Assalamualaikum Jodoh

Assalamualaikum Jodoh
drama sinetron


__ADS_3

happy reading all


.


.


.


.


.


.


.


.


bismillah


.


.


.


Haikal tersenyum lebar matanya yg memang sudah aga sipit semakin menyipit namun manis ,wajah tanpa dosa nya membuat Rai kesal ,seolah olah ia merasa tak bersalah sudah membuat gadis ini seperti merpati ditinggalkan pasangannya....


hahaha padahal author pun ga tau gimana kalo merpati ditinggalkan pasangan apa ngenes nya kaya author yg jomblo ini....


"plakkkk......" raut wajahnya tak bersahabat menampar pipi Haikal,kulit putih itu memerah


" ko ditampar...." Haikal kebingungan


Rai melenggang begitu saja tanpa menghiraukan Haikal yg kebingungan sambil memegang pipinya yg sedikit nyut-nyutan...


"Rai...." pekik Haikal


Rai menangis sambil berlari tanpa alas kaki.. Haikal masuk ke kamar asramanya dengan menggendong tasnya ,otaknya dipenuhi kebingungan bukankah tempo hari Rai dan akhi masih mesra mesra saja ataukah lingkungan mempengaruhi....pikirnya


"bisa bisanya akhi tersenyum seakan tidak punya salah..."gumam Rai yg membaringkan badannya di ranjang


"kal....!!!"pekik uzi dan kakang


"sya...zi..."


"eyyy broo.... sehat???" tanya uzi


"Alhamdulillah...."


"kabarnya anta...." uzi menggantung ucapannya namun Haikal langsung mengerti uzi pasti tau dari kang sya ..ia mengangguk


"tapi yg seperti yg kalian lihat gue baik baik saja..." Haikal menunjukan seluruh inci tubuhnya dan merentangkan tangannya


"sya ada yg mau gue tanyain sama loe..."Haikal duduk di tepian tembok dekat dengan kamarnya ,mereka sedang mengobrol di depan kamar Haikal....


semilir angin senja menaik turunkan rambut mereka kakang mendekat dan menyenderkan tubuhnya ke tembok dengan tumpuan satu kakinya k belakang


"tanya apa???"


"ada apa dengan Rai,ukhti marah???" tanya Haikal


kang sya tersenyum ia tau Haikal pasti akan menanyakan ini melihat sikap adik kembarnya akhir akhir ini menjadi emosional


"memangnya kenapa???" tanya uzi


"datang datang gue langsung ditampar....ditanya malah main melengos tak menjawab..."ucap Haikal


kenapa ya dimana-mana cowok tuh ga peka....apa yg peka cuman tanaman putri malu doang...πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


"justru ana yg ingin bertanya pada anta....kal.." kang sya membalikkan badannya sejajar dengan Haikal matanya menatap lurus langit senja yg menjingga


"gue???"tunjuknya pada diri sendiri


" ehemmm...apa anta ada kasih kabar pada ukhti setelah pulang dari penjara ,apa anta ada telfon ataupun chat ukhti ???" kang sya tersenyum karena beberapa waktu lalu kakang tak sengaja melihat Rai tengah bolak balik melihat layar ponselnya dan uring uringan...


"astagfirullah...gue lupa " ia menepuk jidatnya cukup keras " abisnya gue sibuk mengurus kebebasan gue yg harus bolak balik polres memberikan keterangan,, belum lagi urusan hukum Nungki yg membutuhkan kesaksian dan urusan anak motor...." jawab Haikal


"pantas saja kang...macannya keluar..."ujar uzi kakang mengangguk


"maaf gue bener bener lupa soalnya gue pengen cepet-cepet kesini...tambah Haikal


"ya udah kenapa bukan pada ukhti saja minta maaf nya "ucap kakang


" bicaralah...." kakang melangkahkan kakinya menjauh "ana pulang dulu assalamualaikum..."


" kang tunggu ... uzi mengekor


"wa'alaikumsalam...." jawab Haikal ia lalu memikirkan bagaimana caranya meminta maaf pada Rai


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Rai sedang duduk di ayunan halaman belakang ,ia memutuskan akan berdiam seharian di rumah sampai waktu masuk mesantren tiba


ia memasang earphone di kedua lubang telinganya menyumbat dari semua pendengaran ia hanya ingin hanyut menikmati lagu kesukaannya ia memejamkan mata , Rai hanya memakai dress selutut dan membiarkan rambutnya tergerai lurus dan curly di ujungnya menjepit nya pada bagian depan sebelah kiri agar tak mengahalangi pandangan , sedikit dan pelan ia menggoyangkan dan mendorong ayunan sampai ayunan melambai lambai membawa tubuhnya dalam alunannya yg membawanya kedepan dan belakang membuatnya nyaman , rambutnya tersapu angin pelan ke depan dan belakang , senyum nya terukir saat ia mulai menikmati kenyamanan


sungguh.. membuat Haikal tak sanggup untuk mengusiknya jujur ia tersihir dengan keindahan yg Allah suguhkan katakanlah ia sudah berdosa menikmati keindahan yg belum sah menjadi haknya


" hayooo.... anta sudah curi curi pandang temui sana..." tepukan kakang membuatnya tersentak dari lamunannya


"ga tega ganggu biarlah gue nunggu ukhti selesai dengan dunianya dulu... " jawab Haikal


"lagipula gue niat menghalalkan Rai,, kang...apa loe restui???" tanya nya berbisik


"hemmmm anta harus kalahkan ana dulu...baru ana restui..." ucap kakang walaupun sepertinya itu akan sulit bahkan apakah mungkin Haikal akan bisa mengalahkan kakang sya


Rai membuka matanya ia tergelonjak melihat di hadapan nya sudah berdiri Haikal


"Rai ,aku mau minta maaf karena kemaren aku ga ada ngabarin..."ucap Haikal ia berjongkok di hadapan Rai sambil membantu Rai membenarkan kain Bali itu untuk menutupi bagian kepalanya


semburat merah muda di pipi chubby itu melihat perlakuan Haikal,, tangannya menjadi dingin dan grogi.


"aku terlalu sibuk mengurus kebebasan ku termasuk kasus Nungki,hampir tiap waktu aku habiskan di polres untuk memberikan keterangan dan juga aku mengurus anak anak club motorku ,aku ingin cepat cepat kesini Rai, menemui mu karena saat aku pulang kamu tidak disana ....."ucap Haikal menutupi bagian kaki Rai dengam bantal


perasaan beku Rai mulai mencair dan menghangat


"iya...."cicitnya


belum pernah Rai sedekat ini dengam seorang ikhwan sebelumnya selain kakang, Azam,dan uzi ataupun keluarganya yg lain,ia menunduk malu karena kini gadis bermata bulat ini sudah sangat merona.


"oh iya mamah ngancam aku...."


Rai mendongakkan kepalanya "ngancam gimana??"


"iya ngancam ,kalo nanti beres dari sini ,aku harus bisa memboyong kamu ke rumah dengam status calon mantu mereka..."ucap Haikal


"pukk...."Rai menepuk lengan Haikal malu malu , Haikal terkekeh


"ihhh...awas sya...aku ga keliatan...."ucap syifa yg berada di sampingnya ternyata ada keempat makhluk yg menjadi cecak putih....di balik pintu dapur....


"sebentar fa....ini susah....takut ketauan nanti..."jawab kakang


"kang anta bisa diam tidak..." sahut uzi


"jeduk...."awwww....


"suuttt Vani... berisik...."ucap syifa berbisik


"ana kejedot fa...."

__ADS_1


"mana yg sakit sini...."ucap uzi menarik kepala Vani yg terbalut jilbab merah dan spontan... uhuyyy 😁😁 meniup niup....


"kalian sedang apa...." ucap seseorang dari belakang mereka


keempat orang ini tersentak kaget dan mematung mereka berbalik berbarengan


"eh...bunda....engga bun lagi ini ...apa...."kang sya menggaruk tengkuknya


"liatin ini bun...ukiran pintu dapur bunda...bagus banget...apa dari jepara bun???"tanya Syifa


priscil mengangkat alisnya sebelah ia mendekat dan merasa aneh...lalu menghampiri dan melihat apa yg sedang keempat detektif cinta ini lakukan ternyata mereka sedang mengintip Rai dan Haikal


"hemmmm pantes....ngintip memang pekerjaan yg paling seru..."ucap priscil melengkungkan senyuman


"lain kali kalo mau bohong diliat dulu .....jangan keliatan gede boongnya sayang..."Priscil mengusap lembut pipi kang sya dan Syifa


"pintu dapur tidak berukir "tunjuk Priscil pada pintu tempat mereka mengintip yg memanglah polos....


Priscil melenggang meninggalkan mereka dan tidak marah .....dan malah mendekati Rai dan Haikal


"hey antum berdua sudah ...apa tidak malu menjadi tontonan sinetron buat mereka "tunjuk priscil pada pintu yg menyembulkan empat orang , mereka hanya nyengir


"sudah ...Rai masuk pakai jilbab mu jangan biarkan Haikal terus memandangi yg belum menjadi haknya...."ucap priscil


keempat orang itu buru buru masuk mendapatkan tatapan menusuk Rai


mereka langsung pura pura duduk di sofa kakang pura pura menyalakan tv , uzi pura pura baca syifa dan Vani berpura pura mengobrol ,namun sepertinya mereka tak pandai berakting


"udah ga usah pura pura sibuk antum berempat ..."ucap Rai yg masuk bersama Haikal dan priscil


Haikal duduk disamping uzi dan menertawakan


"sejak kapan loe baca berita terbalik zi..." tanya dan Haikal


uzi melihat dan mengeceknya"astagfirullah....kenapa terbalik..." ia membalikkan nya dengan wajah malu dan gugup begitupun yg lain


"udah antum semua ga usah pura pura so sibuk ....." tebak Rai


mereka terkekeh ,"maaf Rai abisnya kepooo.... " ucap Syifa


"lagian pas kakang sama syifa juga kalian nguping kan...."ucap kakang


"udah udah sama sama tukang nguping jangan saling menyalahkan...."pekik priscil dari dapur


" ya Allah...bunda bisa denger...."


,"sepertinya bunda punya kekuatan super.....ucap Haikal


mereka menautkan alisnya dan tertawa


"super Bunda dong...." tawa Syifa .....


Azam datang dari luar " assalamualaikum" bersama bang ustadz dengan masih memakai stelan jas ,akhi baru saja selesai meeting


"wa'alaikumsalam...."


"wah...wah...lagi pada ngumpul nih...ucap bang ustadz


"oh iya om ustadz..."


"iya Haikal ada apa?"


"Haikal mau minta tolong .... Haikal ingin berlatih bela diri secara intens ,bisa???"


semua menautkan alisnya kecuali kang sya yg menyunggingkan senyumnya


"memangnya kenapa ???bukannya anta memang sudah mengikuti kegiatan bela diri???" tanya Azam


"ada seseorang yg harus ana kalahkan om...."

__ADS_1


"siapa???" tanya Rai


Haikal hanya tersenyum"kakakmu..."dalam benaknya


__ADS_2