mobil menuju sungai


mobil sampai di jalan dekat sungai lalu syifa bergegas turun setengah berlari uzi dan Vani mengekor


"fa pelan pelan....nanti anti jatuh...." pekik Vani


"Alhamdulillah....masih ada van...."ucapnya kegirangan... vani tersenyum


syifa menaikan celananya selutut lalu menapaki satu persatu batuan sungai dengan air deras


"fa hati hati...."


syifa menyeimbangkan langkahnya menapaki batu satu persatu dan berhasil mengambil jamnya ,ia memasangkannya di pergelangan tangannya namun saat ia hendak kembali batu yg dipijakinya teraliri air membuatnya licin tubuh syifa tak seimbang dan terhuyung ke belakang


"gjeburrrrrr........"


syifa jatuh ke sungai yg airnya deras


"syifa.....!!!!!" pekik vani dan uzi mereka berdua berlari uzi langsung menanggalkan sepatunya

__ADS_1


"anti tunggu disini ana akan menolong syifa..." vani mengangguk


syifa yg sudah kelabakan mencari pasokan udara dan hendak menggapai gapai batu namun arus sungai membawanya menjauh uzi segera berenang ke arah syifa dan menarik syifa dengan segera dan meraih bebatuan yg aga besar


"uhuk...uhuk...." mereka berdua terbatuk-batuk meminum air sungai


"ayo fa...." uzi membantu syifa naik ke batu lalu membiarkan nya diam sejenak meredakan kepanikannya


"ya sudah ayo kita pulang hati hati...." ucap uzi


"fa anti tak apa ???" Vani memeluk syifa yg sudah basah kuyup dan menggigil kedinginan dari samping


akhirnya mereka sampai di gerbang pesantren


"zi makasih ya udah mau nolong ....." dengan gigi gemelutuk kedinginan


" sama sama ,,,,ya sudah fa ,,, sebaiknya anti ke kamar ganti pakaian anti ,nanti masuk angin ana juga harus ganti pakaian... ucap uzi mereka keluar bersamaan dari kejauhan mereka bertiga melihat sepasang suami istri yg disambut oleh keluarga Priscil begitupun Rai dan kakang sepertinya mereka adalah teman Priscil dan Azam yg akhi terlihat seperti orang Arab tapi yg perempuan berwajah lokal dan yg menarik perhatian adalah seorang gadis berjilbab syar'i cantik,,putih dan manis wajahnya pun blasteran.. terlihat sangat akrab dengan mereka , terlihat pula si gadis yg menatap kagum pada kang sya dan bersikap so akrab


"siapa mereka ???" tanya Syifa


"iya ana baru lihat....??"


"ana juga tak tau mungkin kerabat bunda dan Yanda.. " uzi melihat syifa yg aga memanyunkan bibirnya melihat sang akhwat


"ya sudah aku mau ke pondok ...ayo Van..." ajak syifa tidak ingin berlama-lama


uzi menghampiri..." assalamualaikum bunda yanda..."salim uzi


"zi....ko anta basah kuyup gini..." jawab priscil dan azam


" iya zi...apa ini mandi gaya baru??? mandi pakai baju???" tanya kakang


"apa !!!syifa kenapa zi..."kakang khawatir ia bahkan sampai memegang lengan uzi


"barusan jam tangannya ketinggalan di sungai terus ukhti mengambil nya namun ukhti terpeleset dan jatuh ke sungai ukhti terbawa arus dan hampir tenggelam makanya ana menolong..." jawab uzi


"hah???syifa tercebur ke sungai ???" pekik Rasya, Rai dan priscil


"terus ukhti mana sekarang zi???" belum uzi menjawab kakang langsung berlari menuju pondok Syifa..


" kang...."pekik priscil dan Azam


"tapi ukhti baik baik saja kan zi???"tanya Azam


"Alhamdulillah yanda ....ukhti baik baik saja "


" syifa itu siapa om Azam???" tanya si gadis ia penasaran siapa sosok syifa yg sudah membuat kakang begitu khawatir


"ahhh iya ana sampai lupa kenalkan Maliq , Nur ,Hawa ini Fauzi keponakan ana ...."Azam memperkenalkan uzi


" uzi ini om Maliq,tante Nur dan hawa mereka adalah teman yanda dan Bunda semasa di Maroko Hawa ini juga teman kecil kakang dan Rai"


"Fauzi ....." uzi memperkenalkan diri


"kalau begitu mari kita masuk saja ke ruangan ..."ucap Azam mempersilahkan mereka bertiga masuk ke ruangan pimpinan ponpes


"na'am...."ucap ketiganya si gadis yg bernama hawa menatap kepergian kakang sya dengan tatapan yg sulit diartikan

__ADS_1


"assalamualaikum.....fa...van...."


"wa'alaikumsalam..... Rasya kenapa anta masuk kesini ,anta mau dihukum..."panik Vani


"tak apa van ,,asal jangan ribut ,"


"fa anti tak apa apa ???ana dengar anti kecebur di sungai???" tanya kakang ,syifa menatap kekhawatiran Rasya


"aku ga apa-apa,sya ....." duduk di tepian ranjang


" kamu nagapain ke sungai lagi ,kenapa ga minta tolong sama ana atau bilang dulu...." ucap kakang sya memancarkan kekhawatiran


"iya maaf ,ya udah lagian kan aku ga apa apa ...syifa menenangkan


"ekhemmm...ekhemm.....disini masih ada akhwat kece nih....jadi obat nyamuk...."dehem Vani


"lagian juga gimana ukhti mau bilang anta sedang sibuk sama akhwat..."ucap vani mendapat pelototan Syifa ia nyengir


kang sya mengerutkan dahi "ahhh tidak dasar Vani,ya sudah sya mening kamu cepetan pergi takut nanti ada yg lihat...dengan segera Syifa mengalihkan pembicaraan ,


"ya sudah kalo begitu ana pergi dulu ,....nanti kalau ada apa-apa bilang sama ana fa...syifa mengangguk ,kakang pun undur diri


sebenarnya kang sya paham dengan ucapan Vani ,,,ia tersenyum tipis apa ini tandanya syifa mulai cemburu


"Van...ihhh ga usah bilang juga kali...."


"ya maaf deh fa...jujur aja kenapa sih keliatan tuh dijidatmu ada tulisan cemburu...."kekeh Vani mendapatkan cubitan pelan syifa


kang sya masuk ke dalam ruangan pimpinan ponpes pandangan berbinar ditunjukan oleh hawa sudah lama ia memendam rasa suka pada kang sya sejak kecil rasa itu tidak berubah apalagi sekarang kang sya semakin tampan....


"sya ....temani ana berkeliling ponpes ya. .please..mohon Hawa...


sebenarnya kakang malas seribu malas namun ia tidak enak melihat kedua orangtuanya dan orang tua Hawa


" begini saja biar tidak menimbulkan fitnah uzi akan ikut menemani ,iya kan zi...." ucap priscil menatap uzi


"ha..i..iya bun..."ucap uzi tersentak


lalu mereka bertiga berkeliling ponpes


sepanjang jalan kakang berada di depan Hawa bersama uzi menunjukkan jalan dan ruangan bagai tour guide namun Hawa selalu berusaha menempel pada kakang


"sya anta apa kabar???ana kangen sama anta sya..."ucapnya


" oh iya mulai sekarang ana mondok disini loh sya...ana senang bisa bertemu anta lagi sya..."


kang sya hanya tersenyum dan manggut manggut "waduh kang hello kitty nih. ..."gumam uzi


disebrang sana dilantai atas dua pasang mata memperhatikan


ia menghembuskan nafas kasar "apa gue sedang cemburu.... siapa gadis itu ...apa......hatinya bertanya apa dan apa ...


" ihh emang dasar semua ikhwan tuh buaya fa...ada yg bening dikit sikat..."cedih Vani....


"hayooo loh lagi pada liatin apa???"kejut Rai


"astagfirullah... Rai....bikin ana kaget saja...."

__ADS_1


" Rai ukhti itu siapa sih.." .tunjuk vani pada Hawa yg sedang bersama uzi dan kakang


"ukhti.......


__ADS_2