
oke oke readers kita lanjutkan
happy reading all π
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»
"apa ana harus paksa syifa juga seperti yang yanda lakukan pada bunda dulu???hemmmm......"gumam kakang ia beranjak menuju kamar tidurnya yg bernuansa monokrom dengan aksen biru langit
ia mulai memejamkan matanya perlahan nafas nya mulai teratur ia menyelami dunia bawah sadarnya,hari ini Rai ijin menginap di pondok menemani Syifa
pukul 01.30
mereka terbiasa terbangun untuk melaksanakan solat malam
priscil berjalan bersama Azam dan kakang , Azam dan priscil langsung masuk ke masjid setelah berwudhu sedangkan kakang belakangan langkahnya terhenti saat berhadapan dengan seseorang yg selalu mengisi ruang hatinya gadis yg matanya sembab karena habis menangis ia membuang wajahnya ke samping tidak ingin bertemu tatapan dengan kang sya ia segera mengambil wudhu bersama Vani dan Rai lalu masuk ke masjid tak ada kata yg terucap dari kakang ia diam membisu ,ia sedikit bingung dengan tatapan syifa yg seolah menghindar ,apa syifa akan meninggalkannya???
ia masuk sebenarnya posisi kakang dan syifa tidak berjauhan hanya saja karena terhalang oleh tirai pembatas makanya mereka tidak saling melihat....
setiap tarikan nafas dan doa yg diucap disetiap sujud ,,,mereka menyelipkan nama masing masing bahkan mereka lebih lama di sana dibandingkan yg lain syifa melipat mukenanya dan melangkah keluar masjid bersamaan dengan kakang tatapan mereka bertemu
"fa...."
tak mungkin lagi syifa mengelak syifa menoleh tanpa bersuara,tidak seperti syifa yg biasanya yg selalu cerewet
"bisa kita bicara???" ajak kakang
posisi mereka persis dengan posisi Azam dan priscil dulu saat bertemu selepas solat malam pula
"maaf kita hanya berdua takut menimbulkan fitnah....assalam... " belum syifa meneruskan
"fa .....menikahlah denganku ....."ucapan itu lolos tak disaring ( masa iya kemana mana kakang mesti bawa saringan thor...thor...) memang lidah itu tak bertulang ,syifa langsung diam membatu seperti tersihir dengan 2 kata itu jantungnya seketika berhenti saat itu juga
"whhaaaatttt?????" kaget Rai dan Vani yg ternyata sedari tadi menguping dari balik pohon namun bergumam yg langsung menutup mulut nya dengan sebelah tangan
beberapa lama syifa terdiam ia menetralkan degupan jantung dan deru nafasnya " kamu ga waras sya....kamu sudah dijodohkan dengan Hawa tapi kamu mengajakku menikah ....." ucap syifa dengan nada kesal
__ADS_1
kakang mengeluarkan senyuman mautnya ia menggeleng timbul ide jahilnya "kalo aku poligami anti mau tidak...??" tanya kakang menaik turunkan alisnya tanpa disangka syifa melayangkan tangannya ke pipi mulus kakang sangat kencang
"plakkkk...."
"kayanya otak kamu mesti di cuci di sungai sana sya....karena pikiran mu sudah ga waras... assalamualaikum...." wajah syifa merah padam hendak meninggalkan kakang yg masih mengelus pipinya namun kakang berhasil meraih lengan Syifa
"fa....bunda dan yanda menolak perjodohan itu fa...." pekik kakang
syifa dan yg lain sontak kaget mendengar ucapan kakang barusan
syifa sebenarnya ingin berteriak kegirangan namun ia tahan ,ia hanya bisa bersorak dalam hati
"wahhh ana kira kakang bakal benar benar dijodohkan dengan Hawa...."gumam Rai bersama Vani saat mereka tengah asyik mengintip dan menguping
"antuma sedang apa ???" mata Vani dan Rai membulat suara berat terdengar dari arah belakang mereka
"hahahha ketauan ya antuma senangnya menguping dan mengintip awas saja nanti matanya sakit...."
"suuutttt...." Rai dan vani menarik Haikal dan uzi untuk bergabung akhirnya mereka mengintip bersama pembicaraan kakang dan syifa sampai uzi melihat seseorang dari kejauhan
"waduhhhh....orang ketiga datang cooyyyy......"bisik uzi pada Haikal yg di dengar oleh Rai dan Vani juga pandangan mereka tertuju pada arahan dagu uzi
siapa lagi kalau bukan Hawa ,ukhti hendak menghampiri kakang yg tengah bersama syifa,tak rela moment manis ini terganggu oleh si hello Kitty Rai menarik Vani dan berlari ke arah Hawa menariknya untuk menjauh dari tempat itu
Haikal dan uzi cekikikan melihat aksi heroik Rai dan Vani
"eh..Hawa anti bisa ikut kita sebentar..." ajak Rai
"eh Rai ada apa ,tapi ana mau menghampiri Rasya..."jawab Hawa
"ada yg mau aku bicarakan sebentar dan ini penting....." cepat cepat Rai menarik tangan Hawa
Hawa tertunduk lesu mengingat obrolan kedua orangtua kemarin yg ia dengar ,ia masih mengingat kalau Azam dan Priscil menolak permintaan orangtuanya..tetap saja ia masih menyimpan perasaan yg besar untuk Rasya
"sepertinya anti sudah mengetahui jawaban yanda dan bundaku..."Rai yg iba ikut duduk di samping Hawa mengusap punggungnya lalu bulir air mata jatuh di pipi putih Hawa
Vani menjadi bingung "Rai memangnya akhi di dunia ini cuman kang sya ya..."bisik Vani di tengah tangisan Hawa
Rai memelototi Vani
"Hawa anti tau kan kini kang sya sudah memiliki seseorang.....bahkan mungkin sebentar lagi kakang akan meminangnya...." ucap Rai hati hati Hawa mengangguk
"ana yg salah Raisya...maaf...." ucapannya bergetar menandakan ukhti tengah terluka
Vani yg merasa tak dibutuhkan akhirnya pamit kembali ke tempat uzi dan Haikal tadi dan ikut mengintip lagi tapi tiba-tiba seekor laba-laba hinggap di mukena yg digulung bersama sajadah yg ia pegang sontak ia menjerit dan melemparkan mukenanya ke depan
"aaaaaaaa....laba...laba.....zi...."Vani melemparkan mukenanya dan reflek memeluk uzi .....
"deg...deg....deg......"
wajah uzi merona saat Vani bersembunyi di dadanya
"mana..mana???" tanya Haikal yg celingukan memcari ke arah bawah yg kurang pencahayaan karena memang waktu masih malam, kegaduhan mereka membuat kang sya dan syifa mengetahui kalau mereka sedang mengintip dan menguping. ...
"mana laba laba nya ...." uzi pun mencari nya kesana sini sambil tetap membawa Vani dalam pelukannya
__ADS_1
mereka menoleh ke sumber keributan mereka mendekat
"antum bertiga sedang apa disini ???" tanya kakang tatapannya menginterogasi
"ehhh...ehhh...kita kebetulan lewat saja sya..." jawab Haikal gugup
"lah itu kenapa peluk pelukan , hey antum berdua belum makhram..." ucap kakang
Vani yg mendongak menyadari ia tengah memeluk erat uzi sontak mendorong uzi dan menjadi canggung
" kenapa dilepas Van... bilang saja kamu seneng .."ledek syifa....
"enak saja itu tadi ada laba laba di mukena ana.."bela Vani
uzi mengambil mukena dan sajadah Vani yg berserakan dan mengamati dan membersihkan nya satu persatu "nih....laba laba nya sudah tidak ada...." ucap uzi
"syukron...." cicit vani
"ya sudah fa ayo kita balik ke pondok kalian sudah selesai kan maaf maafan dan nostalgiaan nya..." ajak Vani
"ohhhh jadi barusan antum bertiga nguping???" tanya syifa
"ya maaf fa....ga sengaja ....." ucap Vani
"Rai mana???" tanya syifa
"iya Rai mana biasanya kalian kan trio macan ....." tambah kakang
"Rai....."Vani menoleh pada uzi dan Haikal....
dari kejauhan "kenapa tanya tanya ana ,anta mau ana tampar lagi kang????" tanya Rai yg muncul dan menyunggingkan senyumnya
" cih....anti ini ...." kakang berdecih
"kang apa rasanya ditampar Syifa.... sakit???"bisik Rai dan cekikikan
" hah anti ngintip kan......"seru kakang
tak terasa mereka bercengkrama sudah hampir 2 jam
tap .....
tap.....
tap.....
langkah menghentak mendekat ke arah muda mudi ini
"hey....anak muda.... antum semua mau itikaf atau cuma mau nongkrong saja depan masjid ,,, masjid ini bukan cafe pinggir jalan...."cerocos wanita cantik pada mereka
"hahahha bundaaaa!!!!" pekik ketiga gadis ini berlari ke arah priscil
"bubarrrrr...atau bunda pukul satu satu sampai kamar masing-masing...."
"iya bun ...."kekeh mereka semua
__ADS_1
"antum bertiga juga ,pulang...... kalau yanda dan Abi Rahman sampai tau ,mereka nikahkan kalian hari ini juga nih...." ancam priscil yg justru membuat mereka senang
"mau bunda...mau...... bilang saja sama yanda sama abi sekalian siapkan juga gedung hotelnya dan mas kawinnya bun...." ucap mereka antusias , kakang uzi juga Haikal malah menggelendoti lengan priscil dan merengek sampai priscil berbalik membuat priscil yg tadinya berniat menggoda malah jadi pusing sendiri ....