
happy reading all π
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
.
hari hari berlalu Syifa sudah berangsur pulih kini ukhti kembali ke ponpes ...
" Syifa.....!!!!" pekik Vani dan Rai
rasa rindu sudah membuncah " kangen...." ucap Vani mereka berpelukan di tengah tengah koridor membuat para santriwati keheranan
" Van...udah kek maluuu tau diliatin ...dikira nya kita jeruk makan jeruk ...." ucap syifa mencoba melepas pelukan kedua sahabatnya itu
" naudzubillah himindzalik....." gidik Rai
" dihhh biarin ...."
Mereka berjalan beriringan ke kelas " fa anti ketinggalan berita ,fa...." ujar Vani
" berita apa ???" tanya Syifa
" Gus Ali...fa...." mata Syifa langsung membulat mendengar nama ustadz tampan bak artis artis luar negri itu
" Gus Ali kenapa???"
" Gus Ali...ijin selama beberapa minggu ini ,fa ternyata akhi itu seorang anak pengusaha ,fa...." ucap Vani
" haaa yg bener , Van???" mata Syifa berbinar namun saat melihat Rai yg bersidekap sambil menatap tajam Syifa ,dia hanya nyengir
" hehehe afwan Rai....kalo denger nama cowo ganteng tuh bawaannya suka lupa status..."
"hahahhaha" gelak tawa Vani pecah
" anti ini sudah mau menikah juga...ckckckckck...." namun ekspresi Rai berubah setelah melihat wajah tegang Syifa
"hahahaha....anti tenang saja kali ,fa...serius sekali anti..." ternyata Rai hanya sedang menggoda Syifa saja
"ihhh Rai kurang asem deh..." ketus Syifa
" oh ya ,fa gelang khitbah anti mana fa ???ana ingin lihat???" tanya Vani yg mengecek setiap inci pergelangan tangan Syifa
" gelangnya aku simpan...takut hilang lagi ...lagian disini dilarang memakai perhiasan kan???"
__ADS_1
Vani dan Rai mengangguk
" yahhhh gagal deh liat berlian..." Vani melengkungkan bibirnya ,
"sudahlah nanti ana suruh uzi memberikannya juga saat mengkhitbah anti...." ucap Rai ,wajah Vani menjadi merona mendengar nama uzi
" ih Rai apa sih...???" cicitnya
" udah ga usah malu malu meong ,anti ...kita juga tau ya kan ,fa???" ucap Rai diangguki Syifa
" jangan sampai kita nikah barengan ya ....dikiranya kita ikutan acara nikah massal..." ucap Syifa
" engga lah lagian kalian yg bakalan duluan fa..." ucap Rai
" iya abis tuh kalian ...hompimpa deh...siapa yg bakalan nyusul aku..." ucap Syifa lalu berlari kabur
" ya sallaammmm....difikir nikah maen kucing kucingan kali pake hompimpa..." ucap Rai mengejar Syifa yg sudah berlari duluan
namun beda dengan Vani ia sedikit termenung tak jelas memikirkan hubungannya dengan uzi tak lama ia segera tersadar " heyy antuma tunggu ana..." pekiknya sambil berlari
-----------------------;;-;;
" anta yakin kang ....??" tanya Azam
kini kedua anak dan ayah itu sedang berbicara serius sambil menatap layar laptop di ruang kerja Azam
" yakin ,yanda ,......! kami akan mengundur resepsi nya setelah kami lulus nanti yanda ....." ucap kakang mantap
" na'am kalau begitu terserah antum berdua saja ,,,,"
" cieee yang mau halal...." goda Priscil yg ikut bergabung sambil membawa segelas teh untuk Azam
" ihhh bunda mentang mentang yg suaminya itu Yanda ,,,yanda doang yg di bawain teh..." ucap kakang
" anta ambil sendiri ,,,, lagipula sebentar lagi anta akan menikah kan???"
" ahhh yang bener loe ,sya loe mau kawin???" tentu saja ketiga sahabat kang sya di sekolah terkejut dengan ucapan kang sya dan uzi
namun wajah tampan kang sya tenang saja menyeruput jus jeruk di kantin
" ahhh lu mah sat....kaya ga tau Rasya aja dia kan suka bercanda..." ucap Ziyan
" sat..sat.... Satria...!!!! lu pikir gua satbang apa..." protes Satria
" udah udah lu berdua gue kawinin juga deh ribut mulu ,,,lu lagi ga becanda kan ,sya???" tanya Imam namun tak ada sedikitpun ekspresi tertawa ataupun menggoda dari kang sya
"ana ga maksa antum semua buat percaya,,?" kang sya beranjak dari kantin memasukkan tangannya ke saku lalu pergi ke lapang ,apa lagi kalau bukan bermain basket ,,,,,mereka semua mengekor disana tentu saja para kaum akhwat sudah menyambut dengan teriakan terlebih lagi Cindy cs
" Rasya....!!!" pekik siswi lainnya
" liat tuh ca,,mereka teriak teriak manggil Rasya,silahkan kalian teriak teriak sampe tenggorokan lu sakit ,sampai kapanpun Rasya itu cuman punya gue... bentar lagi juga Rasya jadi pacar gue..." ucap percaya diri Cindy sambil bersidekap hendak mendekati kang sya diikuti anak buahnya
begitulah keseharian kang sya di sekolahnya ,padahal ia tidak pernah menanggapi setiap ocehan para siswi yg mengaguminya termasuk Cindy,tapi tetap saja mereka selalu berebut perhatian kang sya
"jangan lupa datang..." ucapan terakhir kang sya seraya masuk ke dalam mobilnya memakai kacamata hitam yg senantiasa bertengger manis di hidungnya
"liat kan Rasya nya gue ganteng banget..." ucapan Cindy dari kejauhan
" dia pasti jadi milik gue...pasti...." gumamnya senyum senyum sendiri
"pasti dong cuman princess Cindy yg paling cantik di sekolah ini..." ucap Caca
" ya udah balik yu sist...." ajaknya pada teman-teman nya
π»π»π»π»π»π»π»π»
seorang gadis berkebaya muslim bernuansa off white sedang di rias di kamarnya ,wajahnya tampak gugup ,ia tak menyangka sebegitu cepatnya ia akan melepas masa lajangnya bukan karena kecelakaan ataupun dijodohkan namun memang karena ia mengikuti sunnah dan aturan agama daripada harus berpacaran yg akan menjerumuskan nya pada lembah dosa , semua berawal dari sekolah nya ,,,Rasya cowo tengil yg banyak digandrungi teman teman perempuan disekolah nya yg ia anggap seorang cowo playboy justru membawanya lebih mengenal Islam....
" fa...sayang sudah siap...." tanya Risa dari arah pintu kamar hotel , perempuan paruh baya ini pun tak kalah cantik nya dengan balutan kebaya berwarna coklat senada dengan suami dan anak nya
__ADS_1
Risa menangkup kedua bahu sang putri sambungnya
" gugup mah...." wajah Syifa memang terlihat tegang
Risa terkekeh " relax aja fa ... bismillah...anak mamah cantik ....."
kini Risa duduk berhadapan dengan Syifa ,ia memegang kedua tangan Syifa yg sudah dihiasi hena dan terasa dingin " fa,,,,makasih ya disaat kamu akan menikah kamu sudah menerima mamah sebagai mamahmu walaupun tidak bisa menggantikan posisi mamah mu ,fa...." air mata haru menetes di pipi Risa ,
Syifa membalas tatapan Risa penuh makna " mah...makasih juga sudah sabar menghadapi Syifa...makasih sudah mau mendampingi papah,maaf kalau selama ini Syifa selalu salah paham sama mamah Risa..." Syifa sesenggukan derai air mata mengalir di pipi yg sudah di rias
" ehhh jangan menangis ,tuh kan make up nya jadi rusak ...." ucap Risa kembali membuka alat make up dan memolesnya sedikit ke pipi Syifa
" ehehehe Iya maaf , Syifa lupa..."
Syifa tiba tiba beranjak dan memeluk Risa , Risa membalas pelukan Syifa ,sungguh hangat... sudah sangat lama Syifa baru merasakan pelukan hangat seorang ibu semenjak ibunya pergi meninggalkannya dan tak pernah kembali
" assalamualaikum.... astagfirullah....orang orang pada nunggu ini malah asyik asyikan pelukan disini..." Priscil membuka pintu kamar Syifa membuat Syifa dan Risa menghentikan pelukan mereka
" iya bun..maaf abisnya terhanyut..." Syifa berdiri
" ya elah sill....gue lagi berkangen kangen ria sama anak gue...ganggu aja..." dumel Risa
Syifa berjalan digandeng Risa menuju tempat acara memang hanyalah ballrom yg dihias sedemikian rupa dan dihadiri keluarga dan kerabat saja ,tepat disana kang sya sudah duduk berhadapan dengan pak Rio dan penghulu ,,dengan lantang kang sya mengucap ijab Qabul sehidup sematinya bersama Syifa ,dengan satu tarikan nafas mengubah status Syifa dan kang sya ....
di barisan tamu undangan terdengar bisik bisik tetangga" ga salah nih Rasya married sama Syifa...gue ga mimpi kan ??" tanya kebingungan Ziyan sambil berbisik-bisik
" ya antum liat saja nanti..." jawab uzi tak kalah pelan
" ga mungkin si Syifa tekdung kan???" tanya Satria
" hussss ngaco aja lu...ga mungkin lah Rasya kaya gitu..." ucap Ziyan seraya mengusap kasar wajah Satria
" santuy atuh bro...ini muka bukan lap ..." dengus Satria
dari balik pintu ballroom Syifa hanya mendengar kang sya mengucapkan ijabnya
hingga terdengar semua orang dalam ruangan
"sahhhh.......!!!!"
lalu mengucap do'a pasca ijab....
Syifa keluar dari pintu ballroom membuat semua yg berada di ballroom terpana termasuk kang sya, Syifa menundukkan kepalanya karena malu ,baru kali ini seumur hidupnya ia menjadi sorotan selain saat ia harus dihukum saat telat masuk sekolah ...
ketiga teman kang sya melongo tak percaya " Syifa...!!!!! busseeettt......gue gak percaya " ucap Imam sedikit lirih
" itu Syifa kan,,,, cewek rusuh,galak,,,dulu aja mereka berantem mulu ehh sekarang udah nikah aja..." ucap Ziyan
" bro... antum bisa diam tidak ,udah kaya emak emak aja tuh mulut..." ucap uzi
langkahnya terasa semakin berat mendekati kursi yg bersandingan dengan kang sya,matanya mengedar.... disana Priscil dan Azam sudah duduk dekat dengan meja pengantin ,belum lagi ayah nya yg sudah selesai berjabat tangan dengan kang sya dan kedua sahabatnya yg sedari tadi melambai lambai ditambah teman teman Rasya di sekolah yg cukup ia kenal ,semakin bergetar saja tangannya Syifa duduk disamping kang sya
"assalamualaikum....ya harim...." bisik kang sya di telinga Syifa sedikit menggelitik hawa nafas mint kakang membuat tubuh Syifa menegang
" e buseeettt baru nafas di telinga aja gue udah kaya patung gimana kalo....." batin Syifa ia sedikit bergidik tak mampu melanjutkan lamunannya
"waalaikumsalam...ya Habibi...." cicit Syifa ,ternyata ada manfaatnya juga syifa belajar di pesantren,kini ia sudah dapat berbahasa arab sedikit sedikit terdengar begitu lembut dan syahdu diucapkan oleh Syifa.
Kang sya dan Syifa saling menautkan cincin di jari manis masing masing ..........
lalu kang sya mencium lembut kening Syifa
" ahhhhhhhh uwuu..... Rai... Rai....pengen.....sweett momentttt.....ahhh Syifa bikin ngiri aja..". pekik Vani
"uhuk...uhuk... Van....sweet sihh sweet tapi liat liat dulu...." Rai terbatuk merasa sesak karena kegemasan Vani , Vani memeluk dan mengguncang guncang leher Rai...
" ya Allah maaf ...maaf...."
Rai mengatur nafas ..." zi.... Vani mau katanya...." ucap Rai pada uzi membuat uzi dan Vani salah tingkah
__ADS_1