
hatur nuhun,thank you,makasih,arigatou readers ngangenin atas apresiasinya terhadap karya ku author terhura , sebenarnya aku nulis cuman menuangkan pikiran absurd ku saja biar tidak mubadzir sekedar pelipur lara dikala sedih cie elah....dan ga nyangka bisa punya beberapa pembaca setia ,kalau kalian lagi galau tenang.... jangan merasa sendiri apalagi kalau yg jomblo sini mampir saja ke ceritaku anggap saja dengan kalian membaca ceritaku aku sedang menghibur kalian secara tidak langsung curhatan kalian aku dengar di kolom komentar hihihihi
oke karena kalian sangat berbaik hati ngasih aku vote bikin aku jadi ngerasa ga enak sampai aku nelen bulet bulet saking ga enaknya ππ aku kasih up 2 sampai 3 episode hari ini tapi nyicil ya soalnya author alias si mimin ini harus berbagi waktu sama tugas negara.....
happy reading guys ππ
.
.
.
.
.
.
.
bismillah
.
.
.
.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh bla...bla...bla...." begitulah perkenalan singkat ustadz Ali atau yg biasa disebut Gus Ali di rapat ruangan para pengajar oleh Azam
kebetulan Gus Ali ini sempat mengajar di Jombang dan disana ia terbiasa dengan sebutan Gus .... hari ini merupakan jadwal pertama mengajar Gus Ali
Syifa sedang berjalan bersama Rai dan Vani di koridor deretan kelas menuju kelasnya , Syifa kini sudah mulai terbiasa berjilbab menambah kecantikannya yg paripurna (ntr aku kasih visualnya ya yg muka muka lokal deh termasuk pemain yg lain aku ubek ubek dulu galeri mbah google dan pinterest or Instagram ya)
mereka cekikikan bercanda santai
deg.....
"masyaallah.......!!!!" pekik mereka langsung melongo...dan menghentikan langkahnya
"calon imam idaman......" ucap Vani
" sumpeh demi ape loee....makhluk Tuhan paling mendekati sempurna...." ucap syifa
"masyaallah Subhanallah .... astagfirullah......" ucap Rai yg malah membuat kedua temannya menatapnya kalimat syukur???ucapan tasbih???atau kalimat dzikir???
"mmpphh hahahahahaha...."gelak tawa mereka pecah baru kali ini Rai sebegitu gugupnya sampai terlihat konyol
"miss perfect jadi imperfect deh..." cicit Syifa
"cihhh syifa...." Rai menutup mukanya
ya dia Gus Ali sedang mengajar di kelas akhi sambil melantunkan ayat Qur'an
"ini dia calon ana..." gumam Vani mereka tengah berdiri mengamati dan mengagumi sosok Gus Ali di luar kelas
"hah calon anti...calon ana....."ucap Rai
"berapa sih umur doi.. itu muka apa aer bening amat.??" kekeh syifa
"kata bunda sih beda 6 tahun sama yanda sekitar 29 an lah..."jawab Rai
__ADS_1
"ohhh belum terlalu tua lah biarin lah om om juga jadi...."gumam syifa
"tapi tunggu Rasya loe kemanain fa...bod*h..." rutuk hati syifa
"oke kita taruhan kita bersaing secara sehat..."ucap vani pelan kini mereka berjalan kembali menuju kelasnya
"taruhan untuk apa bersaing buat dapetin apa???" tanya syifa dan Rai
"buat dapetin ustadz baru itu lah...masa iya dapetin ustadz Azam...." kekeh Vani
"hah???" mereka berdua mengatupkan bibirnya
seketika yg muncul di pikiran Syifa dan Rai adalah wajah Rasya dan si bule depok Haikal mereka bergidik dan menepisnya, syifa ma Rai belom jujur sama perasaan sendiri nih.....
"waduh masa iya gue mau khianatin Rasya sih ..." batin Rai tapi tidak mungkin dia jujur pada mereka berdua gengsi,,, malu......
" astagfirullah kenapa malah jadi ada si cowo ngeselin itu sih yg muncul di otak ana ,ga beres ini..." batin Rai
"emmhh..." gumam Syifa
"Ayolah masa kalian ga berani ahhh cemen nih..." Vani melengkungkan bibirnya meledek
"oke...ana terima...." seru Syifa dan Rai yg tersulut ucapan kompor Vani ,mereka berdua ini gengsinya sama sama tinggi
hayoh lohhh fa Rai gimana tuh sama perasaan kalian sendiri
"Rasya biarin lah toh dia juga ga kan tau ini..." yakin syifa sambil mengangguk anggukan kepalanya
mereka masuk kelas dan belajar hari ini pelajaran yg sangat membosankan...penjelasan dari ustadz Abu sukses menina bobokan mereka apalagi syifa yg sudah tenggelam dalam kedua tangannya
"suutt...sutt...fa ......ustadz Abu fa...." colek Rai dibelakang Syifa namun syifa tak bergeming
ustadz Abu mendekat " nina bobo...oh nina bobo kalau tidak bobo digigit kebo....." alunan suara ustadz Abu
"mpphhht...." semua menahan tawa tapi tak ada reaksi dari si pelaku lalu ustadz Abu mengambil kursi jadi menghadap syifa dengan jarak lalu membacakan surat Yasin
sayup sayup mulai terdengar lantunan Yasin dan gelak tawa teman teman kelasnya membuat syifa membuka matanya
ustadz Abu memang lah baik dia jarang sekali memberi hukuman pada santri santrinya
saat syifa mendongak dan mengerjap ngerjapkan matanya seketika ia melihat ustadz Abu yg sudah di hadapan nya sedang membacakan yasin
"astagfirullah...."syifa memebelalakan mata nya "aseef ustadz...." ucap syifa menunduk malu
" akhirnya syaitan budeg nya keluar Alhamdulillah...." ucap ustadz Abu
"nah karena pelajaran sudah habis mari kita ucapkan hamdalah , pelajaran hari ini adalah bagaimana cara meruqyah syaitan......" ustadz abu bertanya pada semua santriwati
" budeg......" jawab mereka dengan kekehan syifa hanua nyengir malu sedangkan kedua sahabatnya ini sudah tertawa terpingkal-pingkal
"cuci muka anti ...."titah ustadz Abu lalu syifa pun menurut dengan diantar kedua temannya itu seiring keluarnya ustadz abu dari dalam kelas
" hahahahaha fa anti lucu sekali fa.... astagfirullah..." mereka berdua masih tertawa ternyata beberapa pasang mata memperhatikan mereka bertiga dari sebrang lapang basket yg terhalang pagar kawat
" kang syifa tuh...." tunjuk uzi yg sedang duduk bersama kakang sya , Rasya hanya menyunggingkan senyumnya melihat wajah yg selalu menghiasi imajinasinya melintas seakan tenang melihat nya dalam keadaan baik baik saja
"ana dengar syifa akan memutuskan untuk keluar sekolah formal ya kang dan terfokus disini...??" tanya uzi
" iya yang ana dengar seperti itu zi ,bagus lah biar ana bisa mengawasi nya setiap saat zi..."
"emmmh bucin....."ledek uzi
dari kejauhan "Rai....... Raisya..... " pekik seseorang
__ADS_1
membuat Rai dan kedua gadis itu menoleh termasuk kakang dan uzi
"si bule depok tuh kang ...." kekeh uzi
"iya sepertinya akhi memang menyukai Rai,kita lihat saja seberapa tangguh dia mendekati Rai...."
"memangnya anta setuju kalau Rai dengan akhi??"tanya uzi
"ana ingin lihat dulu zi seberapa besar perjuangan akhi mendekati Rai???" jawab Rasya
"ihhh ngapain lagi itu si bule depok...."gumam Rai yg menunduk malu dan mempercepat langkahnya
"cie....cie Rai.... jadi itu panggilan kesayangannya....liat so sweet akhi ngasih love tuh tangkap Rai...tangkap...., "goda syifa dan Vani melihat Haikal yg menautkan jarinya membentuk love
"dihhh norak..." Rai berlari
"Rai...tunggu...." mereka mengejar
saat mereka masuk kelas di dalam sudah ada pengajar lain mereka duduk
"oke sudah masuk semua , assalamualaikum..."Gus Ali menoleh
"masyaallah...." gumam mereka ,,,,semua santriwati mengucap sama dan terkagum kagum melihat ketampanan ustadz yg satu ini
"perkenalkan nama ana Ali Yusuf firdaus ana sempat mengajar di Jombang ana lulusan salah satu universitas di Maroko...ana adalah junior dari ustadz Azam....ana akan mengajar mapel tafsir dan hukum hukum tajwid secara spesifik...."
"ustadz biasa dipanggil apa sewaktu di jombang??"tanya Vani
karena terkadang gelar ustadz disetiap ponpes di berbagai daerah berbeda-beda
" semasa di Jombang ana sering disebut Gus apalah artinya gelar mau ustadz, Gus,atau bro ustadz apapun senyaman antum saja ,,,,baik fahimtum???"
"fahimna..."
syifa mengangkat tangan "iya kenapa???" tanya gus Ali
"kalo ana nyaman nya manggil honey....gimana???" tanya syifa tanpa disaring membuat semua bersorak
"euuuuuuu......."
gus Ali hanya tersenyum
"tapi ana bukan lebah tidak menghasilkan madu..."jawabnya lembut menggetarkan kalbu
"awww...." pekik Vani
syifa....???jangan ditanya setengil dan segombal apa dia kalau dibandingkan Rai yg sedikit kaku
"mau dong jadi bunganya biar dihisap..." kekeh syifa membuat semua santriwati tertawa geli
"sudah sudah....kebetulan pelajaran hari ini itu tafsir kalau anti ingin pelajaran menggombal ana siap juga tapi bilang dulu sama ustadz Azam nanti ana yg kena marah beliau....kalau mengadakan jadwal sendiri..." jawaban tak terduga Gus Ali membuatnya mendapat nilai plus nih ustadz goksss.....bukan ustadz kaku tur galak bin judes ternyata
"hadeuhhh ustadz ustadz kamu sungguh terlalu. ."gaya bicara Vani dibuat buat mirip bang haji
"kenapa Van ???" tanya Rai
" terlalu sempurna dimata ana Rai ,,,,udah ganteng, pembawaannya kalem,humoris,tidak galak,pinter uhhh masyaallah... uhibbuka Fillah ustadz..." gemes Vani
Vani dan syifa tos ,,"hey girls...1 kosong kosong loh..." ucap syifa dengan bisikan
"waduhh iya kalo begitu ana pun tak mau kalah ini sama syifa" jawab Vani
"jelas lah ana bakal kalah secara kan syifa dan Vani pinter banget basa basi dan ga kenal sama si malu...." batin Rai
__ADS_1
gimana guyys kurang nanti ana tambah ya sekalian author mau promosi karya absurd author yg lain yg tak kalah seru kayanyaaaaaa yg masih suegeerr alias fresh from the oven....yah lumayan lah daripada lu manyun ....